Archive for Maseki Gurume

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 10A
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 10A

Selagi Ain dan Chris sedang berada di Arena pertarungan monster, kereta kerajaan berhasil tiba dengan selamat di ibukota. Ngomong-ngomong alasan yang di publikasikan untuk penggunaan kereta kerajaan adalah untuk transportasi Catima dalam penyelidikan di kota sihir Ist. “Ayo jalan Nya….!” Ruangan Barra dan Mei berada di sebelah ruangan milik Catima. Di luar waktu tidur, mereka menghabiskan waktu di sebuah tempat mirip ruang tamu yang ada celah antar kamar, namun fasilitasnya jauh lebih mewah daripada penginapan di kota Ist. Kemewahan dalam kereta kerajaan ini membuat Barra lebih terkejut ketimbang saat berada di penginapan. “Ca-Katima-sama? Apa kita sudah sampai di Ibukota Kerajaan??” “Benar Nya…  Terima kasih sudah mau datang jauh-jauh Nya… Loh? Ngomong-ngomong kamu pernah keluar dari Ist??” “Haah~… Maaf! Jangankan dari kota Ist, ini pertama kalinya saya keluar dari wilayah kumuh…. Bahkan saya benar-benar terkejut saat berada di penginapan…” Catima hanya merespons dengan tawa. Dill yang melihat hal ini pun menunjukkan ekspresi yang cukup sulit untuk dijelaskan. Sikap Catima sama sekali tidak berubah meskipun dia berhadapan dengan Barra. “Hei Catima-san! Apa Ibukota itu besar??? Istana itu tempat seperti apa???” “Kira-kira besarnya seperti ada ratusan bangunan penginapan kemarin Nya…. Mei sudah beres siap-siap Nya??” “Tidak masalah!! Karena aku tidak punya bawaan!! Tanganku kosong!!” “Oh iya, benar juga Nya…” Suara tawa mereka berdua memenuhi gerbong kereta. Entah mungkin karena kepribadian Catima dan Mei agak mirip, mereka berdua sering kali tertawa bersama selama perjalanan. Dari sudut pandang Dill, melihat Catima pandai meladeni anak kecil adalah sesuatu yang menyegarkan. “…Dulu aku juga merawat Olivia seperti ini Nya…. Jadi jangan menunjukkan ekspresi aneh seperti itu!!” “Mo-mohon maaf!” Catima yang memiliki kemampuan firasat yang bagus pun mampu menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Dill yang berdiri di sampingnya. Setelah dengan mudah ketahuan, Dill pun kebingungan harus bagaimana bertindak. “Kau ini…. Ah sudahlah Nya… Apa persiapannya sudah selesai Dill??” “Tentu saja, Tinggal menunggu perintah dari Catima-sama….” “Ya ya… Kalau begitu semuanya lancar Nya!! Kita berangkat!!” “Oooo!” “I-iya!” Setelah Mei memberikan jawaban dengan suara keras, kakaknya, Barra ikut memberikan jawaban. Mereka pun turun dari gerbong kereta, dan melanjutkan perjalanan menuju Istana menggunakan kereta kuda. Berbeda dengan Mei yang terlihat bahagia, Barra terlihat gugup dan merasa tidak nyaman. * “Besar ya kak!!” “Hah… aku tidak tahu harus berkata apa lagi….” “Funfufu-n” Mei terlihat sangat menikmati pemandangan dari jendela kereta kuda. Sedangkan Barra yang duduk di sampingnya sudah tidak mengerti lagi situasi seperti apa yang sedang mereka alami. Mereka duduk di…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 9B
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 9B

Selamat Membaca…. Kejadian merepotkan di siang hari pun berlalu. Di persimpangan antara waktu senja dan waktu malam, dikala mentari perlahan-lahan mulai tenggelam, terlukis pemandangan indah di langit. Area sekitar cukup ramai, dan di penuhi dengan aroma harum dari lapak-lapak yang ada di pinggir jalan. Beberapa saat lalu sebuah acara selesai, dan banyak penonton yang bergerak meninggalkan lokasi acara tersebut. “Aku tidak menyangka akan sebesar itu…. Mataku jadi berkedip-kedip….” “Saya juga sudah lama sekali tidak melihat sihir sebanyak itu…. Saya jadi terlalu bersemangat….” Awalnya mereka berencana untuk menonton Arena pertarungan monster, namun akhirnya rencana itu dirubah. Alasannya adalah karena hawa keberadaan Ain akan memberikan pengaruh kepada banyak monster. Karena itu, setelah memikirkannya kembali, ia pun mengajak Chris untuk mengunjungi tempat lain. Ngomong-ngomong, di antara para monster yang hari ini ia saksikan, yang paling menarik perhatian Ain adalah sosok Slime besar. Entah bagaimana, Ain menganggap sosok slime itu lucu. Kemudian Ain memutuskan untuk mengunjungi tempat terkenal lainnya di Kota sihir itu. Tempat itu adalah stadion sihir. Awalnya Ain penasaran, mengapa mereka tidak saling bertarung dengan menggunakan sihir. Namun jawaban Chris membuatnya mengerti. Jika mereka saling bertarung menggunakan sihir, maka sudah dipastikan akan ada yang terluka. Dengan mempertimbangkan bahwa mengobati luka tersebut sangat sulit, maka hal itu tidak mungkin. Karenanya, tempat itu dijadikan kontes pameran. Acara ini terbuka untuk para petualang, dan banyak event yang diadakan hampir setiap hari. Seperti membuat es raksasa yang bisa mencapai puluhan meter besarnya, atau membuat sihir petir berputar-putar di arena. Hari ini menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi Ain, karena ia dapat menyaksikan banyak sihir yang belum pernah ia lihat sebelumnya. “Hei Chris-san…. Di ibukota itu ada juga yang bisa menggunakan sihir semacam itu kan???” “Tentu saja ada…. Hanya saja tidak banyak tempat untuk menunjukkannya… Lagipula aktivitas seperti itu memakan terlalu banyak biaya…” “Banyak biaya?” “Sihir yang besar itu bukanlah hal yang bisa dilakukan berkali-kali…. Karena itu, setelah menggunakannya, orang itu akan menjadi biasa saja…” Alasan mengapa orang sulit untuk menggunakan sihir yang kuat adalah karena jumlah MP seseorang cenderung statis. Karena itu tindakan seperti ini bukanlah sesuatu yang murah. “Cara terbaik adalah menggunakan mana sedikit demi sedikit dan memilih saat yang tepat…. terutama jika mereka petualang, untuk dapat mengalahkan monster mereka akan mengaktifkan sihir kuat setelah melakukan beberapa pengaturan…” Bahkan ketika Ain mengalahkan Sea Dragon, Ain berpikir jika saja saat Ain mengalahkan Sea Dragon ada pengguna sihir semacam itu, maka segalanya akan menjadi lebih mudah. Namun…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 9A
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 9A

Selamat Membaca…. Kita putar kembali waktunya sedikit, ketika Ain pertama kali menginjakkan kakinya di Arena pertarungan Monster. “Tempat ini penuh monster…” “Beberapa dari mereka merupakan monster langka loh… Meskipun tidak ada monster air seperti Sea Dragon di sini…” Semalam, meskipun agak sulit, akhirnya ia bisa juga tidur. Dia sangat menantikan datangnya hari ini. Cuaca hari ini pun cukup bagus dan tidak terasa dingin. “Tapi orangnya juga banyak ya….” Ain merasa keramaian di tempat itu hampir sebanding dengan jam sibuk di stasiun White Rose. Ia pun jadi mengerti betapa populernya tempat pertarungan monster ini. Banyak penonton yang berasal dari seluruh penjuru benua datang untuk menyaksikan monster langka dan bertaruh. “Karena tempat ini juga termasuk ke dalam objek wisata yang terkenal…. Terlebih lagi tempat ini adalah tempat dimana kita bisa menyaksikan monster langka dengan aman…. Itu sebabnya banyak orang yang mau sengaja untuk datang…” Dengan mata berbinar dan penuh kebahagiaan, Ain melihat-lihat yang ada di sekelilingnya. Ada banyak sekali monster di tempat itu. Mulai dari seekor anjing besar dengan dua kepala, dan juga slime raksasa. Hingga burung raksasa dengan empat sayap. “Itu Wyvern…?” Di depan sebuah Arena yang terbuat dari susunan batu, Ain menemukan sesosok makhluk besar dan menarik perhatiannya. Makhluk itu terlihat sangat cocok dengan panduan tumpukan batu di sekitarnya. “Etto… Benar…. Makhluk itu disebut Ash Pterosaur… Di antara para Wyvern, ras mereka itu cukup kuat…” “Ohhh… Boleh aku mendekatinya??” “Tidak masalah… Monster yang di bawa kemari tidak akan menimbulkan masalah selama Anda tidak menyentuh mereka…. Karena kebanyakan bangsawan ingin memamerkan monster kebanggaan mereka….” Ain pun menerima penjelasan itu dan segera mendekati kandang Wyvern itu. Selain Ain, ada juga beberapa orang lain yang tertarik untuk melihat, dan berkerumun di dekat Wyvern. “Wow. Besar sekali!” Banyak perhatian terpusat kepada Wyvern yang ukuran tubuhnya bisa mencapai 15 meter jika dia merentangkan sayapnya itu. Ain sangat terkesan menyaksikan gerakan monster itu, dan ia terus menatapnya dengan mulut menganga. “Ukurannya sangat luar biasa ya…. dan sepertinya juga dia dirawat dengan baik…. namun sepertinya dia memiliki sedikit pengalaman bertarung…” “Ternyata dia cuma besar…. tapi kenapa kamu bisa tahu kalau dia jarang bertarung??” Ada beberapa orang lelaki di dekat Wyvern itu. Ketika melihat rantai yang ada ditangan mereka terhubung dengan Wyvern itu, maka dapat dengan mudah menduga bahwa mereka adalah pawang monster itu. “Selaput sayap mereka terlalu bagus…. Meskipun untuk monster bernama ada juga yang sayapnya bagus…..” Namun monster itu tidaklah terlihat sekuat itu. Namun, pastinya dia…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 8B
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 8B

Selamat Membaca…. Diruang penelitian pria itu, terdengar suara senandung riang yang bergema. Beberapa hari ke belakang ini, suasana hatinya sangat bagus karena ia terus mengalami hal-hal yang menyenangkan. “Waduh… waduh… Untunglah aku berumur panjang…. Karena aku bisa menemukan hal yang menyenangkan dan semenarik ini…” Biasanya ia tidak pernah melakukan ini, ia memutar-mutarkan bolpoin miliknya dengan menggunakan jari. Itu adalah kebiasaan yang sejak dulu ia lakukan ketika ia merasa senang atau mendapatkan sebuah keberhasilan. “Apa aku ini termasuk penghianat ya? Atau malah…. Hmm… Ini cukup sulit… Tapi sepertinya tatanan masyarakat manusia juga sama… Saling bersaing dan berdebat sesama manusia…. Ini adalah sebuah fenomena yang wajar yang sudah sejak dulu ada, dan akan selalu ada… Karena itu manusia akan saling mengkhianati…. dan tidak ada yang salah dengan ini…” Contohnya saja sebuah tindakan kriminal. Meskipun itu adalah tindakan kriminal kecil, namun sudah dipastikan itu adalah tindakan perusakan dari sudut pandang si korbannya. Dan dapat dikatakan apa yang pria itu lakukan akhir-akhir ini akan menyebabkan dampak kerusakan yang nyata pada keluarganya. “Tidak ada perbedaan signifikan bagi mereka yang memiliki pengetahuan… Perbedaannya hanyalah lawan atau kawan… atau mungkin netral…. Hanya tiga poin itu saja…. Namun dari pihak yang mendapatkan serangan, netralitas dapat dianggap sebagai musuh…. Karena mereka tidak memberikan bantuan kepada yang diserang…. Semakin aku memikirkannya, ini semakin menyenangkan… Namun… berdiri di garis yang samar-samar ini mungkin jauh lebih menarik…. Tak dapat diragukan lagi….” Apa yang pria itu maksud dengan garis samar-samar adalah penggambaran netralitas menurut dirinya. Apakah netralitas itu adalah pecinta kedamaian? Jawabannya adalah…. bukan, justru sebaliknya. Itulah yang pria itu pikirkan. “Mereka hanya tidak mau memihak pada kedua sisi… itulah netralitas…. Lalu apa yang dimaksud sebagai pihak ketiga?? Mereka bukanlah pihak yang mengambil posisi netral, melainkan lebih tepat untuk dikatakan sebagai pengamat…. Misalnya saja… Benar, Para dewa mungkin adalah sosok yang tepat untuk disebut sebagai pihak ketiga!!” Pria itu selalu saja terpikirkan akan sesuatu secara tiba-tiba. Isinya tidaklah berubah. Dalam monolognya, ia selalu melontarkan berbagai masalah dan perdebatan dalam dirinya. Sejujurnya, saat pria itu sedang berpikir sendirian, mungkin ia sedang memikirkan banyak hal yang tidak bisa dipahami oleh orang lain. “Oh iya!!! Saat seperti ini kita harus mengandalkan itu… Spritual… sepertinya kurang tepat…. Cinta!! Itu adalah cinta!! Kita harus mengandalkan cinta!!” Duar…. Pria itu memukul mejanya dengan keras. Ia bergegas mendekati kotak yang diletakan di dekat dinding dengan gaya berlebihan. Semakin mendekatinya, wajah pria itu memerah, dan detak jantungnya semakin kencang. “Aku akan…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 8A
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 8A

Selamat Membaca…. “Aku cukup puas Nya….” Udara dingin di stasiun kota Ist di bawah langit malam akan menyebabkan nafas yang di hembuskan terlihat berwarna putih dan cukup mengesankan. Ini masih satu hari berlalu sejak Oz memberi penjelasan kepada mereka tentang Rubah Merah, namun Catima memutuskan untuk kembali ke ibukota. Sesuai rencana, ia akan meminjam Dill sebagai pengawal, dan berpisah dengan Ain. Meskipun Catima hanya tinggal di Ist selama beberapa hari, namun sejak berpisah dari Oz kemarin, ia membawa Dill untuk berkeliling dan membeli berbagai barang. Karena itu, meskipun  cukup singkat, ini merupakan perjalanan yang memuaskan. Dan di samping Catima dan Dill, sudah berdiri kakak beradik, Barra dan Mei. “Ayo berangkat Nya!! Ikuti aku Nya!” Catima menepuk-nepuk pinggul Barra dengan telapak kucingnya itu. Kemarin, sesampainya di penginapan, Ain dan kelompoknya mengungkapkan identitas mereka. Setelah mengetahui itu, Barra langsung terdiam dan butuh waktu sekitar 30 menit sampai kesadarannya kembali. Sedangkan adiknya, Mei, yang tidak mengetahui apa yang terjadi hanya duduk di pangkuan Ain sambil tersenyum. “Ba-baik Catima-sama! Saya mengerti…. tolong jangan pukuli saya seperti ini!!!” Entah apakah dia bersenang-senang dengan itu, kecepatan tangan Catima yang menepuk pinggul Barra semakin cepat. Mungkin itu tidak menyakitkan, namun semakin cepat tepukannya itu rasanya semakin menyebalkan. “Baiklah…. Ain-sama…. izinkan kami untuk kembali ke Ibukota lebih dulu….” “Tidak masalah… Justru aku harus minta maaf karena menyerahkan Catima-san kepadamu… Hati-hati di perjalanan ya…” Dill tersenyum pahit. Normalnya dia seharusnya mengutamakan Ain, namun sudah sewajarnya Catima juga butuh pengawalan. Dan dapat karena Chris yang jauh lebih kuat dari dirinya akan tetap bersama Ain, maka ia pun setuju. “Abang… Abang!! Nanti kita ketemu lagi!?” “Iya… Nanti kita ketemu lagi kok… Jadi tunggu aku ya…. Nanti kamu bakal di kasih banyak camilan enak kok….” “Beneran??!?” Seolah mendapatkan adik perempuan, Ain pun dengan senang hati memanjakan Mei yang terlihat manja kepadanya. Seharusnya dia ikut bersama mereka karena ialah yang mengajak mereka. Namun apa boleh buat. “Maaf, Yang Mulia…. Mei!! Itu tidak sopan kan!!” “Habisnya Abang kan tetap abang…” “Yah, ajari dia perlahan-lahan saja… Karena kamilah yang membuat lingkungan kalian berubah tiba-tiba… Jadi kami tidak bisa terlalu memaksa…” Barra menundukkan kepalanya berkali-kali untuk meminta maaf. Mungkin caranya tidak terlalu sopan, tetapi rasa penyesalan darinya dapat dirasakan. Ketika mereka berpamitan dan mengucapkan perpisahan di luar stasiun, waktu keberangkatan kereta semakin mendekat. “Baiklah, Ain… Sudah saatnya kami berangkat Nya…. Aku akan melakukan semua persiapan dengan caraku Nya.. Jadi tenang saja…” “Aku mengandalkanmu Catima-san…. Kalau begitu,…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 7
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 7

“Apa mereka sebebas ini??” “Ya, begitulah… Bagaimana? Tentu saja Anda tidak pernah mengira akan sampai seperti itu kan??” Suara Ain yang terkejut bergema di dalam ruangan Profesor Oz. Ain tercengang ketika membaca dokumen pertama yang disertai dengan penjelasan dari Oz dan menemukan fakta baru yang mengejutkan dari itu. Apa yang saat ini sedang mereka lihat adalah sebuah peta penyebaran mereka, Ras Rubah merah di masa lalu. “…Sepertinya tidak salah jika ada yang mengatakan mereka sudah berada di seluruh benua….” “Saya membutuhkan usaha yang paling keras untuk mengetahui ini… Ya meskipun memang tidak membuat saya kerepotan, karena saya menyerahkan hal ini pada Guild…” “Menyerahkannya pada Guild??” “Ya. Sebenarnya…” Metode utamanya adalah membuat quest kepada Guild. Alasannya adalah tentu saja karena pria itu tidak bisa mengunjungi seluruh tempat yang ada di Benua Isthar yang luas ini meskipun untuk penelitiannya sendiri. Karena itu ia menggunakan uangnya untuk membuat quest kepada Guild. Isi Quest itu adalah “Referensi penanganan material monster di masa lalu”. Material-material monster yang langka dan memiliki kekhasan akan di bawa ke guild dan dicatat dengan sangat detail. Ia memperkirakan bahwa Rubah Merah ini adalah salah satu dalam monster langka itu, dan meminta mereka untuk menyelidiki catatan masa lalu yang ada di Guild. “Begitu ya… Memang sepertinya cara itu jauh lebih efisien…” Sambil menyatakan kekagumannya pada metode penelitian yang di gunakan Oz, Ain kembali membaca isi dokumen itu. Hasil dari penelitian itu, setelah meneliti di berbagai tempat, akhirnya ditemukan semacam ‘karakteristik’ dari ras tersebut. Hasil ini dulu telah di konfirmasi oleh guild yang ada di Ibukota, selain itu juga telah di konfirmasi oleh guild di Magna dan Ist. Dan tentu saja juga sudah mendapatkan konfirmasi dari kota petualang Balt. Selain itu, ternyata material monster ini juga ditemukan di sebuah daerah yang termasuk wilayah pedesaan, dan ini membuat Ain terkejut. “Sebenarnya…. Aku mengira mereka ini bergerak lebih sembunyi-sembunyi…” “Entah baik atau buruk, mereka ini memiliki kepribadian yang hedonistik…. Entah mungkin karena itu mereka juga sepertinya memiliki banyak pemuja…. Dapat di anggap juga, mereka seolah sedang mengamati dan menyelidiki tentang manusia dan non manusia….” “…Memangnya apa alasan mereka…” “Tidak ada alasan…. Mereka itu memang monster yang cerdas Tapi haus akan pengetahuan…. Namun di dalam pengetahuan mereka itu, mereka juga memiliki pengetahuan tentang cara-cara untuk bersenang-senang…. Misalkan saja…. Seperti Apa yang akan terjadi jika memindahkan otak monster kepada manusia? Mereka melakukan penyelidikan mengerikan seperti itu hanya untuk bersenang-senang…” Haus akan pengetahuan ditambah dengan keinginan untuk…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 6B
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 6B

Selamat Membaca…. Ada beberapa karakteristik khas Water Train milik Ist ketika berjalan. Yang pertama adalah suaranya cukup tenang dan tidak banyak bergetar. Rasanya hampir tidak ada beda dengan kereta bangsawan yang pernah mereka gunakan. Ketika membayangkan bahwa kereta seperti ini nanti juga akan di aplikasikan di Ibukota, maka ini bukanlah hal yang buruk. Bahkan ketika pintu terbuka pun tidak terlalu menghasilkan suara, ini sangat mengejutkan. Ciri khas selanjutnya yaitu adanya penyiaran di dalam gerbong. Selama menuju ke Istitut Sihir Ist, mereka melewati beberapa stasiun, dan mendengar siaran pemberitahuan beberapa kali. Sepertinya memang cukup nyaman dengan adanya hal ini. “Hei Catima-san…. Kira-kira berapa lama kereta seperti ini akan mulai di aplikasikan secara menyeluruh??” “Kereta yang saat ini digunakan sebagai uji coba, di targetkan untuk dapat bertransisi dalam lima tahun ke depan Nya…” “Cepat juga ya…” “Yah, kalau tapi mempertimbangkan butuh 40 tahun untuk meneliti hal ini, maka itu tidak terasa cepat Nya….” “Begitu ya….” Dalam perjalanan menuju ke lembaga penelitian, Catima sedikit memberikan penjelasan. Ia mengatakan bahwa ada juga pengembangan pesat lain yang di lakukan selain yang dapat terlihat dengan mata. Yaitu dari segi keamanan dan daya tahan atau bisa juga dikatakan umur kereta itu telah meningkat pesat. Dengan mempertimbangkan hal ini, maka bisa juga dikatakan penelitian ini tidaklah terlalu lama. “Begitulah Nya… Ada baiknya kamu memikirkan juga tentang bagian yang tidak terlihat dengan mata langsung Nya…” “Aku tidak terlalu ingin mengakuinya, tapi ini akan jadi pelajaran untukku….” “…Kenapa kau tidak akui saja Nya!?” Memang benar banyak perkataan Catima yang menjadi pelajaran baginya. Dan ini membuat Ain kembali yakin bahwa Catima adalah peneliti berbakat. “Dill.. Beri sapaan pada penjaga, dan bilang kita punya janji dengan Profesor Oz….” “Ba-baik…” “Di cuekin Nya… Keponakanku ini semakin dewasa semakin tidak sopan Nya….” “Aku masih punya sisa ini loh, aku kasih buat Catima-san….” Apa yang Ain keluarkan adalah camilan ikan Ist yang di kereta khusus bangsawan karena menganggap Catima adalah hewan peliharaan. Ain diam-diam menyimpan camilan itu di sakunya. “Ain memang baik….” “Memang….” Salah satu pihak adalah Putera Mahkota, dan yang satunya lagi adalah Puteri Pertama. Kemungkinan tidak akan ada yang pernah membayangkan bahwa petinggi negeri akan melakukan transaksi semacam itu. Namun bagi Chris yang menyaksikan hal ini dari samping, hal ini membuat dirinya menepuk dahi seperti biasanya. “Ain-sama…. Mari masuk… Loh? Chris-sama, ada apa? Kenapa Anda memegangi kepala Anda begitu??” “Loh? Chris-san? Ada apa? Kepalamu sakit??” Di samping Ain, Catima sedang memakan camilannya dengan…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 6A
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 6A

Selamat Membaca…. Waktu pertemuan dengan Profesor Oz agak pagi. Meskipun dikatakan pagi, namun tidak terlalu berbeda dengan jam Ain berangkat sekolah Namun pagi ini, ada satu hal lagi yang harus mereka lakukan. “Bagaimana?” Ain bertanya kepada Chris yang telah memeriksa bagian dalam kamar. “Masih pulas… Sepertinya mereka masih tertidur dengan posisi yang sama dengan kemarin…” Lokasi pertama yang harus mereka kunjungi adalah kamar Barra dan Mei. Mereka mengira bahwa kedua gadis itu mungkin saja sudah bangun. Namun ternyata sama sekali belum bangun, dan masih pulas berada di dunia mimpi. Ngomong-ngomong, dari apa yang di katakan Chris, surat yang telah disiapkan untuk mereka belum di buka, kemungkinan mereka sama sekali belum bangun. Setelah meletakan satu surat lagi di samping tempat tidur, Chris pun segera meninggalkan kamar itu. “Kita sudah meletakkan surat yang sudah di siapkan… Kalau begitu ayo kita bergabung dengan Catima-san…” “Baik… Mari pergi…” Catima dan Dill sudah keluar dari penginapan ini lebih dulu. Ini karena katanya Catima ingin menghirup udara segar di luar. Ain dan Chris pun menuruni tangga untuk menuju keluar penginapan. Karena masih pagi, penginapan itu di penuhi dengan suasana sunyi. Karena dindingnya cukup tebal, jadi suara orang-orang tidak bergema. “A-ain-sama… mohon tunggu sebentar…” “Ya?” Setelah menuruni beberapa anak tangga, tiba-tiba Chris memanggil. Ain pun berhenti dan menoleh ke arahnya. “…Di luar itu sangat dingin… tolong lilitkan ini di leher Anda dengan benar….” Chris melilitkan syal yang ada ditangannya ke leher Ain. Syal itu juga terbuat dari bahan monster, terbuat dari bahan yang cukup lembut saat bersentuhan dengan kulit dan berkualitas tinggi serta terasa cukup nyaman. Wilayah Kota Sihir Ist ini memiliki iklim yang lebih dingin daripada di Ibukota, dan memiliki banyak peralatan penghangat dalam barang-barang di siapkan untuk perjalanan ini. Karena kalau sampai Ain sakit karena ini, itu malah akan menghabiskan lebih banyak waktu. “Oh, ya… terima kasih…” Ain menjadi gugup karena Chris tiba-tiba mendekatkan wajahnya seperti itu. Ya meskipun ia akan tetap gugup meskipun itu bukan sesuatu yang tiba-tiba. Meskipun hanya spekulasi pribadi, Ain merasakan Chris seperti akan memeluknya, ketika gadis itu melilitkan syal ke lehernya. Dan hal ini membuat tubuhnya menjadi tegang meski hanya sesaat. Setelah kejadian itu, Ain pun menuruni tangga seolah ingin menutupi rasa malunya. “Fufu… Tidak masalah…” Ain merasa akhir-akhir ini jarak antara dirinya dan Chris semakin dekat. Bukan berarti dia membenci hal ini, namun agak canggung jika ia sampai menunjukkan sikapnya yang menyembunyikan rasa malu seperti ini. Bahkan saat ini…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 5B
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 5B

Selamat Membaca…. Ain dan kelompoknya langsung menuju ke kamar tempat Barra dan adiknya berada. Karena mereka adalah wanita, jadi Chris masuk terlebih dahulu untuk memeriksa keadaan mereka. Karena tak ada jawaban ketika mereka mengetuk pintu, jadi diputuskan agar Chris masuk lebih dahulu. “Etto… Ain-sama…. Bagaimana sebaiknya yang harus kita lakukan ya…” Setelah masuk cukup dalam ke kamar itu, Chris kembali sendirian. Cukup jarang sekali Chris meminta Ain membuat keputusan apa yang harus ia lakukan. “Apanya yang bagaimana? Memangnya apa yang terjadi??” Dill dan Catima yang berdiri di belakang Ain juga menunjukkan ekspresi kebingunan. “…Bisakah Anda masuk sebentar ke dalam??” “Bisa saja sih… memangnya ada apa??” Karena Chris sepertinya cukup sulit untuk mengatakan alasannya, jadi Ain, Catima, dan Dill pun langsung masuk ke dalam kamar. Terdapat perbedaan mencolok dari segi interior kamar dan permadani yang digunakan di kamar itu dibandingkan kamar tempat Ain dan kelompoknya menginap. Namun kamar itu tetaplah kamar kualitas tinggi dengan kenyamanan yang cukup. Di kamar itu juga terdapat beberapa alat sihir yang terpasang, dan kamar mandi pun cukup bagus. Sambil mengecek keadaan kamar itu, mereka mengikuti Chris sampai ke kamar tidur. Pintunya sedikit terbuka sehingga mereka dapat melihat ke dalam dari luar. TL Note : Sial, kukira kayak kamar hotel biasa, ternyata semacam apartemen…. “Silakan Anda lihat ke dalam….” Chris yang berhenti di depan ruangan itu pun berbalik dan mengatakan itu kepada Ain. Memangnya ada apa di dalam? Pertanyaan seperti itu memenuhi benak Ain. “…Ah, begitu rupanya….” “Mau bagaimana lagi Nya… Karena tiba-tiba mereka di pindahkan dari wilayah kumuh ke ruangan semacam ini Nya….” “Jadi… Sulit untuk membangunkan mereka ya…” Ain, Catima, dan Dill mengungkapkan kesan mereka terhadap pemandangan yang mereka saksikan. Tidak ada yang aneh, justru mereka merasa pemandangan yang mereka saksikan itu cukup menyenangkan. “Suuu… Suuu…” “Ka….kak… hmm…” Di tengah tempat tidur yang besar, kedua gadis itu tidur bersama dengan damai dan tenang. Terlihat jejak kusut yang ada di pinggir tempat tidur. Mungkin mereka merasa kesepian tidur berdua di tempat sebesar itu. Kemungkinan biasanya mereka tidur bersama seperti itu. Itulah yang Ain dan kelompoknya pikirkan. Kasur tempat mereka tidur cukup empuk dan nyaman bagi mereka. Sekilas saja dapat terlihat bahwa mereka tidur dengan nyaman. “Apa boleh buat… tempat tidur di penginapan ini sangat nyaman sih… Aku jadi tidak enak membangunkan mereka….” “…Tapi kalau dari sudut pandang seorang bawahan, sikap mereka ini bisa termasuk tindakan penghinaan…” “Dill, aku tahu maksudmu… tapi coba kau beri aku pendapatmu…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 5A
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 5A

Selamat Membaca….   “Maafkan kami.. maafkan kami….maaf!!” Gadis itu membuka perkataannya dengan meminta maaf tiga kali berturut-turut. Gadis itu tampak mirip dengan gadis kecil yang ditolong Ain, mungkin dia adalah ‘Kakak’ yang sedari tadi mereka tunggu-tunggu. Pakaian yang ia pakai juga sama kotornya, dan bagian rambut dan kulitnya juga terlihat agak kusam. Meskipun parasnya tidak terlalu buruk, namun terkesan biasa saja. Ketika Ain melihat kacamatanya yang buruk itu, membuat ia ingin mengelap lensanya. “Oh, jangan khawatir…. Aku hanya menemani dia menunggu kok …” Ain mengira mungkin maksud gadis itu adalah berterima kasih karena telah menemani adiknya. Namun ternyata perkiraan itu salah. “Saya tidak punya uang… Tapi saya bisa memberikan semua yang saya punya…. jadi tolong lepaskan adikku….” Mulut Ain pun menganga. Berbeda dengan Ain, Chris masih tampak tenang saja. Penampakan mereka jadi terlihat agak lucu. “… Hei Chris-san” “Mungkin apa yang Anda pikirkan itu benar… Sepertinya dia salah paham….” “Hahaha, benar ya?” Beberapa saat yang lalu memang ada orang jahat, namun Ain dan Chris telah mengusirnya. Dengan kata lain, saat ini gadis itu mengira bahwa Ain dan Chris adalah preman. “Kakak!! Abang ini yang menolongku!” Ain kebingungan bagaimana harus menjelaskannya, dan mungkin gadis itu tidak akan percaya begitu saja. Namun ternyata gadis kecil yang ditolongnya mulai menjelaskannya sendiri. Ain pun merasa lega karena sepertinya penjelasan itu berjalan lancar. “Eh? Menolong?? Mei…. apa yang terjadi di sini???” “Benar! Abang ini tadi menolongku waktu ada yang mau merampok makanan kita!!” Gadis itu kembali melihat ke arah Ain. Meskipun kacamatanya keruh dan membuat orang khawatir apakah gadis itu dapat melihat dengan benar, namun gadis itu dapat melihat dengan jelas sosok Ain dan Chris. “Mau-mohon maaf!! Sepertinya saya sudah salah paham…. maaf, tapi Anda ini bangsawan, benar kan??” Mungkin tidak salah jika gadis itu sampai salah paham, karena Ain dan Chris sedang menyembunyikan identitasnya. Namun karena Ain menggunakan pakaian yang terlihat mewah, dan Chris menggunakan armor mahal yang terbuat dari material-material monster, jadi wajar jika mereka terlihat seperti seorang anak bangsawan dan seorang pengawalnya. “Bangsawan ya…. Ya agak mirip lah… tapi… ngomong-ngomong siapa namamu??” “Ah mohon maaf, nama saya Barra…” Gadis itu memperkenalkan namanya sambil menundukkan kepala serendah-rendahnya. “Kamu tidak perlu sampai seperti itu…. Pokoknya, salam kenal ya… Barra-san…” Untuk saat ini, ia mengabaikan tentang kesalahpahaman tentang dirinya yang dianggap sebagai seorang bangsawan. Meskipun salah jika disebut seorang bangsawan, namun itu lebih baik daripada disebut sebagai rakyat biasa. “Kamu tidak perlu khawatir tentang Mei-chan……