Archive for Maseki Gurume

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 13B
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 13B

Ain disambut oleh banyak orang, dan tentunya ada Olivia dan Claune di antara mereka. Bagi kedua gadis ini, mereka sangat ingin sekali mengobrol dengan santai karena sudah lama tidak bertemu dengan Ain. Namun mereka terpaksa menunggu karena terhalang oleh Silvard. Karena, meskipun laporan resminya dikesampingkan, Ain perlu menyampaikan laporan secara garis besar terlebih dahulu. Saat ini, Ain sedang dibawa ke ruang pertemuan untuk alasan itu, dan sedang memberikan penjelasan sesingkat mungkin agar tidak memakan waktu terlalu lama. Ada Silvard dan Warren di ruangan itu. Ditambah Chris dan Ain maka total ada empat orang disana. Ain sedikit terkejut karena Lloyd ternyata sedang bebas tugas, dan hal ini membuatnya penasaran, apa memang ada hari libur untuk pengawal pribadi raja? “Tapi saya cukup terkejut… Saya tidak menyangka Anda akan menyadari bawahan saya…” “Yahh karena aku sepertinya cukup sering melihat orang itu…” Maksud pembicaraan itu adalah tentang Ain yang dengan mudahnya menyadari bawahan Warren. Yaitu saat terjadinya insiden dengan Viscount Sage yang membuat mereka harus mengubah jadwal jadi menonton arena sihir. “Meskipun begitu orang itu adalah komandan regu loh…” “Komandan??” “Ya… Kami membagi unit menjadi beberapa regu dan pria itu adalah salah satu pemimpin disalah satu grup itu…” “Etto…. Apa itu artinya bisa gawat jika dia sampai ketahuan….” Meskipun tidak diketahui jelas berapa jumlah bawahan yang Warren miliki, namun tampaknya pria itu adalah salah satu orang terkuat di unit rahasia milik Warren. Itulah identitas pria yang sosoknya telah terbongkar oleh Ain. “Tidak, ini salahnya sendiri bisa sampai ketahuan… Jadi mohon jangan terlalu di khawatirkan….” “Itu benar, Ain-sama… Ya meskipun saya yang tidak menyadari pria itu tidak bisa mengomentari hal ini….” Tidak seperti Ain, Chris sama sekali tidak bisa menyadari keberadaan bawahan Warren. Jika bersimpati, dapat dikatakan jika pria itu lebih dekat sedikit saja, maka gadis itu akan menyadarinya. Dan jika ada serangan dari kejauhan, pasti ia juga akan menyadarinya. “Aku yakin ini cuma soal kecocokan saja… Karena itu Chris-san jangan sampai hilang semangat begitu dong…” “…Aku tidak akan berkomentar apa-apa soal bawahan Warren karena aku tahu mereka semua adalah orang-orang yang sudah ahli…. Tapi aku dengar perjalananmu ke Ist kali ini membuahkan banyak hasil ya… Aku sangat bersyukur untuk itu…” “Ya benar… Tapi kakek… Mungkin ini terlalu terburu-buru tapi tolong segera bicarakan hal ini dengan Majolica-san… Karena kita masih belum bisa tenang soal Magic Stone milik rubah merah itu….” “Aku tahu…. Aku akan berusaha untuk menjaganya dengan ketat… jadi tenang saja…” Ain sedikit lega…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 13a
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 13a

Ibukota kerajaan yang sudah ditinggalkan selama dua minggu. Meskipun keramaiannya masih sama, namun pemandangan kota yang masih tetap indah itu menyambut kedatangan Ain dan Chris. Suasana hari ini pun berubah drastis sampai-sampai membuat Ain ragu apakah pembicaraannya dengan Chris kemarin malam hanyalah sebuah mimpi belaka. “Akhirnya sampai juga ya Ain-sama….” “Padahal ini baru dua minggu, tapi rasanya seperti sudah lama ya…” Ain telah terbiasa dengan kehidupannya di Ibukota Kerajaan Istalica ini sampai ia merasa menganggap tempat itu adalah kampung halamannya. Meskipun ia baru meninggalkan ibukota selama dua minggu saja, namun itu membuatnya merasa seperti telah melakukan perjalanan dalam waktu yang lama. Setelah turun dari kereta, Ain bergerak perlahan menuju ke kereta kuda agar tidak terlalu terlihat mencolok. Karena kereta kuda dari istana sudah ada di White Rose maka mereka tidak perlu lagi untuk menunggu. Karena saat itu Ain tidak melihat Dill di sekitar, Ain pun mengangkat barang bawaannya sendiri. Namun karena rasanya seperti sedang tamasya, Ain sama sekali tidak keberatan dengan ini. “Tapi yang ribet menyusun laporannya ya….” “Karena ini adalah pekerjaan…. Karena saya juga harus menulis laporan, bagaimana jika saya menemani Anda?” “Tolong ya…. Aku jarang membuat laporan seperti ini… jadi aku sangat bersyukur jika Chris-san mau mengajariku…” Chris mengepalkan tangannya di sisi yang tidak terlihat oleh Ain. Meskipun itu hanya sebuah basa-basi belaka, namun gadis itu cukup bahagia karena masih bisa melanjutkan aktivitas bersama mereka. “Bikin laporan… terus sisanya mengurus Magic Stone itu ya…” “…Benar…. Sesampainya di Istana, saya akan menghubungi Majolica….” Ain sekilas melirik ke salah satu barang yang dibawa oleh Chris. Di dalamnya berisi Magic Stone yang diterima dari Oz. Ada dua poin yang mereka khawatirkan. Pertama adalah kemungkinan jiwa yang ada dalam Magic Stone itu mengamuk atau kemungkinan yang kedua adalah dua jiwa yang ada dalam diri Ain mengamuk. Terlebih mereka takut jika Dullahan kembali lepas kendali. “Saat ini kita tidak punya pilihan lain selain mempercayai perkataan Elderlich itu… ” “Apa memang bisa dipercaya….” Ain telah bertemu dengan Elderlich. Namun Ain merasa ragu untuk menceritakannya atau tidak. Karena itu tingkat kepercayaan Ain kepada Elderlich jauh lebih tinggi daripada yang dimiliki Chris. “Aku rasa tidak masalah….. Mungkin saat ini Dullahan sedang dipukuli pantatnya…” “Ku… Kukuku… Bahkan setelah menjadi Magic Stone dan diserap oleh Ain-sama???” “Sayangnya, kemungkinan itu benar….” Chris pun tertawa sambil meletakan tangannya di mulut. Ia mengambil sikap berhati-hati agar tidak terlihat terlalu tidak sopan. Bahkan setelah diserap seperti nutrisi dia masih merasakan dipukuli pantatnya?…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 12
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 12

Setelah keduanya kembali ke kamar masing-masing dan berganti pakaian, mereka berkumpul kembali. Ain menyesuaikan gaya berpakaiannya dengan suasana di ruangan itu. Namun sepertinya Chris juga memiliki pemikiran yang sama, sehingga kostum mereka berdua tampak seperti sedang melakukan pesta kecil. Ketika mereka berdua berpapasan di Lounge, keduanya pun langsung tertawa kecil. Setelah menyiapkan beberapa minuman, Chris pun duduk di sofa, dan pembicaraan tentang kota Balt pun dimulai. Dari sudut pandang Ain, pembicaraan tentang pengalaman petualangan Chris ini cukup seru dan menarik untuk didengarkan. …..Namun. tiba-tiba Ain tersadar akan sesuatu yang cukup penting. Baru sadar? Atau akhirnya tersadar? Tidak penting yang mana, tak ada bedanya, karena Ain telah berhasil menyadarinya. Karena itu, entah mengapa kisah yang di ceritakan oleh Chris itu sama sekali sulit masuk ke dalam kepalanya. “Karena itu, Ain-sama… Di wilayah itu masih ada sangat banyak…. Loh? Ain-sama???” Chris menunjukkan ekspresi wajah tidak puasnya seakan bertanya kepada Ain ‘apakah Anda mendengarku?’. Meskipun wajah dan tubuh Ain menghadap kepadanya, namun entah mengapa gadis itu merasa pandangan Ain entah mengarah ke mana. “… Maaf.. Maaf… Aku tadi sedikit berkhayal membayangkan tempat seperti apa sebenarnya kota itu…” Sebuah alasan yang cukup bagus keluar dengan begitu lancarnya dari mulut Ain. Mungkin ini semua pengaruh buruk hasil interaksi dengan Catima dalam waktu lama. Ain merasa sangat bersyukur tentang ini. “Begitu ya… Maafkan saya…. Saya terlalu cepat marah…..” Sebenarnya apa yang membuat Chris agak kecewa bukan karena ia merasa lelah karena telah bercerita panjang lebar, melainkan lebih kepada rasa tersisihkan dan terabaikan. Namun setelah mendengar alasan Ain terdiam adalah karena ceritanya, maka gadis itu merasa Ain sama sekali tidak mengabaikannya. Pandangan mata Ain terfokus kepada telapak tangan Chris. Gerakan tangan gadis itu ketika menuangkan minuman ke dalam gelas dan meminumnya. Matanya berfokus memperhatikan setiap gerakan-gerakan kecil ini ketika gelas di angkat, dan di turunkan. Bukan berarti sejak awal ia ingin memperhatikannya, hanya saja ketika tersadar, pandangannya mulai mengikuti setiap gerakan tangan itu. Namun jika di ingat kembali, ia merasa sepertinya dia juga sering kali juga memperhatikan tangam Claune dan Olivia. “(Aku baru sadar ternyata aku punya Fetish terhadap jari…. tapi ini bukan hasrat yang aneh aneh! Jadi tidak masalah kan….)” Tidak masalah kan jika setiap orang memiliki selera dan gairah masing-masing kan? Ia terus-terusan melakukan pertanyaan itu di dalam dirinya, namun tentu saja ia tidak pernah mendapatkan pendukung pernyataan itu. Ia terus memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan jari jemari Chris. Dalam hatinya ia berdalih, ‘justru orang…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 11B
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 11B

“Untuk berjaga-jaga, saya akan menjaga benda ini lebih ketat lagi…” Setelah beberapa saat meninggalkan kota Ist. Di saat pemandangan kota Ist masih bisa terlihat dari jendela di kejauhan. Chris memutuskan untuk menjaga Magic Stone milik rubah merah yang diberikan oleh Oz kepadanya dengan penjagaan yang lebih ketat lagi. “Terima kasih…. Kita memang harus selalu mewaspadai situasi terburuk….” Meskipun Elderlich sang istri telah mengatakan akan berusaha menahannya, tidak ada jaminan bahwa Dullahan sang suami tidak akan mengamuk lagi. Kali ini situasinya benar-benar berbeda dengan yang sebelumnya. Bukan sekedar patung tiruan melainkan Magic Stone milik musuhnya. “Sesampainya di Istana nanti, aku akan meminta Catima-san untuk mengurus benda itu…” “Anda benar…. Tapi untuk berjaga-jaga juga, saya rasa ada baiknya kita menghubungi toko Magic Stone milik Majolica…” Ain pun mengangguk. Meskipun itu hanyalah sebuah Magic Stone… Namun bukan tidak mungkin batu itu akan memiliki drama seperti yang ada pada Magic Stone milik Dullahan, Elderlich dan si Raja Iblis. Jika itu adalah drama yang indah maka Ain tidak merasa ada masalah dengan itu, namun sumbernya kali ini adalah Rubah merah yang dikabarkan suka bersenang-senang. “…Kalau begitu, besok pagi setelah sampai di Ibukota, kita langsung mampir saja ke toko Majolica-san??” “Etto…. tidak perlu… Biar pasukan Royal Knight saja yang datang untuk menghubungi Majolica…” “Hmm. Oke…” Ketika berbincang-bincang seperti itu, tiba-tiba terlintas dalam benaknya bahwa ia akhirnya dapat kembali ke Ibukota, ke rumahnya. Namun ia juga merasa bahwa hari-hari yang ia habiskan di Ist sangatlah menyenangkan dan tersisa sedikit penyesalan. “(Loh?? Memang menyenangkan sih… tapi kok rasanya kebanyakan waktu aku habiskan hanya dengan Chris-san saja ya??)” Karena Catima membawa pergi Dill, maka Ain agak terpaksa harus menghabiskan waktu berdua saja dengan Chris. Dapat dikatakan bahwa pada akhirnya separuh dari jadwal mereka seperti sebuah rangkaian agenda wisata. Ditambah ia hanya berdua dengan Chris yang mengenakan pakaian pribadinya. Mungkin dari sudut pandang orang lain, aktivitas mereka ini akan tampak seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan. Ketika Ain menyadari ini, ia merasa agak malu, namun apalah gunanya menyadari itu saat ini. “Baiklah.. Ain-sama, sudah beres…. Loh ada apa? Kenapa Anda memegangi kepala begitu??” “Tidak apa-apa…. Aku hanya baru menyadari bahwa aku ternyata masih muda ya….” “Be-begitu ya… Karena Anda adalah Putera Mahkota, pasti akan sangat sulit menjalaninya ya…” Meskipun Chris menangkap maknya yang berbeda, namun itu bukanlah masalah. Ain pun mengalihkan pembicaraan ke topik yang mungkin tidak terlalu penting. “Ngomong-ngomong, aku cukup terkejut setelah mendengar tentang kenyataan Majolica-san….” “Sebenarnya saya…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 11A
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 11A

Di ibukota kerajaan, seorang Puteri dan seorang nona muda sebuah perusahaan besar sedang menjelajahi kota dan berbelanja. Waktu makan malam sudah berlalu, dan mereka berdua ingin memutuskan untuk segera pulang. “Terima kasih, Olivia-sama… Sudah menunjukkan saya begitu banyak toko yang bagus…” Mengenakan gaun putih sampai di atas lutut, dan kardigan abu-abu yang sedikit lebih panjang dari itu. Di lehernya terlihat sebuah kalung berenda dengan mutiara hitam terpajang. Warnanya yang monokrom itu memang memancarkan kesederhanaan, namun penggunanya sendiri sudah terlihat sangat mempesona sehingga terlihat cukup mengesankan. “Tidak masalah…. Tapi aku juga ikut senang kalau Claune-san menyukainya….” Hari ini, gadis itu di ajak oleh Olivia mengunjungi beberapa toko. Utamanya, mereka mengelilingi toko pakaian dan toko aksesoris serta berhasil mengumpulkan barang-barang yang mereka sukai. “Karena saya selalu merasa iri ketika melihat pakaian Olivia-sama, jadi saya benar-benar senang hari ini…” Hari ini, Olivia mengenakan gaun ketat berwarna biru dengan bagian bahu yang sedikit terbuka. Ada selembar kain besar berwarna merah muda yang menggantung di pundaknya untuk mencegah agar bahu dan dadanya tidak terlalu terekspos. “Arara… Claune-san itu benar-benar pintar membuat orang senang ya…” “Tidak kok…. Saya mengatakannya dengan jujur kok….” Entah mengapa terasa seperti ada lampu sorot di tempat mereka berdua berjalan. Tak hanya para pria, para wanita pun terpesona dengan kehadiran keduanya yang berjalan dengan penuh keanggunan. Melangkahkan kaki ke depan saat berjalan. Ini memang sudah gerakan yang wajar, namun entah mengapa ruang di sekitar mereka berdua berjalan terasa seperti berada di dunia yang berbeda. Sambil berbincang-bincang, mereka berdua berjalan kembali ke Istana. Tentunya saja bukan tanpa pengawalan. Ada beberapa pengawal wanita yang mengawasi di tempat yang agak jauh dari mereka. “Ngomong-ngomong, Mungkin saat ini Ain sudah ada di kereta ya??” Claune membuka pembicaraan tentang Ain. Sudah hampir dua minggu gadis itu tidak melihat wajahnya. Apakah dia makan dengan teratur? Apakah dia terluka? Apakah dia demam? Hal-hal seperti itulah yang di khawatirkan gadis itu seolah dia dalah orang tuanya saja. “Etto…. Benar juga… Mungkin sebentar lagi sudah waktunya kereta berangkat…” “Katanya perjalanan Ain kali ini mendapatkan banyak pencapaian… Saya turut berbahagia…” Dari laporan yang mereka dengar, Ain telah menemukan petunjuk tentang rubah merah, dan menemukan seorang pengguna sihir penyembuh yang luar biasa bernama Barra. Claune juga mendengar bahwa Ain sedang dipertimbangkan untuk diberikan hadiah yang setimpal atas semua pencapaian yang luar biasa itu. “Aku sendiri belum dengar rinciannya, tapi katanya ada sedikit masalah di sana…” Olivia masih belum mendapatkan informasi rinci terkait konflik…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 10B
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 10B

“Aku terima ya…” Meskipun dikatakan bahwa dokumen akan siap sebelum hari esok berakhir, namun rupanya dokumen itu segera diserahkan. Setelah berbicara dengan bawahan Warren kemarin, Ain pun langsung tidur dimalam hari, lalu dokumen itu sudah diserahkan di pagi harinya. Ketika Ain selesai sarapan dan sedang berbincang dengan Chris tentang rencana kegiatan hari ini, tiba-tiba seorang petugas penginapan datang ke kamar Ain untuk mengantarkan dokumen tersebut. Dokumen itu tertutup rapat dan dibungkus layaknya surat yang biasa digunakan oleh bangsawan. “Kerjanya cepat juga ya…” Chris menerima dokumen itu, dan membawakannya ke tempat Ain. Seperti hari kemarin, gadis itu hari ini juga tidak mengenakan pakaian formalnya. Ia mengenakan setelan simpel kemeja putih tipis dengan celana skinny. Meskipun sederhana, namun tetap cocok dengan Chris. “Ya… Mereka memang benar-benar selalu luar biasa, karena bisa menyelidiki hal ini hanya dalam waktu kurang dari satu hari….” “Mungkin kita bakal bisa bikin tumpukan sampah dari debu hasil menggebuk orang itu….” TL Note : Kalimat ini adalah perumpamaan seperti sedang membersihkan kasur. “…Ain-sama… tolong jangan mengatakan hal kotor seperti itu….” “Iya iya…. Aku cuma bercanda… Kalau begitu mari kita baca dokumen penyelidikannya…” Setelah mendengar perkataan Ain, Chris pun mulai membuka segel pada dokumen tersebut. Segelnya langsung terurai seperti tali yang terputus. “Kamu pakai sihir??” “Saya hanya membuat Angin berputar di sekitar kuku jari saya…” “Praktis sekali ya…” Chris yang suasananya hatinya menjadi ceria itu pun menyerahkan dokumen yang telah ia keluarkan dari bungkusnya kepada Ain. “Fufu… Silakan, Ain-sama…” “Terima kasih… Mari kita lihat apa yang tertulis disini…. Wah aku jadi deg-degan…” Ain merasa sedikit tidak enak karena masalah ini disebabkan oleh dirinya. Meskipun dapat dikatakan itu adalah kecelakaan yang tidak disengaja, namun tak dapat dielakkan bahwa Wyvern milik orang itu menjadi tidak mau bergerak disebabkan oleh keberadaan Ain. Namun setelah mendengar setiap kata yang terlontar dari pria itu, membuat Ain yakin bahwa orang itu adalah orang yang memiliki aroma “busuk”, baik dalam arti tersurat maupun tersirat. Sekilas ketika mengingat tentang bau badan orang itu, Ain merasa sedikit tidak enak, namun ketika ia melihat sosok Chris yang duduk di sampingnya membuat dirinya kembali merasa nyaman. “…?” Chris yang menyadari bahwa dirinya sedang diperhatikan pun menoleh ke arah Ain dengan ekspresi keheranan seakan maksud Ain melakukan itu. Namun Ain menggelengkan kepalanya dan mengatakan tidak ada apa-apa. “Mari kita lihat……” Ketika membaca baris pertama pada dokumen itu, ia pun menjadi yakin akan sesuatu. Atau lebih tepatnya, baris pertama pada dokumen itu terdengar…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 10A
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 10A

Selagi Ain dan Chris sedang berada di Arena pertarungan monster, kereta kerajaan berhasil tiba dengan selamat di ibukota. Ngomong-ngomong alasan yang di publikasikan untuk penggunaan kereta kerajaan adalah untuk transportasi Catima dalam penyelidikan di kota sihir Ist. “Ayo jalan Nya….!” Ruangan Barra dan Mei berada di sebelah ruangan milik Catima. Di luar waktu tidur, mereka menghabiskan waktu di sebuah tempat mirip ruang tamu yang ada celah antar kamar, namun fasilitasnya jauh lebih mewah daripada penginapan di kota Ist. Kemewahan dalam kereta kerajaan ini membuat Barra lebih terkejut ketimbang saat berada di penginapan. “Ca-Katima-sama? Apa kita sudah sampai di Ibukota Kerajaan??” “Benar Nya…  Terima kasih sudah mau datang jauh-jauh Nya… Loh? Ngomong-ngomong kamu pernah keluar dari Ist??” “Haah~… Maaf! Jangankan dari kota Ist, ini pertama kalinya saya keluar dari wilayah kumuh…. Bahkan saya benar-benar terkejut saat berada di penginapan…” Catima hanya merespons dengan tawa. Dill yang melihat hal ini pun menunjukkan ekspresi yang cukup sulit untuk dijelaskan. Sikap Catima sama sekali tidak berubah meskipun dia berhadapan dengan Barra. “Hei Catima-san! Apa Ibukota itu besar??? Istana itu tempat seperti apa???” “Kira-kira besarnya seperti ada ratusan bangunan penginapan kemarin Nya…. Mei sudah beres siap-siap Nya??” “Tidak masalah!! Karena aku tidak punya bawaan!! Tanganku kosong!!” “Oh iya, benar juga Nya…” Suara tawa mereka berdua memenuhi gerbong kereta. Entah mungkin karena kepribadian Catima dan Mei agak mirip, mereka berdua sering kali tertawa bersama selama perjalanan. Dari sudut pandang Dill, melihat Catima pandai meladeni anak kecil adalah sesuatu yang menyegarkan. “…Dulu aku juga merawat Olivia seperti ini Nya…. Jadi jangan menunjukkan ekspresi aneh seperti itu!!” “Mo-mohon maaf!” Catima yang memiliki kemampuan firasat yang bagus pun mampu menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Dill yang berdiri di sampingnya. Setelah dengan mudah ketahuan, Dill pun kebingungan harus bagaimana bertindak. “Kau ini…. Ah sudahlah Nya… Apa persiapannya sudah selesai Dill??” “Tentu saja, Tinggal menunggu perintah dari Catima-sama….” “Ya ya… Kalau begitu semuanya lancar Nya!! Kita berangkat!!” “Oooo!” “I-iya!” Setelah Mei memberikan jawaban dengan suara keras, kakaknya, Barra ikut memberikan jawaban. Mereka pun turun dari gerbong kereta, dan melanjutkan perjalanan menuju Istana menggunakan kereta kuda. Berbeda dengan Mei yang terlihat bahagia, Barra terlihat gugup dan merasa tidak nyaman. * “Besar ya kak!!” “Hah… aku tidak tahu harus berkata apa lagi….” “Funfufu-n” Mei terlihat sangat menikmati pemandangan dari jendela kereta kuda. Sedangkan Barra yang duduk di sampingnya sudah tidak mengerti lagi situasi seperti apa yang sedang mereka alami. Mereka duduk di…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 9B
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 9B

Selamat Membaca…. Kejadian merepotkan di siang hari pun berlalu. Di persimpangan antara waktu senja dan waktu malam, dikala mentari perlahan-lahan mulai tenggelam, terlukis pemandangan indah di langit. Area sekitar cukup ramai, dan di penuhi dengan aroma harum dari lapak-lapak yang ada di pinggir jalan. Beberapa saat lalu sebuah acara selesai, dan banyak penonton yang bergerak meninggalkan lokasi acara tersebut. “Aku tidak menyangka akan sebesar itu…. Mataku jadi berkedip-kedip….” “Saya juga sudah lama sekali tidak melihat sihir sebanyak itu…. Saya jadi terlalu bersemangat….” Awalnya mereka berencana untuk menonton Arena pertarungan monster, namun akhirnya rencana itu dirubah. Alasannya adalah karena hawa keberadaan Ain akan memberikan pengaruh kepada banyak monster. Karena itu, setelah memikirkannya kembali, ia pun mengajak Chris untuk mengunjungi tempat lain. Ngomong-ngomong, di antara para monster yang hari ini ia saksikan, yang paling menarik perhatian Ain adalah sosok Slime besar. Entah bagaimana, Ain menganggap sosok slime itu lucu. Kemudian Ain memutuskan untuk mengunjungi tempat terkenal lainnya di Kota sihir itu. Tempat itu adalah stadion sihir. Awalnya Ain penasaran, mengapa mereka tidak saling bertarung dengan menggunakan sihir. Namun jawaban Chris membuatnya mengerti. Jika mereka saling bertarung menggunakan sihir, maka sudah dipastikan akan ada yang terluka. Dengan mempertimbangkan bahwa mengobati luka tersebut sangat sulit, maka hal itu tidak mungkin. Karenanya, tempat itu dijadikan kontes pameran. Acara ini terbuka untuk para petualang, dan banyak event yang diadakan hampir setiap hari. Seperti membuat es raksasa yang bisa mencapai puluhan meter besarnya, atau membuat sihir petir berputar-putar di arena. Hari ini menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi Ain, karena ia dapat menyaksikan banyak sihir yang belum pernah ia lihat sebelumnya. “Hei Chris-san…. Di ibukota itu ada juga yang bisa menggunakan sihir semacam itu kan???” “Tentu saja ada…. Hanya saja tidak banyak tempat untuk menunjukkannya… Lagipula aktivitas seperti itu memakan terlalu banyak biaya…” “Banyak biaya?” “Sihir yang besar itu bukanlah hal yang bisa dilakukan berkali-kali…. Karena itu, setelah menggunakannya, orang itu akan menjadi biasa saja…” Alasan mengapa orang sulit untuk menggunakan sihir yang kuat adalah karena jumlah MP seseorang cenderung statis. Karena itu tindakan seperti ini bukanlah sesuatu yang murah. “Cara terbaik adalah menggunakan mana sedikit demi sedikit dan memilih saat yang tepat…. terutama jika mereka petualang, untuk dapat mengalahkan monster mereka akan mengaktifkan sihir kuat setelah melakukan beberapa pengaturan…” Bahkan ketika Ain mengalahkan Sea Dragon, Ain berpikir jika saja saat Ain mengalahkan Sea Dragon ada pengguna sihir semacam itu, maka segalanya akan menjadi lebih mudah. Namun…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 9A
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 9A

Selamat Membaca…. Kita putar kembali waktunya sedikit, ketika Ain pertama kali menginjakkan kakinya di Arena pertarungan Monster. “Tempat ini penuh monster…” “Beberapa dari mereka merupakan monster langka loh… Meskipun tidak ada monster air seperti Sea Dragon di sini…” Semalam, meskipun agak sulit, akhirnya ia bisa juga tidur. Dia sangat menantikan datangnya hari ini. Cuaca hari ini pun cukup bagus dan tidak terasa dingin. “Tapi orangnya juga banyak ya….” Ain merasa keramaian di tempat itu hampir sebanding dengan jam sibuk di stasiun White Rose. Ia pun jadi mengerti betapa populernya tempat pertarungan monster ini. Banyak penonton yang berasal dari seluruh penjuru benua datang untuk menyaksikan monster langka dan bertaruh. “Karena tempat ini juga termasuk ke dalam objek wisata yang terkenal…. Terlebih lagi tempat ini adalah tempat dimana kita bisa menyaksikan monster langka dengan aman…. Itu sebabnya banyak orang yang mau sengaja untuk datang…” Dengan mata berbinar dan penuh kebahagiaan, Ain melihat-lihat yang ada di sekelilingnya. Ada banyak sekali monster di tempat itu. Mulai dari seekor anjing besar dengan dua kepala, dan juga slime raksasa. Hingga burung raksasa dengan empat sayap. “Itu Wyvern…?” Di depan sebuah Arena yang terbuat dari susunan batu, Ain menemukan sesosok makhluk besar dan menarik perhatiannya. Makhluk itu terlihat sangat cocok dengan panduan tumpukan batu di sekitarnya. “Etto… Benar…. Makhluk itu disebut Ash Pterosaur… Di antara para Wyvern, ras mereka itu cukup kuat…” “Ohhh… Boleh aku mendekatinya??” “Tidak masalah… Monster yang di bawa kemari tidak akan menimbulkan masalah selama Anda tidak menyentuh mereka…. Karena kebanyakan bangsawan ingin memamerkan monster kebanggaan mereka….” Ain pun menerima penjelasan itu dan segera mendekati kandang Wyvern itu. Selain Ain, ada juga beberapa orang lain yang tertarik untuk melihat, dan berkerumun di dekat Wyvern. “Wow. Besar sekali!” Banyak perhatian terpusat kepada Wyvern yang ukuran tubuhnya bisa mencapai 15 meter jika dia merentangkan sayapnya itu. Ain sangat terkesan menyaksikan gerakan monster itu, dan ia terus menatapnya dengan mulut menganga. “Ukurannya sangat luar biasa ya…. dan sepertinya juga dia dirawat dengan baik…. namun sepertinya dia memiliki sedikit pengalaman bertarung…” “Ternyata dia cuma besar…. tapi kenapa kamu bisa tahu kalau dia jarang bertarung??” Ada beberapa orang lelaki di dekat Wyvern itu. Ketika melihat rantai yang ada ditangan mereka terhubung dengan Wyvern itu, maka dapat dengan mudah menduga bahwa mereka adalah pawang monster itu. “Selaput sayap mereka terlalu bagus…. Meskipun untuk monster bernama ada juga yang sayapnya bagus…..” Namun monster itu tidaklah terlihat sekuat itu. Namun, pastinya dia…

Maseki Gurume  Volume 5 Chapter 8B
Maseki Gurume Volume 5 Chapter 8B

Selamat Membaca…. Diruang penelitian pria itu, terdengar suara senandung riang yang bergema. Beberapa hari ke belakang ini, suasana hatinya sangat bagus karena ia terus mengalami hal-hal yang menyenangkan. “Waduh… waduh… Untunglah aku berumur panjang…. Karena aku bisa menemukan hal yang menyenangkan dan semenarik ini…” Biasanya ia tidak pernah melakukan ini, ia memutar-mutarkan bolpoin miliknya dengan menggunakan jari. Itu adalah kebiasaan yang sejak dulu ia lakukan ketika ia merasa senang atau mendapatkan sebuah keberhasilan. “Apa aku ini termasuk penghianat ya? Atau malah…. Hmm… Ini cukup sulit… Tapi sepertinya tatanan masyarakat manusia juga sama… Saling bersaing dan berdebat sesama manusia…. Ini adalah sebuah fenomena yang wajar yang sudah sejak dulu ada, dan akan selalu ada… Karena itu manusia akan saling mengkhianati…. dan tidak ada yang salah dengan ini…” Contohnya saja sebuah tindakan kriminal. Meskipun itu adalah tindakan kriminal kecil, namun sudah dipastikan itu adalah tindakan perusakan dari sudut pandang si korbannya. Dan dapat dikatakan apa yang pria itu lakukan akhir-akhir ini akan menyebabkan dampak kerusakan yang nyata pada keluarganya. “Tidak ada perbedaan signifikan bagi mereka yang memiliki pengetahuan… Perbedaannya hanyalah lawan atau kawan… atau mungkin netral…. Hanya tiga poin itu saja…. Namun dari pihak yang mendapatkan serangan, netralitas dapat dianggap sebagai musuh…. Karena mereka tidak memberikan bantuan kepada yang diserang…. Semakin aku memikirkannya, ini semakin menyenangkan… Namun… berdiri di garis yang samar-samar ini mungkin jauh lebih menarik…. Tak dapat diragukan lagi….” Apa yang pria itu maksud dengan garis samar-samar adalah penggambaran netralitas menurut dirinya. Apakah netralitas itu adalah pecinta kedamaian? Jawabannya adalah…. bukan, justru sebaliknya. Itulah yang pria itu pikirkan. “Mereka hanya tidak mau memihak pada kedua sisi… itulah netralitas…. Lalu apa yang dimaksud sebagai pihak ketiga?? Mereka bukanlah pihak yang mengambil posisi netral, melainkan lebih tepat untuk dikatakan sebagai pengamat…. Misalnya saja… Benar, Para dewa mungkin adalah sosok yang tepat untuk disebut sebagai pihak ketiga!!” Pria itu selalu saja terpikirkan akan sesuatu secara tiba-tiba. Isinya tidaklah berubah. Dalam monolognya, ia selalu melontarkan berbagai masalah dan perdebatan dalam dirinya. Sejujurnya, saat pria itu sedang berpikir sendirian, mungkin ia sedang memikirkan banyak hal yang tidak bisa dipahami oleh orang lain. “Oh iya!!! Saat seperti ini kita harus mengandalkan itu… Spritual… sepertinya kurang tepat…. Cinta!! Itu adalah cinta!! Kita harus mengandalkan cinta!!” Duar…. Pria itu memukul mejanya dengan keras. Ia bergegas mendekati kotak yang diletakan di dekat dinding dengan gaya berlebihan. Semakin mendekatinya, wajah pria itu memerah, dan detak jantungnya semakin kencang. “Aku akan…