Archive for Tensei Kizoku

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 8
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 8

Cain dan rombongannya berjalan menyusuri lorong mewah di bawah bimbingan pelayan. Dan mereka pun berhenti di depan sebuah pintu besar yang terhias dengan indah. “Saya telah membawa utusan dari Kerajaan Esfort…” Setelah si pelayan mengatakan itu, pintu besar itu perlahan-lahan mulai terbuka. Ruangan aula itu memiliki atap atrium yang tinggi, serta lukisan indah tergambar di langit-langit. Tanpa sadar mereka menyuarakan kekaguman mereka atas keindahan ini. Terlihat sebuah singgasana tepat di hadapan mereka, serta para beastmen yang sepertinya adalah para bangsawan negeri ini berbaris di sisi kanan dan kiri. Cain dan rombongannya pun berlutut tepat di depan singgasana dan menundukkan kepala mereka. Bersamaan dengan itu. Raja Beast Kingdom Kermes pun memasuki ruangan disertai dengan keluarganya. “Angkat kepala kalian…” Cain dan rombongannya pun mengangkat wajah mereka dengan posisi masih berlutut. “Aku mengucapkan terima kasih telah rela datang jauh-jauh dari Kerajaan Esfort untuk memenuhi permintaan bantuan kami… Aku akan menjelaskan rinciannya nanti… Alangkah baiknya jika kalian semua beristirahat dulu untuk memulihkan kelelahan kalian setelah perjalanan panjang ini…” Meskipun Cain adalah bangsawan dengan tingkat tertinggi dalam rombongan ini, namun saat ini ia masih di bawah dan sang raja memerintahkannya agar tidak terlalu mencolok. Meskipun ia diperbolehkan bertindak jika ada bahaya, namun dalam pertemuan ini ia berada di belakang duta Kerajaan Esfort. “Saya ucapkan banyak terima kasih atas keramahan Anda Yang Mulia…. Kerajaan Esfort kami sangat menyayangkan kondisi yang terjadi saat ini… Kami mohon maaf sebesar-besarnya karena tidak bisa mengirimkan bantuan militer, namun kami berusaha mengirimkan pengguna sihir pemulihan secepat mungkin… Kami berharap dapat menyelamatkan para pejuang yang terluka…” “Ya… aku sudah tahu itu… Aku paham bahwa Kerajaan Esfort bertetangga dengan Kekaisaran Vysus dan bukan hal mustahil kejadian yang terjadi di Kerajaan kami juga terjadi di sana… Jadi aku paham keputusan Kerajaan Esfort yang tidak ingin memperburuk hubungan antar negara kalian… Lagi pula Kerajaan kami masih melawan invasi ini meskipun saat ini kami sedang dalam posisi kalah…” Beast Kingdom Kermes telah bertarung cukup baik melawan Hero dan pasukannya. Meskipun mereka tidak bisa mengalahkan para orang panggilan itu, namun sejauh ini mereka berhasil mengalahkan para pasukan lain sebelum adanya orang panggilan, dan memaksa mereka mundur. Namun untuk menghadapi Hero, Paladin dan Sage yang diluar dugaan itu ternyata adalah hal mustahil bagi pejuang veteran sekalipun. Beberapa orang bangsawan yang berbaris di ruangan itu memasang wajah suram ketika mengingat bahwa orang-orang kuat di antara mereka telah tumbang di hadapan orang-orang panggilan itu. Mungkin sang Raja Beast Kingdom ini…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 7
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 7

Setelah menginap semalam di mansion milik Walikota, mereka pun memutuskan untuk berangkat menuju ke ibukota setelah sarapan. Karena Randal memutuskan untuk ikut dengan mereka, maka mereka dipinjami kereta kuda oleh sang Walikota, dan saat ini mereka tengah memuat barang-barang ke dalam kereta. “Terima kasih telah meminjamkan kami kereta kuda Randal-dono…” Awalnya mereka berencana untuk menyewa kereta kuda agar bisa sampai ke ibukota. Meskipun di dalam Item Box milik Cain terdapat sebuah bus otomatis, namun jika ia mengeluarkannya di kerajaan ini itu bisa menimbulkan keributan. “Tidak usah terlalu dipedulikan… Justru dari sudut pandangku sendiri, aku sangat bersyukur kami memiliki sekutu yang kuat seperti Cain-dono di pihak kami…. Lagi pula…” Randal mengepalkan tinjunya dengan erat. Sepertinya dia memiliki keinginan untuk bertarung di garis depan bersama dengan teman-temannya. Namun karena ia harus melindungi tanah yang di kuasai orang tuanya, jadi ia tidak bisa meninggalkan kota ini. Kemudian saat Randal mendengar bahwa peperangan ini dipenuhi dengan kekalahan, Randal tidak punya pilihan lain selain bersabar. Namun kali ini, ia telah diizinkan oleh Gandhar yang akhirnya mengakui kekuatan Ain. Ini membuat semangatnya naik kembali. “Sebenarnya aku sangat ingin bertarung di garis depan meski hanya sekali….” “Begitu ya…” Cain mengerti, bagi para ras Beastmen yang menyukai pertarungan, meskipun mereka sedang dalam misi melindungi wilayah mereka, mereka lebih suka berada di lokasi terjadinya perang. Dan berkat Cain, orang itu bisa maju ke garis depan. “Ah Cain-sama itu adalah pengguna sihir pemulihan, jadi Anda tidak boleh ke garis depan loh…” Salah seorang dari Kerajaan Esfort memberikan peringatan. Memang pada saat berangkat, Sang Raja telah menekankan dengan sangat bahwa Cain tidak boleh sampai maju ke garis depan. Hanya dengan kemunculan Cain sendiri saja di garis depan, situasi peperangan akan langsung berubah drastis. Atau lebih tepatnya para petinggi itu sudah mengetahui bahwa Ain sendirian saja sudah dapat mengatasi invasi pihak Kekaisaran itu. Namun, pihak Beast Kingdom belum mengetahui sejauh itu. Jika mereka sampai mengetahui kekuatan Cain yang sebenarnya, mereka pasti akan khawatir suatu saat Cain akan menjadi sosok yang berbahaya untuk mereka meskipun negeri mereka bersahabat. “…..Sudah kuduga….” Cain menghela nafas dan pasrah. “Mungkin jika Cain-dono ikut dalam peperangan itu akan setara dengan seratus orang… tapi ini adalah peperangan milik kami, mohon perhatikan saja kemenanganku dari belakang….” “Yah, aku akan menunggu di belakang sebagai petugas pemulihan, kalau bisa jangan sampai datang ke tempatku ya….” “Tentu saja aku tidak berniat untuk merepotkanmu…. Aku akan mengusir semua orang-orang Kekaisaran itu!!” Agak menyedihkan melihat…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 6
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 6

“Di sini ada arena pelatihan, tidak masalah kan jika kita melakukannya di sana??” Dengan nafas memburu Randal membawa Cain dan rombongannya menuju ke sebuah lahan terbuka di dekat mansion yang sepertinya tempat berlatih para prajurit. Dengan penuh kegelisahan Hagness ikut berjalan di samping Cain. “Cain-dono… Apa ini akan baik-baik saja?? Meskipun sikapnya begitu, Randal-dono adalah salah satu kekuatan terbaik yang dimiliki negeri ini….” “Jangan khawatir, Semua ini berakhir dengan cepat….” Dengan senyuman penuh di wajahnya, Cain berjalan mengikuti Randal. Ada puluhan orang Beastmen di arena pelatihan itu sedang memegang pedang mereka dan melakukan latihan tanding. Terdengar suara benturan pedang bergema di seluruh arena latihan. Ketika menyadari kedatangan Randal, para prajurit itu pun menghentikan pertarungan latihan mereka dan mengalihkan pandangan mereka ke arah Randal. “Maaf mengganggu latihan kalian… Aku akan melakukan latihan tanding dengan utusan dari kerajaan Esfort… tolong kosongkan area tengah….” Setelah mendengar kata-kata Randal, para prajurit bergegas berpindah ke sudut-sudut area. Sepertinya para prajurit itu juga merasa pertarungan Randal ini jarang terjadi, mereka pun saling berbisik di antara mereka. “Sudah lama tidak melihat Randal-sama berlatih…. Lawannya ras manusia ya…. masih anak-anak lagi… Kalau begini hasilnya akan berat sebelah…..” “Benar juga…. Aku jadi kasihan sama anak itu…. Sepertinya dia telah melakukan sesuatu pada Randal-sama….” Cain dan Randal pun segera berdiri saling berhadapan di lahan terbuka itu. Kemudian Randal melemparkan salah satu dari dua pedang tiruan yang dia ambil ke arah Cain. Cain pun menerima pedang itu dan kemudian mengayunkannya dengan ringan untuk memastikan sensasinya. “Hm… Sepertinya ini cukup bagus…. tapi aku tidak butuh….” Cain pun melemparkan pedang yang tadi ia terima. “Apa!?” “Hei, ada apa?? Bukannya mereka akan melakukan latihan tanding???” Para prajurit pun juga merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh Cain. Namun Cain sama sekali tidak kehilangan senyuman di wajahnya, dan dia pun menatap ke arah Randal. “Aku tidak perlu pedang hanya untuk latihan tanding…. Aku hanya perlu ini saja… “ Cain menjulurkan tangan kanannya dan mengacungkan jari telunjuknya ke atas. “Apa!? Meskipun kau ini adalah bangsawan utusan negeri lain, jangan anggap kau bisa lolos begitu saja setelah menghinaku seperti itu…..” “Yah, tentu saja….. Kalau Anda…. kalau kau merasakan kekuatanku mungkin kau akan bisa mengakuinya….” Cain memiliki Status di luar batas manusia biasa. Jika dia serius, dia bisa saja menghancurkan satu ibukota hanya dengan satu sihir. Namun kali ini Cain hanya membutuhkan kekuatan yang cukup untuk meyakinkan para Beastmen itu. Jika dia memperlihatkan kekuatan yang setara dengan Randal,…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 5
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 5

Beast Kingdom Kermes sudah di depan mata, dan perlahan-lahan kapal mendekati pelabuhan. Ada beberapa kapal besar telah berlabuh di sana. Mungkin kapal-kapal itu adalah milik para pedagang dari negara lain. “Saya benar-benar tidak menyangka bisa sampai secepat ini… Saya sangat berterima kasih pada Anda Cain-dono… Sesampainya di pelabuhan nanti, saya akan langsung mengantarkan Cain-dono ke Mansion wali kota setempat… Rencananya kami mempersiapkan tempat untuk Anda menginap di sana…” “Ya terima kasih” Kapal pun berlabuh, dan Cain pun turun dari kapal sambil memandangi kapal-kapal yang sedang membongkar muatan. Karena hari sudah malam, para petualang dan orang-orang gereja yang ikut dari Kerajaan Esfort pun diantarkan menuju penginapan yang telah disiapkan oleh Hagness… Sedangkan Cain dan Hagness menuju ke mansion walikota dengan menggunakan kereta kuda. Sekilas pemandangan yang terlihat dari kereta kuda, tampak mirip dengan kota pelabuhan lainnya. Banyak toko-toko dan lapak yang berderet. Karena kota pelabuhan ini terletak sangat jauh dari kekaisaran Vysus, tidak ada  tanda-tanda kerusakan di pelabuhan ini meskipun Kerajaan Kermes ini dalam kondisi berperang. “Barang-barang dari negara-negara lain akan di kelola di sini, lalu akan di sebarkan ke seluruh penjuru Kerajaan Kermes… Karena itu disini ada banyak pedagang yang menawarkan barang yang beragam.. Selain itu di sini juga ada banyak petualang yang mengawal para pedagang-pedagang itu… Kalau tidak salah, Cain-sama juga terdaftar sebagai petualang ya?” “Ya… Aku mendaftar di Ibukota… tapi karena akhir-akhir ini aku sibuk dengan kegiatan bangsawan, aku jadi jarang mengambil quest sebagai petualang…” “Untuk Cain-sama yang telah menjadi Margrave di usia yang semuda ini tentunya sangat sibuk ya…” Hagness pun tersenyum dan kembali menatap ke depan. Cain pun menikmati pemandangan kota pelabuhan sepanjang perjalanan mereka sampai mereka tiba di rumah Walikota. Setibanya di rumah Walikota, Cain dan rombongannya segera dipandu untuk masuk dan menuju ke kamar tamu. “Apa Anda berkenan untuk melakukan pertemuan dengan wali kota setempat nanti setelah beristirahat sebentar? Tentu saja saya juga akan ikut menemani…” “Ya, tolong beritahu aku jika saatnya sudah tiba…” Hagness pun membungkuk dan kemudian berjalan meninggalkan kamar Cain. Kamar itu adalah kamar yang cukup bagus dengan dua tempat tidur besar yang berjejer dan juga sofa. Cain pun duduk di sofa dan memikirkan tentang sosok ketiga orang yang didengarnya di Kerajaan Esfort beberapa waktu lalu. “Hero, Holy Knight dan Sage ya…. Meskipun tidak akan sebanding dengan Yuuya-san, aku harus membulatkan tekadku dulu…. Ngomong-ngomong, aku tidak boleh ke garis depan ya… Aku jadi tidak bisa seenaknya muncul begitu saja kan ya…”…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 4
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 4

Karena untuk bisa sampai ke Beast Kingdom Kermes mereka harus menggunakan kapal dari kota Mishinga, maka Cain berkumpul di kota itu bersama dengan beberapa ksatria dan perwakilan dari gereja. Kapal yang ditambatkan di pelabuhan ini adalah sebuah kapal dengan ukuran sedang. Hagness menjelaskan bahwa sebenarnya mereka juga punya kapal besar, namun karena mereka ingin meminta bantuan cepat dari Kerajaan Esfort, maka dipilihlah kapal berukuran sedang yang dapat berlayar lebih cepat. Barang-barang dan segala persiapan yang dibeli di kota ini sudah dimuat ke dalam kapal dan tinggal menunggu keberangkatan saja. , “Cain-dono, pastikan untuk kembali dengan selamat…” “Ya tentu saja” Earl Regant yang merupakan walikota Mishinga itu meraih  tangan Cain dan menggenggamnya dengan erat. Sebenarnya Cain bisa saja sampai ke tujuan lebih cepat jika dia terbang di langit. Namun jika dia datang sendirian, ia pasti tidak akan diterima dengan mudah oleh pihak Beast Kingdom, maka ia perlu Hagness sebagai pendampingnya. Setelah berpamitan Cain pun segera naik ke kapal. “Berangkat!!!” Tali penambat dilepas, layar dibentangkan, dan kapal pun mulai bergerak perlahan. Meskipun ini adalah pertama kalinya Cain menaiki kapal di dunia ini, namun sebagai orang Jepang, dia sudah berkali-kali menaiki kendaraan itu di kehidupannya sebelumnya. Jadi ia tidak merasakan ada gangguan apa pun. Namun semua itu tidak berlaku bagi para ksatria dan perwakilan gereja yang mengikutinya, mereka semua merasa gugup. Kapal pun terus melaju mengarungi lautan. Hagness memandu Cain menuju ke kamar terbaik di kapal tersebut. “Ini adalah kamar Cain-dono… Karena kita akan segera melakukan pertemuan, jadi mari saya antar ke sana terlebih dahulu…” Cain pun berjalan mengikuti Hagness. Setelah melewati sebuah pintu, mereka pun tiba di sebuah ruang rapat yang besar. Sudah ada beberapa orang yang sudah duduk di sana. Setelah memastikan Cain sudah duduk, seseorang yang tampaknya adalah kapten kapal ini pun mulai berbicara sambil menunjuk peta laut. “Sesuai dengan peta laut ini, aku berencana untuk melewati  rute ini…. Memang rute ini mengarah ke Beast Kingdom, namun tergantung dari kondisi anginnya, mungkin kita akan butuh waktu seminggu untuk bisa sampai atau bahkan lebih….” Kapal yang ada di dunia ini masih menggunakan layar sebagai alat penggerak. Sehingga kapal tidak akan bisa bergerak tanpa adanya angin. Namun karena ini adalah peristiwa genting di tengah peperangan, maka Cain mengajukan sebuah usulan. “Aku bisa menggunakan sihir…. Jika kita mengarahkan sihir angin pada layar, mungkin kita bisa sampai lebih cepat….” “Aku benar-benar bersyukur atas saran itu, namun hanya penyihir kerajaan atau para petualang peringkat tinggi…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 3
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 3

“… Kalau begitu, dapat disimpulkan bahwa Kekaisaran Vysus memiliki campur tangan pada kasus pembunuhan Pope sebelumnya?” “Dapat dipastikan demikian… Namun kita sama sekali tidak mempunyai bukti valid terkait hal itu…. Kemungkinan besar mereka akan membantahnya…” Permata Pemanggilan itu diletakan di dalam ruang Harta dan dijaga dengan ketat di bawah pengawasan Pope. Dan salah satu harta yang di ambil dari ruang harta itu ternyata adalah Permata Pemanggilan itu. Setelah mengetahui bahwa benar adanya sosok Hero seperti Yuuya yang telah di panggil ke dunia ini membuat Cain memasang ekspresi marah di balik topengnya itu. “Dan sebenarnya saya juga menerima surat dari Bishop yang bertugas di Kekaisaran Vysus bahwa ada empat orang yang telah di panggil, termasuk sosok Hero itu… Karena salah satu dari mereka tidak memiliki kemampuan untuk bertarung maka ia hanya bersiaga di dalam Istana sementara ketiga orang lainnya menuju ke medan perang… Kelihatannya Bishop di sana juga sudah menyampaikan protes keberatan mereka terkait penggunaan Permata Pemanggilan yang merupakan harta paling berharga miliki Kerajaan Marineford ini….. Namun tampaknya pihak kekaisaran sama sekali tidak menggubris dan mengklaim bahwa Permata itu mereka dapatkan dengan jerih payah mereka sendiri…” (Jangan-jangan ada orang Jepang seperti Yuuya-san dipanggil kemari….) “Bagaimana perawakan orang-orang yang dipanggil itu??” “Informasi yang kami dapatkan tidak sampai sedetail itu… namun aku dengar rambutnya hitam atau coklat, dan mereka semua bermata hitam…. Terdiri dari dua pasang pria wanita yang berusia remaja….” (Sepertinya besar kemungkinan mereka adalah orang Jepang… Kuharap aku bisa satu pemikiran dengan mereka….) Di kehidupan sebelumnya Cain juga merupakan orang Jepang. Meskipun Cain sedikit merindukan hal ini, namun sulit dipercaya bahwa sebagai sesama orang Jepang, mereka akan terjun ke medan perang. Meskipun lawannya adalah ras Beastmen, namun ras ini masih dapat saling berkomunikasi. Walaupun Cain sendiri sudah memiliki pengalaman dalam membunuh orang, namun untuk melakukan itu butuh tekad yang besar. Terlebih keberadaan anak di bawah umur yang sama sekali belum dewasa di medan perang adalah suatu kesalahan. “Terima kasih atas informasinya…. Saat ini seorang utusan dari Beast Kingdom Kermes datang ke Kerajaan Esfort untuk meminta bantuan…. Dan kerajaan kami berencana untuk memberikan beberapa dukungan… Jika memungkinkan aku ingin beberapa orang dari Marineford yang mahir dalam sihir pemulihan untuk ikut serta….” Pope Denter pun mengangguk menyetujui permintaan Cain. “Kami sudah mempersiapkan hal itu…. Kerajaan kami juga memiliki beberapa kapal, dan kami berniat mengirimkan banyak orang yang mahir dalam sihir pemulihan…” “Terima kasih… Kalau begitu, aku akan segera kembali ke Kerajaanku dan membuat…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 2
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 2

Cain meragukan indra pendengarannya setelah mendengar kata-kata Hero, Holy Knight dan Sage disebutkan. Kata Hero seharusnya mengacu kepada Yuuya yang merupakan raja pertama kerajaan Esfort yang juga merupakan guru Cain. Sedangkan kedua sosok lainnya mengacu kepada kedua orang tua Cain. (Apa mereka adalah orang-orang “panggilan”?? Tapi mengapa mereka di panggil di Kekaisaran Vysus… Kurasa aku harus menanyakan ini pada Hinata untuk memastikan hal ini….) “Cain? Ada apa?” Sang raja pun penasaran setelah melihat Cain tiba-tiba berdiri. “Tidak apa-apa… hanya saja, seharusnya Hero, Holy Knight dan Sage itu normalnya tidak akan muncul pada keadaan normal… Jangan-jangan… Izinkan saya untuk memastikannya terlebih dahulu… Dan… Kalau memang keberadaan mereka benar adanya… Saya juga akan pergi ke Beast Kingdom…” Meskipun Cain mengatakan itu dengan penekanan, namun Sang Raja hanya merespons dengan menggelengkan kepalanya. “Aku tidak akan mengizinkan anak di bawah umur untuk melakukan segala aktivitas yang berhubungan dengan militer… Ini adalah ketetapan dari Yang Mulia Raja Pertama… dan aku tidak bisa mengubahnya… meskipun aku tahu seberapa kuat kau ini…” “Bagaimana jika dia hanya ikut sebagai pengguna sihir pemulihan, dan bukan petarung di garis depan… Seharusnya tidak masalah kan?” Duke Eric mencoba memberikan saran penengah. Pada kenyataannya keberadaan Cain sendiri saja sudah bisa menumpas semua pasukan musuh. Namun jika sampai identitas Cain diketahui terbongkar maka itu bisa memicu peperangan antara Kekaisaran Vysus dan Kerajaan Esfort. Setelah mendengar masukan dari Duke Eric, Sang Raja pun memberikan izin meskipun ia masih merasakan ragu dihatinya. “Baiklah…. Selain mengirim Cain, Aku juga akan meminta bantuan pada beberapa orang petualang… Tentu saja aku juga mengirimkan orang untuk mengawasimu… Karena kita tidak akan tahu masalah apa yang akan kau timbulkan kalau aku membiarkanmu sendirian…” Semua yang hadiri di ruangan itu hanya bisa tersenyum pahit mendengar komentar Sang Raja. Pada kenyataannya memang sudah banyak masalah yang ditimbulkan oleh Cain. Mungkin mereka masih bisa menanganinya karena masih di dalam negeri, namun kali ini lokasinya akan berada di luar negeri. “Baiklah, kalau saya juga akan segera bersiap-siap….” Setelah selesai membahas berbagai hal, pertemuan itu pun selesai, dan Cain pun kembali ke mansionnya untuk mengganti pakaian. Ia harus segera menanyakan tentang permata pemanggilan itu kepada Sang Pope dan Hinata. Karena ia tidak akan bisa begitu saja bertemu dengan Sang Pope jika dia menggunakan kostum Cain, maka dia harus mengganti pakaiannya dengan jubah putih dan topeng layaknya utusan para dewa agar ia bisa bergerak bebas di Marineford. “Kalau begini kan aku jadi lebih fleksibel…” Terdengar suara…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 1
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 1

Hari-hari Cain terus berlanjut sambil sesekali melakukan pertemuan dengan Alex membahas tentang pengembangan kota Drintle. Meskipun Cain telah menjadi seorang Margrave yang tergolong ke  dalam bangsawan kelas atas, namun ia tidaklah memiliki banyak fraksi. Ia tak tahu orang lain selain Alex yang pantas dia andalkan. Dan para petinggi kerajaan pun mengerti akan hal itu, sehingga mereka menjadikan Alex sebagai wakilnya. Dan saat ini wakilnya itu sedang bekerja memastikan wilayah-wilayah yang diserahkan oleh Republik Ilstein. Masih perlu waktu sebelum daerah-daerah itu diserahkan kepada Cain. Dan di tengah kesibukan ini, datanglah sebuah panggilan dari Istana untuk Cain. “Kira-kira ada apa ya…” Awalnya Cain mengira ini adalah panggilan biasa, namun ternyata amplop itu disegel dengan lilin dan dikirim oleh utusan resmi. “Sepertinya ini undangan resmi ya…. Sebenarnya selain para menteri hampir tidak ada bangsawan yang datang ke Istana….” Cain mengangguk mendengar penjelasan Collin ketika Cain menyerahkan surat itu padanya. “Untuk sementara aku ke Istana saja dulu…. Aku titip mansion ini ya….” Cain pun segera menaiki kereta kudanya dan menuju ke Istana. ◇◇◇ Sesampainya di Istana, segera salah seorang pelayan membawa Cain ke sebuah ruang pertemuan yang berbeda dari biasanya digunakan. Di ruangan itu, sudah ada Sang Raja, Duke Eric, Perdana Menteri Magna, dan Garm, ayahnya. Namun kali ini ada satu lagi sosok orang yang duduk sendirian. Sepertinya orang itu adalah ras Beastmen, dia memiliki telinga seperti seekor serigala di kepalanya. Sosok Beastmen itu menatap ke arah Cain dan kemudian tampak terkejut. Lalu ia berusaha menyembunyikan keterkejutan itu dengan menundukkan kepalanya. Dan beberapa saat kemudian ia kembali menatap ke depan. “Maaf membuat kalian menunggu….” “Ooh aku sudah menunggumu, cepat duduk di sana….” Ketika Cain datang sang raja bertingkah seolah mereka memang menunggu kehadiran Cain. Setelah memastikan Cain telah duduk di sofa, Perdana Menteri Magna pun mulai berbicara. “Baiklah, mari kita mulai melakukan negosiasi sebelum pengumuman resmi… Karena ini pertama kalinya bagi Margrave Cain, mari kita berkenalan dulu… Beliau ini adalah Hagness-dono, beliau tinggal di kerajaan kita sebagai duta perwakilan dari Beast Kingdom Kermes. Sebenarnya…. Pada saat ini, Beast Kingdom Kermes sedang mendapatkan invasi dari Kekaisaran Vysus….” Cain pun mengerutkan keningnya setelah mendengar perkataan Perdana Menteri Magna. Memang sebelumnya ia pernah mendengar bahwa Kekaisaran sering menyerang negara-negara tetangga, namun akhir-akhir ini ia tidak mendengar tentang adanya penyerangan itu. Pada kenyataannya, Beast Kingdom Kermes sudah menerima serangan dari Kekaisaran beberapa kali. Namun berkat tubuh binatang mereka yang memiliki kekuatan fisik lebih tinggi daripada manusia biasa, mereka…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 24
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 24

Selamat Membaca…. Satu minggu setelah Denter resmi di nobatkan sebagai Pope yang baru. Kini Bishop Hanam dan rombongannya bersiap untuk kembali ke Kerajaan Esfort. Sejak hari pelantikan dirinya, Pope Denter menghabiskan waktu-waktunya dengan sibuk menangkap orang-orang yang terlibat dalam kasus penyerangan itu. Jika ada waktu, ia menyempatkan diri untuk melakukan pertemuan dengan Cain. Namun karena mereka tak bisa menunjukan kepada umum Pope Denter menundukan kepalanya kepada Cain yang hanya seorang pengawal, mereka pun melakukan pertemuan ini secara rahasia. Bishop Hanam sempat diminta untuk mengisi posisi Cardinal yang kosong dan membantu Pope di Kerajaan Marineford, namun dia dengan tegas menolaknya. Dia mengatakan bahwa dia ingin hidup dan mati untuk Kerajaan Esfort dan menyaksikan pencapaian Cain. Perjalanan pulang dapat berlalu dengan aman dan damai. Ditengah perjalanan mereka sempat mampir kekota Genacy. Namun sepertinya disana masih dalam proses penggantian Priest karena Priest lama disana di tangkap karena terbukti terlibat dalam kasus penyerangan. Dan masalah terbesar adalah, mereka sampai di Kota paling ujung Kerajaan Esfort, Kota Sylvester. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… Earl Lagnav sangat senang mendengar bahwa Cardinal Denter yang merupakan kakakBishop Hanam dilantik menjadi Pope yang Baru. Dia sempat ingin mengadakan pesta yang meriah, namun Bishop Hanam menolaknya dan emyarankan untuk melakukan pesta yang sederhana saja. Setelah dapat terbebas dari Earl Lagnav menyerahkannya pada Bishop Hanam, Cain pun langsung beristirahat. Beberapa hari kemudian, Cain dan rombongannya berhasil tiba di Ibukota kerajaan dan menyelesaikan misi pengawalan ini. “…Jadi… Cain…. Apa ada yang ingin kamu bicarakan???” Di sebuah ruang pertemuan di Istana, Cain terlemas dengan dikelilingi olrh sang Raja, Perdana Menteri Magna, serta Duke Eric. “… Tidak ada kok…. Aku cuma sedikit berlebihan dalam menyampaikan keinginan para dewa…. Itu saja….” Bishop Hanam telah memberikan laporan semua yang terjadi di Kerajaan Marineord, dan Cain pun dipanggil untuk menghadiri interogasi. “Juga…. Aku mendengar bahwa kamu sudah membuat cermin yang dapat mengunakan sihir transfer….. apa kamu mengerti apa jadinya jika berita ini menyebar??” Mereka sempat merasa lega karena benda ini hanya mampu diciptakan oleh Cain, namun mereka sadar keberadaan benda itu saja sudah merupakan sebuah masalah. Cain pun dipaksa berjanji untuk merahasiakan hal ini kepada siapapun. Terimakasih kepada para donatur!!! Kita sampai di Chapter terakhir, semooga bisa terus ramai…. “Aku janji tidak akan membuatnya lagi…. Jadi sudah tidak maslaah kan…” “Tidak, memang benar sih… tapi suatu saat itu akan berguna…. Jadi….” Cain berjanji untuk tidak membuatnya lagi, namun mereka mengetahui bahwa benda ini akan…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 23
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 23

Selamat Membaca…. Setelah sosok Cain sang utusan dewa itu menghilang, kegemparan di Kuil utama masih berlanjut. Banyak orang yang meragukan apakah semua ini nyata atau hanya sekedar mimpi mereka, sehingga tercipta suara-suara keramaian. “Tolong dengarkan….” Tiba-tiba suara bising itu menjadi semakin hening ketika Hinata berbicara dengan nada yang sangat terhormat itu. Pandangan semua orang terpusat kepada Hinaata seorang. “Sang Utusan telah menyampaikan kehendak para Dewa kepada kita…. Sebagai Saint, aku mengakui Cardinal Denter sebagai Pope selanjutnya, sesuai dengan apa yang diinginkan para Dewa…” Tidak ada yang protes pada deklarasi Hinata ini. Bahkan bagi para anggota fraksi Cardinal Bangla yang telah menyaksikan pimpinan mereka ditangkap dihadapan mereka. Banyak diantara mereka yang tidak melupakan kepercayaan mereka kepada para Dewa meskipun telah bergabung dalam sebuah fraksi. Mereka mengerti bahwa menentang keinginan Saint itu bisa sama dengan menentang perkataan para Dewa. “Sepertinya tidak ada yang menolak ya… Kalau begitu mari kita dengarkan beberapa kata dari Pope baru, Denter-sama…” Pope Denter pun mengenakan jubah yang baru saja ia terima. Jubah itu nampak lebih mewah dan elegan ketimbang jubah yang digunakan Pope sebelumnya. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… Setelah merasa nyaman dengan jubah itu, ia pun menarik nafas dalam-dalam sebelum ahirnya dia maju kedepan. “Aku adalah Denter… Orang yang akan menjadi Pope yang baru…. Aku tidak akan memperdulikan dari fraksi mana kalian… Dan aku deklarasikan disini bahwa aku tidak akan memberikan jabatan kepada orang yang tidak tepat…. Dikatakan bahwa Negara Marinford ini adalah negeri terdepan, dan pada kenyataannya seperti yang kaliihan lihat, Para dewa itu nyata…. Karena telah muncul utusan dewa di sini, maka itu berartu negeri Marinford ini harus lebih memperkuat persatuan lagi…” Pope Denter melanjutkan pidatonya kepada para hadirin yang ada di tempat itu. “Namun, dalam pemilihan kali ini, oknum pejabat gereja melakukan pembunuhaan kepada para Bishop dan Priest yang datang dari negeri lain dengan menyamarkan diri mereka sebagai perampok…. Terlebih ada juga korban dari pihak pedagang yang tidak terlibat dalam pemilihan ini….” Semua orang terkejut mendengar perkataan Pope Denter ini, namun ada juga beberapa diantara mereka yang menjadi pucat. Mereka takut jika terbukti mereka terlibat, mereka pasti akan ditangkap. Setelah mengatakan semua yang ingin ia katakan, Pope Denter melirik kearah MC, dan mereka pun saling mengangguk. MC yang tadinya bersembunyi di tepian pun kembali muncul dan menghela nafas dalam-dalam. “Eeee Kalau bgitu, Pope baru telah ditentukan, Meskipun ini sulit dipercaya, kita barusan telah kedatangan Utusan Dewa dan banyak yang tak…