Archive for Tensei Kizoku

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 7
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 7

Selamat Membaca…. Setelah menginap semalam di Mansion milik wali kota, mereka pun memutuskan untuk berangkat menuju ke ibukota setelah sarapan. Karena Randal memutuskan untuk ikut dengan mereka, maka mereka dipinjami kereta kuda oleh sang wali kota, dan saat ini mereka tengah memuat barang-barang ke dalam kereta. “Terima kasih telah meminjamkan kami kereta kuda Randal-dono…” Awalnya mereka berencana untuk menyewa kereta kuda agar bisa sampai ke ibukota. Meskipun di dalam Item Box milik Cain terdapat sebuah bus otomatis, namun jika ia mengeluarkannya di kerajaan ini itu bisa menimbulkan keributan. “Tidak usah terlalu dipedulikan… Justru dari sudut pandangku sendiri, aku sangat bersyukur kami memiliki sekutu yang kuat seperti Cain-dono di pihak kami…. Lagipula…” Randal mengepalkan tinjunya dengan erat. Sepertinya dia memiliki keinginan untuk bertarung di garis depan bersama dengan teman-temannya. Namun karena ia harus melindungi tanah kota yang di kuasai orang tuanya, jadi ia tidak bisa meninggalkan kota ini. Kemudian saat Randal mendengar bahwa peperangan ini dipenuhi dengan kekalahan, Randal tidak punya pilihan lain selain menahan perasaannya. Namun kali ini, ia telah diizinkan oleh Gandhar yang telah mengakui kekuatan Ain. Ini membuat semangatnya naik kembali. “Sebenarnya aku sangat ingin bertarung di garis depan meski hanya sekali….” “Begitu ya…” Cain mengerti, bagi para ras Beastmen yang menyukai pertarungan, meskipun mereka sedang dalam misi melindungi wilayah mereka, mereka lebih suka berada di lokasi terjadinya perang. Dan berkat Cain, orang itu bisa maju ke garis depan. “Ah Cain-sama itu adalah pengguna sihir pemulihan, jadi Anda tidak boleh ke garis depan loh…” Salah seorang dari Kerajaan Esfort memberikan peringatan. Memang pada saat berangkat, Sang Raja telah menekankan dengan sangat bahwa Cain tidak boleh sampai maju ke garis depan. Hanya dengan kemunculan Cain sendiri saja di garis depan, situasi peperangan akan langsung berubah drastis. Atau lebih tepatnya para petinggi itu sudah mengetahui bahwa Ain sendirian saja sudah dapat mengatasi invasi pihak Kekaisaran itu. Namun, pihak Beast Kingdom belum mengetahui sejauh itu. Jika mereka sampai mengetahui kekuatan Cain yang sebenarnya, mereka pasti akan khawatir suatu saat Cain akan menjadi sosok yang berbahaya untuk mereka meskipun negeri mereka bersahabat. “…..Sudah kuduga….” Cain menghela nafas dan pasrah. “Mungkin jika Cain-dono ikut dalam peperangan itu akan setara dengan seratus orang… tapi ini adalah peperangan milik kami, mohon perhatikan saja kemenanganku dari belakang….” “Yah, aku akan menunggu di belakang sebagai petugas pemulihan, kalau bisa jangan sampai datang ke tempatku ya….” “Tentu saja aku tidak berniat untuk merepotkanmu…. Aku akan mengusir semua orang-orang…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 6
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 6

Selamat Membaca…. “Di sini ada arena pelatihan, tidak masalah kan jika kita melakukannya di sana??” Dengan nafas memburu Randal memimpin Cain dan kelompoknya menuju ke sebuah lahan terbuka di dekat mansion yang sepertinya tempat berlatih para prajurit. Dengan penuh kegelisahan Hagness ikut berjalan di samping Cain. “Cain-dono… Apa ini akan baik-baik saja?? Meskipun sikapnya begitu, Randal-dono adalah salah satu kekuatan terbaik yang dimiliki negeri ini….” “Jangan khawatir, Semua ini berakhir dengan cepat….” Dengan senyuman penuh di wajahnya, Cain berjalan mengikuti Randal. Ada puluhan orang beastmen di arena pelatihan itu sedang memegang pedang mereka dan melakukan latihan tanding. Terdengar suara benturan pedang bergema di seluruh arena latihan. Ketika menyadari kedatangan Randal, para prajurit itu pun menghentikan pertarungan latihan mereka dan mengalihkan pandangan mereka ke arah Randal. “Maaf mengganggu latihan kalian… Aku akan melakukan latihan tanding dengan utusan dari kerajaan Esort… tolong kosongkan area tengah….” Setelah mendengar kata-kata Randal, para prajurit bergegas berpindah ke sudut-sudut area. Sepertinya para prajurit itu juga merasa pertarungan Randal ini jarang terjadi, mereka pun saling berbisik di antara mereka. “Sudah lama tidak melihat Randal-sama berlatih…. Lawannya ras manusia ya…. masih anak-anak lagi… Kalau begini hasilnya akan berat sebelah…..” “Benar juga…. Aku jadi kasihan sama anak itu…. Sepertinya dia telah melakukan sesuatu pada Randal-sama….” Cain dan Randal pun segera berdiri saling berhadapan di lahan terbuka itu. Kemudian Randal melemparkan salah satu dari dua pedang tiruan yang dia ambil ke arah Cain. Cain pun menerima pedang itu dan kemudian mengayunkannya dengan ringan untuk memastikan sensasinya. “Hm… Sepertinya ini cukup…. tapi aku tidak butuh….” Cain pun melemparkan pedang yang tadi ia terima. “Apa!?” “Hei, ada apa?? Bukannya mereka akan melakukan latihan tanding???” Para prajurit pun juga merasa heran dengan apa yang dilakukan oleh Cain. Namun Cain sama sekali tidak kehilangan senyuman di wajahnya, dan dia pun menatap ke arah Randal. “Aku tidak perlu pedang hanya untuk latihan tanding…. Aku hanya perlu ini saja… “ Cain menjulurkan tangan kanannya dan mengacungkan jari telunjuknya ke atas. “Apa!? Meskipun kau ini adalah bangsawan utusan negeri lain, jangan anggap kau bisa lolos begitu saja setelah menghinaku seperti itu…..” “Yah, tentu saja….. Kalau Anda…. kalau kau merasakan kekuatanku mungkin kau akan bisa mengakuinya….” Cain memiliki Status diluat batas manusia biasa. Jika dia serius, dia bisa saja menghancurkan satu ibukota hanya dengan satu sihir. Namun kali ini Cain hanya membutuhkan kekuatan yang cukup untuk meyakinkan para beastmen itu. Jika dia memperlihatkan kekuatan yang setara dengan Randal,…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 5
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 5

Selamat Membaca…. Catatan Penulis:Tanpa sadar ternyata saya sudah mangkir selama sebulan, maaf membuat kalian menunggu!!! Naskahnya…… Saya akan berjuang sungguh-sungguh setiap hari!! ========== Beast Kingdom Kermes sudah terlihat dan perlahan-lahan kapal ini mendekati pelabuhan. Ada beberapa kapal besar berlabuh di pelabuhan ini. Mungkin mereka adalah pedagang dari negara lain. “Aku tidak menyangka akan sampai secepat ini…. Aku benar-benar berterimakasih pada Cain-dono… Sesampaiya di pelabuhan nanti saya akan langsung mengantarkan Cain-dono ke rumah Walikota… kami mempersiapkan tempat tinggal Cain-dono disana….” “Ya terima kasih” Kapal itu pun tiba di pelabuhan, dan Cain pun turun sambil memandangi kapal yang sedang menurunkan muatan. Karena hari sudah malam, para petualang dan orang gereja yang ikut dari Kerajaan Esfort pun diantarkan ke penginapan yang telah disiapkan oleh Hagnes. Sedangkan Cain menuju ke rumah walikota dengan kereta kuda bersama dengan Hagnes. Pemandangan kota yang terlihat dari kereta kuda ini nampak khas seperti kota pelabuhan, dan banyak toko-toko berjejer. Meskipun Kerajaan Kermes ini sedang dalam masa perang, tidak ada kerusakan di pelabuhan ini karena letaknya cukup jauh dari Kekaisaran Vysus. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… “Semua barang yang masuk ke Kerajaan Kermes, pasti akan melalui kota pelabuhan ini, maka dari itu banyak pedagang yang menawarkan berbagai jenis barang….. Dan juga ada banyak petualang yang mengawal para pembawa barang dagangan ini…Katanya Cain-sama juga terdaftar sebagai petualang??” “Ya… aku mendaftar di Ibukota…. Tapi karena aku akhir-akhir ini sibuk dengan kegiatan bangsawan, aku jadi jarang menerima quest sebagai petualang…” “Pasti begitu ya, Cain-sama menjadi Margrave di usia yang sangat muda….” Hagnes tersenyum dan kembali menatap kedepan. Cain pun menikmati pemandangan kota pelabuhan ini sampai mereka tiba di rumah Walikota. Setibanya di rumah Walikota, Cain dan rombongannya segera dipandu untuk masuk dan menuju ke kamar tamu. “Setelah sedikit beristirahat, bisakah kita melakukan pertemuan dengan walikota disini? Tentu saja aku akan ikut menemani…” “Ya, tolong beritahu aku jika saatnya sudah tiba…” Hagness pun meningalkan kamar setelah ia membungkuk kepada Cain. Kamar itu adalah kamar yang cukup bagus dengan dua tempat tidur besar yang berjejer dan juga sofa. Cain pun duduk di sofa dan memikirkan tentang tiga orang yang didengarnya di Kerajaan Esfort kemarin. Terimakasih kepada para donatur!!!  “Hero, Holy Knight dan Sage ya…. Meskipun tidak akan sebanding dengan Yuuya-san, aku harus membuat beberapa persiapan…. Ngomong-ngomong, aku tidak boleh ke garis depan ya….. Aku tidak bisa seenaknya muncul ya…” Karena Cain masih dibawah umur, ia dilarang oleh sang Raja untuk ikut…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 4
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 4

Selamat Membaca…. Karena untuk sampai di Beasr Kingdom Kermes harus menggunakan kapal yang ada di kota Misinga, maka Cain berkumpul disini bersama beberpa Ksatria dan beberapa Deacon dari gereja. Kapal yang ada ditambatkan dipelabuhan ini adalah sebuah kapal layar berukuran sedang. Hagnes menjelaskan bahwa sebenarnya ada kapal yang besar juga, namun karena ingin meminta bantuan cepat dari Kerajaan Esfort, maka digunakan lah kapal yang ukuran sedang yang dapat berlayar lebih cepat. Didalam kapal itu sudah dimuat barang-barang kebutuhan yang dibeli dari kota Mishinga, dan tinggal menunggu keberangkatan saja. “Cain-dono, pastikan untuk kembali dengan selamat…” “Ya tentu saja” Earl Regant yang merupakan walikota Mishinga itu menjabat tangan Cain dengan erat. Pada kenyataannya  daripada menggunakan kapal Cain bisa lebih cepat sampai dengan terbang dilangit, namun jika dia datang sendirian maka pihak Beast Kingdom pasti  tidak akan bisa begitu saja menerimanya, jadi ia perlu datang bersama dengan Hagness. Setelah berpamitan Cain pun segera naik ke kapal. “Berangkat!!!” Tali penambat pun dilepas dan layar dibentangkan, kemudian kapal itu mulai bergerak perlahan. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… Ini mungkin memang pertamakalinya ia sebagai Cain naik di kapal, namun di kehidupan sebelumnya dia sudah berkali-kali melakukannya. Jadi dia tidak ada masalah apapun dengan ini. Namun sepertinya para ksatria dan orang gereja yang menemaninya tidak demikian, mereka merasa gugup. Dan kapal pun terus melaju mengarungi lautan. Cain dipandu oleh Hagness menuju ke kamar tamu kelas terbaik. “Ini adalah kamar Cain-dono… Kita akan segera mengadakan pertemuan, jadi mari saya antar….” Iapun berjalan mengikuti Hagness, dan ketika mereka melewatis sebuah pintu, mereka tiba di sebuah ruang rapat yang besar. Ada beberapa orang sudah duduk disana, dan ketika memastikan Cain sudah duduk, seseorang yang nampaknya adalah kapten kapal ini pun mulai berbicara sambil menunjuk peta laut. Terimakasih kepada para donatur!!!  “Sesuai dengan peta laut ini, aku berencana untuk mengikuti rute ini…. Ini memang rute menuju ke Beast Kingdom Kermes, namun tergantung pada kondisi angin, mungkin kita akan sampai dalam waktu seminggu atau bahkan lebih…” Kaarena kapal di dunia ini masih menggunakan layar, maka jika tidak ada angin, maka kapal ini tidak akan berjalan. Namun karena saat ini sedang terjadi perang dan sangat mendesak maka Cain pun memberikan usulan. “Aku bisa menggunakan sihir…. Dengan sihir angin dan mengarahkannya pada layar, mungkin kita bisa sampai lebih cepat….” “Aku benar-benar bersyukur atas saran itu, namun yang dapat melakukan sihir selama itu adalah penyihir kerajaan atau petualang tingkat tinggi saja…. Untuk…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 3
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 3

Selamat Membaca…. “…. Kalau begitu, kasus pembunuhan Pope ini, ada campur tangan Kekaisaran Vysus??” “Pastinya begitu…. Namun kita tidak punya bukti… mereka pasti mudah untuk mengelak….” Permata Pemanggilan itu dijaga dengan ketat dibawah pengawasan Pope didalam ruang Harta. Dan salah satu harta yang di ambil pada saat kasus pembunuhan Pope sebelumnya adalah permata pemanggilan itu. Mengetahi kenyataan bahwa ada Hero lain seperti Yuuya di panggil kemari membuat nya menunjukan ekspresi marah dibalik topengnya itu. “Dan pada kenyataannya aku juga menerima surat dari Bishop yang ditugaskan di Kekaisaran Vysus… Katanya telah dipanggil 4 orang termasuk Hero itu… karena yang satu tidak memiliki kemampuan bertarung, maka dia bersiaga di Istana… Nampaknya Bishop disana juga sudah memberikan protes terkait penggunaan Permata Pemanggilan yang merupakan harta tertinggi di Marinford ini… namun tampaknya pendapatnya itu tak didengar sama sekali…. Dan mereka mengatakan bahwa mereka memperoleh itu dengan tangan mereka sendiri…” (Kemungkinan ada orang Jepang seperti Yuuya-san dipanggil kemari….) “Bagaimana perawakan orang-orang yang dipanggil itu??” “Tidak sampai sedetail itu… namun aku dengar rambutnya hitam atau coklat, namun mereka semua bermata hitam…. Dua pasang pria wanita yang berusia remaja….” (Sepertinya memang besar kemungkinan mereka adalah orang jepang… Kuharap aku bisa sependapat dengan mereka….) Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… Di kehidupan sebelumnya Cain juga merupakan orang Jepang. Meskipun merasa sedikit merindukan ini, ia sama sekali tidak dapat mempercayai harus berperang dengan sesama orang Jepang. Bahkan jika itu adalah ras Beastmen, mereka masih bisa berkomunikasi. Meskipun Cain sudah punya pengalaman membunuh, namun nampaknya masih butuh tekad untuk melakukan semua itu. Bahkan seharusnya anak dibawah umur yang belum dewasa itu ikut berpartisipasi dalam perang saja sudah menjadi sesuatu yang salah. “Terima kasih atas informasi ini… Saat ini, telah datang permintaan bantuan dari Kerajaan Kermes kepada Kerajaan Esfort…. Dan Kerajaan kami berniat memberikan bantuan…. Kalau bisa aku ingin beberapa orang dari Marineford yang mahir dalam sihir pemulihan untuk ikut serta….” Sang Pope mengangguk menyetujui permintaan Cain. Terimakasih kepada para donatur!!!  “Kami sudah mempersiapkan hal itu… Kerajaan ini jga memiliki kapal, dan kami berniat mengirimkan banyak orang yang bisa menggunakan sihir pemulihan….” “Terima kasih… Kalau begitu, aku akan segera kembali ke Kerajaan ku dan membuat pengaturan, Sampai Ju—” “Cain-sama!” Hinata langsung memeluk Cain seolah ia ingin memblokir perkataan Cain. Dengan telinga yang memerah dan menempel di dada Cain, ia mendongak keatas. Dengan posisinya yang tidak dapat seenaknya pergi keluar negeri membuatnya sulit bertemu Cain. Itu sebabnya dia sangat menghargai…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 2
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 2

Selamat Membaca…. Cain merasa meragukan pendengarannya setelah nama Hero, Holy Knight, dan Sage disebutkan. Tentang Hero, itu mengacu kepada Yuuya yang merupakan raja pertama kerajaan Esfort dan juga merupakan guru Cain. Dan kedua orang lainnya adalah kedua orang tua Cain. (Apa jangan-jangan ada orang yang dipanggil?? Tapi mereka dipanggil di Kekaisaran Vysus….. Kurasa aku harus memastikan ini dengan Hinata…) “Cain? Ada apa?” Melihat Cain tiba-tiba berdiri sang raaja pun bertanya. “Tidak apa-apa… hanya saja, seharusnya Hero, Holy Knight dan Sage itu tidak akan muncul pada keadaan normal… Jangan-jangan… Izinkan aku memastiknnya dahulu… dan juga, jika lawannya adalah mereka bertiga, aku juga akan pergi ke Beast Kingdom….” Cain mengatakan itu dengan penuh penekanan, namun sang raja menggelengkan kepalanya. “Aku tidak akan mengizinkan anak dibaah umur melakukan kegiatan yang berhubungan dengan militer…. Itu adalah peraturan dari raja pertama… aku tidak bisa mengubah itu, tak perduli betapa kuatnya dirimu….” “Dia mungkin tidak bisa maju di garis depan, bagaimana dengan membiarkannya pergi sebagai pengguna sihir pemulihan?? Harusnya tidak akan ada bahaya…” Duke Eric mencoba memberikan masukan. Pada kenyataannya Cain bisa mengalahkan semua musuh sendieian, namun jika Cain berdiri di garis depan dan Kekaisaran Vysus mengetahui identitasnya, itu bisa memicu perang antara Kekaisaran Vysus dan Kerajaan Esfort. Meskipun sang raja agak khawatir dengan kata-kata Duke Eric, namun akhirnya dengan enggan dia pun memberikan izin. “Baiklah…. Selain Cain, aku akan memanggil beberapa orang petualang….  Tentu saja aku juga akan mengikutsertakan pengawas untukmu…. Kalau kau sendirian aku tidak tahu hal apa lagi yang akan kamu lakukan nantinya…” Semua orang tersenyum pahit mendengar perkataan sang raja. Pada kenyataannya sudah banyak hal berlebihan yang dilakukan Cain. Mungkin masih bisa ditanggulangi jika itu didalam negeri, namun akan sulit jika itu terjadi di luar negeri. “Baiklah, kalau begitu aku akan memulai persiapan…” Setelah melakukan beberapa pembahaasan, pertemuan itu pun bubar, dan Cain kembali kemansionnya. Ia harus bertanya kepada sang Pope dan Hinata tentang permata pemanggilan itu. Jika tetap dalam kostum Cain, ia tidak akan mudah untuk bertemu dengan Pope. Dia harus menggunakan jubah putih dan topeng agar bisa bergerak bebas di Marineford. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… “Kalau begini bisa lebih mudah bergerak…” Suara yang tidak jelas antara pria atau wanita itu bergema di ruangan itu. Jika dia tidak menggunakan identitasnya sebagai utusan dewa, dia akan dikejar-kejar oleh Ksatria dan tidak akan bisa bergerak bebas. Itu sebabnya ia mencoba memanfaatkan identitas ini untuk bisa bertemu dengan Pope dan…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 1
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 8 Chapter 1

Selamat Membaca…. Hari-hari terus berlanjut sambil sesekali melakukan pertemuan dengan Alex membahas tentang pengembangan kota Drintle. Cain memang menjadi seorang Margrave yang tergolong kedalam bangsawan kelas atas, namun ia tidaklah memiliki fraksi yang banyak. Ia tak tahu lagi siapa selain Alex yang pantas diandalkan. Dan para petinggi kerajaan pun mengerti akan hal itu, sehingga mereka menjadikan Alex sebagai wakilnya. Saat ini wakilnya itu sedang bekerja memastikan wilayah-wilayah yang diseahkan oleh Republik Ilstein. Dan memang masih perlu waktu beberapa saat lagi sebelum daerah-daerah itu diserahkan kepada Cain. Disaat seperti ini, datanglah panggilan dari Istana kepada Cain. “Kira-kira ada apa ya…” Cain mengira ini adalah panggilan biasa, namun ternyata di amplop itu disegel dengan lilin dan dikirim oleh utusan resmi. “Sepertinya ini undangan resmi ya…. Sebenarnya selain para menteri hampir tidak ada bangsawan yang datang ke Istana….” Cain mengangguk mendengar penjelasan Collin ketika Cain menyerahkan surat itu padanya. “Untuk sementara aku ke Istana saja dulu…. Aku titip mansion ini ya….” Cain pun menaiki kereta kudanya dan menuju ke Istana. ◇◇◇ Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……   Sesampainya di Istana, segera salah seorang pelayan membawanya ke sebuah ruang pertemuan yang berbeda dari biasanya. Di ruangan itu, sudah ada Sang Raja, Duke Eric, Perdana Menteri Magna, dan Ayahnya Garm. Namun kali ini ada satu ososok orang yang duduk sendirian. Sepertinya orang itu adalah ras Beastmen, dia memiliki telinga seperti seekor serigala di kepalanya. Sosok Beastmen itu menatap kearah Cain dan nampak terkejut, dan seolah berusaha menyembunyikan itu, ia menundukan kepala lalu kemudian kembali menatap kedepan. “Maaf membuat kalian menunggu….” “Ooh aku sudah menunggu mu, cepat duduk disana….” Ketika Cain datang sang raja memberikan isyarat seoalah mereka memang menunggu kehadirannya. Ketika ia sudah duduk di sofa, Perdana Menteri Magna pun mulai berbicara. Terimakasih kepada para donatur!!! Yang telah membuat kita sampai ke titik  ini…. “Kalau begitu, aku akan memulai membahas pra negosiasi sebelum kita melakukan diskusi…. Aku akan memperkenalkan mu Margrave Cain, beliau ini adalah Hagnes-dono, beliau tinggal di Kerajaan kita sebagai duta perwakilan Beast Kingdom Kermes…. Sebenarnya…. Kerajaan Kermes, sedang———Mendapat serangan dari Kekaisaran Vysus….” Cain pun mengerutkan wajahnya setelah mendengar perkataan Perdana Menteri Magna. Memang sebelumnya dia pernah mendengar bahwa Kekaisaran sering menyerang negara-negara tetangga, namun akhir-akhir ini ia tidak mendengar tentang adanya penyerangan itu. Pada kenyataan nya, Beast Kingdom Kermes sudah menerima serangaan beberapa kali. Namun berkat tubuh binatang mereka yang memiliki kekuatan fisik lebih tinggi daripada manusia biasa, mereka…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 24
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 24

Selamat Membaca…. Satu minggu setelah Denter resmi di nobatkan sebagai Pope yang baru. Kini Bishop Hanam dan rombongannya bersiap untuk kembali ke Kerajaan Esfort. Sejak hari pelantikan dirinya, Pope Denter menghabiskan waktu-waktunya dengan sibuk menangkap orang-orang yang terlibat dalam kasus penyerangan itu. Jika ada waktu, ia menyempatkan diri untuk melakukan pertemuan dengan Cain. Namun karena mereka tak bisa menunjukan kepada umum Pope Denter menundukan kepalanya kepada Cain yang hanya seorang pengawal, mereka pun melakukan pertemuan ini secara rahasia. Bishop Hanam sempat diminta untuk mengisi posisi Cardinal yang kosong dan membantu Pope di Kerajaan Marineford, namun dia dengan tegas menolaknya. Dia mengatakan bahwa dia ingin hidup dan mati untuk Kerajaan Esfort dan menyaksikan pencapaian Cain. Perjalanan pulang dapat berlalu dengan aman dan damai. Ditengah perjalanan mereka sempat mampir kekota Genacy. Namun sepertinya disana masih dalam proses penggantian Priest karena Priest lama disana di tangkap karena terbukti terlibat dalam kasus penyerangan. Dan masalah terbesar adalah, mereka sampai di Kota paling ujung Kerajaan Esfort, Kota Sylvester. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… Earl Lagnav sangat senang mendengar bahwa Cardinal Denter yang merupakan kakakBishop Hanam dilantik menjadi Pope yang Baru. Dia sempat ingin mengadakan pesta yang meriah, namun Bishop Hanam menolaknya dan emyarankan untuk melakukan pesta yang sederhana saja. Setelah dapat terbebas dari Earl Lagnav menyerahkannya pada Bishop Hanam, Cain pun langsung beristirahat. Beberapa hari kemudian, Cain dan rombongannya berhasil tiba di Ibukota kerajaan dan menyelesaikan misi pengawalan ini. “…Jadi… Cain…. Apa ada yang ingin kamu bicarakan???” Di sebuah ruang pertemuan di Istana, Cain terlemas dengan dikelilingi olrh sang Raja, Perdana Menteri Magna, serta Duke Eric. “… Tidak ada kok…. Aku cuma sedikit berlebihan dalam menyampaikan keinginan para dewa…. Itu saja….” Bishop Hanam telah memberikan laporan semua yang terjadi di Kerajaan Marineord, dan Cain pun dipanggil untuk menghadiri interogasi. “Juga…. Aku mendengar bahwa kamu sudah membuat cermin yang dapat mengunakan sihir transfer….. apa kamu mengerti apa jadinya jika berita ini menyebar??” Mereka sempat merasa lega karena benda ini hanya mampu diciptakan oleh Cain, namun mereka sadar keberadaan benda itu saja sudah merupakan sebuah masalah. Cain pun dipaksa berjanji untuk merahasiakan hal ini kepada siapapun. Terimakasih kepada para donatur!!! Kita sampai di Chapter terakhir, semooga bisa terus ramai…. “Aku janji tidak akan membuatnya lagi…. Jadi sudah tidak maslaah kan…” “Tidak, memang benar sih… tapi suatu saat itu akan berguna…. Jadi….” Cain berjanji untuk tidak membuatnya lagi, namun mereka mengetahui bahwa benda ini akan…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 23
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 23

Selamat Membaca…. Setelah sosok Cain sang utusan dewa itu menghilang, kegemparan di Kuil utama masih berlanjut. Banyak orang yang meragukan apakah semua ini nyata atau hanya sekedar mimpi mereka, sehingga tercipta suara-suara keramaian. “Tolong dengarkan….” Tiba-tiba suara bising itu menjadi semakin hening ketika Hinata berbicara dengan nada yang sangat terhormat itu. Pandangan semua orang terpusat kepada Hinaata seorang. “Sang Utusan telah menyampaikan kehendak para Dewa kepada kita…. Sebagai Saint, aku mengakui Cardinal Denter sebagai Pope selanjutnya, sesuai dengan apa yang diinginkan para Dewa…” Tidak ada yang protes pada deklarasi Hinata ini. Bahkan bagi para anggota fraksi Cardinal Bangla yang telah menyaksikan pimpinan mereka ditangkap dihadapan mereka. Banyak diantara mereka yang tidak melupakan kepercayaan mereka kepada para Dewa meskipun telah bergabung dalam sebuah fraksi. Mereka mengerti bahwa menentang keinginan Saint itu bisa sama dengan menentang perkataan para Dewa. “Sepertinya tidak ada yang menolak ya… Kalau begitu mari kita dengarkan beberapa kata dari Pope baru, Denter-sama…” Pope Denter pun mengenakan jubah yang baru saja ia terima. Jubah itu nampak lebih mewah dan elegan ketimbang jubah yang digunakan Pope sebelumnya. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… Setelah merasa nyaman dengan jubah itu, ia pun menarik nafas dalam-dalam sebelum ahirnya dia maju kedepan. “Aku adalah Denter… Orang yang akan menjadi Pope yang baru…. Aku tidak akan memperdulikan dari fraksi mana kalian… Dan aku deklarasikan disini bahwa aku tidak akan memberikan jabatan kepada orang yang tidak tepat…. Dikatakan bahwa Negara Marinford ini adalah negeri terdepan, dan pada kenyataannya seperti yang kaliihan lihat, Para dewa itu nyata…. Karena telah muncul utusan dewa di sini, maka itu berartu negeri Marinford ini harus lebih memperkuat persatuan lagi…” Pope Denter melanjutkan pidatonya kepada para hadirin yang ada di tempat itu. “Namun, dalam pemilihan kali ini, oknum pejabat gereja melakukan pembunuhaan kepada para Bishop dan Priest yang datang dari negeri lain dengan menyamarkan diri mereka sebagai perampok…. Terlebih ada juga korban dari pihak pedagang yang tidak terlibat dalam pemilihan ini….” Semua orang terkejut mendengar perkataan Pope Denter ini, namun ada juga beberapa diantara mereka yang menjadi pucat. Mereka takut jika terbukti mereka terlibat, mereka pasti akan ditangkap. Setelah mengatakan semua yang ingin ia katakan, Pope Denter melirik kearah MC, dan mereka pun saling mengangguk. MC yang tadinya bersembunyi di tepian pun kembali muncul dan menghela nafas dalam-dalam. “Eeee Kalau bgitu, Pope baru telah ditentukan, Meskipun ini sulit dipercaya, kita barusan telah kedatangan Utusan Dewa dan banyak yang tak…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 22
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 22

Selamat Membaca…. Pernyataan mengejutkan Hinata membuat semua orang yang hadir di tempat itu gempar. Ini pernyataan yan belum pernah ada sebelumnya, dan mereka membutuhkan waktu untuk mencerna kalimat itu. Namun Bangla yang lebih dulu menyadarinya langsung berteriak. “Jangan main-main!! Bukan Saint yang menentukan siapa yang berhak mennjadi Pope!!! Semua orang gereja lah yang menentukannya!!!” Melihat Bangla penuh kemarahan Hinata sama sekali tidak bergeming. “…Tidak, bukan orang-orang gereja yang menentukannya….. melainkan para dewa…. Dan juga wakil para dewa…” Namun, Bangla mendengus. “Hng, Mau itu keputusan dewa atau bukan…. Tidak berguna jika kita tidak mendnegar mereka!!!” “——Begitu katanya….” Bersamaan dengan perkataan Hinata, panggung itu diselimuti oleh cahaya putih yang merambat sampai kesemua area. Sekilas pandangan semua orang menghilang, dan terdengar suara teriakan menggema. Ketika pandangan orang-orang kembali, mereka kembali terfokus kearah Hinata. Dan mereka melihat sosok berjubah putih dan menggenakan topeng putih berdiri disamping Hinata. Jubah putih yang dikenakan oleh sosok itu berhiaskan sulaman emas dan semua orang dapat merasakan kesan yang lebih mewah dan berkelas dari jubah yang di kenakan oleh para Cardinal. Terlebih dari ujung jubah itu samar-samar terpancar cahaya putih. “——Izinkan aku berdiri disini sebagai…. Perwakilan Para Dewa…” Setiap orang terpesona mendengar suara yang sangat jernih dan merdu, namun tidak jelas apakah itu suara pria atau suara wanita. Beberapa dari mereka merasakan energi dewa dari jubah itu lalu langsung berlutut dan berdoa ditepmpat. Dari keempat Cardinal yang ada, Denter dan Samtam yang langsung berlutut dan menundukan kepala mereka. Namun Bangla nampak tidak perduli dan justru semakin marah. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… “Si-siapa kau!!!?” “Terima kasih banyak,Tuan utusan Dewa….” “U-u-utusan!!??? Jangan bercanda!!!” Bangla terkejut dan panik ketika mendengar perkataan Hinata yang menyebut Utusan Dewa. Pria bertopeng itu— Cain, sekilas menatap kearah Bangla, namun seolah mengabaikannya, ia pun langsung menatap orang-orang gereja yang sedang berkumpul. “Aku datang kemari untuk menyampaikan kehendak para dewa.. Izinkan aku menunaikan tugasku ini… Para dewa selalu melihat dan mengetahui segalanya… Termasuk… Nyawa-nyawa yang hilang karena adanya pemilihan Pope ini… Apa kau mengerti apa maksudnya?? Cardinal Bangla…..” Cain tak berniat untuk memaafkasn kasus perampokan yang terjadi kepada para pejabat gereja dan pedagang hanya karena untuk pemilihan Pope ini. Ketika sosok yang menyembunyikan ekspresinya dibalik topeng ini melirik kearah Bangla, dia pun merasa gentar. “Aku tidak tahu! Apapun yang dilakukan bawahan ku, bukan urusan ku!! Lagipula tidak ada buktinya!” “Karena itu barusan aku bilang kan… Para dewa telah melihatnya dan mengetahui segalanya…. termasuk apa…