Archive for Tensei Kizoku

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 11
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 11

Selamat Membaca…. Cain dan para petualang pun terdiam setelah mendengar perkataan ksatria kuil. “…Ternyata memang begitu ya….” Hanya Cain yang mampu menjawab. Para petualang pun terkejut mendengar perkataan Cain dan mereka menatapnya kearahnya. “Apa maksudnya?” “Sebenarnya aku mendengar ini dari Bishop-sama didalam kereta… Namun ada beberapa hal yang belum pasti…” “Kain, bisakah kamu jelaskan?” “Ya… semua nya sudah tahu kan bahwa dengan adanya pemilihan Pope baru maka para Bishop dari berbagai negara datang ke kuil utama… Nampaknya para Priest yang ada di Marineford ini juga ikut berkumpul…. Dan juga aku dengar korban perampokan kebanyakan adalah orang gereja… jadi darisana…” Ia pun menjelaskan bahwa orang yang mendapatkan suara terbanyak akan menjadi Pope. Dengan mengurangi jumlah suara untuk Cardinal yang menjadi saingan nya, maka akan bisa membuat dirinya mendapatkan suara dominan. Terlebih jika ada yang terlambat atau tidak datang pada hari pemilihan karena ada kecelakaan, maka suara yang mereka bawa tidak valid. Cain pun menjelaskan berbagai alasan lain yang mungkin terkait penyerangan kepada orang-orang gereja. Kembali mengingat kejadia di masa lalu, ada banyak para perampok yang bahkan masih memiliki kepercayaan dan mereka akan segan menyerang orang yang berhubungan dengan gereja. Namun kali ini mereka terlihat sangat terang-terangan. Dan semua penjelasan Cain ini mengarah pada satu kesimpulan. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… “… Begitu ya… jadi dalang dibalik semua ini adalah Cardinal kandidat Pope selain Cardinal yang di dukung Bishop-sama ya…?” Cain pun mengangguk menyetujui kesimpulan kesatria kuil ini. “Tapi bagaimana cara membedakannya??? Bukankah kita tidak tahu siapa yang ada di kereta dan mendukung Cardinal mana…” Mendengar pertanyan dari Claude ini semua orang mengangguk seakan mereka sependapat. Memang wajar jika mereka beranggapan begitu. “———Biar aku yang menjelaskan hal itu…” Sang Bishop pun tiba-tiba muncul dari belakang para ksatria. “Pertama, aku minta maaf telah membuat kalian masuk kedalam kekacauan gereja…” Sang Bishop pun membungkuk sedalam-dalamnya. Tidak hanya para ksatria kuil,  namun Cain dan para petualang terkejut dan panik melihat tindakannya yang sangat tiba-tiba ini. Seorang Priest memang ada di gereja-gereja yang ada di kota, namun sosok Bishop adalah sosok yang mengawasi gereja-gereja di seluruh kota yang ada di sebuah negeri, dan merupakan orang dengan kekuasaan tertinggi diantara gereja-gereja yang ada di negeri itu. Dan sosok itu menundukan kepalanya di hadapan mereka, wajar mereka terkejut. “Bishop-sama, tolong angkat kepala anda… kami adalah pengawal dan ini sudah tugas kami….” Rina mengatakan itu dengan panik. Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 10
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 10

Selamat Membaca…. Cain yang terbang dilangit lalu berputar  agar dapat menghalangi rute pelarian para perampok, namun mereka malah menunjukan ekspresi seolah mereka masih memiliki harapan. Mereka sejak tadi sudah menghadapi petualang yang seperti monster, dan kali ini yang muncul dihadapan mereka hanyalah sosok anak-anak yang bahkan belum dewasa. Sudah jelas mereka bisa melarikan diri. Memang karena Cain menembakan sihir miliknya dari jarak jauh, jadi para perampok ini tidak merasa takut berhadapan dengan Cain. “Cuma seorang bocah ya… aku tidak menyangka bisa menyusul… ah sudahlah, tinggal kita bereskan satu ini. Oy kalian, ayo maju…” Para perampok yang tersisas berlari menuju Cain sesuai instruksi pria itu. Karena sebagian besar dari mereka telah membuang pedang mereka untuk berlari sebelumnya, jadi beberapa diantara mereka menggunakan tagan kosong dan ada pula yang menggunakan belati. Ada juga beberapa yang masih memegang pedang. Ada sekitar 20 orang perampok yang tersisa, dan mereka beranggapan bahwa mereka dapat melarikan diri setelah ini. Namun satu ayunan dari Cain membuyarkan harapan mereka itu. Hanya satu kali tebasan. Dengan itu saja sudah membuat sebuah bilah udara yang menyerang para perampok itu. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… Cain tidak bermaksud untuk membunuh semua orang, jadi ia mengarahkan serangannya kepada kaki mereka. Namun serangan itu justru membuat bagian bawah tubuh para penyerang itu terpisah dari bagian atas nya dan membuat mereka jatuh satu persatu. Lebih dari separuh jumlah mereka yang berada di barisan depan terjatuh dan darah mengucur deras dari bagian tubuh mereka yang sudah terpisah itu. “Guaa… Disini juga ada monster!!! Sial!!!” Para perampok yang masih belum terluka mulai kehilangaan semangat bertarung mereka dan melemparkan senjata-senjata mereka menandakan mereka menyrah. Cain pun menyarungkan kembali pedangny dan menunggu bala bantuan. Sambil menunggu ia menggunakan sihir pemulihan untuk menutup luka mereka yang terluka, sedangkan yang masih belum terluka langsung dia ikat dengan tali. Para perampok ini tidak menyangka bahwa akan ada kumpulan monster yang mengawal rombongan ini dan mereka pun tertunduk lemas. Ketika ia sudah selesai mengikat para perampok ini, Claude dan pengawal lain datang sambil mengawal kereta. Terimakasih kepada para donatur!!! “Oh, Cain…. Apa disini lancar?? Yang masih hidup lebih banyak dari yang aku bayangkan….” “Aku tidak mau sia-sia membunuh mereka… semakin banyak jumlahnya kita bisa mendapatkan lebih banyak informasi…” “Benar juga sih…  Yah soal interogasi serahkan saja pada ksatria kuil… itu bukan tugas kita…” “Benar sih…” Claude dan Cain pun beristirahat setelah mereka menyerahkan penginterogasian kepada  para ksatria. Ketika semua…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 9
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 9

Sebelumnya Daftar Isi Selanjutnya Selamat Membaca…. Setelah beristirahat sejenak, rombongan Bishop ini kembali melanjutkan perjalanan dengan perlahan sambil tetap waspada. Secara berkala mereka mendeteksi adanya regu-regu pengintai, namun para penyerang itu baru terdeteksi sekitar 1 kilometer kedepan. Cain membuka jendela kereta dan berbicara kepada Claude. “Claude-san… sepertinya para penyerang itu ada satu kilometer didepan… jumlahnya mungkin sekitar seratus… “ “Serius!? Kenapa mereka sampai mengumpulkan orang sebanyak itu untuk merampok??” “Biasanya tidak akan seperti itu…. Lagi pula mereka tidak seperti sedang melakukan investigasi, sepertinya ada maksud tertentu dibalik ini semua…” “Cain-dono, apa ada waktu sebentar??” Ketika Cain sedang berbincang dengan Claude dari kereta, Bishop Hanam memanggilnya. “Ada apa Bishop-sama??” “Tidak, hanya saja…. Diwilayah Marineford tidak ada bandit seperti itu… Jika ada yang seperti itu muncul saat ini, pasti ini adalah perbuatan salah satu Cardinal…” “Eh…Itu berarti…” “Untuk pemilihan ini, para Bishop kembali dari masing-masing negara mereka… Sudah pasti mereka ini adalah salah satu fraksi dari keempat kardinal yang ada… Aku juga mengemban suara dari sekitar 20 orang pendeta di kerajaan Esfort… Jika saja aku memberikan suara kepada lawan salah satu fraksi, maka fraksi lain pasti akan kerepotan… Kakak ku adalah salah satu Cardinal… Kakak ku tidak akan mengirimkan berandalan untuk menyerang ku kan… jadi kemungkinan nya tinggal tiga…” Cain da Claude merasa marah setelah mendengar penjelasan Bishop Hanam. Mereka tega menggunakan bandit untuk menggagalkan pemungutan suara, bahkan tega membunuh orang. Mereka mengerti bahwa posisi seorang Pope sangat lah menggiutkan, namun itu bukan berarti seseorang bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Cain mengingat kasus Hinata ketika dia datang berkunjung ke Kerajaan Esfort. Ksatria Kuil itu gagal dalam melakukan pembunuhan kepada sang Saint. Cain pun tersenyum pahit menyadari bahwa ternyata ada juga dunia kegelapan yang bernaung dibawah nama Kepercayaan Marinford. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… “Cain-dono, dengan jumlah penyerang seperti itu, apa kita akan baik-baik saja??” Meskipun melihat Bishop Hanam nampak khawatir, namun Cain dan Claude hanya saling memandang dan kemudian tersenyum. “Bishop-sama… Itu bukan masalah… Kita punya Cain disini…. Itu berarti mereka sudah gagal… Yah pokoknya kita harus tangkap mereka dan interogasi, dan membuat mereka memuntahkan siapa sebenarnya dalang dibalik semua ini…. Kalau begitu untuk sekarang aku akan menginformasikan ini pada yang lainnya….” Claude mebuat kudanya berlari dan memberitahu para Ksatria dan petualang, dan mereka pun mulai bersiap untuk melakukan pertempuran. Setelah mereka hampir sampai ke lokasi para penyerang itu berkumpul, semua orang turun dari kuda. Mereka memutuskan lebih baik…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 8
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 8

Selamat Membaca…. “Maaf merepotkan ya…” “Bishop-sama… Hati-hati di jalan…” Ksatria Kuil dan para petualang yang mengawal rombongan ini sudah bersiap di halaman gereja sejak pagi sekali. Bishop Hanam pun berpamitan kepada Priest yang mengantar dirinya, dan kemudian menaiki kereta. Cain pun ikut naik bersamanya dan kemudian menutup pintu kereta. Dengan dipimpin para Ksatria Kuil, dan para petualang yang mengelilingi kereta ini, mereka mulai bergerak perlahan untuk meninggalkan kota. Mereka akan meninggalkan kota Genacy dan melakukan perjalanan selama tiga hari untuk mencapai Ibukota sambil berkemah di tengah perjalanan. Ada beberapa desa kecil di sepanjang perjalanan, namun mereka hanya akan melewatinya saja sekedar untuk membeli bahan makanan. Karena perjalanan ini akan melewati gunung dan hutan, maka para petualang sudah bersiaga untuk menghadapi serangan jika memang ada. “Cain-dono, aku mendengar dari gereja bahwa akhir-akhir ini banyak terjadi penyerangan di sekitar sini… Mayoritasnya adalah penyerangan kepada kereta kuda…” “Ya, aku sudah mendengar hal itu di bar tempat kami menginap…. Sejak pagi aku sudah membagikan informasi ini dan aku selalu mengaktikan skill Search ku… jadi kurasa kita akan bisa menghadapinya meskipun adaa penyerangan sekalipun…” Bishop Hanam nampak khawatir, namun Cain mengatakan tidak masalah. Itu karena dia mempercayai para anggota pengawal lain, termasuk Claude. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… Pada kenyataannya pengawal Bishop maupun Priest lainnya mungkin hanyalah peringkat C atau bahkan peringkat D. Hal ini dikarenakan sudah ada para ksatria kuil untuk pertarungan, dan mereka hanya di minta untuk mempersiapkan kemah atau sesuatu semacamnya. Kerajaan Kepercayaan Marinford ini sudah masyur namanya ke negara-negara lain, dan bahkan perampok pun tak mau repot-repot menyerang orang dari gereja. Diperkirakan penyerangan kali ini terjadi karena banyaknya Bishop yang akan melintas dalam satu masa, dan kemungkinan mereka membawa banyak barang berharga. Kemah malam pertama dapat terlalui tanpa masalah. [Item Box] milik Cain memiliki banyak barang. Tentu saja magic bag milik Milly dan Nina yang diberikan Cain sewaktu masih diajar oleh mereka juga memiliki banyak barang. Sedangkan  Claude dan Rina, Cain membuatkan mereka magic bag ketika mereka pulang dari Republik Ilstein. Tentunya mereka menolak untuk tidak membayar, jadi mereka memutuskan untuk membayarnya berdasarkan harga pasaran. Walau sebenarnya Magic Bag buatan Cain itu sudah sekelas harta nasional dan kapasitasnya berkali-kali lipat dari yang biasa beredar dipasaran, jadi tentunya mereka tidak akan bisa membayar sesuai harga sebenarnya. Rina sebenarnya merasa khawatir saat menerimanya, namun ia melihat Claude menerima tas itu sambil tertawa. Ia pun memukul nya. Ketika rombongan kereta ini…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 7
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 7

Selamat Membaca…. Mereka tiba di Genacy, dan Hanam yang berpisah dengan Cain dan para pengawal di gereja mengobrol dengan Priest disana dengan damai sambil meminum teh. “Seepertinya para Priest dan para Bishop dari berbagai pennjuru sudah mulai berdatangan satu persatu…. “ “Begitu ya… Sebenarnya aku ingin cepat pulang… perjalanan kereta itu cukup menyulitkan bagi tubuh tua ku ini…” Sebenarnya Bishop Hanam sudah lama melupakan rasa lelah karena ia sangat menikmati waktu mengobrol nya di kereta bersama sang Utusan Dewa, Cain. Meskipun memang benar perjalanan kereta kuda itu sangat menyulitkan bagi orang tua, berkat sihir Cain, keadaan kereta itu menjadi lebih baik dari biasanya. Dan dia tidak mau repot-repot menjelaskan ini kepada sang Priest, jadi pada dasarnya ia hanya berusaha mencocokan pembicaraan saja. “Karena ini semua adalah panggilan darurat… Aku benar-benar turut berduka cita atas apa yang menimpa Pope-sama… Lagipula ini juga menjadi perjalanan panjang bagi para Bishop yang datang dari luar negeri… Oh iya.. Nomong-ngomong Bishop—sama, anda memilih Cardinal yang mana??” Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… Kata-kata sang Priest itu membuat Bishop Hanam mengerutkan dahi. Sesungguhnya pemilihan Pope ini tergantung dari kekuatan politik keempat Cardinal. Tak peduli seberapa bagus pribadi orang itu, yang akan menang dan menjadi Pope baru adalah orang yang paling banyak dipilih oleh para Bishop dan Priest. Wajar jika perang memburu informasi telah terjadi jauh sebelum pemilihan. Namun, sang Bishop tidak berniat memberi tahu siapapun pilihannya sebelum ia sampai di tempat pemilihan. Terlebih bagi Bishop dari luar negeri itu menanggung seluruh suara dari para Priest yang ada di setiap kota di negeri itu. Karena tidak mungkin semua Priest itu kembali ke Marinford sekaligus, maaka Bisop dikirim sebagai perwakilan mereka. “…Itu bukanlah hal yang harus aku bicarakan dengan mu… Aku menanggung suara milik para Priest di kerajaan Esfort… Aku tidak bisa dengan mudahnya mengatakan itu…” “…Ah mohon maaf… Oh iya, ngomong-ngomong Kakak Bishop Hanam itu adalah Cardinal Denter ya…. Apa memang ternyata…” Bishop Hanam menatap marah setelah mendengar perkataan Priest itu dan menunjukan sikap seolah dia tidak akan menanggapi hal ini lebih lanjut. Seakan menyerah dengan tekanan dari sang Bishop, sang Priest pun meminta maaf sambil bercucuran keringat dingin. Terimakasih kepada para donatur!!! “Tapi berhati-hatilah… Aku dengar di sekitar sini banyak perampok yang berkeliaran… Bahkan kudengar mereka juga sampai menyerang kereta Gereja… Ksatria kuil sudah berpatroli setiap saat, namun sulit menangkap mereka…” “Ini benar-benar hal yang memprihatinkan… Bisa ada kejadian seperti itu di Kerajaan Marineford…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 6
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 6

Selamat Membaca…. Cain yang telah selesai berbincang dengan para dewa  kembali sadar, lalu berdiri. Dan setelah memberikan sejumlah sumbangan kepada suster diapun meninggalkan gereja dan bergabung kembali bersama Claude dan yang lainnya. Saat ini dia berencana untuk pergi kepenginapan dan bersantai sampai besok pagi. Penginapan itu terletak tidak jauh dari gereja. Setelah menitipkan kuda-kuda di kandang yang ada di samping penginapan, Cain dan kelompoknya kemudian mengurus administrasi dan kemudian menuju kamar masing-masing. Cain berada di kamar yang sama dengan Claude. “Aku tidak menyangka bisa mendapat misi yang sama dengan Cain lagi…. Yah.. aku bisa sedikit tenang apapun yang akan terjadi nanti… Bahkan jika ada naga yang tiba-tiba muncul sekalipun aku tidak takut…” Claude tertawa dengan cerianya sambil melepas perlengkapannya dan mengganti pakaian biasa. Cain juga tidak bisa menggunakan pakaian bangsawan, jadi dia mengganti pakaian biasa yang telah ia siapkan sebelumnya. Claude mengerti bahwa Cain adalah petualang terkuat di dunia. Dan tentu nya dia juga tahu status Cain sebagai Margrave. Dan ia sangat bersyukur masih bisa memperlakukannya seperti temannya sendiri. Yah walaupun itu hanya ia lakukan saat tidak ada Rina. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… “Sepertinya memang tidak bisa masuk ke negara ini dengan status bangsawan tanpa pemberitahuan resmi… terkadang memang aku lebih nyaman seperti ini….” Memang mudah bagi dirinya untuk kembali ke Ibukota ataupun Drintle dalam sekejap. Namun Cain tidak ingin kembali jika tidak terlalu darurat. Memang dia merasa sedikit itdak enak pada Lizabeth yang ada di Drintle, namun jika terjadi sesuatu padanya Darmeshia pasti akan menghubungi. Dalam perjalanan kali ini Cain berada satu kamar dengan Claude, dan dia tidak mengetahui soal sihir transfer, jadi Cain tidak bisa semudah itu menggunnakannya. Ketika meninggalkan kamar dan berjalan menuju ke ruang makan sambil mengobrol, terlihat Milly Nina dan Rina sudah ada di meja. “Kalian lama sekali!!! Kalian kan laki-laki, masa persiapan aja lama….” Rina tampak seperti sudah lama menunggu dan sudah mengosongkan cangkirnya. Milly dan Nina menggangkat tangan mereka sambil tersenyum pahit. Terimakasih kepada para donatur!!! “Maaf membuat kalian menunggu… Aku kebablasan ngobrol sama Claude-san….” Cain menundukan kepalanya, lalu duduk di kursi yang kosong diantara Milly dan Nina. Urutan di meja itu menjadi Rina, Claude, Milly, Cain, dan Nina. “Cain asih dibawah umur, jadi jus ya….  Tolong tambah Ale sama Jus!! “ Claude berbicara pada pelayan dan memesan menu tambahan. Untuk makanan ringan, Rina sudah memesannya lebih dulu. Minuman segera dibawakan dan di letakan dihadapan mereka lalu mereka bersiap…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 5
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 5

Selamat Membaca…. “Kalau begitu, Berangkat!!” Cain dan rombongannya meninggalkan kota Silvester setelah menginap semalam di kota ini. Bahkan disaat sarapan, Lagnav dan Bishop masih meneruskan cerita mereka dengan penuh semangat. Cain pun terheran-heran kenapa mereka bisa terus membicarakan hal itu, dan tentunya itu mustahil bagi dirinya sendiri. Setelah sarapan mereka memutuskan untuk segera meninggalkan kota Silvester. Pada awalnya Earl Lagnav ingin mengantar mereka sampai ke perbatasan, namun karena sang bishop menolak, akhirnya ia terpaksa mengantar hanya sampai gerbang kota. “Tapi aku benar-benar tidak menyangka tuan Lagnav adalah pengikut yang sangat taat ya…. Mungkin bisa dikatakan antusias….” Cain mengangguk menyetujui pernyataan sang Bishop. Pada kenyataan nya setelah makan malam mereka berdua melanjutkan perbincangan hangat tentang Marineford diantara mereka. Cain benar-benar merasa lega bahwa dirinya tidak ada di sana. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… Kereta terus melaju menuju ke Marinford, dalam waktu setengah hari mereka sampai di tugu perbatasan. Rombongan mereka terus melaku tanpa terhenti dan setelah mereka menginap semalam di perjalanan, akhirnya mereka sampai di kota di hari berikutmya. Di Kerajaan Marineford kebanyakan rumah berwarna dasar putih dan pemandangan kota terlihat tenang. Dari penjelasan sang Bishop dapat diketahui bahwa di tengah setiap kota ada gereja dan ada beberapa pegawai serta perwakilan pusat yang mengatur jalannya pemerintahan disetiap kota. Untuk mencegah adanya korupsi, para Bishop dan Priest yang bertugas disana menjalankan pemerinthan sambil saling mengawasi diantara mereka. “Ini adalah kota Genacy…. Akan butuh tiga hari perjalanan dari sini menuju kuil utama…. Kalau begitu mari kita ke gereja dulu…” Sang Bishop pun memberiikan isntruksi kepada Ksatria, dan kereta pun mulai berjalan meuju gereja. Sang Bishop dan para ksatria akan menginap di gereja, sedangkan para pengawal seperti Cain dan kelompoknya menginap di penginapan. Ketika rombongan kereta mereka berhenti di depan gereja, terlihat seorang Priest dan para suster keluar dari dalam gereja. Terimakasih kepada para donatur!!! “Bishop Hanam, anda pasti lelah setelah melakukan perjalanan panjang…. Kami sudah menyiapkan kamar. Mari sebelah sini…” “Ya… Aku akan merepotkan mu semalam ini…. Cain-dono aku tidak masalah disini… tidak masalah jika menjemput ku besok disini…” “Baik… tapi kalau bisa mumpun aku ada di gereja, aku ingin berdoa terlebih dahulu….” Sang Bishop mengangguk sambil tersenyuum mendengar perkataan Cain. “Wah… petualang yang memiliki hati yang baik, mari masuk…” Priest itu membimbing Cain masuk ke dalam gereja. Pada dasarnya desain dan ukuran bangunan nya tidak jauh berbeda dengan gereja yang ada dikota lain. Meskipun gereja di kota Drintle tampak…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 4
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 4

Selamat Membaca…. Ketika kereta tiba didepan mansion, Cain dan Bishop turun dari dalam kereta. Dipimpin oleh Lagnav sang walikota, para pelayan berbaris untuk menyambut. “Bishop-sama, aku, Lagnav merasa terhormat bisa menyambut anda disini…. Meskipun ini hanya satu malam, silahkan nikmati waktu anda dan bersantai… Mari aku antar kedalam, silahkan…” “Earl  Lagnav, terimakasih atas bantuan anda hari ini…. Aku dengar dari Margrave Silford anda merupakan pengikut yang taat… Aku harap kita bisa berbincang santai nanti….” “Tentu saja, tentu saja!!  Tuan Silford juga selamat datang… silahkan bersantai…” “Lama tidak berjumpa, ruan Lagnav…. Terima kasih atas waktumu hari ini…” Mereka bertiga menyapa dan saling tersenyum. Lalu Lagnav membimbing orang-orang masuk keadalam mansion. Semua orang diantarkan ke kamar masing-masing oleh pelayan dan setelah berganti pakaian mereka kembali berkumpul di ruang tamu. Cain pun berganti pakaian di kamar yang di sediakan dan bersiap menuju ke ruang  tamu. “Benar deh.. apa aku harus mendengar cerita yang panjang itu lagi… Tapi kali ini ada Bishop, jadi semoga saja aku bisa meninggalkan mereka ketika mereka sedang berbincang…” Cain pun meninggalkan kamar dan menuju ruang tamu  bersama pelayan yang datang menjemput dirinya. ◇◇◇ Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… “Fuu … akhirnya bisa lolos…” Pembicaraan panjang Earl Lagnav selama jamuan makan malam tak terlihat akan berakhir, dan Sang Bishop mendengarkan dengan seksama, lalu mulai menyampai kan beberapa ceramah.  Cain dapat meninggalkan tempat itu lebih dulu dengan alasan kelelahan dalam perjalanan itu. Namun, dia tidak bia langsung tertidur, dia pun berpindah ke kota Drintle menggunakan sihir. Cain kembali ke ruang kerjanya, dan membuat pertemuan dengan Alex dan juga Darmeshia. Pada dasarnya hal-hal detail diurus oleh Alex, sedangkan Cain hanya memeriksa dokumen-dokumen yang butuh keputusan penting. “Tapi Cain… Sepertinya kamu sibuk sekali ya… Padahal kamu harus ke Marineford, tapi malah kembali kesini untuk meelakukan tugas… Aku jadi berpikir apa aku bisa menggunakan sihir transfer ya…” “Berkat kak Alex aku bisa menyerahkan urusan kota Drintle dengan tenang… sekarang kita tinggal memikirkan apa yang akan kita lakukan dengan wilayah baru…” Cain telah menjadi Margrave, dan karena wilayah kekuasaannya telah bertambah, dia juga harus memikirkan pengembangan wilayah-wilayah itu. Ia meminta Lula membwa pengawal dan memeriksa setiap kota dan setelah itu meringkasnya dalam sebuah laporan. Ada banyak hal yang barus dilakukan seperti kebijakan yang harus ditetapkan serta pembuatan jalan menuju Drintle. Berkat Alex yang menyimpan dana saat kota Drintle ini berkembang, saat ini mereka tidak terlalu bermasalah dengan keuangan. Meskipun sedikit berkurang, namun…

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 3
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 3

Selamat Membaca…. Satu minggu berlalu sejak penetapan Cain untuk pergi ke Marineford. Beberapa orang ksatria gereja, dan petualang akan mengawal sang Bishop menuju ke Marineford. “Yo, Cain. Sudah lama tidak berjumpa ya!” “Bloon!! Kamu ngomong apa sih sama Margrave!!” Rina menepak kepala Claude yang seenaknya berbicara kepada Cain sambil melambaikan tangan. Milly dan Nina hanya tersenyum di belakang mereka berdua. Perjalanan menuju Marineford kali ini akan membawa tiga party berjumlah total 12 orang. Setelah Kerajaan membuat quest serrta rewardnya, Cain berkonsultasi dengan Guild dan memilih Claude karena dia sebagai petualang dapat dipercaya. Claude dan Rina secara kemampuan adalah peringkat A, sedangkan Milly dan Nina merupakan peringkat B, jadi mereka dapat diterima tanpa ada masalah. Terlebih mereka mempunyai catatan telah melindungi puteri dan romongannya ketika terjadi penyerangan di Republik Ilstein, pihak Kerajaan pun segera menyetujui ini. “Claude-san! Sudah lama ya… aku senang kamu menerima quest ini…” “Begitulah… Ini quest spesial dari Kerajaan kan? Apalagi aku dengar akan ada Cain juga, mana mungkin aku melewatkan ini kan??” Sambil mengusap-usap kepalanya yang baru saja di tepak, Claude mengatakan itu sambbil tersenyum. “Cain… -sama? Lama tidak berjumpa… Aku senang anda baik-baik saja…” “Cain, pa kabar….” Ada juga Milly yang berusaha menyapa meskipun bingung bagaimana dia harus berbicara karena Cain sudah menjadi Margrave, serta Nina yang tak terlalu memikirkan hal ini dan menyapa tanpa ekspresi. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… “Kali ini aku Cuma jadi petualang… tidak masalah panggil saja aku Cain… malah lebih baik jika kalian memanggil begitu…” Cain saat ini sedang melakukan misi pengawalan. Empat orang party Claude ditambah Cain akan menjadi parti sementara berjumlah lima orang. Melihat sikap Cain yang belum berubah Milly pun menghela nafas solah dia merasa lega. “Syukurlah… Karena kamu menjadi Margrave aku pikir kamu akan bertingkah seperti yang lainnya… Kala begitu aku panggil Cain seperti biasanya ya…” “Umu… Baguslah…” “Kalau begitu aku akan memperkenalkan anggota lainnya…” Calude membawa Cain untuk menyambut party petualang yang lain yang akan ikut serta dalam misi pengawalan ini. Karena saat ini dia ikut sebagai seorang petualang dan menyembunyikan statusnya sebagai bangsawan, ketika Claude memperkenalkan dirinya kepada anggota yang lain, mereka bingung dan penasaran kenapa bisa ada anak-anak di misi pengawalan ini. Namun karena ketua dari misi pengawalan ini adalah Claude, maka tidak ada yang berani memprotes hal ini. Ketika persiapan selesai dan diberikan aba-aba untuk berangkat, Cain dipanggil oleh sang Bishop. “Cain-sama… Kalau saja Cain-sama bisa naik di kereta saya……

Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 2
Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 7 Chapter 2

Selamat Membaca…. Berita tentang pembunuhan Pope segera sampai ke Kerajaan Esfort yang merupakan tetangga mereka. Diruangan pertemuan Istana kerajaan, Sang Raja, Duke Eric, Perdana Menteri Magna, Margrave Garm, Cain, dan Bishop yang menjadi wakil di Kerajaan ini berkumpul. Ketika sang Bishop bertemu Cain, dia langsung berlutut seperti menyembahnya, lalu Cain dengan panik segera menyuruhnya berdiri dan memintanya duduk kembali. Karena Bishop itu sering bersujud kepadanya setiap kali mereka bertemu, maka untuk dapat bertemu dengan para dewa Cain lebih sering memilih untuk pergi ke Gereja kota Drintle. Setelah semua orang duduk, sang Bishop mulai menjelaskan kejadian yang terjadi di Kerajaan Marineford. Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami…… “Terima kasih telah meluangkan waktu anda semua untuk pertemuan darurat hari ini…. Tentang pembunuhan Pope-sama——” Ia pun menjelaskan tentang penemuan anak-anak yang disandera dan pintu ruang harta yang sedikit terbuka. Dan juga ia menjelaskan bahwa beberapa orang ksatria dan sang Pope sendiri telah menjadi korban dan terbunuh. “Lalu benda yang dirampok itu… apa ada yang penting??” Mendengar pertanyaan sang raja, Bishop hanya bisa menggelengkan kepala. “Informasi rincinya belum sampai kepada saya… Namun, karena Pope-sama sudah meninggal, maka akan segera dilakukan pemilihan Pope yang baru….” Pemilihan Pope, adalah event dimana dilakukan penentuan seorang penerus Pope baru dari beberapa orang Cardinal yang ada di Marineford. Saat ini ada empat orang Cardinal, dan posisi ini akan di berikan kepada salah satu diantara mereka. Tolong dikomen ya kalau ada terjemahan yang aneh atau rancu… Kerajaan Marineford melakukan pemungutan suara dari seluruh wakil mereka di dalam dan luar negeri dari tingkat bishop dan yang lebih tinggi. Lalu sosok yang memiliki suara terbanyak akan menjadi penerus Pope selanjutnya. Namun, bukan berarti mereka sedang bersatu dalam urusan dalam negeri. Saat ini setiap Cardinal yang ada sedang membentuk fraksi mereka dan saling menjatuhkan setiap calon. Semenarik itulah posisi seorang Pope. Dia juga menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berminat dengan pemilihan ini dan ingin mati serta dikubur di kerajaan Esfort ini. “Jadi, Bishop-dono apa yang akan anda lakukan kedepannya??” Cain bertanya kepada ssang bishop. Cain merasa bersyukur bahwa orang yang dikirimkan ke Kerajaan Esfort sebagai seorang Bishop adalah sosok yang nasionalis. Terlebih sosok itu sudah banyak membantu Cain ketika banyak masalah di kota Drintle. “Seharusnya aku akan mendapatkan surat panggilan dari Kuil…. Kakak ku adalah salah satu Cardinal dan dia menjadi calon nya, jadi aku harus memberikan dukungan, karena itu aku memutuskan untuk kembali kesana sebentar…” “Benar juga ya… Aku…