Archive for Saikyou Renkinjutsu Chindouchuu

Saikyou Renkinjutsushi no Isekai Chindouchu Volume 1 Chapter 3
Saikyou Renkinjutsushi no Isekai Chindouchu Volume 1 Chapter 3

Selamat Membaca…. “Ini bohong kan… Oi… tak ada satupun item yang bagus…” Alma terduduk di tanah dan menepuk dahinya. Ia sedang memeriksa isi dari [Magic Bag] miliknya namun kebanyakan benda disna lebih buruk dari apa yang ia harapkan. “Kurasa aku kebanyakan menyimpan barang di lemari penyimpanan ku ya…” Tak ada senjata yang layak yang tersimpan disana. Ia mencoba mencari [Pedang Adamantite] namun ia hanya menemukan Cangkul Adamantite, Kapak Adamatite, dan Alat Pancing Adamantite. Di dalam [Magic Craft] hanya Alchemist kelas tiga yang sangat peduli dengan senjata. Adalah umum jika mereka lebih mengutamakan alat pancing yang dapat mengumpulkan item langka ketimbang pedang. Bagi Alchemist kelas satu, daripada kehilangangan senjata, mereka lebih takut menggunakan koleksi barang langka mereka. Bagi seorang alchemist kelas satu, melawan monster itu dapat dilakukan jika diperlukan saja. [Magic Craft] memiliki tingkat kebebasan yang tinggi. Karena itu para alchemis tingkat tinggi dapat mengendalikan area sesuka hati mereka. Bisa saja mereka membangun tembok untuk melarikan diri, melawan musuh dengan menggunakan tanah longsor, atau menggali lubang lalu mengubur target mereka. Bahkan bisa juga menggunakan bom untuk meledakan musuh. Namun yang paling terbaik adalah dengan membunuh mereka menggunakan benteng pertahanan mu sendiri dan tidak melakukan apa-apa. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… Itu adalah gaya pertempuran di dalam [Magic Craft]. Namun saat ini, Benteng pertempuran kebanggaann milik Alma, [Valhala] sudah tidak ada. Dan jika mati di dunia ini itu artina game over. Tentunya di dunia ini cara hidup yang menganggap permata langka lebih berharga daripada hidup tidak lagi berlaku. “bijih gak da, Magic stone juga gak ada…. Kalau begini kita bahkan tidak bisa membuat sepeda… Ah kenapa aku gak pernah siap-siap seandainya nanti dilempar ke isekai??!” Alma pun mengeluh. Lalu ia menghela nafas. Entah untuk yang keberapa kalinya sejak ia datang kedunia ini. “Kalau ada kesempatan, kita harus ke dungeon… Untuk saat ini bijih besi saja cukup…” Daripada bijih dan magic stone, didalam [Magic Bag] miliknya kini banyak berisi [World End’s Bomb] dan berbagai material berbahan Dark Matter. Terlalu berbahaya untuk digunakan dengan sembarangan. Terlebih cukup mencurigakan apakah kedua benda ini ada di dunia ini atau tidak. Namun insting gamer nya merasa bahagia ia sempat membawa kedua jenis barang ini. “…Di lab ku padahal ada banyak Magic stone, magic oil, dan dark matter… kuharap aku membawanya juga…” Sambil mengeluh ia mengeluarkan sebuah bola kristal dari dalam tas itu. Benda ini disebut [Dragon’s Egg] yang memungkinkanmu untuk menyegel monster yang sudah…

Saikyou Renkinjutsushi no Isekai Chindouchu Volume 1 Chapter 2
Saikyou Renkinjutsushi no Isekai Chindouchu Volume 1 Chapter 2

Selamat Membaca…. “Ghe… fuh.. fuh… aduduh…” Alma menahan wajahnya sambil tetap terduduk di tanah. Ia merasakan sedikit sakit, namun ia merasa aneh dengan respon dirinya ini. Memang benar Alma baru saja melakukan proses Alchemy menggunakan Dark matter yang berbahaya, dan telah menghasilkan ledakan yang sanga besar. Namun itu semua hanyalah sebuah Game. Hanya sebuah peristiwa yang terjadi di dalam [Magic Craft]. Dan tentunya rasa sakit itu tidak ada di didalam [Magic Craft]. Meskipun saat kita mendapatkan Damage, kita akan merasakan sedikit terkejut, namun hanya sebatas itu saja. “Sakit …?” Ia merasa heran dengan ucapannya sendiri dan mendongak ke atas. Sinar matahari amat menyilaukan. Alma sedang terduduk di sebuah padang rumput. Semua yang ia lihat, semua yang ia rasakan, terasa terlalu nyata. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… Apakah ini sebuah padang rumput di dunia nyata? Alma sempat berpikiran demikian, namun langsung terbantahkan melihat sulaman emas di lengan bajunya. “Ini adalah jubah yang aku buat di [Magic Craft]…?” Iapun berdiri dan memastikan pakaiannya dengan seksama. Semakin ia memperhatikannya, ia semakin tidak ragu dengan penglihatannya bahwa ini semua adalah Equipment yang ia gunakan di [Magic Craft]. ‘Apa jangan-jangan ini masih di dalam game?’ ia sempat berpikiran demikian, namun segera ia bantah. “Ini pasti adalah dunia nyata. Ini pasti ada di suatu tempat di bumi. Pasti begitu! Oyy apa ada orang??? Kalian mau menipuku ya!! Bercandanya jelek banget!!! “ Ketika Alma berteriak, terdengar sedikit suara di belakangnya. ‘Tampaknya ada seseorang!’ sambil beranggapan seperti itu, Alma menoleh ke belakang. Dari dalam tanah, muncul sebuah siput raksasa. Seluruh tubuhnya dipenuhi pola berwarna biru. Itu adalah sebuah monster bernama [Maimai] yang ada dalam [Magic Craft]. “Ternyata, memang ini dunia game..!?!?” Dihadapan makhluk yang tidak mungkin muncul di dunia nyata ini, Alma merasa lemas. Sementara itu, [Maimai] kedua dan ketiga muncul, menghancurkan permukaan tanah di sekitarnya. Para [Maimai] itu mulai menggigit alma yang terjatuh. Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu… “Tidak, berhenti! Berhenti!” Ia berusaha bangkit, namun ia terpeleset. Para [Maimai] itu mulai menekan Alma. “Ubbu!” Alma yang ditindih oleh kerumunan [Maimai] berusaha merangkak ditanah. (Kalau begini terus aku bisa mati!!! Aku harus melakukan sesuatu!!!) Kepanikan telah membuat rasionalitas Alma memudar. Sambil dipermainkan oleh para [Maimai] itu, Alma berusaha menggapai-gapai udara kosong. Namun pada kenyataannya, keselamatan Alma tidak terancam hanya oleh sekumpulan [Maimai]. Di dalam [Magic Craft], [Maimai] adalah monster yang berada pada urutan terbawah, Merupakan monster sepele. [Magic Craft] adalah…

Saikyou Renkinjutsushi no Isekai Chindouchu Volume 1 Chapter 1
Saikyou Renkinjutsushi no Isekai Chindouchu Volume 1 Chapter 1

Selamat Membaca…. Disebuah aula yang berhiaskan batu permata. Tepat ditengahnya, terdapat sebuah singgasana yang berhiaskan emas dan permata. Duduklah seorang penyihir berambut biru. Mengenakan jubah serba putih, dengan lambang ular Ouroboros di bawah matanya. Namanya adalah Alma. Seorang Alchemist yang dijuluki oleh dunia yang luas ini sebagai Sang raja Alchemy. Dikatakan bahwa ia telah memiliki setengah harta dari seluruh dunia, dan dahulu kala pernah menghapus negara-negara yang brmusuhan dengan dirinya bersamaan dengan benua tempat mereka berada. Tempat ini adalah ruang tahta dari sebuah istana bernama Valhala. TL Note : Valhala disini dituliskan dengan kata yang artinya [Benteng langit] Semua Alchemist memiliki laboratorium Alchemy mereka masing-masing agar dapat bekerja dengan sepenuh hati. Bagi Alma, begitulah ia menganggap ruang tahta ini. Di sudut ruangan,terdapat meja kerja, tungku serta tempat penyimpanan yang terbuat dari Adamantite sebuah permata yang bersinar kemerahan. Tak ada orang lain yang dapat menggunakan Adamantite sampai semewah ini selain Sang raja Alchemy, Alma. Dihadapan Alma berdiri seorang pemuda dengan wajah mirip ayam dengan jas dan gaya yang elegan.Namanya adalah Ondoruru, Satu-satunya bawahannya yang boleh berada yang boleh berada di Laboratorium milik Alma Sang Raja Alchemy. Pada dasarnya Ondoruru adalah sosok Chimera yang dibuat oleh Alma. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… “Alma-sama, silahkan… “ “Umu” Alma menerima surat yang diberikan oleh Ondururu. Dengan menggunakan api kecil yang muncul dari ujung jarinya, ia membakar segel emas di surat itu, dan memeriksa isinya. Ketika ia telah melihat isi surat itu, wajah tenang milik Alma seketika menghilang, dan tubuhnya lemas merosot dari tahta hingga mencapai lantai. “Kan sudah kubilang!! Dasar manajemen bodoh!! Dasar rangker bodoh!!! “ Alma mengepalkan tangannya dan memukul lantai dengan keras. Pengirim surat itu adalah [Management], dan isinya adalah, “Layanan Game [Magic Craft] ini akan berakhir dalam waktu tiga bulan kedepan” Ya, duna ini adalah sebuah dunia di dalam salah satu game VRMMO, bernama [Magic Craft]. [Magic Craft] adalah sebuah game dengan konsep para alchemist bebas untuk mengumpulkan dan menciptakan benda serta membangun markas mereka di sebuah dunia yang penuh dengan monster. Tingkat kebebasannya sangat tinggi, tergantung dari tingkat kecerdikan dan bahan-bahan yang di dapat kan, player bahkan mungkin untuk menciptakan pesawat ataupun tank. Menurut Management, mereka lebih mengutamakan kebebasan player daripada sudut pandang dunia atau keseimbangan dalam game. Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu… Namun, kebijakan mengutamakan kebebasan ini kini menjadi masalah. Karena tingginya tingkat kebebasan ini, tergantung tingkat kecerdikan pemain, banyak berkembang…