Archive for Saikyou Onmyouji

Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 1
Saikyou Onmyouji Volume 3 Chapter 1

Selamat Membaca…. Tak terasa sudah satu tahun berlalu sejak kami masuk di Akademi sihir ini. Saat ini sebagian besar siswa baru sedang mengobrol dengan sesamanya di ruangan Auditorium yang diterangi oleh cahaya dari sihir. Entah mungkin karena upacara penerimaan tahun lalu yang sempat terjadi kekacauan, atau hanya kebetulan, namun upacara penerimaan kali ini dihadiri oleh sedikit orang. Sejak saat itu, belum pernah ada serangan dari Iblis lagi dan aku menjalani kehidupan sekolah dengan tenang. Amu yang nilai ujian tulisnya semakin menurun pun berhasil memperbaiki dirinya berkat sesi belajar bersama yang di adakan oleh Ifa. Dan karena itu kami bertiga dapat dengan naik ke kelas dua dengan selamat. Dan hari ini adalah upacara penerimaan itu. Tahun ini, kami hadir sebagai perwakilan siswa senior. Kami diizinkan untuk menghadiri acara ini karena aku, Ifa, dan Amu mendapatkan nilai tertinggi di kelas dua sekolah dasar. “Amu-chan, ini enak loh…” “Benarkah? Aku mau satu….” Mereka berdua menikmati upacara ini dengan cukup santai. Padahal tahun lalu mereka cukup gugup, terlebih karena ada penyerangan Lesser demon di tengah acara.  Jadi waktu itu mereka tidak sempat untuk menikmati makanan dengan santai. Meskipun aku sudah meletakan shikigami-ku untuk mengawasi berbagai titik, namun sepertinya memang tak ada yang aneh pada tahun ini. Syukurlah jika ini memang berjalan lancar tanpa ada insiden apa pun. Rencananya acara ini akan ditutup setelah waktu obrolan mengakrabkan diri selesai. Aku juga sudah merasa kenyang dan kurasa ini waktunya untuk kembali…. “Seika Lamprogue-kun…” Tiba-tiba aku mendengar suara dari belakang. Aku pun menoleh ke belakang. Disana ada sosok lelaki tua yang mirip dengan pohon cemara. Dengan perawakan tubuh yang tinggi dan berotot. Seluruh rambut yang ada di tubuhnya berwarna putih. Namun tulang punggungnya yang masih tegap itu membuatnya tidak seperti orang tua. Aku pun teringat akan sesuatu. Meskipun dia jarang terlihat jika tidak dalam acara seperti ini, namun orang itu adalah wakil kepala sekolah di Akademi ini. Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, wakil kepala sekolah itu menatapku dengan tatapan misteriusnya lalu membuka mulutnya. “Besok setelah senja. Datanglah ke kantor kepala sekolah bersama dengan Ifa….” Setelah mengatakan itu ia langsung berbalik dan pergi. Aku pun hanya bisa mengerutkan dahiku. Ada apa?? “Kamu kenapa?” Amu yang sedang memegang piring itu bertanya kepadaku. “Sepertinya aku dapat panggilan….. Mungkin dari kepala sekolah….” “Hmm …? Ngomong-ngomong, aku belum pernah sosok kepala sekolah itu ya….” Tentunya aku juga sama. Pada dasarnya semua acara di dalam sekolah, termasuk acara upacara penerimaan ini di…

Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 10
Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 10

Selamat Membaca…. Setelah festival sekolah berakhir, kehidupan sekolah kami yang normal pun kembali. Di pagi hari. Ketika aku sedang berjalan bersama Ifa di sebuah jalan didalam akademi untuk menuju ke kelas, aku melihat tiga sosok laki-laki yang mengenakan pakaian yang aku kenal berjalan dari depan kami. Mereka adalah pasukan ksatria sekolahan. Apa mereka habis berlatih pagi?? Mereka terlihat membawa pedang tiruan, dan sangat berkeringat. Karena aku merasa tidak terlalu akrab dengan mereka, aku berniat lewat begitu saja saat nanti berpapasan. Namun mereka menyadari keberadaanku dan Ifa. Dan sesaat kemudian, mereka tiba-tiba berlutut dihadapan Ifa. “Putri!!” “Hya!!!!” Ifa terkejut dan bersembunyi di belakangku. Aku juga agak terkejut, namun mereka nampaknya tidak memedulikan ini. Merekapun mengangkat wajah mereka dan sepertinya akan mulai melakukan sesuatu. “Aku sangat terkesan telah menerima hadiah yang luar biasa banyaknya berkat kekuatan Anda, puteri…. Aku benar-benar terselamatkan…. Berkat dirimu aku bisa membelikan hadiah untuk kekasihku….!” “Aku bisa membayar hutang sake di bar yang biasa aku kunjungi!” “Berkat itu aku bisa menggandakan semuanya di tempat perjudian itu!!” “Be-begitu ya…” Ifa mengatakan itu dengan suara pelan dan ketakutan di sambil bersembunyi belakangku. Daripada itu, Apa maksudnya dia memanggil puteri?? “Apa yang kalian lakukan??” Amu yang kebetulan lewat melihat kami dengan tatapan curiga. Kemudian, ketiga anggota ksatria itu langsung berdiri dalam posisi tegap. “Selamat pagi! Wakil ketua Amu!!” “Kakak!! Anda terlihat cantik hari ini!!” “Cuacanya bagus ya!!” “Amu… Kamu ini jangan-jangan….” “Aku tidak masuk kelompok mereka kok!! Hanya mereka saja yang mengatakan itu dengan semaunya…” Amu menyangkal dengan keras. “Karena ketua mereka kalah… mereka mengatakan bahwa sebenarnya aku adalah wakil ketua mereka dan menggunakan itu untuk merekrut anggota baru…. Karena tingkah mereka itu, mulai ada beberapa orang yang mempercayai itu! Ini benar-benar menggangguku tahu!” “Ohh…” Ada apa dengan prinsip ksatria mereka?? Apa boleh buat. Aku pun membuat senyuman di wajahku. “Permisi… Aku sangat berterima kasih karena kalian mau membantu Ifa tempo hari…. Tapi karena mereka berdua terlihat kerepotan, bisakah kalian sedikit menahan diri kalian??” Aku berkata demikian. Namun ketiga orang itu pun mulai berubah sikap, dan mengejekku. “Cih… Jangan sombong kau….” “Sok akrab dengan Putri dan kakak…..” “…..ti sana! Dasar tukang main cewek!!” Aku pun mulai merasakan urat-urat di wajahku menjadi tegang. Apa-apaan perubahan sikap drastis mereka ini!!! “Kalian semua! Berhenti!!” Tiba-tiba terdengar suara lantang. “Ke-ketua!!” Ketiga anggota ksatria itu terlihat terkejut. Ternyata Darius si ketua pasukan kesatria sekolahan telah tiba, dan menghentikan mereka bertiga. “Tingkah laku kalian barusan itu sangat…

Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 9
Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 9

Selamat Membaca…. Festival sekolah pun mencapai hari terakhirnya. Meskipun matahari telah terbenam, namun di dalam wilayah Akademi masih diterangi oleh cahaya menggunakan sihir dan ramai dengan kerumunan orang-orang. Ketika aku sampai di tempat pertemuan yang telah di janjikan, aku pun menghela nafas. Amu mengatakan bahwa ada sebuah pertunjukan bagus di akhir festival sekolah ini, namun…. “Oh, kau sudah datang…. Hari ini kau datang cepat juga….” “Amu” Ketika aku menoleh ke arah sumber suara itu, aku pun bisa melihat sosok Amu berdiri disana. “Kamu sendirian? Ifa mana?” “Anak itu akan terlambat sedikit…. Ah dan juga….” Kemudian dia melanjutkan perkataannya. “Sebenarnta aku tiba-tiba dapat urusan mendadak… jadi aku harus pergi sekarang….” “Eh??” “Maaf ya, bisakah kau menikmati acaranya dengan Ifa saja…” “Yahh.. Apa boleh buat….” “Ah iya, aku berikan ini untukmu…” Sambil mengatakan itu, Amu melemparkan sesuatu berwarna coklat. Akupun berusaha menangkapnya dengan panik. “Ini… tas kecil??” Aku menerima sebuah pouch yang sepertinya terbuat dari kulit. Sepertinya tas ini adalah tas yang biasa dipasangkan di sabuk, namun dibuat dengan cukup tangguh. “Itu sering dipakai oleh petualang… Karena benda itu cukup kuat dan tidak akan tergores, jadi gunakan saja kalau kau butuh….” “Kenapa bisa tidak tergores??” “Kalau sampai petualang bisa menggoresnya, mereka pasti sudah hampir mati atau malah dimusnahkan….” Ah……. “Terima kasih, tapi kenapa?” “Hadiah…” “Hah …?” “Kalau begitu, aku pergi ya…” Dan kemudian Amu pun segera pergi. Aku pun memandangi tas yang diberikan sebagai hadiah ini. Memang benar ini seperti barang bagus. Aku bersyukur. Tapi…. “Tapi ada apa ya tiba-tiba begini??” “Loh? Apa Seika-sama lupa?” “Yuki? Soal apa??” “Hari ini kan….” “Oh, Seika-kun!” Karena melihat Ifa terburu-buru berlari kemari, Yuki pun segera bersembunyi. “Hm? Ada apa?” “Tidak ada apa-apa… Oh iya, Ifa.. Amu bilang dia ada urusan dan langsung pergi….” “Eh? Begitu ya??? Amu-chan…. padahal tidak perlu seperti itu…” “Hmm?” “Ah tidak kok… tidak ada apa-apa…” Ifa menggelengkan kepalanya. Ada apa ya? Ah sudahlah…. “Kira-kira pertunjukan yang dikatakan Amu itu seperti apa ya?” “Yah, sepertinya akan dimulai setelah matahari terbenam…. Katanya kita bisa melihatnya dengan jelas dari sini….” “ohh…” Ngomong-ngomong, aku memang merasa banyak orang berkumpul di sini. Tempat ini bukanlah jalan besar ataupun lapangan terbuka. Apakah pertunjukan disini sangat berbeda dengan yang ada di festival Jepang? “Seika-kun….” “Hmm?” “Sebenarnya ada benda yang ingin aku berikan padamu….” “Benda apa?” Ifa juga??? “Ini….” “Ini??” Benda yang ia berikan padaku adalah sebuah pisau kecil yang terbungkus disarungnya. Pisau ini kecil dan tampaknya bukan sebuah…

Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter Side Story 1
Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter Side Story 1

Selamat Membaca…. Ketika matahari akan terbenam, Amu berpisah dengan Seika, dan menuju kembali ke Asrama bersama dengan Ifa. Saat sedang berjalan di koridor, ia pun berbicara kepada Ifa yang berjalan di sampingnya. “Tapi… Sepertinya kau ini benar-benar di sayang ya….” “eh?” “Soal Seika….” Amu melanjutkan perkataannya. “Dia benar-benar mengkhawatirkanmu loh? Dia mengira kau ini benar-benar dalam bahaya….” “…Begitu ya…. Aku sepertinya salah ya….” “Yahh meskipun aku juga terkejut waktu dia bilang akan membebaskanmu saat dia dewasa…” Di dalam kekaisaran ini, budak adalah layaknya sebuah harta. Membebaskan mereka sama artinya dengan kehilangan uang. Tidak ada yang namanya harga pasar untuk budak. Meskipun ada yang bilang kalau budak pria dewasa adalah layaknya seekor sapi, namun pada kenyataannya ada juga budak yang memiliki keterampilan seperti dokter, pengajar, penyihir, atau wajah yang rupawan, dan mereka di perdagangkan dengan harga setinggi langit. Meskipun Ifa ini masih muda dan seorang perempuan, namun dia memiliki wajah yang lumayan, bakat sihir unik serta kecerdasan yang istimewa. “Ngomong-ngomong, kamu masih perawan?” “Eh?? I-iya…kenapa…” Kalau begitu harganya akan lebih mahal lagi. Amu dapat membayangkan bahwa tentunya harga gadis ini setidaknya tidak sebanding dengan harga seekor atau dua ekor sapi saja. Dalih soal pembebasan budak adalah sebuah taktik yang sering digunakan seorang majikan agar bisa membuat budaknya bekerja dengan patuh. Namun Amu tidak berpikir bahwa perkataan Seika pada waktu itu hanya sebuah kebohongan belaka. “Aku ini selalu berpikir bahwa budak itu adalah orang memprihatinkan dan tak punya semangat hidup…. tapi ternyata ada juga yang seperti kalian ya…. Saling mempercayai ya…” “Um … ya” Ifa mengangguk dengan seyuman kebingungan karena ia sedikit ragu. “Benar juga…. Mungkin kalau aku diperhatikan memang iya… tapi kalau soal dipercaya…. mungkin tidak… entahlah… aku juga tidak tahu…” Ifa sedikit terkejut mendengar jawaban itu. Karena dari sudut pandang Amu, ia sama sekali tidak melihat aspek yang membuat kepercayaan mereka itu diragukan. “Hmm …? Kalau soal punya sedikit rahasia saja bukankah itu hal yang cukup wajar?” “Rahasia… Kurasa Seika-kun lebih banyak memiliki hal yang dirahasiakan….” “Ah, benar juga… dia memang orangnya sepertinya sangat tertutup…. Dan dia juga menggunakan sihir yang tidak jelas….Meskipun dia bilang itu dia pelajari dari perpustakaan mansion, apa keluarga Earl Lamprouge memang punya koleksi yang sebagus itu??” “Entahlah… Aku belum pernah masuk ke perpustakaan …” Ifa pun tertunduk diam. Ketika Amu melihat situasi ini, dia pun langsung bertanya. “Jangan-jangan…. Kamu benci Seika??” Ketika mendengar ini, Ifa pun terkejut dan segera menggelengkan kepalanya. “Bukan itu!!! A-aku suka…

Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 8
Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 8

Selamat Membaca…. “Ifa, bisa kamu jelaskan semuanya…” Dalam perjalanan pulang dari tempat perjudian tersembunyi, Ifa yang sedang membawa tas yang penuh berisi koin emas itu tertunduk. “Maaf…” “Begini…. Bukannya aku ingin mengatakan bahwa kamu tidak melakukan hal semau-mu sendiri… tapi karena tempatnya seperti itu….. setidaknya….” “Sudah sudah sudah! Tidak apa-apa kan… lagipula tidak terjadi apa-apa kan? Ifa juga cuma ingin sekedar bermain saja kan?” Amu mencoba menengahi kami. Kalau dipikir-pikir peran seperti itu cukup langka. Karena aku dan Ifa memang hampir tidak pernah berselisih. “Daripada itu! Ifa, yang tadi itu bagaimana kau bisa melakukannya??” “Yang tadi??” “Kamu bisa menebak kartu yang masih terbalik tadi kan?? Apa jangan-jangan memang ada strategi untuk bisa memenangkan Human or Dragon??” Amu bertanya dengan mata yang berbinar. Manusia satu ini…. “Hm… Sebenarnya strateginya…. Ada…” “Ada ya ternyata!?” “Apa!? Apa? Cepat beritahu aku!?” Ifa pun mulai menjelaskan kepada Amu yang bertanya dengan penuh penekanan dan mencondongkan tubuhnya ke depan. “Hm… ‘Human or Dragon’ itu adalah permainan yang menggunakan dua tumpukan kartu berisi masing-masing 36 kartu yang sama kan…. kita mulai dengan membuka kartu teratas dari masing-masing tumpukan lalu kita menebak mana sisi yang lebih besar….” “Ya ya…. terus?” “Jadi, kalau kita mengingat semua kartu yang telah di balik dari awal, maka kita bisa tahu kartu apa yang akan keluar di kartu terakhir…. jadi setidaknya untuk sekali dalam 36 permainan kita akan dipastikan menang…..” “Eh??” Amu tak mampu berkata-kata. Aku juga terkejut mendengarnya. Aku tidak menduganya….. “Aku tidak menduga ternyata sesederhana itu…” “Iya… Awalnya aku juga sempat ragu saat pertama kali menyadarinya….” “Kurasa itu sudah bukan lagi permainan namanya….” “Apa semua orang tidak sadar ya? Ada orang yang masuk ke permainan di tengah-tengah, dan ada juga orang yang keluar di tengah permainan….” “Tidak, tidak, tunggu dulu!!” Tiba-tiba Amu menyela percakapan kami. “Kenapa kalian berbicara seperti itu normal??? Itu artinya kita harus mengingat masing-masing 35 kartu, jadi totalnya 70 kartu kan??? Mana bisa!!” “Kalau berusaha sedikit pasti bisa, iya kan?” “Iya…. Meskipun itu cukup merepotkan…” Amu menatap kami dan kemudian menghela nafas. “Tolong jangan katakan itu dengan kalian yang menjadi patokan standarnya…” “Tidak sesulit itu kok, Amu-chan…. meskipun hanya menghitung sampai kartunya tinggal sedikit saja, itu sudah menaikkan tingkat kemenangan…. atau bisa juga dengan menghitung sudah berapa kali kartu bernilai di atas lima sudah keluar dari masing-masing tumpukan, dengan itu saja sudah bisa mempengaruhi peluang kemenangan kita….” “Eh???  Kalau Cuma itu mungkin aku juga bisa!! Kalau begitu aku…

Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 7
Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 7

Selamat Membaca…. Dan keesokan harinya. “…” “…” Aku dan Amu berdiri di salah satu sudut sekolah di mana banyak lapak yang berbaris. “Um… apa kata Ifa tadi??” “Katanya [Maaf, Amu-chan, ada urusan yang tidak bisa aku tinggalkan]…” “…” “Hei, semangat dong!” Dengan panik Amu pun berkata. “Pasti tidak akan terjadi apa-apa! Ah! Aku mengatakan hal yang tidak perlu ya…” Amu menepuk keningnya. “Ah Kau ini!! Kalau memang penasaran kenapa tidak tanya langsung saja sama orangnya nanti??” “Eh…” Aku memasang wajah enggan. “Itu akan terlihat seperti menyalahkan dia… Lagipula aku juga tidak ingin terlalu mengekangnya….” “Dasar laki-laki yang merepotkan…. Lagipula mungkin Ifa tidak akan merasa kesal jika mendapat banyak pertanyaan darimu…” “Iyakah?” “Atau malah dia akan senang….” “Kenapa?” “Kenapa? Ah.. sudahlah….” Amu meraih tanganku. “Ayo jalan!!! Kemarin aku bilang kita akan menikmati festival sekolah hari ini! Jadi sementara lupakan soal itu! Paham?” “Ah… Iya… iya…” **** Setelah itu aku pun berusaha menikmati festival sekolah. “Hari ini biar aku yang bayar…. Amu bisa pilih mana saya yang kamu suka….” “Sudahlah, hari ini aku yang akan traktir…. Aku baru saja mendapatkan penghasilan tambahan….” “Kalau soal itu juga… Jadi jangan malu-malu…” “Tidak, aku saja….” “Tidak usah… Biar aku saja…” Meskipun ada sedikit perdebatan seperti itu, aku bisa menikmati banyak makanan langka dan toko-toko yang menyenangkan. Dan untuk sementara aku bisa melupakan kegelisahan dalam diriku. Aku memutuskan untuk bertanya langsung dengan Ifa dan menanyakan soal itu. Jika aku ingat hubunganku dengan para murid, sepertinya aku sering melakukan itu. “Oh, Mr. Lamproug.. Dan Amu-san juga….” “Karen-sensei?” Aku menoleh ke arah sumber suara, dan aku bisa melihat Karen-sensei berdiri di dalam salah satu kios yang menjual barang-barang kecil. Ia mengenakan jubah hitam bertudung, dan ketika aku melihat sosok ini, terlihat jelas ciri khas sihir kegelapan. Kemudian Karen-sensei tersenyum dan berkata. “Apa kalian berdua sedang berkencan?” “Ya, kurang lebih seperti… Ghaa—” “Bu-bukan kok!!” Amu yang terlihat malu buru-buru menyangkalnya. Sambil menahan perutku yang sakit, aku pun bertanya. “A-apa sensei sedang menjaga toko??” “Ya, Karena klub yang aku bina membuka lapak disini…” Aku melihat-lihat barang yang di jual. Sepertinya kebanyakan yang dijual adalah semacam Amulet. “Apa klub Anda semacam klub penyihir Enchant??” “Bukan.. Tapi klub kerajinan tangan…” “Oh, bagian itunya…” Bagian luarnya ya. “Bagaimana jika kalian membeli satu?? Karena ini sering memberikan keberuntungan, jadi cukup terkenal di antara para petualang….” “Hmm…” Amu menatapi barang yang dijajakan dengan sedikit berminat. Setelah sejenak mengamati sikap Amu itu, tiba-tiba Sensei seperti teringat…

Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 6
Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 6

Selamat Membaca…. Keesokan hari setelah memenangkan perlombaan berburu harta dan menerima hadiahnya, aku segera mengunjungi kota untuk menukarkan kalung itu menjadi uang di tempat pegadaian. Kurang lebih harganya sesuai dengan apa yang aku perkirakan. Mungkin sebenarnya harganya lebih tinggi, namun ini adalah pegadaian, jadi wajar. Ketika aku berpikir untuk berjalan-jalan di kota terlebih dahulu sebelum pulang, kebetulan aku bertemu dengan Amu di jalan. “Ah” “Seika? Jarang sekali bisa bertemu denganmu ditempat seperti ini….” Aku menatap Amu dengan sedikit curiga. “Amu…. Jangan bilang kamu masih berkecimpung di tempat perjudian itu??” Di sekitar sini tidak ada toko yang kemungkinan akan dikunjungi oleh seorang siswa. Lagipula bar kemarin itu cukup dekat dari sini. Dan ketika aku sedang memikirkan itu, Amu menatapku dengan wajah tidak senangnya dan berkata. “Bukan kok…. Aku baru saja berkunjung ke cabang guild petualang…. Untuk mengirimkan surat untuk papa dan mamaku…. Akan lebih cepat jika aku menitipkannya lewat guild…” “Oh, begitu ya?” “Kau sendiri sedang apa di tempat seperti ini?” “Aku habis menggadaikan hadiah yang aku dapatkan dari perlombaan berburu harta…” “Ah, yang kemarin itu ya…. Bagaimana hasilnya? Laku tinggi?” “Lumayanlah…. Untuk sementara aku bisa hidup mewah…” “Baguslah… Ah.. begitu ya…. Pantas saja….” Amu berkata seolah dia sedang menyadari sesuatu. “Kenapa?” “Tadi di dekat guild aku sepertinya melihat Ifa… Aku rasa agak aneh, tapi ternyata dia datang bersamamu ya…. Kemana dia sekarang??” Setelah beberapa kedipan mata aku pun menggelengkan kepalaku. “Tidak kok, hari. Aku sendirian hari ini.” “Eh? Begitu ya??” “Kamu salah lihat kali??” “Kurasa tidak….” Kami pun terdiam beberapa saat. “Hei….” Amu merendahkan suaranya dan berkata. “Belakangan ini apa Ifa tidak terlihat sedikit aneh??” “Aneh apanya?” “Dia tiba-tiba mengatakan ingin punya banyak uang, dan dia terlihat seperti sedang melakukan sesuatu diam-diam… Pasti ada yang sedang dia sembunyikan….” “…” Ketika melihatku terdiam, Amu mendekatiku dengan senyuman jahatnya. “…Misalnya soal laki-kali mungkin….” “Hah!?” “Untuk orang seperti kita ini memang apalagi yang patut di sembunyikan selain soal percintaan?? Pasti uang itu digunakan untuk mendukung pasangannya….” “…” “Lagipula dia itu kan imut dan juga gayanya lumayan….” Melihat aku kebingungan Amu semakin melanjutkan perkataannya seolah sedang bersenang senang. “Loh Kenapa?? Apa jadi penasaran?? Atau khawatir??” “…Aku khawatir, tentu saja….” “Kenapa? Kenapa? Dia kan hanya seorang keluarga saja?? Kenapa kau tidak biarkan saja Ifa bebas melakukan apapun…?” “Dengar ya…. Mana mungkin orang yang berani macam-macam dengan budak seorang bangsawan adalah orang yang waras…. Normalnya budak itu bisa dibunuh dan pria itu setidaknya harus siap kehilangan…

Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 5
Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 5

Selamat Membaca…. Hari ketiga Festival Sekolah. Hari ini adalah acara utama bagiku, yaitu hari perlombaan pencarian harta karun. “Fufufu …” “Seika-kun… kau menyeramkan…” Acara ini salah satu acara favorit di festival sekolah ini, dan meskipun ada biaya pendaftarannya, cukup banyak orang siswa yang datang di tempat permulaan. Aku benar-benar sangat termotivasi, dan persiapanku sudah matang. Karena, hadiahnya cukup besar! “Baiklah, Semuanya tolong dengar aku!!” Di bawah langit biru ini, seorang siswa perempuan yang menjadi pembawa acara mulai berbicara. “Di seluruh halaman di dalam sekolah ini telah di sembunyikan banyak peti harta karun.. Dan saat ini kalian semua memegang selembar kertas berisi petunjuk yang telah dibagikan bukan? Dari petunjuk itu masing-masing akan mengarah ke kotak harta pertama. Dan dialam kotak harta pertama, ada petunjuk yang menuju kepada kotak harta kedua….. dan di dalam kotak harta kedua ada petunjuk ke kotak harta ketiga, lalu kemudian di dalam kotak harta ketiga, terdapat petunjuk menuju kotak hadiah pemenangnya….” Gadis pembawa acara pun melanjutkan perkataannya. “Ada berbagai jenis petunjuk yang akan kalian dapatkan… namun ada beberapa yang merupakan duplikasi…. Lalu jumlah antara peti pertama, peti kedua serta peti ke tiga akan semakin berkurang…. Jadi ini pertandingan siapa yang lebih cepat memecahkan petunjuk dan mendapatkan hadiah pemenang!” Aku melihat kertas yang ada ditanganku. “Tidak ada air di sungai, tidak ada pohon dihutan, dan tidak ada rumah di kota.” Hanya itu petunjuknya. “Tim yang pertama kali menemukan hadiah pemenang akan menjadi pemenang perlombaan ini!!! Apa semuanya sudah siap?? Kalau begitu, mulai!!” Tim lain di sekitar kami langsung berlarian atau mulai berdiskusi antar tim masing-masing. “Ini petunjuk untuk kita?” Ifa mengintip kertas yang ada di tanganku. “Tidak ada air di sungai… apa ya??” “Kemungkinan jawabannya adalah peta….” Ifa tampak seperti terkejut. “Oh, jadi begitu! Kalau begitu lokasi kotak pertamanya ada di…. perpustakaan sekolah??” “Mungkin…” “Ka-kalau begitu, kita harus cepat, Seika-kun!!” “Tidak…..” Aku berjalan perlahan menuju ke tempat teduh disalah satu sudut tempat ini. “Kamu mau ngapain, Seika-kun??Perpustakaannya sebelah sana….” “Kita tidak akan ke perpustakaan…. Kita akan melupakan soal kotak pertama, kedua, ataupun ketiga…. karena kalau kita mencari itu semua satu-persatu kita bisa ketinggalan sama tim lainnya….” “E-eh??” Di bawah naungan pohon, aku menlebarkan kertas yang telah aku lipat-lipat. Benda ini merupakan denah besar sekolah ini yang aku buat dengan menempelkan banyak kertas-kertas. “Dalam perlombaan ini, tim yang pertama kali menemukan hadiah terakhir adalah pemenangnya…. jadi sejak mulai, kita akan langsung mencari harta terakhir itu…” “Tapi bagaimana caranya kita…

Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 4
Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 4

Selamat Membaca…. Setengah bulan kemudian. Hari pertama festival sekolah yang ditunggu-tunggu telah tiba. “Wow……” Aku merasa kagum dengan pemandangan sekolah yang sangat berbeda dari biasanya. Keramaian yang luar biasa, dan hiruk pikuk lapak yang memanggil pelanggan. Aku bisa menghirup aroma minyak yang menggoreng sesuatu entah darimana asalnya. Sepertinya inilah yang disebut gemerlap kota besar. Bagi para siswa di sekolah ini, festival sekolah ini adalah tempat mereka berpesta. “Ifa, jangan sampai tersesat ya…” “I-iya…” Aku pun menggenggam tangan Ifa sambil berjalan menembus keramaian. Saat aku sedang begini, aku jadi ingat festival di kota yang biasa aku hadiri bersama murid-muridku. Meskipun waktu itu tidak ada lapak yang terlihat terlalu bagus, namun banyak orang yang berkumpul untuk melihat pertunjukan musik atau formasi pasukan berkuda. Persis seperti saat ini. Waktu itu aku benar-benar bersusah payah agar murid-murid kecilku tidak terpisah. “Kalian terlambat sekali!!” Entah bagaimana kami berhasil menembus kerumunan dan tiba di tempat latihan sihir. Amu sudah berada di tempat pertemuan kami. “Maaf… maaf… orangnya banyak sekali….” “Karena memang jam ramainya….. Pertandingan pertama akan segera mulai loh!” Amu meletakan tangannya di pinggul dan mengatakan itu. Sepertinya dia sudah selesai bersiap-siap. Meskipun sederhana, dia mengenakan armor kulit seperti pelindung dada dan lain-lain yang terlihat kokoh. Sepertinya turnamen pedang ini menggunakan pedang yang bilahnya telah di tumpulkan, namun sepertinya perlindungan semacam ini masih diperlukan. Di lapangan pelatihan yang menjadi lokasi pelaksanaan turnamen pun mulai dibanjiri orang-orang. Ifa terlihat khawatir. “Amu-chan, hati-hati ya…” “Jangan khawatir” Amu tertawa terbahak-bahak. “Lagipula hanya siswa yang diperbolehkan ikut dalam turnamen ini….. melawan anak-anak bangsawan itu seperti sebuah permainan bagiku….” “Kita lihat saja, sampai kapan kau bisa terus berbicara omong kosong seperti itu….” Tiba-tiba terdengar suara yang cukup berat bergema. Ketika aku menoleh ke belakang, aku melihat ada seorang pria yang mengenakan pakaian semacam chain armor. Di belakang pria itu ada banyak orang yang berpenampilan serupa. “Aku sering mendengar rumor tentangmu, gadis sekolah dasar….. Kalau tidak salah namamu Amu, ya…. Mendapatkan posisi teratas dengan rekor yang jarang tercapai selama ini…. Mengalahkan Lesser demon ketika upacara penerimaan… Selamat dari Dungeon di bawah hutan Rodnea…… Selanjutnya…. apalagi ya?” “Siap!! Saya dengar dia telah mencapai nilai praktik tertinggi baik di ujian masuk, ataupun ujian praktek…. ” “Siap!! Saya juga mendengar dia punya prestasi sebagai seorang petualang di masa lalu!” Orang-orang yang ada di belakangnya menjawab bergantian. Setelah mendengar itu pria ditengah yang berwajah besar itu terlihat puas. “Benar…. benar….. tapi kau tahu, gadis jelata…. Dengan…

Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 3
Saikyou Onmyouji Volume Ex1 Chapter 3

Selamat Membaca…. Keesokan harinya. “Ifa, kamu cepat sekali ya….” Di depan papan mading sekolah tempat kami membuat janji untuk bertemu, sudah ada Ifa berdiri di sana sambil melihat-lihat poster. “Ah, selamat pagi Seika-kun…. Sepertinya ada berbagai macam rencana acara festival….” Ketika aku melihatnya, ada banyak sekali poster yang dipajang, lebih dari apa yang aku pikirkan. “Kebanyakan iklan soal lapak ya…. Ayam kukus dan saus…. ada juga kacang panggang dan wine buah….” “Hei, Seika-kun…. Himeji panggang itu apa ya??” “Kalau tidak salah semacam ikan laut berjanggut… Apa kita bisa mendapatkan itu pada hari pelaksanaan festival ya??” Meskipun begitu, ini benar-benar mengejutkan. Selain banyaknya lapak yang dibuka dengan sponsor dari perusahaan-perusahaan besar, juga banyak lapak yang dikelola oleh para siswa setelah menimbang peluang bisnis di acara festival ini. Padahal aku pikir bangsawan tidak  tertarik pada hal seperti ini…. Namun jika aku pikir lebih dalam lagi, mereka pasti juga ikut mengelola daerah mereka masing-masing, dan di sekolah ini memang ada juga yang merupakan anak pedagang. Meskipun mereka bukanlah anak berandalan yang terlibat dalam perjudian, tetap saja mereka butuh uang. Mungkin ini bukanlah hal yang aneh ya? Ada banyak juga lapak yang menjual selain makanan atau minuman.  Adanya lapak-lapak yang menjual karya dari kaca atau kesenian lainnya mungkin membuktikan bahwa sekolah ini dihuni oleh anak-anak orang kaya. Yang sedikit tidak biasa adalah, adanya lapak yang menjual barang-barang pendukung teknik sihir seperti Magic Stone, dan material monster lainnya yang mendapatkan support dari guild petualang. “Heee….. Katanya yang ini akan menjual Magic Stone yang bagus…. sedangkan yang ini jual karangan bunga…. cukup langka….” “Hmm…. Hm??” Aku melihat poster yang ditunjuk Ifa. Dan sedikit heran setelah melihatnya. Lapaknya dibuka di tempat yang cukup aneh. Di sebuah bangunan penelitian yang saat ini tidak digunakan lagi. Sebuah tempat yang cukup jarang dilalui oleh orang-orang di dalam sekolah ini. Di tempat seperti ini, mereka menjual barang seperti itu…… Dan akupun langsung mengerti. …… Ini semacam Gaishou*. Biasanya Gaishou berupa gadis yang menjual benda-benda sederhana seperti bunga atau penjepit rambut, dan bertugas menarik pelanggan dari saingan bisnisnya. Namun sepertinya disini menggunakan bahasa rahasia. Sepertinya mereka mencoba mengeruk keuntungan dengan menggunakan nama festival sekolah ini. Tolong setidaknya lakukanlah diluar area sekolah…… Ah, jangan-jangan malah siswa yang melakukan ini?? “Ah…. Ini ya yang Amu-chan bilang…..” Ketika aku sedang melamunkan soal itu, tiba-tiba Ifa menunjuk sebuah poster dan berkata demikian. Di poster itu tertulis begini. [Klub Peneliti Probabilistik, Pengumuman Keberhasilan — Expo Gathering!! Uang…