~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Prolog 1 di Kurozuku.

10 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

Saat ini, aku berdiri di sebuah tempat yang hanya ada padang rumput tanpa ujung sepanjang mata memandang. Terlebih, pakaian yang kugunakan adalah sebuah jubah kain.

Kenapa jadi seperti ini??

======

Bel pulang bergema di seluruh ruangan kantor.

“Akhirnya pekerjaan hari ini selesai~ Cepet pulang terus nge-game…”

Nama ku Kisaragi Touya, 30 tahun, jomblo. Seorang pekerja kantoran biasa. Demi memainkan sebuah game MMO bertipe kompetisi yang akhir-akhir ini populer, setiap hari aku rela segera langsung pulang kerumah sehabis bekerja.

Hal ini untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk perang antar wilayah yang akan di selengarakan mulai pukul  malam.

Nama game MMO nya adalah Pandemic World. Sebuah game tipe kompetisi dimana ada tiga buah negara, yang akan saling melakukan perang setiap malam hari.

Dengan memenangkan peperangan selama 7 Hari, maka minggu berikutnya kita dapat berburu di  sebuah tempat yang banyak Exp nya.  Ada pula senjata-senjata rare yang muncul, demi level up yang efektif, banyak pemain yang bergabung dengan negara-negara yang ada dan melakukan perang antar negara.

Nama negara tempatku bergabung adalah [Generate Kingdom], selain itu ada juga negara [Lunett Empire] serta [Sifancy Empire].

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

[Generate Kingdom] sering melakukan perang dengan [Lunett Empire] sedangkan [Sifancy Empire] mendukung kedua negara sebagai tentara bayaran. Dan terus terjadi berulang ulang setiap hari kerja. Sedangkan di akhir pekan, ada sebuah event mengalahkan monster besar, dalam event ini mereka bertarung bersama tanpa batas negara.

Aku memiliki karakter dengan job kelas puncak warrior, Barseker, yang tubuh yang dipenuhi otot seperti Ogre.

Seluruh tubuh dilapisi armor mithril, dengan two-handed sword yang panjangnya melebihi tinggi tubuhku, dan setiap saat bertarung di garis depan.

Sebagai masyarakat biasa yang masih jomblo, dan beberapa uang yang cukup, Aku banyak memakai barang berbayar yang efektif bagi statusku, dan terkenal di dalam game sebagai sosok yang kuat.

Dengan batas max level adalah 999, ada kurang dari 1% player yang sudah melebihi level 500. Dan aku telah melebihi level 700, maka wajar saja.

Setelah satu jam berlangsung penuh peperangan, akupun melepaskan tanganku dari keyboard dan meregangkan punggungku.

“Oh, Toya! Terimakasih atas kerja kerasmu!!”

“Hari ini kita menang ya…”

Di dalam log Chat, banyak percakapan mengalir di party chat membahas kemenangan kali ini.

“Akhirnya selesai juga… Karena hari ini menang, mungkin harus cari teman buat berburu nanti deh… mungkin sekali-kali coba ajak Din dari Sifancy Empire ya? “

Di game MMO ini, tidak masalah untuk membuat akun lain dan berpatisipasi dengan negara lain. Meskipun  ada kemungkinan jika kau menggunakan akun lain bersamaan saat perang berlangsung, namamu akan terpampang di papan bulletin. Namun itu tidak akan masalah jika kia logout dulu akun pertama dan kembali login dengan akun lain.

Dan aku punya akun yang terdaftar di Sifancy Empire. Aku tidak menaikan levelnya, karena akun ini hanya kugunakan untuk berbicara dengan teman sesama Sifancy Empire, dan sebagai gudang tambahan untuk akun Berseker yang merpakan akun utama .

Mohon dikoreksi kekurangan kami……

Setelah menyelesaikan event aku mendapatkan tongkat sihir dan sebuah sebuah pakaian kelas atas, namun karena aku tidak akan menggunakannya di akun berseker jadi aku menyimpannya di dalam inventory akun ini bersama dengan sejumlah uang.

Di dipan layar tampak seorang ras manusia dengan perawakan yang tampan berusia 16 tahun dengan rambut perak. Dan jobnya adalah Priest. Tentu saja sangat berbeda dengan karakter berseker yang sangat aku kagumi.

Ketika login, karakter itu berdiri sebuah alun-alun kota utama bernama kota Deliruta.

Karena perang baru saja selesai, alun-alun ini di penuhi dengan orang orang yang login., langsunng saja aku masuk menu utama dan memeriksa apakah temanku sedang online. Dan munculah nama yang kucari di Friendlist.

“Ada..ada…. Langsung panggil aja lah… “

Diantara daftar itu, aku meng-klik nama [Din] untuk membuka chat screen.

“Good jooob…!!”

“Good Job!! Lagi main ke negara ini ya?? “

“Aku mau ngajak hunting bareng, gimana bisa gak? “

“Boleh tuh… sekarang aku lagi dad di depan gereja yang disebelah utara alun-alun, kesini aja…”

“Siap!! Meluncur…”

Aku menutup Chat screen dan bergegas menuju ke lokasi itu. di tempat yang dijanjikan itu, ada tiga orang lain selain aku.

“Haloo”

“Touya GJ”

“GJ”

Keempat orang yang ada di tempat yang dijanjikan itu adalah Din, seorang High Wizard yang merupakan kelas tertinggi Wizard, dialah temanku. Russel, seorang Rouge yang merupakan kelas tertiggi dari job Thieft. Melilia sang High Priest yang merupakan versi tertinggi dari Priest.

Terimakasih kepada para donatur dan klikers iklan……

“Kebetulan kita lagi tidak ada tank nih…”

Didalam MMO ini, memungkinkan untuk membentuk seebuah party sampai dengan lima orang. Dengan masuknya diriku maka akan terbentuk sebuah formasi party yang sempurna.

“Tempat berburunya di Gua Lauralca aja gimana?? Aku mau ganti ke Berseker dulu, jadi ketemuan di pintu masuk aja ya…”

“Oke” “Sippp!!”

Char mereka terlihat melambaikan tangan dan membungkuk. Bahkan Char milik Din terlihat berlutut.

Ketika aku mencoba untuk log out, muncul sebuah lingkaran sihir mengitari Char miliku.

“Apaan nih?” “Eh?” “Bug kali wkwk”

Semua orang terkejut melihat kemunculan lingkaran sihir berkilau yang tiba-tiba mengelilingi char ku. Tentu saja aku juga terkejut.

Perlahan-lahan layar memutih.

“Apaan sih ini?”

Tiba-tiba cahaya putih merambat keluar dari layar dan memenuhi seluruh ruangan. Seketika kesadaran ku yang sedang berada di depan PC menghilang.

Pandangan ku yang tadi memutih, kini perlahan mulai kembali.

Ketika aku membuka mataku, aku bisa melihat langit-langit yang sangat berbeda dengan yang ada dikamarku.

Tinggi ruangan itu lebih dari 10 meter dan dapat terlihat gambar-gambar di langit-langit itu layaknya sebuah museum atau gereja itali yang biasa aku lihat di internet.

Bantu kami dengan memberikan komentar apa bila ada kesalahan……

“Berhasil!”

“Yang Mulia memang benar-benar luar biasa!!!”

Ditengah kemeriahan suara tepuk tangan, aku yang tidak mengerti apa-apa ini berusaha bangkit.

“Ada apa sih sebenarnya… Ini…”

Aku melihat sekeliling, dan kutemukanseoran gadis cantik yang menggunakan gaun mewah, rambut pirang terawat yang terurai sampai ke pinggang, dan menggunakan sebuah tiara di atas kepalanya berdiri tepat didepanku. Gadis itu dikelilingi oleh pria yang tampak menggunakan pakaian mewah dan juga beberapa orang ksatria yang membawa pedang.

“Maaf ini terjadi tiba-tiba Hero-sama…. Aku adalah puteri pertama Generate Kingdom, Sharon von Generate… Negeri kami, Generate Kingdom telah ditantang berperang oleh musuh kerajaan kami, Lunett Empire, dan sudah 20 persen dari wilayah kami direbut… Karena itu kami menggunkan Summon Crystal yang merupakan harta nasional untuk memanggil anda…”

Aku sama sekali tidak mengerti maksud yang gadis itu bicarakan.

“Meskipun kau bilang begitu… aku ini Cuma pekerja kantoran biasa…. Apalagi aku ini sudah 35 tahun….”

“Kantoran??? Aku tidak mengerti apa maksudnya, tapi anda tidak terlihat seperti berusia 35 tahun??? Apa anda termasuk ras yang berumur panjang??? Tapi penampilannya sama seperti manusia…”

——Apa sih yang dibicararakan gadis ini?? Bagaimana pun kau melihatnya aku ini kan sudah om-om….

Lalu aku menyentuh rambut ku dengan jari-jari ku.

Darimanapun aku melihatnya, ini berwarna perak. Eh?? Kok perak?? Kenapa jadi perak???

Dengan panik aku segera memperhatikan diriku sendiri. Aku menggunakan pakaian kain dan berjubah. Perutku yang seharusnya sedikit buncit telah meghilang dan terlihat kencang seolah sangat terlatih. Ketika aku sedikit mengankat bajuku untuk memeriksa perutku, terdengar para ksatria yang ada di sekitarku berisik.

Terimakasih atas kesetiaan kalian untuk selalu menantikan kami……

“Apa yang kau lakukan di hadapan tuan puteri!!!”

Para Ksatria itu mengarahkan pedang mereka kepada ku.

“Tidak, tidak! Bukan begitu maksudku!!”

Dengan panik aku menurunkan kembali bajuku.

“Apa boleh buat, mungkin dia kebingungan karena tiba-tiba dipanggil kemari…. Dengan membuka jendela Status, anda akan bisa melihat title Hero disana, silahkan dicoba… Tidak perlu menyuarakannya, hanya memikirkan itu saja mungkin sudah bisa keluar…”

Status? Apa didunia ini ada yang namanya Status seperti yang ada di game??

“Status”

Aku memikirkan itu didalam kepalaku.

◇ ―――――――――――――――――――― ◇

[Name] Touya Kisaragi
[Race] Human
[Gender] Male
[Age] 16 years old.

[Job] Priest
[Title] Summoned
[Level] 1

[Special Skill] God’s Eye, Can use All Magic Attributes, Can get All Skill
[Skill] None

◇ ―――――――――――――――――――― ◇

Silahkan di share ya……

Sebuah panel transparan muncul didalam benak ku dan aku pun memeriksa apa isinya.

Aku tak melihat kata Hero dimanapun.

“Bagaimana? Seharusnya itu tertera di bagian Title…”

Sang puteri bertanya kepada ku dengan wajah gelisah.

“… Tidak ada, disini tidak ada title Hero… hanya ada Summoned disini…”

“Masa…”

Perkataanku sepertinya sudah membuat puteri itu dan orang-orang disekitarnya lemas karena kecewa.

“Jangan-jangan gagal…”

Terdengar suara orang mengeluh dan menghela nafas disekitarku.

—Jangan-jangan aku sudah tidak beguna?? Apa yang harus kulakukan dengan rambut perakdan jubah ini??? Apa aku bisa pulang kerumah??

“Apa kira-kira aku bisa pulang??”

Aku mencoba bertanya kepada puteri yang nampak kecewa itu. Wajah sang puteri itu terlihat sangat menyesal.

“Meskipun tidak ada title Hero disana, semua yang dipanggil ke dunia ini dikatakan dalam legenda memiliki level yang sangat tinggi… Apa jangan-jangan anda sudah melebihi batas dan berada diatas level 100??”

“Tidak, disini tertulis level 1…”

Dan sepertinya aku telah menghancurkan harapan kecilnua menjadi butiran debu.

“Eh?? Level 1?? Serius???”

“Ya…  ini level satu tapi di skill nya——”

“Level 1 katanya!!! Bukankah itu sama saja dengan bayi!??? Bahkan Ksatria disini lebih baik darinya!!”

Seorang pria paruh baya yang nampak seperti bangsawan memotong perkataanku.

Project baru karya Yashu, semoga booming……

“Baiklah… Aku minta maaf telah memanggil anda…. Summoning Crystal berpasangan dengan Deportation Crystal, dan dengan itu bisa mengirimkan anda kembali kedunia asal… Taapi bisakah anda mengizinkan saya menggunakan Summoning Crystal sekali lagi? Kami hanya bisa melakukan pemanggilan disaat bulan purnama seperti hari ini, dan dengan sihirku aku hanya bisa melakukan ritual sekali lagi…. Sedangkan pemulangan anda akan dilakukan esok hari….”

Puteri itu mengatakan itu dengan wajah penuh penyesalan.

“Baiklah… “

Aku pun menyetujuinya, setelah memastikan kondisiku saat ini, maka diputuskan aku bisa kembali besok.

Ksatria menyuruhku untuk segera menyingkir dari lingkaran sihir dilantai. Akupun memutuskan untuk melihat upacara peanggilan ini dari sudut ruangan.

Upacara pemanggilan pun dilanjutkan.

Mereka meletakan permata bernama Summoning Crystal itu ditengah lingkaran sihir itu, dan kemudian puteri itu mengalirkan energi sihirnya kepada permata itu.

Ia pun mengucapkan sesuatu seperti mantera, dan perlahan lingkaran sihir yang mengelilingi permata itu mulai bersinar. Perlahan-lahan cahaya itu semakin terang.

“Cahaya ini lebih terang dari yang tadi!!! Jangan-jangan ini…”

Permata itu pecah menjadi berkeping-keping. Bersamaan dengan itu seluruh ruangand diselimuti cahaya putih yang amat terang. Sangat terang sampai-sampai aku berusaha untuk menutup mataku.

Cahaya itu un menghilang, dan dnuia kembali seperti sebelumnya. Ketika aku membuka mataku, aku melihat sosok pemuda berambut pirang berdiri ditempat yang tadinya ada permata disana.

Menterjemahan novel ini membuat jiwa gamerku meletup-letup……

Pria itu menggunakan armor perak yang terlihat mewah, dan ketika ia sadar, ia kebingungan dengan situasi yang ada saat ini.

Ksatria disekitar nampak mengagumi armor milik pemuda itu.

“Situasi macam apa ini?? Kenapa aku ada disini?? Seharusnya aku sedang melawan monster…”

Pemuda yang tampaknya berusia sekitar 20 tahunan itu tampak sangat rupawan. Wajahnya tampak lebih tampan daripada Idol di jepang, dan mungkin lebih terlihat seperti buatan CG.

Ekspresi wajah sedih sang puteri menghilang dan ia mendekati pria itu sambil tersenyum.

“Maaf memanggil anda tiba-tiba Hero-sama… Namaku adalah Sharon von Generate, puteri pertama Generate Kingdom…”

Kalimat yang ia katakan sama persis dengan apa yang aku dengar pertama kali. Pria itu pun melihat status miliknya sesuai dengan instruksi.

“Title nya bertuliskan Hero dan Holy Knight…”

Mendengar perkataan itu semua orang yang ada disini bersorak gembira.

Terimakasih telah berkunjung, nantikan kelanjutannya ya……

 

Comments

13 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Prolog 1”

  1. Hogaku says:

    Wah baru 🙂

  2. Hogaku says:

    Wajib lanjut ini sih.

  3. Yomu says:

    Hmmm baru

  4. Yusuf says:

    Min mgkn bagus klo dikasih genre…. jdi kyk spoiler tp gak memberitahu isi cerita… kyk contoh sprti di watpad, salah satu genre cheat… kita seolah berimajinasi bahwa ini novel mc nya bakal op nii…

  5. Lord umai says:

    Lanjut min.

  6. Arif P says:

    Pas pengenalan kok umur mc 3 tahun min?

  7. Ardian-kun says:

    Pas baca awalnya kirain bkal mirip moto sekai ichi’i ,yg sama² ke isekai pke akun game kedua
    Tpi mkin ke ending jadi mirip manga lv2 kara cheat,, yg di campakkan gara² cmn lv1
    Hmm.. akan saya pantau kedepannya:v

  8. kiruru says:

    Di manganya baru chapter 1.. msh typo nih min hihi..

  9. Roxy says:

    Anjir ketinggalan Jauh

  10. Cicak montok says:

    Lanjut min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *