Archive for Saikyou Onmyouji

Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 8
Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 8

Di saat fajar sebelum matahari muncul. Ada seorang pria yang berjalan di sebuah gang sepi di Ibukota kekaisaran dengan langkah yang cepat. Ketika pria itu berhenti di ujung gang, dalam diam orang itu membuka tutup kotak kayu yang tersembunyi di sudut gundukan sampah. Ada seekor merpati di dalam kotak itu. Pria itu pun mengeluarkan merpati itu dengan hati-hati dan mengikatkan sesuatu yang diambil dari sakunya ke salah satu kaki merpati itu. Dan kemudian ia melemparkan merpati itu ke langit dengan kedua tangannya. Kemudian, seakan sudah menentukan arah yang harus ia tuju, merpati itu langsung terbang menjauh dari ibukota kekaisaran. Dan kemudian…. Seekor elang yang muncul tiba-tiba pun menerjang merpati itu. Elang itu menggunakan cakar besarnya menahan merpati yang melawan, dan membawanya terbang entah ke mana. Mata pria itu pun terbelalak menyaksikan kejadian tak terduga ini. Merpati pengirim pesan itu telah diserang oleh burung pemangsa. Namun mengapa di saat seperti ini…. “Chi… Sialan….” Pria itu memuntahkan kata-kata kasarnya. Kemudian dari belakang pria itu… aku pun memanggil pria itu. “Aku rasa masih terlalu pagi untuk menerbangkan merpati….” Pria itu pun langsung menoleh ke belakang dengan terkejut. Seorang pria berusia sekitar 20-30 tahun yang terlihat biasa-biasa saja. Wajahnya tidak memiliki ciri atau kesan khusus. Sepertinya dia memang sangat cocok dengan pekerjaan seperti ini. Aku pun melanjutkan perkataanku sambil tersenyum. “Orang dari pihak ras iblis kan?” “…Aku tidak tahu apa yang tiba-tiba kau bicarakan… Aku juga tidak tahu siapa kau ini… Apa kau butuh sesuatu dariku??” “Banyak sekali pertanyaan yang ingin aku tanyakan…. Misalnya seperti isi surat rahasia pada merpati itu…” “Surat Rahasia?? Itu hanyalah catatan penjualan kami yang akan aku kirimkan ke cabang Rodnea…. Meskipun aku harus mengirimkan ulang catatannya karena elang itu mengganggu… Ini sudah waktunya bosku bekerja, permisi boy….” Pria itu berkata dengan nada kebingungan dan mengalihkan pandangannya. Ia pun berjalan ke arahku dengan gerakan santai. Dan seolah ia sedang mengeluarkan peralatan kerjanya… ia mencabut pisau dari pinggangnya. Beberapa saat kemudian, langkahnya menjadi semakin cepat.  Dan dalam sekejap pisau itu sudah mengarah ke arahku. “Aku sangat berterima kasih kau bersikap seperti itu….” [Ki no Ai— Tsuru Shibari no Jutsu] Muncul tanaman rambat yang cukup lebat dan merusak bebatuan trotoar. Begitu tanaman itu menyentuh pria itu, tanaman rambat itu langsung membungkusnya lalu mengalami pengkayuan dan mencengkeramnya dengan kuat. Bersamaan dengan suara teriakkan, pisau itu pun terlepas dari tangannya. “Sial… Bagaimana bisa… Kau tahu….” “Aku sempat mendengar pembicaraan rahasia kalian… Pembicaraanmu dengan informan…”…

Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 7
Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 7

Karena pertandingan kedua Mavel diadakan di hari yang sama denganku, aku memutuskan untuk bergabung kembali dengan Amu dan Ifa yang berada di kursi penonton. “Hmm? Pertandingan yang bagus… Hei Ifa… Seika sudah kembali tuh….” “I-iya… Selamat ya.. Seika-kun….” Ifa mengatakan itu sambil melihat ke bawah dan dengan nada yang rendah. Ah……. “Ifa.. Lihat… Aku sudah kembali dengan selamat kan? Aku sama sekali tidak terluka kok…” “……Ya” “Gitu ya… tapi hebat juga kamu bisa menemukan kami ditengah kerumunan orang begini…. Padahal aku gak bilang rinciannya…” “Aku susah payah mencari kalian loh…” Tapi dari atas sih… “Kau ini… Ternyata bisa pakai sihir angin ya… Padahal gak ikut kelasnya….” “Lumayanlah….” “Bisa mengalahkan golem yang memiliki anti atribut sihir dalam sekejap… pertandinganmu itu benar-benar gak ada yang meriah ya….” Amu mengatakan itu sambil mengingat-ingat pertandingan sebelumnya. “Ngomong-ngomong … Kalau menang nanti… Apa kau ada niat bergabung dengan pasukan kekaisaran??” “Eh?? Tidak kok… Aku sama sekali tidak tertarik… Setelah turnamen ini selesai aku akan kembali ke akademi….” “Hmm, Gi-gitu ya…. Baguslah…” “Apanya?” “Tidak, Lupakan! Aku harap kau bisa mengundurkan diri dengan lancar… Karena pihak penyelenggara pasti juga punya nama baik kan…” “Aku rasa itu sama sekali bukan masalah…..” Justru mereka mana mungkin mau memasukkan seorang penyihir ke dalam pasukan kekaisaran. Jadi keinginan kami pun sesuai. “Aku harap setidaknya kau bisa mendapatkan uang hadiahnya…. Karena dalam keadaan terburuk mereka bisa juga membuatmu mengundurkan diri….” “Daripada itu… dari tadi aku mendengar kamu mengatakan seolah aku sudah pasti akan menang…. Biar bagaimanapun, pertandingan ini tidak semudah itu loh…” Lagipula aku belum sempat memikirkan sampai ke sana. Amu pun termenung ketika mendengar perkataanku. “Bagaimana bilangnya ya… entah kenapa aku merasa tidak bisa membayangkan gambaran kau akan kalah…. Bukan begitu Ifa??” “…………tidak tahu” Ifa mengatakan itu dengan tetap tertunduk. Ah……. Sepertinya dia benar-benar mengkhawatirkanku…. Padahal itu tidak perlu… Tapi aku pernah mengatakan padanya untuk tidak membuat kami khawatir, jadi tidak enak juga rasanya kalau aku mengabaikan hal ini. Aku pun mendekati Ifa dan menatap matanya sambil berkata. “Ifa… Tenang saja… Aku pasti akan baik-baik saja… Kalaupun aku kalah, aku tidak akan mati kok….” “……Benarkah?” “Benar….” Sebenarnya, pertandingan ini bagiku hanyalah seperti bermain dengan seekor anak anjing lucu. Meskipun lawannya 10 kali lebih kuat dari yang tadi, aku tidak akan mati. “…Janji ya…” Disaat yang sama dengan gumaman Ifa, terdengar suara pembawa acara bergema ke seluruh arena. “Maaf membuat kalian semua menunggu!! Kita mulai pertandingan berikutnya di putaran kedua ini!!” “Hei!…

Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 6
Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 6

Evil Eye adalah sebuah teknik kutukan yang memanfaatkan bidang pandang. Dapat mengutuk target yang terlihat oleh mata. Singkatnya, itu adalah sebuah teknik kutukan yang agak aneh, namun karena Evil Eye membutuhkan kecocokan dengan penggunanya, efek yang ditimbulkan cukup kuat terlebih dampaknya sulit untuk dihilangkan. Meskipun pada level rendahan Evil eye hanya sebatas digunakan untuk membuat lawannya sakit atau mengalami kesialan, namun para penyihir di barat yang aku temui dapat membunuh kelinci untuk makan malam hanya dengan menatapnya saja. Dikatakan pula bahwa dahulu kala pernah ada beberapa pengguna Evil Eye yang dapat mengubah makhluk hidup menjadi batu. Tidak ada teknik kutukan yang lebih kuat daripada teknik tersebut. Namun untuk mencegahnya tidaklah sulit, bahkan bagi seorang amatir sekalipun. Misalnya di Barat ataupun Islam, terdapat semacam jimat ataupun segel-segel yang dapat mencegahnya dan beredar luas. Meskipun metode tersebut sederhana, namun sepertinya berhasil. Namun ini hanyalah kisah di kehidupanku sebelumnya. Evil Eye yang ada di dunia ini…. tampaknya sangat ditakuti. Meskipun efeknya yang membuat lawan tidak dapat bergerak atau memberikan penyakit ini cukup mirip dengan yang ada di duniaku sebelumnya, namun tampaknya metode pencegahannya masih belum tersebar luas. Mungkin hal ini disebabkan oleh sedikitnya jumlah pengguna Evil Eye tersebut. Tapi…. sepertinya di dunia ini teknik kutukan cukup tertinggal ya… Oleh karena itu, pemilik Evil Eye di perlakukan seperti orang tersesat. Meskipun tidak sampai terjadi penyiksaan, namun tampaknya mereka sangat di jauhi. Ya meskipun hal ini juga agak mirip dengan kehidupanku sebelumnya. “Baiklah!! Mari kita mulai pertandingan pertama di putaran kedua!!! Kita sambut petarung pertama kita….. Seika Lamprouge!!!!” Kita abaikan dulu masalah ini, pertandingan keduaku pun tiba. Tanpa menunggu pengenalan lebih panjang, aku pun bergegas naik ke arena. Ifa benar-benar ketakutan setelah menyaksikan pertandingan kemarin dan terus menangis. Namun akhirnya kami berhasil menenangkannya. Pada kenyataannya Kyle berada di blok yang berbeda denganku, jadi kalaupun aku akan bertanding melawan orang itu, maka itu akan terjadi di pertandingan final. “Yang akan menjadi lawannya adalah…. Rabbiner the Puppet Master!!!” Terdengar suara bumi bergetar. Sosok yang naik ke atas arena di hadapanku bukanlah manusia melainkan sebuah boneka batu raksasa. Tingginya kira-kira sekitar 5-6 meter. Tubuhnya terbuat dari batu besar berwarna kehijauan, dan terdapat beberapa huruf serta lingkaran sihir tergambar di seluruh bagian tubuhnya. “Ohh!!! Tampaknya kali ini muncul Golem yang berbeda dari yang sebelumnya!!! Di putaran pertama telah kita saksikan  golem hitam yang sama sekali tidak bergeming ketika mendapat serangan gada dari lawannya!!! Tapi apakah taktik itu akan efektif…

Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 5
Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 5

Di turnamen ini, jumlah pertandingan terbanyak ada di putaran pertama. Selama tiga hari sebelum pertandinganku selanjutnya, aku menghabiskan waktu dengan menonton pertandingan peserta lain. Sesuai dengan dugaan, banyak sekali muncul kontestan yang kompeten. Namun di antara mereka semua, ada dua sosok yang menarik perhatianku. Salah satunya adalah Mavel. Pada pertandingan pertamanya, gadis itu muncul ke arena dengan membawa pedang dua tangan yang besarnya hampir sama dengan besar tubuhnya itu. Sesaat setelah pertandingan dimulai, ia menghancurkan pedang dari ksatria veteran yang menjadi lawannya, lalu membuang pedangnya sendiri, dan kemudian menggenggam lawannya itu, lalu melemparnya dengan satu tangan. Mavel yang bertubuh mungil itu dapat mengayunkan pedang besar dan melemparkan pria besar tanpa kesulitan. Seperti ilusi optik saja. Yahh mungkin ini juga efek dari sihir. Karena aku ingin mendapatkan lebih banyak informasi, aku cukup kecewa karena pertandingan itu berakhir dalam sekejap mata. Lalu yang satunya laig adalah sosok bernama Raynas, seorang ksatria berusia sekitar 20 tahunan. Dia tampaknya juga bisa menggunakan sihir, dan berhasil mengalahkan petualang berpedang dengan menggunakan sihir tanah dan angin miliknya. Dia berhasil menang tanpa terjadi bahaya apa pun. Dia menarik perhatianku karena sepertinya orang itu masih menyembunyikan kekuatannya. Tapi… saat pertandingan ia melambaikan tangannya ke arah kursi penonton, dan setelah pertandingan dia dengan mudahnya bermain dengan wanita. Sepertinya dia bukan hanya sekedar orang kuat biasa. Dan kemudian… hari ini, pertandingan terakhir di putaran pertama akan segera dimulai. “Baiklah!! Kita sudah sampai pada pertandingan terakhir di putaran pertama!!” “Hei, Seika-kun….” Ifa yang sedang duduk di sampingku memanggil namaku dengan nada khawatir. “Benar kamu tidak apa-apa?? Kalau kamu masih pusing, bukankah sebaiknya istirahat saja dulu….” “Tidak apa-apa kok… Ini sama sekali bukan masalah…” Aku menjawab sambil melambaikan tanganku dan memegangi kepalaku. Aku tahu penyebabnya mengapa dia begitu. Dan tindakan ini sangat diperlukan. “Aku tidak tahu ini tidak berpengaruh untukmu… tapi sebaiknya kau tidak terlalu memaksakan diri…” “Aku tahu…. Terima kasih, tapi ini adalah pertandingan terakhir hari ini…” Setelah memberikan jawaban kepada Amu, aku pun menonton ke arena yang ada di bawah dari kursi penonton. Setelah pertandingan ini selesai, aku telah selesai memeriksa semua peserta. “Pertama-tama…. Murid pertama dari Fold sang Sage, Petarung Barren!! Master Fold dikenal sebagai pengguna sihir elemen air, kira-kira sihir seperti apa yang akan digunakan oleh Barren muridnya ini!!” Muncul seorang pria muda yang menggunakan jubah dan memegang tongkat layaknya seorang penyihir. “Lawannya adalah — Kyle anggota unit pengawal dari Lugrock Corp!!” Aku pun mengerutkan keningku ketika menyaksikan…

Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 4
Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 4

Dua hari kemudian. Hari pertandingan pertama turnamen bela diri pun tiba. “Mari datang dan saksikan!! Turnamen bela diri Ibukota yang bersejarah akan segera dimulai!! Tahun ini, peraturan telah di rubah, dan untuk pertama kalinya diizinkan bagi peserta untuk menggunakan sihir!! Karena aturan tersebut, tahun ini, hampir setengah dari keseluruhan peserta adalah penyihir!!” Terdengar suara pembawa acara yang di perkuat dengan sihir angin menggema di seluruh arena. Upacara pembukaan acara ini terkesan cukup formal, namun mungkin karena masih termasuk acara hiburan, logat bicaranya cukup santai. “Aturan terkait kekalahan masih sama, yaitu tak mampu lagi bertarung, mengaku kalah, atau berdasarkan keputusan wasit… namun ada satu peraturan tambahan lagi tahun ini… yaitu adalah kerusakan pada amulet!” Aku pun memegang logam halus yang menggantung di leherku. Sepertinya benda bernama Amulet yang diberikan oleh panitia ini terbuat dari Mithril dan katanya dalam batasan tertentu dapat menangkal sihir menggantikan penggunanya. Ketika batasannya terlampaui, benda ini akan hancur bersamaan dengan munculnya suara dan kilatan cahaya, dan penggunanya akan dinyatakan kalah. Sepertinya benda ini dapat mencegah korban jiwa, namun aku penasaran seberapa berharganya benda ini. “Kalau begitu, saya akan memperkenalkan para peserta pertandingan yang akan dicatat sejarah ini!! Seorang keturunan keluarga Earl Lamprouge, bangsawan yang mendedikasikan diri pada sihir…. Seika Lamprouge!!” Di tengah sorak-sorai dari penonton, aku pun melangkah naik ke arena. Benar. Entah bagaimana, pertandinganku menjadi pertandingan pertama pada turnamen ini. Entah ini merupakan keberuntungan atau kesialan. “Langsung muncul! Peserta rekomendasi dari akademi sihir Rodnea!! Dahulu kala, di usia 11 tahun, dia sudah menaklukkan Eldernewt!!! Saat ujian masuk akademi sihir, dia merupakan peringkat tiga teratas!! Dia merupakan peserta unik yang tidak menggunakan pedang atau pun tongkat… Kira-kira pertarungan seperti apa yang akan ia tunjukkan pada kita!!??” Aku memandang kursi penonton yang ada di sekelilingku. Kursi-kursi penonton itu mengelilingi arena dalam bentuk oval, dan di atur berundak seperti tangga dan dipenuhi oleh banyak orang. Ifa dan Amu seharusnya ada di antara orang-orang itu, tapi aku sama sekali tidak dapat menemukan mereka. “Dan yang akan menjadi lawannya adalah…… Peserta dari pasukan tentara bayaran Gulls! The Godspeed Maddog, Dennis Regan!!” Sosok yang muncul dari sisi lain panggung adalah pria kurus berusia sekitar 18-19 tahun. Ia menggunakan armor kulit dan terlihat sebuah pedang menggantung di pinggangnya. Ada juga sebuah perisai bundar di lengan kirinya. Sepertinya dia adalah seorang pendekar pedang. Terlebih, sorot matanya jahat. “Pria ini adalah murni seorang pendekar pedang!! Ini adalah pendekar pedang murni! Ia juga merupakan pengguna pedang…

Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 3
Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 3

Dan dua puluh hari pun berlalu. Dan hari ini, sudah sewajarnya aku menaiki kereta mewah yang telah disiapkan oleh pihak Akademi. Memang ini sudah sewajarnya… namun…. “…Kenapa kalian juga ada disini???” Di dalam kereta ini, ternyata ada juga Ifa dan Amu. “A-aku ini kan pelayannya Seika-kun!! Jadi harus ikut!!” “Ya… Kalau Ifa mungkin tidak masalah… tapi….” “Kenapa? Ada masalah!?” Amu mengatakan itu dengan wajah soknya. “Gak apa-apa kan? Aku juga belum pernah mengunjungi Ibukota…. Kalau bukan karena event ini, mungkin aku tidak akan punya kesempatan untuk berkunjung ke sana…” Meskipun ia beralasan seperti itu, tapi pasti alasan utamanya adalah untuk menonton pertandingan bela diri itu. Sepertinya dia jadi penasaran dengan teknik bertarung milik sosok gadis yang telah mengalahkannya. Benar-benar orang yang tidak suka kekalahan. “Tapi apa tidak masalah? Kalian jadi harus membolos sekolah??” “Paling lama cuma setengah bulan kan? Tidak masalah…” “Terus penginapannya bagaimana?” “Aku bakal numpang di kamar Ifa…” Benar juga, kalau tidak salah sekolah juga mempersiapkan kamar untuk pelayan. Meskipun aku tidak tahu apakah tempat tidurnya cukup untuk dua orang. “Daripada itu, Seika-kun… Apa kamu baik-baik saja?? Ini kan di kereta….” Ifa bertanya dengan nada khawatir. “Mana mungkin tidak apa-apa…. Sekarang saja aku sudah merasa sangat mual….” “Memangnya itu adalah sesuatu yang bisa di sombongkan??” “Jadi … Mabel…. Kalau bisa kita tukeran tempat biar aku duduk di dekat jendela….” Gadis berambut merah kecokelatan itu sejenak menatapku dengan mata birunya, lalu kemudian memalingkan wajahnya sambil bergumam. “Nggak mau…” Tepat. Di kereta ini, sebenarnya juga ada Mavel. Mungkin ini adalah hal yang wajar. Karena tujuan kami sama, tidak ada gunanya juga menyiapkan dua kereta untuk kami. “Hmm? Junior yang sombong ya…. padahal masih kelas satu….” Begitu komentar Amu. Mungkin karena Amu telah lama menjadi petualang, dia jadi agak bawel soal senioritas.  Lagi-lagi Mavel hanya menanggapi komentar itu seolah ia sedang berbicara sendirian. “Aku dengar di akademi itu, kemampuan menentukan segalanya…. Lagipula usiaku sama denganmu….” Amu sedikit terkejut. “Heee… Jarang sekali ada keluarga bangsawan yang terlambat mendaftar…. Kalau begitu kita semua ini seumuran dong??” “Anooo….” Ifa mengangkat tangannya perlahan-lahan. “Karena aku terlambat mendaftar, jadi aku satu tahun lebih tua…” “Benarkah???” “Memangnya kamu belum pernah cerita Ifa??” “Timmingnya belum ketemu….” “Hmm… Lebih tua ya…. Pantas saja…..” “…Kamu lihat kemana Amu-chan!!” Ifa dengan panik menutupi dadanya dan menjauh dari Amu. “……Berisik” Mavel bergumam dengan suara kecil yang hampir tak terdengar. Ketika ia menyadari tatapanku, gadis itu pun menghela nafas panjang dan melanjutkan perkataannya….

Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 2
Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 2

Keesokan harinya. “Hah? Apa-apaan itu?” Di waktu jeda antar kelas, aku menceritakan kepada Amu tentang pembicaraan yang aku dengar dari kepala sekolah di pinggir jalan. Jawaban itulah yang aku dapatkan setelah menceritakan itu padanya. Amu mengungkapkan ketidakpuasannya. “Kenapa Aku tidak dipanggil!! Turnamen pedang kan?? Aku tidak tahu soal sihir, tapi kalau soal pedang, aku tidak akan kalah dengan siapa pun di sekolah ini!!” “Ternyata kamu memang ingin ikut ya??” “Hmm … Tapi kalau di pikir-pikir lagi, kurasa tidak terlalu…. Lagi pula aku juga tidak berminat menjadi Royal Knight…. dan bertarung dengan monster itu jauh lebih menarik daripada melawan manusia….” Amu memberikan pendapatnya. Aku agak terkejut mendengar pendapat ini, padahal katanya dia menyukai pertarungan. Namun sepertinya memang gadis itu tidak terlalu tertarik dengan bertarung melawan manusia. Atau mungkin dia sudah menjadi lebih pemaaf? Akhir-akhir ini juga sikapnya yang judes kepada semua orang tanpa pandang bulu itu sudah mulai berkurang. Dan Amu kembali mengeluh. “Tapi aku tidak terima mereka tidak memanggilku sama sekali…” “Mungkin saja mereka tidak mau mengikut-sertakan orang yang terlalu kuat iya kan? Karena tergantung dari sudut pandangnya, bisa jadi itu berarti sekolah akan menyerahkan sumberdaya manusia yang mumpuni untuk menjadi Ksatria kan? Mungkin saja diantara dewan kekaisaran ada fraksi yang berasal dari alumni akademi ini…. Jadi pilihan seperti itu mungkin saja terjadi….” Aku pun memberikan alasan yang asal-asalan kepada Amu, dan dia pun memelototiku dengan tajam. “Kalau begitu kenapa kau terpilih?” “Aku? Karena Aku tidak sekuat Amu…” “Hentikan tawa licikmu itu…” “…Iya iya…. tapi ini agak mengejutkan…. Aku tidak menyangka Amu akan menilaiku setinggi itu….” “…Kau kan menyelamatkanku di dalam Dungeon… Lagi pula setelah cukup lama menjadi seorang petualang, kau akan bisa menilai kemampuan orang lain secara garis besar….” Amu mengatakan itu sambil membuang mukanya. Hmm… Sepertinya aku harus lebih berhati-hati lagi. Walaupun kejadian waktu itu adalah di luar perhitungan. Amu pun kembali melanjutkan perkataannya. “Tapi aku masih tidak mengerti…. Kamu mungkin tidak masalah… tapi kenapa Ifa juga jadi kandidat pesertanya??” “Eh… Ahaha… Benar kan?” Ifa tertawa dengan wajah kebingungan, dan Amu pun melanjutkan sambil memejamkan sebelah matanya. “Bukan berarti aku menganggap kamu tidak mampu, tapi apa kamu bisa mengarahkan sihir seirei-mu itu kepada orang lain??” “Itu…..” “Sihir itu jauh lebih sulit diarahkan kepada manusia ketimbang pedang…. Karena sekali kena saja, lukanya tidak mungkin ringan…. Meskipun ada orang gila yang akan menembakkan sihir tanpa ragu, namun normalnya hal itu tidak mungkin tanpa membiasakan diri dengan latihan dan pengalaman langsung……..

Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 1
Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 1

Tak terasa sudah satu tahun berlalu sejak kami masuk di Akademi sihir ini. Saat ini sebagian besar siswa baru sedang mengobrol dengan sesamanya di ruangan Auditorium yang diterangi oleh cahaya dari sihir. Entah mungkin karena upacara penerimaan tahun lalu yang sempat terjadi kekacauan, atau hanya kebetulan, namun upacara penerimaan kali ini dihadiri oleh sedikit orang. Sejak saat itu, belum pernah ada serangan dari Iblis lagi dan aku menjalani kehidupan sekolah dengan tenang. Amu yang nilai ujian tulisnya semakin menurun pun berhasil memperbaiki dirinya berkat sesi belajar bersama yang di adakan oleh Ifa. Dan karena itu kami bertiga dapat dengan naik ke kelas dua dengan selamat. Dan hari ini adalah upacara penerimaan itu. Tahun ini, kami hadir sebagai perwakilan siswa senior. Kami diizinkan untuk menghadiri acara ini karena aku, Ifa, dan Amu mendapatkan nilai tertinggi di kelas dua sekolah dasar. “Amu-chan, ini enak loh…” “Benarkah? Aku mau satu….” Mereka berdua menikmati upacara ini dengan cukup santai. Padahal tahun lalu mereka cukup gugup, terlebih karena ada penyerangan Lesser demon di tengah acara.  Jadi waktu itu mereka tidak sempat untuk menikmati makanan dengan santai. Meskipun aku sudah meletakan shikigami-ku untuk mengawasi berbagai titik, namun sepertinya memang tak ada yang aneh pada tahun ini. Syukurlah jika ini memang berjalan lancar tanpa ada insiden apa pun. Rencananya acara ini akan ditutup setelah waktu obrolan mengakrabkan diri selesai. Aku juga sudah merasa kenyang dan kurasa ini waktunya untuk kembali…. “Seika Lamprogue-kun…” Tiba-tiba aku mendengar suara dari belakang. Aku pun menoleh ke belakang. Disana ada sosok lelaki tua yang mirip dengan pohon cemara. Dengan perawakan tubuh yang tinggi dan berotot. Seluruh rambut yang ada di tubuhnya berwarna putih. Namun tulang punggungnya yang masih tegap itu membuatnya tidak seperti orang tua. Aku pun teringat akan sesuatu. Meskipun dia jarang terlihat jika tidak dalam acara seperti ini, namun orang itu adalah wakil kepala sekolah di Akademi ini. Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, wakil kepala sekolah itu menatapku dengan tatapan misteriusnya lalu membuka mulutnya. “Besok setelah senja. Datanglah ke kantor kepala sekolah bersama dengan Ifa….” Setelah mengatakan itu ia langsung berbalik dan pergi. Aku pun hanya bisa mengerutkan dahiku. Ada apa?? “Kamu kenapa?” Amu yang sedang memegang piring itu bertanya kepadaku. “Sepertinya aku dapat panggilan….. Mungkin dari kepala sekolah….” “Hmm …? Ngomong-ngomong, aku belum pernah sosok kepala sekolah itu ya….” Tentunya aku juga sama. Pada dasarnya semua acara di dalam sekolah, termasuk acara upacara penerimaan ini di atur oleh…

Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 10
Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 10

Setelah festival sekolah berakhir, kehidupan sekolah kami yang normal pun kembali. Di pagi hari. Ketika aku sedang berjalan bersama Ifa di sebuah jalan didalam akademi untuk menuju ke kelas, aku melihat tiga sosok laki-laki yang mengenakan pakaian yang aku kenal berjalan dari depan kami. Mereka adalah pasukan ksatria sekolahan. Apa mereka habis berlatih pagi?? Mereka terlihat membawa pedang tiruan, dan sangat berkeringat. Karena aku merasa tidak terlalu akrab dengan mereka, aku berniat lewat begitu saja saat nanti berpapasan. Namun mereka menyadari keberadaanku dan Ifa. Dan sesaat kemudian, mereka tiba-tiba berlutut dihadapan Ifa. “Putri!!” “Hya!!!!” Ifa terkejut dan bersembunyi di belakangku. Aku juga agak terkejut, namun mereka nampaknya tidak memedulikan ini. Merekapun mengangkat wajah mereka dan sepertinya akan mulai melakukan sesuatu. “Aku sangat terkesan telah menerima hadiah yang luar biasa banyaknya berkat kekuatan Anda, puteri…. Aku benar-benar terselamatkan…. Berkat dirimu aku bisa membelikan hadiah untuk kekasihku….!” “Aku bisa membayar hutang sake di bar yang biasa aku kunjungi!” “Berkat itu aku bisa menggandakan semuanya di tempat perjudian itu!!” “Be-begitu ya…” Ifa mengatakan itu dengan suara pelan dan ketakutan di sambil bersembunyi belakangku. Daripada itu, Apa maksudnya dia memanggil puteri?? “Apa yang kalian lakukan??” Amu yang kebetulan lewat melihat kami dengan tatapan curiga. Kemudian, ketiga anggota ksatria itu langsung berdiri dalam posisi tegap. “Selamat pagi! Wakil ketua Amu!!” “Kakak!! Anda terlihat cantik hari ini!!” “Cuacanya bagus ya!!” “Amu… Kamu ini jangan-jangan….” “Aku tidak masuk kelompok mereka kok!! Hanya mereka saja yang mengatakan itu dengan semaunya…” Amu menyangkal dengan keras. “Karena ketua mereka kalah… mereka mengatakan bahwa sebenarnya aku adalah wakil ketua mereka dan menggunakan itu untuk merekrut anggota baru…. Karena tingkah mereka itu, mulai ada beberapa orang yang mempercayai itu! Ini benar-benar menggangguku tahu!” “Ohh…” Ada apa dengan prinsip ksatria mereka?? Apa boleh buat. Aku pun membuat senyuman di wajahku. “Permisi… Aku sangat berterima kasih karena kalian mau membantu Ifa tempo hari…. Tapi karena mereka berdua terlihat kerepotan, bisakah kalian sedikit menahan diri kalian??” Aku berkata demikian. Namun ketiga orang itu pun mulai berubah sikap, dan mengejekku. “Cih… Jangan sombong kau….” “Sok akrab dengan Putri dan kakak…..” “…..ti sana! Dasar tukang main cewek!!” Aku pun mulai merasakan urat-urat di wajahku menjadi tegang. Apa-apaan perubahan sikap drastis mereka ini!!! “Kalian semua! Berhenti!!” Tiba-tiba terdengar suara lantang. “Ke-ketua!!” Ketiga anggota ksatria itu terlihat terkejut. Ternyata Darius si ketua pasukan kesatria sekolahan telah tiba, dan menghentikan mereka bertiga. “Tingkah laku kalian barusan itu sangat tidak sesuai…

Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 9
Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 9

Festival sekolah pun mencapai hari terakhirnya. Meskipun matahari telah terbenam, namun di dalam wilayah Akademi masih diterangi oleh cahaya menggunakan sihir dan ramai dengan kerumunan orang-orang. Ketika aku sampai di tempat pertemuan yang telah di janjikan, aku pun menghela nafas. Amu mengatakan bahwa ada sebuah pertunjukan bagus di akhir festival sekolah ini, namun…. “Oh, kau sudah datang…. Hari ini kau datang cepat juga….” “Amu” Ketika aku menoleh ke arah sumber suara itu, aku pun bisa melihat sosok Amu berdiri disana. “Kamu sendirian? Ifa mana?” “Anak itu akan terlambat sedikit…. Ah dan juga….” Kemudian dia melanjutkan perkataannya. “Sebenarnta aku tiba-tiba dapat urusan mendadak… jadi aku harus pergi sekarang….” “Eh??” “Maaf ya, bisakah kau menikmati acaranya dengan Ifa saja…” “Yahh.. Apa boleh buat….” “Ah iya, aku berikan ini untukmu…” Sambil mengatakan itu, Amu melemparkan sesuatu berwarna coklat. Akupun berusaha menangkapnya dengan panik. “Ini… tas kecil??” Aku menerima sebuah pouch yang sepertinya terbuat dari kulit. Sepertinya tas ini adalah tas yang biasa dipasangkan di sabuk, namun dibuat dengan cukup tangguh. “Itu sering dipakai oleh petualang… Karena benda itu cukup kuat dan tidak akan tergores, jadi gunakan saja kalau kau butuh….” “Kenapa bisa tidak tergores??” “Kalau sampai petualang bisa menggoresnya, mereka pasti sudah hampir mati atau malah dimusnahkan….” Ah……. “Terima kasih, tapi kenapa?” “Hadiah…” “Hah …?” “Kalau begitu, aku pergi ya…” Dan kemudian Amu pun segera pergi. Aku pun memandangi tas yang diberikan sebagai hadiah ini. Memang benar ini seperti barang bagus. Aku bersyukur. Tapi…. “Tapi ada apa ya tiba-tiba begini??” “Loh? Apa Seika-sama lupa?” “Yuki? Soal apa??” “Hari ini kan….” “Oh, Seika-kun!” Karena melihat Ifa terburu-buru berlari kemari, Yuki pun segera bersembunyi. “Hm? Ada apa?” “Tidak ada apa-apa… Oh iya, Ifa.. Amu bilang dia ada urusan dan langsung pergi….” “Eh? Begitu ya??? Amu-chan…. padahal tidak perlu seperti itu…” “Hmm?” “Ah tidak kok… tidak ada apa-apa…” Ifa menggelengkan kepalanya. Ada apa ya? Ah sudahlah…. “Kira-kira pertunjukan yang dikatakan Amu itu seperti apa ya?” “Yah, sepertinya akan dimulai setelah matahari terbenam…. Katanya kita bisa melihatnya dengan jelas dari sini….” “ohh…” Ngomong-ngomong, aku memang merasa banyak orang berkumpul di sini. Tempat ini bukanlah jalan besar ataupun lapangan terbuka. Apakah pertunjukan disini sangat berbeda dengan yang ada di festival Jepang? “Seika-kun….” “Hmm?” “Sebenarnya ada benda yang ingin aku berikan padamu….” “Benda apa?” Ifa juga??? “Ini….” “Ini??” Benda yang ia berikan padaku adalah sebuah pisau kecil yang terbungkus disarungnya. Pisau ini kecil dan tampaknya bukan sebuah senjata. Bagian…