Archive for Shoukan Kenja

Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku  Volume 3 Chapter 5
Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 3 Chapter 5

Selamat Membaca…. Di sebuah arena pelatihan seluas lapangan olahraga sekolah ini, aku sedang memegang pedang tiruan ditanganku dan dikelilingi oleh lebih dari 10 orang prajurit. “Jika kau ingin mengambil cucuku, kau harus memperlihatkan sejauh mana kekuatanmu….” Salah seorang diantara mereka adalah Gauros, kakek Al. Dia tersenyum menyeringai sambil memanggul pedang tiruan sepanjang tinggi tubuhnya. Aku baru dengar bahwa Gauros adalah mantan Ketua Royal Knight sebelum Garette, Ayah Al bertugas. Dan katanya keluarga Milda ini dari generasi ke generasi telah melahirkan sosok pengguna bela diri ternama di Lunnet Empire ini. …. Jadi apa yang harus aku lakukan? Sebenarnya mungkin mudah untuk mengalahkan mereka. Bahkan mungkin Al sendirian saja sudah bisa mengalahkan mereka semua. Pada kenyataannya mereka juga pasti sudah tahu bahwa kita berhasil mengambil pimpinan pasukan penyerang kan…… Ada juga jalan untuk sengaja mengalah, namun ketiga gadis itu pasti menyadarinya, jadi aku tidak boleh mengalah. Aku mengayunkan ringan pedang ditanganku untuk merasakan sensasinya. Dan kemudian bersiap menghadap ke arah para prajurit itu. “Sepertinya persiapannya sudah selesai ya… Kalau begitu, Mulai!!” Para prajurit langsung menyebar  dan mengepungku dengan tetap mengarahkan pedang mereka kepadaku. Lalu lima orang di antara mereka mengayunkan pedang dan melesat menghampiriku. Menyerang lebih baik daripada bertahan ya…. Aku mulai mengalirkan energi sihirku dan memperkuat seluruh tubuhku. Dan langsung melesat. Aku pun menebaskan pedangku dan seketika menghalau pedang dua orang, dan kemudian menendang mereka. Dan kemudian aku masuk ke celah prajurit yang terkejut dan kemudian memukul perutnya. Aku sudah cukup menahan diri, karena kalau aku serius bisa-bisa organ dalam mereka bisa rusak. Meskipun begitu, gerakanku ini membuat para prajurit lainnya menjadi terkejut. “Sudah cukup!!” Padahal aku baru mengalahkan empat orang, namun Gauros yang berdiri di belakang telah mengatakan itu. Aku pun menurunkan pedangku dan menarik nafas lega. “Jika perbedaan kemampuannya seperti ini hasilnya tidak akan berbeda meski kita lakukan sampai selesai….. Aku akan kerepotan  jika prajurit terbaikku terluka…” Padahal aku bisa menggunakan sihir pemulihan, asalkan mereka tidak mati maka tidak akan ada masalah. Para prajurit itu mulai duduk dengan santai seolah rasa gugup mereka telah menghilang. “Selanjutnya adalah melawanku saja….” Gauros maju seorang diri ke hadapanku. Meskipun ia terlihat sudah tua, namun kekuatan yang terpancar darinya sangat berbeda dari prajurit lainnya. Dia membawa sebuah pedang besar. Meskipun itu adalah sebuah pedang latihan yang tidak memiliki bilah, namun jika terkena langsung, paling tidak orang mungkin akan pingsan. Aku pun kembali bersiap dan mengatur posisiku kembali. “Kalau begitu, Kita mulai!” Pria itu…

Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku  Volume 3 Chapter 4
Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 3 Chapter 4

Selamat Membaca…. Kita putar waktunya sedikit. Dengan panduan dari para pelayan, kami tiba di ruang tamu besar. Kami pun duduk berdampingan, dan pelayan pun menyuguhkan teh dihadapan kami semua. Mereka pun meninggalkan ruangan setelah membungkuk hormat. Aku mengambil cangkir tehku dan kemudian menghela nafas lega setelah mencicipi tehku. …..Aku tidak menyangka ternyata Al adalah puteri bangsawan  sehebat ini ya. Namun, Charl juga adalah tuan puteri, sedangkan Natalie penyihir istana yang cukup ternama disini, ditambah Al yang merupakan cucu walikota dan seorang Royal Knight. Kenapa aku bisa berada di tempat seperti ini ya? Bagaimana pun aku memikirkannya, ini aneh kan? Ketika aku sedang sibuk memikirkan hal seperti itu, pintu ruangan ini terbuka, dan kemudian si kakek dan sang kakak pun masuk. Ketika aku ingin berdiri dan memberikan hormat, pria tua itu menghentikanku dengan lambaian tangannya dan kemudian mereka berdua duduk di hadapan kami. “Pertama-tama, aku sudah mendapatkan informasi tentang mundurnya pasukan musuh, aku benar-benar mengucapkan terima kasih dari lubuk hatiku…. Namaku adalah Gauros von Milda yang memerintah kota ini…. dan di sebelahku ini adalah Raul, dia cucuku yang juga merupakan kakaknya Altria…” “Nama saya Raul von Milda….” “Aku Touya…. Seorang petualang…” Aku pun membungkukkan kepalaku di hadapan mereka. Disebelahku duduk si Natalie yang dengan enaknya memakan camilan dan tidak memedulikan diriku yang sedang gugup. “Gauros, lama tidak jumpa ya…. Masih hidup kau ternyata ya…” “Aku kembalikan perkataan itu pada Anda, Sage-dono….. Anda masih sama seperti biasanya….” Benar dugaanku bahwa Natalie sepertinya memang lebih tua daripada Gauros yang ada di hadapan kami ini. Meskipun dia hanya terlihat seperti Loli dari sudut manapun aku melihatnya. “Tuan Puteri, saya senang Anda baik-baik saja…. Ibukota saat ini sudah dikuasai dan aku tidak mendapatkan informasi rincinya…. Bisakah Anda menceritakan kronologis yang terjadi di sana??” Charl mengangguk, dan kemudian mulai menjelaskan kisahnya melarikan diri dari Ibukota Kekaisaran. Ketika mendengar bahwa Garette sang Ketua Royal Knight telah dikalahkan Gauros terlihat menjadi berwajah suram. Lalu ia menceritakan bahwa dia melarikan diri dari Ibukota bersama para pengawal, berkelana dihutan, sampai dengan pertemuan denganku di desa para Orc dan mengungsi sementara di Kota Fendy di Sarandire Kingdom. Disana mereka bertemu dengan Natalie dan tinggal bersama di mansionku. Kemudian ia juga menceritakan tentang pasukan pengejar dari Generate Kingdom di kota Fendy. Dan setelah mengusir mereka semua, kami menyusuri hutan dan menuju kembali ke Lunnet Empire. Dan saat kami melintasi bukit, kami melihat pasukan tentara dari Generate Kingdom tengah menyerang kota ini, dan…

Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku  Volume 3 Chapter 3
Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 3 Chapter 3

Selamat Membaca…. Di antara para prajurit yang berlutut dihadapan Charl ada yang sampai menangis. Kebahagiaan tercermin di wajah mereka. Kurasa sebesar inilah rasa cinta mereka kepada keluarga kerajaan di negeri ini. Charl pun memerintahkan para prajurit untuk berdiri. “Semuanya… terima kasih telah berjuang melindungi kota ini…. Aku pergi ke Sarandire Kingdom untuk mencari Natalie-sama sang Sage of The Dawn…. Dan saat ini beliau ikut bersama kami datang ke Lunnet Empire ini…” “Aku Natalie…. Kalau ada aku, mau berapapun musuhnya tidak akan jadi masalah! Terlebih kali ini kita mendapatkan tambahan yang cukup kuat….” Natalie sekilas melirik ke arahku. Seketika terdengar suara sorak gembira bergema. “Natalie-sama itu sosok yang legendaris itu??” “Pertempuran yang dihadapi Natalie-sama telah menjadi legenda loh!!” “Dengan ini kita bisa menang!!” Para prajurit meluapkan kegembiraan mereka. ……Natalie rupanya sangat terkenal ya. Meskipun dia terlihat seperti gadis kecil yang rakus darimana pun aku memandangnya. Ketika aku melihat Natalie membusungkan dadanya dan terlihat berbangga diri, aku hanya bisa tertawa kecil. Seolah menyadari aku tertawa, Natalie mengalihkan pandangannya kepadaku. Lalu kemudian, seorang beastmen ras serigala yang tadi memimpin diatas benteng pun menghampiri kami. Usianya sekitar 30an dan tubuhnya terlihat sangat terlatih. Auranya sangat berbeda dengan prajurit lain. Mungkin dia adalah komandan di sini. Sesaat kemudian dia berdiri di depan Charl dan berlutut di hadapannya. “Tuan Puteri Charlotte… Syukurlah Anda selamat….. Saya adalah Raid von Linax, pemimpin pasukan di kota ini….” “Tuan Linax, terima kasih telah melindungi kota Lian… Aku sudah mendengar bahwa Ibukota telah jatuh ke tangan Generate Kingdom…. Jika saja kita bisa menjadikan Kota Lian ini sebagai basis kita…..” Sambil berbicara Charl mengenggam erat kepalan tangannya. Mungkin dia sedang memikirkan nasib orang tua serta warganya. “Pertama-tama, pasti Anda lelah setelah melakukan perjalanan panjang…. Silahkan beristirahat dulu di mansion…. Lalu… Siapa beliau ini?” Raid menatap ke arahku. Saat ini aku masih menempelkan pedangku kepada Vanette. “Beliau ini bernama Touya-sama…. beliau adalah penyelamat hidup kami…. dan juga….” Pipi Charl pun memerah. … Jangan katakan ituloh? Di tengah situasi seperti ini, pernyataanmu yang bermasalah itu hanya akan membuat mereka diwarnai kepanikan. “——Beliau adalah sosok yang akan menjadi suamiku di masa depan….” Charl mengatakan kalimat yang paling tidak boleh diucapkan dengan penuh kebanggaan. Dan dengan sangat jelas. Setelah mendengar perkataan Charl, Raid pun terkejut dan matanya terbelalak. Aku hanya bisa menepuk dahiku dan menatap langit biru. “………Be-be-begitu ya….. Kalau begitu mari saya antar Anda semuanya…. Hei, bawa sandera itu!!” Dengan sedikit panik, Raid memberikan instruksi…

Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku  Volume 3 Chapter 2
Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 3 Chapter 2

Selamat Membaca…. Aku menyuruh pria itu bangun dengan pedangku yang masih menempel di lehernya. Pria itu pun bangkit dengan tubuh gemetaran. “Memangnya menurumu aku ini siapa!!! Aku adalah Marquis Vanette von Gargina dari Generate Kingdom!!!” Aku hanya tersenyum melihat orang bernama Vanette ini berlagak sok kuat. ‥…Sepertinya aku mendapatkan sandera yang cukup bagus. Jujur dalam benakku hanya itu yang terlintas. Dari apa yang aku pelajari dari Charl dan yang lainnya aku bisa memahami sedikit hal tentang peringkat bangsawan. Dan aku tahu bahwa Marquis ini termasuk kedalam bangsawan kelas atas. “….. Kalau begitu kalau tuan yang hebat ini memerintahkan pasukannya pasti mereka akan langsung mundur kan?? Yahh kalau tidak bisa juga kalian cuma akan menjadi lebih akrab dengan teman kalian yang tergeletak di tanah itu…” Vanette pun menjadi tegang setelah mendengar perkataanku. “Ba-baik….. Aku akan menyuruh mereka mundur!! Jadi tolong… ampuni nyawaku…..” Aku mengeluarkan tali dan menyerahkannya kepada Al. Lalu aku memintanya untuk mengikat Vanette dengan tangan dibelakang. “Touya-san…. Sudah selesai…!” Aku pun mengangguk dan menatap para prajurit lainnnya yang menuju ke kota. Sekitar 100 orang datang kearah kami, mungkin itu adalah pasukan paling belakang yang menyadari penyerangan kami. Aku berjalan kearah mereka dan mengeluarkan sihirku untuk menahan mereka. “Berhenti di situ!! Lihat pimpinan kalian ini!! Kalau kalian berani macam-macam, aku pastikan kepalanya akan terbang!!” Aku berteriak dengan pedang tetap berada di leher pria itu. Para prajurit itu tetap mengangkat senjata mereka, namun mereka berhenti melangkah dan hanya menunggu dan melihat situasinya. “Hei! Kalian! Suruh seluruh prajurit mundur!! Nyaawaku jadi taruhannya!!” Setelah mendengar perkataan Vanette salah seorang prajurit mengeluarkan sebuah peluit dan meniupnya. Mungkin itu adalah tanda untuk mundur bagi mereka. Para prajurit yang menuju ke kota pun menghentikan langkah mereka dan berbalik ke belakang. Kami pun naik ke kereta. Aku menyerahkan kendali kereta pada Al, dan aku naik ke tempat kusir sambil tetap menempelkan pedangku ke leher Vanette. Untuk berjaga-jaga aku menyuruh Charl dan Natalie masuk ke gerbong kereta. Dan perlahan-lahan kereta kami pun bergerak melintasi para prajurit. Sesuai dengan apa yang kami harapkan, para prajurit itu tidak bisa bergerak jika pemimpin pasukan mereka di sandera. “Hei, beri instruksi pada pasukanmu untuk mundur!” Aku pun menekan pedangku yang mengenai lehernya, dia pun mengangguk dan segera berteriak untuk membuat pasukannya mundur. “Kalian semua!! Mundur untuk sementara!! Nyawaku jadi taruhannya!!!” “Benar apa yang dikatakan pria ini… Kalau kalian berani berbuat macam-macam….” Aku membuat pose memotong leher dengan menggunakan tanganku, dan itu membuat…

Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku  Volume 3 Chapter 1
Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 3 Chapter 1

Selamat Membaca…. “Kurasa kita akan bisa melihat kota sebentar lagi…” Setelah mendengar kata-kata Al akupun mengangguk dan mempercepat langkah Kokuyou. Dan ketika sampai di puncak bukit. Apa yang aku lihat adalah kerumunan pasukan yang sedang menuju ke kota seperti kawanan semut. “…?! Semuanya!! Kotanya mau diserang!!” Ketiga gadis itu pun terkejut mendengar perkataanku, dan mereka pun mengeluarkan wajah mereka dari jendela kecil. Jumlah pasukan itu mungkin ribuan, tidak, mungkin saja sekitar 10 ribu. Meskipun masih ada jarak sebelum mereka bisa sampai ke gerbang kota, namun kondisinya entah apakah kota itu mampu bertahan atau tidak sampai pasukan itu tiba.Di benteng kota Lian juga terlihat beberapa orang pasukan yang siap untuk bertahan. Namun terlihat jelas sekali perbedaan jumlah diantara mereka. Jika pasukan itu menyerang langsung, mungkin mereka akan dapat menembus gerbang itu dalam waktu kurang dari setengah hari. “Touya-sama !! Kota Lian nya….!?” “Ya, aku tahu…” Charl berteriak kepadakum namun aku bingung harus bagaimana. Apa kami bisa menghadapi pasukan sebanyak ini hanya dengan empat orang? Memang jika kami berusaha sekuat mungkin, bisa saja kami menghadapinya, tapi itu bisa jadi akan memakan korban di pihak kami juga. Energi sihirku juga tidak terlalu cukup untuk menghadapi mereka semua. Ketika aku sedang kebingunang, aku melihat kebawah, kearah para pasukan yang terlihat akan membanjiri kota Lian. Di dekat bagian belakang pasukan itu ada sosok yang mengawasi jalannya peperangan serta mengatur strategi dan dikelilingi oleh sekitar seratus orang prajurit. …… Disana… Kalau cuma disana…. “Kita serang…. kesama….” Aku menunjuk pasukan yang ada dibelakang. “Kalau begitu kotanya akan….” “Kita tidak bisa menghadapi pasukan sebanyak itu hanya dengan empat orang…. Jadi… kita akan serang komandannya yang ada disana….” “Semacam memenggal kepalanya dulu ya….” “Ya benar….” Al sedikit ragu, namun Natalie segera mengerti apa maksudku. Kami pun segera mempersiapkan segala peralatan. Aku mengeluarkan semua peralatan terbaik yang bisa kami gunakan saat ini dari dalam storage dan menyuruh ketiga gadis itu segera memakainya. Tidak pakai pilih pilih. Lalu mata Natalie pun terbelalak seolah dia sudah mengerti nilai dari semua peralatan yang aku keluarkan. “Peralatan-peralatan ini…. Touya… kau ini…. siapa sebenarnya dirimu ini…” “Sekarang bukan waktunya memikirkan hal itu…. Setelah kalian siap, kita akan langsung serang loh….” Aku menurunkan posisi Kokuyou di posisi yang tidak terlihat pasukan itu dan melakukan persiapan selama kurang lebih lima menit. “Natalie hadapi yang di sebelah kiri kereta, Charl yang di kanan…. Al tolong pegang kendali Kokuyou…. ah Kokuyou tidak perlu di kendalikan ya…. Kalau begitu aku…

Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku  Volume 2 Chapter 27
Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 27

Selamat Membaca…. Sudah satu minggu kami berjalan menyusuri hutan. Atas permintaan dari Natalie, kami menyusuri hutan sambil menaklukkan para monster untuk menaikkan level mereka. Meskipun mereka sedang terburu-buru untuk segera bisa sampai ke Lunnet empire, namun mereka juga ingin memiliki kekuatan yang mampu membalikkan keadaan medan perang. Dan atas permintaan dua gadis lainnya, aku pun menjadi lawan latihan tanding mereka. Sejak kejadian beberapa waktu lalu, sudah tidak ada lagi pengejar yang datang dari kota. Aku sempat bertemu dengan petualang yang melihat pertempuran kami dari jauh di pintu masuk hutan, mereka terlihat pucat dan berusaha memalingkan wajah. Karena mereka sepertinya tidak ingin terlibat, jadi aku hanya mengatakan ‘kembalilah ke kota dan urus mayat-mayat itu’ dan memberikan mereka beberapa keping perak. Para petualang itu langsung berteriak ‘baik, aku laksanakan!’ dan langsung melarikan diri. Dengan ini, aku tidak perlu repot memikirkan masalah membereskan mayat-mayat itu. ◇◇◇ “Biar bagaimanapun, rumah ini memang sangat nyaman ya….” Natalie sedang bersantai di sofa ruang tamu sambil meminum tehnya selepas mandi. Padahal beberapa saat lalu dia masih asyik menembakkan sihirnya kepada para monster seperti sedang mengamuk. Saat pertempuran menaikkan level bersama monster itu, Natalie sempat berteriak ‘aku tidak akan kalah dari mereka berdua!!’ dan membuat kedua gadis lainnya merasa tidak enak. Dia pasti merasa sangat malu karena levelnya telah dikalahkan. Aku membuka lebar sebuah peta di ruang makan, dan memeriksa tujuan kami bersama dengan ketiga gadis itu. “Touya-sama, Sepertinya kita sudah separuh jalan…. Setelah keluar dari hutan, dan berjalan sekitar tiga hari, kita akan sampai di kota Lian…. sebuah kota benteng di Daerah Otonomi Beastmen… Jika yang dikatakan pria itu benar, maka tidak masalah jika kita menuju ke kota Lian ini…..” “Disana juga ada rumahku… jadi kita bisa menggunakannya sebagai markas kita….” Menurut penjelasan mereka berdua, di Lunnet Empire memang setiap ras hidup berdampingan, namun mereka memiliki daerah otonomi masing-masing. Dan dibagi menjadi daerah yang banyak dihuni Beastmen, dan daerah yang banyak dihuni Elf. Tentu saja ada juga daerah yang banyak di huni ras manusia, namun daerah itu dekat dengan Generate Kingdom, dan disaat Ibukota sudah ditaklukkan seperti saat ini, maka bisa dianggap daerah mereka sudah dikuasai. “Baiklah…. Untuk sementara mari kita pergi ke Kota Lian terlebih dahulu…. Kita akan mengumpulkan informasi tentang Ibukota Kekaisaran disana….” Mereka berdua mengangguk menyetujui kata-kataku. Dihari berikutnya kami melanjutkan menyusuri hutan sambil menaikkan Level dan menuju ke Lunnet Empire. Dan satu minggu lagi berlalu. “Touya-san, coba lihat kesana… Kurasa sebentar lagi kita…

Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku  Volume 2 Chapter 26
Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 26

Selamat Membaca…. Setelah mendengar perkataanku, yang pertama kali melarikan diri adalah para petualang. “Untuk menghadapi monster seperti itu, berapapun nyawamu tidak akan cukup!!” Jika salah satu saja petualang sudah melarikan diri, maka yang lainnya juga akan ikut melarikan diri. Petualang adalah sebuah pekerjaan yang mempertaruhkan hidup. Meskipun ini adalah sebuah quest, tidak mungkin mereka mau membuang hidup mereka semudah itu. Pasti Lumina maju kedepan lebih dulu untuk menjadi perwakilan mereka. Dan yang tersisa hanyalah tinggal sepuluh prajurit yang bergeletakan ditanah, ketua guild, serta seorang pria dari Generate Kingdom saja. “Sialan!!! Awas kau!!” Pria itu mencoba membalikan kudanya dan berusaha melarikan diri, namun aku segera berlari dan menangkap pria dari Generate Kingdom itu. “Lepaskan!!!!” Ketika aku memberikan sebuah pukulan ke tengkuk lehernya agar membuatnya pingsan, beberapa orang dengan Armor dari Generate Kingdom yang tersisa mengarahkan pedang kepadaku dan mencoba menyelamatkan pria itu. “Maaf ya…. tapi aku tidak punya belas kasihan untuk kalian….” Aku menebas para tentara yang mendekat menggunakan satu tebasan. Dan dalam waktu beberapa menit, semua prajurit itu sudah terbaring ditanah. Ketua guild dan para tentara dari kota Fendy yang menyaksikan keadaan ini menjadi pucat dan melarikan diri. Aku meraih leher pria yang pingsan itu dan menyeretnya ke tempat Natalie dan yang lainnya. “Touya-sama, memang kuat ya….” “Aku bahkan tidak dapat giliran…..” Charl merasa terkesan sedangkan Al sedikit menyesal. Lalu Natalie berbicara kepadaku. “Kalau serius kamu bahaya juga ya…. Itu lebih dari pada aku waktu itu…. Jadi apa yang akan kau lakukan pada dia??” “Orang ini…. sepertinya memiliki informasi soal Kekaisaran,,,, jadi aku membawanya…. Oi.. bangun!!” Ketika aku menepuk pipi pria yang telah aku seret itu, dia akhirnya sadarkan diri. Mungkin ia ketakutan karena melihat aku ada di hadapannya, dia mulai menjadi ribut dan melihat sekeliling. “A-apa!? Mana prajuritku!?”   “Semuanya sudah mati…. Yang lainnya kabur…. Hanya kau yang ada disini…..” Aku memberitahu pria yang kebingungan itu bahwa dia tinggal sendirian. Namun sepertinya dia masih belum menyerah. “Jika sesuatu terjadi padaku, kaisar itu tidak akan hidup!!” Bersamaan dengan kata-kata darinya itu, aku menusukkan pedangku ke paha pria itu. “Gyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!” Setelah itu aku mencabut pedang itu dan menggunakan sihir pemulihan padanya, lalu aku kembali bertanya. “Kalau begitu, aku akan minta kau memberitahu kami semua yang kau tahu….” “Aku tidak tahu apa-apa! Lepaskan aku!!” Bersamaan dengan kata-kata itu, aku menusukkan kembali pedangku dan dia pun berteriak. Kemudian aku mencabut kembali pedangku dan memulihkan lukannya. “Kita lihat berapa kali kau akan tahan……..

Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku  Volume 2 Chapter 25
Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 25

  Selamat Membaca…. “Serang!! Tangkap yang wanita! Bunuh saja yang pria!!” Para prajurit dan petualang segera mencabut pedang mereka setelah mendengar perintah dari ketua guild. Beberapa diantara mereka adalah wajah-wajah yang pernah aku lihat di aula guild. Mungkin saja ada juga orang yang aku kenal. Kalau bisa sih tidak ada yang muncul. “…Kalian bertiga… Kalau bisa aku tidak ingin membunuh petualang…. tapi aku tidak peduli soal tentara generate kingdom.. kalian bisa berbuat sesuka kalian pada mereka….” Mereka bertiga mengangguk dan mulai bersiap-siap. Aku tetap memanggul pedang besarku. Charl mulai mengarahkan tongkatnya dan bersiap merapal sihir. Dan di depannya Al memegang pedangnya dan bersiap. Sedangkan Natalie memegang tongkatnya dan sudah siap menembakkan sihir miliknya. Ketika aku mengangkat tangan kiriku, muncul sekitar 20 bola api seukuran kepala muncul diatasnya.  Bola api itu berwarna kebiruan dan berkobar dengan suhu yang cukup tinggi. Ini adalah hasil percobaan kimiaku saat sedang sendirian. Para prajurit itu terkejut melihat warna yang belum pernah mereka lihat dan tanpa sadar mereka melangkah mundur. Secara umum, ukuran bola api biasanya adalah seukuran kepalan tangan, namun ini bukanlah hal mustahil untukku yang seorang Sage. Para petualang itu juga mulai panik ketika melihat ukuran bola api itu. “Jika kalian memang ingin bertarung, kalian mengerti kan…. Aku akan menghadapi kalian dengan serius…” Aku menyebarkan aura membunuhku ke segala arah. “Ugh… Mereka hanya berempat!! Serang!!!” Meskipun ketua guild itu ketakutan dengan aura membunuhku, dengan instruksi darinya itu para prajurit mulai mengangkat pedang dan perisai mereka. Meskipun aku merasa sedikit kecewa dengan ini, aku tetap menembakkan bola api ke arah para prajurit. Bola api yang berputar-putar melesat seperti peluru menuju perisai milik para prajurit dan langsung menghancurkan segalanya dan membakar mereka. Perisai yang bertubrukan dengan sihirku langsung hancur dan armor mereka langsung terbakar tanpa mampu menahan kekuatan dari sihirku. “” Gyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !! “” Hanya dengan satu sihir saja, sudah belasan tentara yang terbaring ditanah. Kemudian setelah api itu padam, tersebarlah aroma gosong di sekitar tempat ini. Para prajurit yang selamat dari serangan ini pun serentak menelan ludah mereka dan mungkin membayangkan berikutnya adalah giliran mereka. Lalu Charl dan Natalie melapalkan mantera bersamaan. “Wahai roh angin, berikan kekuatan padaku dan tebaslah musuh dihadapanku! Air Cutter!!” “Wahai Api! Mengamuklah sesukamu! Hancurkan semua yang menghalangi! Fire Wave!!” Beberapa bilah angin muncul dan memotong para prajurit. Kemudian tembok api setinggi tiga meter muncul dan menyapu para prajurit layaknya tsunami. Dan saat sihir mereka menghilang, hanya tinggal kurang dari setengah…

Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku  Volume 2 Chapter 24
Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 24

Selamat Membaca…. Setelah selesai sarapan kami keluar dari penginapan dan berangkat untuk berbelanja. Natalie dan Al pergi membeli kebutuhan sehari-hari sedangkan aku dan Charl pergi mencari bahan makanan. Entah kenapa Charl yang berjalan di sampingku tampak sedang dalam kondisi hati yang baik. Namun apa gunanya juga mengkhawatirkan soal pengejar yang entah kapan datangnya. Kami berdua berjalan-jalan di sekitar pasar dan membeli banyak sekali bahan-bahan makanan. Sering kali petugas toko menanyai ‘apa kau serius?’ namun setelah aku menjelaskan bahwa aku memiliki storage, mereka pun memahaminya. Meskipun ini adalah skill yang langka, bukan berarti skill ini tidak ada sama sekali. Aku sangat bersyukur mereka bisa memahaminya. Agar tidak terlihat mencolok, aku langsung memasukkan barang-barang yang sudah aku beli kedalam Storage. “Kapasitasnya cukup besar ya….” “Ya lumayan…. tapi ini sudah hampir penuh….” Sambil terus berbohong seperti itu aku pergi mengunjungi beberapa toko dan membeli semua bahan yang kubutuhkan. “Ini pertama kalinya aku berjalan-jalan di kota seperti ini…” “Be-begitu ya….” Aku cukup mengerti, dengan statusnya sebagai puteri kaisar dia tidak akan bisa berjalan-jalan di kota sesantai ini. “…Tapi para warga kekaisaran pasti sudah…..” Tiba-tiba ekspresi Charl menjadi suram. “Mari kita selamatkan…..” Dia pun mengangguk menjawab perkataanku sambil tersenyum. “Aku juga akan berusaha bersama Al…. tapi kalau cuma itu tidak akan cukup…. kumohon… pinjamkan kekuatan Touya-sama…. Aku mohon…..” Charl membungkuk di hadapanku, dan aku pun memintanya berdiri lalu mengelus lembut kepalanya. “Aku yakin semua akan baik-baik saja…. Mari kita segera selesaikan belanjanya dan cepat meninggalkan kota ini…. Para penduduk tercintamu sedang menunggu kan??” “Ah iya!” “Ayo pergi” Ketika aku menjulurkan tangan kananku, Charl terlihat sangat senang dan segera menggenggam tanganku dengan tangannya itu. Apa boleh buat, iya kan? Setelah itu kami melanjutkan berbelanja dan ketika kami telah membeli cukup banyak bahan, kami pun menuju ke tempat pertemuan. ◇◇◇ “Kalian terlambat !!” Itu adalah kalimat yang kami dengar ketika sampai di tempat pertemuan. “Benar sekali… Storage milik Natalie-sama sudah penuh dan aku harus membawa barang-barang seberat ini….” Al ikut memberikan kritik setelah Natalie. Aku melihat ada tumpukan barang seperti gunung kecil disana. Tentu saja bahkan aku dan Charl pun terkejut melihat barang sebanyak itu. Sepertinya dia membawa banyak barang yang tidak akan bisa dibawa oleh orang biasa. Mungkin karena statusnya telah meningkat akibat levelnya yang telah meningkat drastis. Meskipun aku meminta bertemu ditempat yang tidak terlalu mencolok, namun setelah melihat orang membawa barang sebanyak ini, tidak mungkin tidak mencolok kan? Sambil memikirkan itu pun aku memasukkan…

Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku  Volume 2 Chapter 23
Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 23

  Selamat Membaca….Maaf atas delay berkepanjangan ini…. “Aku sudah lelah terkejut terus….” Sambil meminum teh didalam ‘rumah’ Natalie mengatakan hal itu dengan pasrah. Jika aku berada dalam posisi Natalie saat ini, kurasa aku akan berpendapat sama dengannya. “Yah.. Sepertinya Storage milikku ini tergolong istimewa….” “Istimewa itu juga ada batasnya, kau tahu?” Aku mengabaikan Natalie yang kesal dan aku pun menyiapkan makanan. Dapur di rumah ini menggunakan dapur gaya jepang, karena mereka bertiga tidak terbiasa menggunakan dapur in, jadi mereka hanya bersantai di ruang tamu. Aku tidak bagaimana mekanismenya, namun rumah ini bisa menggunakan listrik gas dan air seperti rumah jepang pada umumnya. Aku hanya meyakinkan diriku bahwa mungkin saja karena ini adalah dunia lain, jadi semua sudah wajar, lalu akupun melanjutkan persiapan ku. Setelah selesai menyiapkan makanan, kamipun duduk mengelilingi meja dan sambil menyantap makanan, aku menjelaskan langkah berikutnya yang akan kami ambil. “Kurasa kita akan tiba di kota Dumbler besok…. Dan setelah kita berbelanja berbagai bahan kita akan segera melintasi hutan dan menuju ke Lunnet Empire….” Mereka bertiga hanya mengangguk menyetujui perkataanku. “Aku juga mau menaikan level ku!! Aku tidak bisa membiarkan diriku terus berada dibelakang anak-anak bau kencur ini!!!” Setelah mengetahui efek dari cincin itu Natalie terus saja antusias untuk menaikan levelnya dan aku hanya bisa tersenyum pahit. Namun dalam pertempuran melawan Generate Kingdom nanti sudah pasti Natalie adalah salah satu kekuatan tempur, maka memang butuh untuk menaikan levelnya. Setelah kemi berempat selesai makan dan mandi secara bergantian, kamipun bersiap untuk tidur. Aku memandu Natalie ke kamar yang belum pernah digunakan, dan dia merasa senang dengan selimut lembut dan hangat serta tempat tidur yang empuk yang ada di kamar itu. Saking senangnya dia sampai mengatakan ingin tinggal selamanya di rumah ini. Apalagi ketika ia melihat toilet dengan pancuran, matanya benar-benar berbinar. Memang tidak bisa disangkal bahwa rumah gaya Jepang itu sangatlah didesain dengan matang dan lingkungannya dibuat cukupnyaman. Meskipun tidak terlalu mewah, namun berkat penggunaan barang-barangnya yang sangat efisien membuat orang sangat nyaman untuk tinggal. Akupun masuk kekamar ku sendiri dan kemudian mengenggam batu dikalungku dan memanggil Ferys. “Ferrys, apa kamu bisa keluar di rumah ini??” Ketika aku bertanya, Spirit Stone ini pun bersinar dan kemudian Ferrys muncul dihadapanku. “Hm… rumah ini tidak masalah…. Banyak energi sihir berkumpul, sangat nyaman…. Tapi sepertinya didalam batu sihir itu rasanya lebih nyaman….” Mungkin pemahaman bahasanya juga sudah berkembang, saat ini dia dapat berbicara dengan lancar tanpa ada kejanggalan dalam kata-katanya. “Kaalu…