Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Prolog 2
~~

 

Selamat Membaca….

Karena pemanggilan Hero telah berhasil, para bangsawan terlihat senang dan bersemangat, dan benar-benar melupakan keberadaan ku.

Mereka saling berpegangan tangan, menepuk bahu seolah mereka telah menemukan sebuah haeapan baru. Sang Puteri yang pipinya terlihat memerah itu memgang tangan sang Hero dengan kedua tangannya seraya bergumam, ‘Hero-sama…’

Kondisi ini terus berlanjut selama beberapa menit, dan perlahan mulai mereda. Sang puteri itu berdeham, lalu memperbaiki posturnya dan kemudian ia mulai berbicara kepada Hero itu.

“Hero-sama.. Selanjutnya akan ada pertemuan dengan ayahku, Yang Mulia Raja… Mari sebelah sini….”

Sang putri meninggalkan aula bersama Sang Hero itu, dan para bangsawan pun mengikuti mereka. Para Peetinggi Ksatria yang menggunkan armor mewah pun juga mengikuti mereka dan hanya menyisakan para ksatria untuk melakukan bersih-bersih.

Eh?? Terus aku bagaimana?? Aku yang mulai panik pun mecoba berbicara kepada salah satu ksatria.

“Permisi…. Aku harus apa ya??”

Ksatria itu tampak kebingungan dan dia memanggil seorang pelayan.

“Tolong antarkan orang ini ke kamar tamu… Besok akan kami pulangkan…. Dan juga…”

Ksatria itu berbisik di telinga pelayan, dan sang pelayan pun mengangguk lalu mengantarku tanpa banyak berbicara. Dengan panduan dari sang pelayan, aku meninggalkan ruangan ritual kemudian menyusuri koridor untuk sampai ke salah satu kamar di Istana ini.

Ketika melewati koridor, aku melihat berbagai patung serta lukisan yang menghiasi seperti yang pernah aku lihat di internet. Sambil memandangi pajangan ini aku terus mengikuti sang pelayan.

Silahkan tinggalkan komentar…

“Silakan gunakan kamar ini… Toiletnya ada di dalam pintu itu… Kami akan segera membawakan makanan untuk anda ke kamar ini…”

Ruangan yang ditunjukan ini sangat sederhana dan terlihat sangat mencolok jika dibandingkan dengan koridor yang terlihat mewah barusan. Ruangan ini seluas 8 tatami, dengan tempat tidur, kursi dan sebuah meja di dalamnya. Sebuah closet dan sebuah pintu ada di sudut ruangan, namun entah kenapa disini tidak ada jendela.

Bagaimanapun kau melihatnya, ini tidak seperti sebuah kamar tamu.

“Apa ini benar kamar tamu?? Serius???”

Aku mencoba meminta konfirmasi dari sang pelayan karena ini benar-benar jauh dari apa yang aku bayangkan. Pelayan itu hanya mengangguk.

Ketika aku memasuki ruangan itu, pelayan tiba-tiba menutup pintu.

ckreek

Loh?? Kok seperti suara di kunci???

Ketika aku mencoba untuk memastikan dengan membuka pintu, benda itu tak bergerak sama sekali. Ketika aku memeriksa kunci yang digunakan, rupanya ruangan ini di di rancang untuk dapat dikunci dari luar, bukan dari dalam.

Selalu saja malam…

“Sial!!! Gua ketipu!!”

Setelah aku lelah mencoba menarik dan mendorong pintu yang tak kunjung terbuka, aku pun membaringkan diri diatas tempat tidur seakan ingin pingsan.

“Tapi.. kenapa aku dipanggil kedunia yang terlihat nyata ini?? Pakai wujud berbeda lagi…”

Aku pun menyerah karena tak dapat memahaminya sekeras apapun aku berusaha, dan memutuskan untuk membuka pintu toilet.

Didalam toilet itu, ada wc, wastafel, dan … Cermin. Bukan cermin moderen seperti yang ada di jepang melainkan hanya sebuah logam yag terlihat mengkilat.

Wajah yang terpantul di cermin itu nampak tidak asing lagi. Itu adalah karakter Priest dari salah satu akun miliku yang aku buat dengan penuh semangat meskipun hasilnya tidak setampan Hero yang barusan yang aku lihat.

“Ternyata benar begitu ya….”

Aku memang senang menjadi lebih muda, namun ini hanyalah satu hari. Besok aku akan dipulangkan dan kembali menjadi pekerja kantoran. Aku pun berbaring di tempat tidur sambil memikirkan alasan yang akan ku sampaikan besok karena absen dari kantor.

Aku menghabiskan waktu cukup lama di ruangan yang bahkan tak terdengar suar pintu diketuk ini. Aku bahkan tidak sempat memikirkan makan malam, hanya minum air di kamar mandi untuk menutupi rasa laparku.

Keesokan harinya, aku terbangun ketika mendengar suara kunci pintu terbuka. Pintu pun terbuka, dan pelayan yang kemarin mengantarkan ku msuk membawa gerobak berisi nampan makanan.

Semoga project sampingan ini juga bisa menarik bagi kalian…

“ELu!!”

Karena aku terlalu mengantuk, aku bahkan tak punya tenaga untuk marah. Pelayan itu menaruh gerobak itu  di dekat meja.

“Saya membawa kan makanan… Saya tinggalkan gerobaknya disini ya…”

Dan pintu pun kembali tertutup.

“Aku ingin pergi dari ruangan ini… Tapi pertama-tama aku harus makan dulu… Seriusan Laper banget nih…”

Aku segera bangun dari tempat tidur dan membuka tutup nampan di gerobak itu.

“Bercanda nih…”

Isinya hanyalah sup yang berisi sisa sayuran yang sudah dingin dan sepotong roti. Namun memang rasa lapar adalah bumbu terbaik di dunia.

TL Note: Artinya kalau laper apa aja enak.

Meskipun roti ini terasa keras ditambah sup sayuran dingin, namun ini merupakan makanan paling berasa yang pernah aku rasakan sebelumnya. Dan dalam waktu singkat semua sudah masuk kedalam perutku.

“Ternyata memang belum cukup…”

Aku pun memuaskan sisa rasa laparku dengan air. Lalu ketika aku sedang menghabiskan waktu, tiba-tiba pintu terbuka. Seorang pria yang mengenakan jubah yang ketinggalan zaman, serta beberapa orang ksatria.

“Ritual pemulangan akan segera dilakukan… Karena tuan puteri sedang sibuk bersama dengan Hero-sama, jadi aku yang akan menggantikannya… Mungkin tidak setara dengan tuan puteri, namun energi sihirku sebagai penyihir istana pasti tidak akan masalah…”

“——Iya……”

Karena Sang puteri sudah memiliki Hero, ritual pemulangan digantikan oleh seorang penyihir istana. Aku mengikuti apa yang dikatakannya dan mengenakan jubah yang aku pakai ketika datang kedunia ini.

Para Ksatria berjalan seolah mengepung diriku, dan kami mengikuti pria berjubah itu. Bagaimana pun aku melihatnya sikap mereka seperti mencegah aku melarikan diri, Namun aku mempercayai perkataan mereka kalau aku bisa pulang ke dunia asalku. Aku pun hanya bisa mengikuti mereka.

Tak lama kemudian kami sampai di ruangan tempat ritual pemanggilan.

“Berdirilah di tengah lingkaran sihir… Aku akan melapalkan sihir untuk mengembalikan mu ke dunia asal…”

Aku pun berdiri di tengah lingkaran sihir seperti apa yang di perintahkan. Penyihir Istana itu mulai melapalkan mantera. Mantera itu cukup panjang, dan selama beberapa menit suara lapalannya menggema di ruangan. Kemudian lingkaran sihir yang ada di lantai mulai bersinar.

“——Wahai orang yang tersesat kedunia ini… Kembalilah kedunia asalmu!!”

Bersamaan dengan itu, ahaya menyilaukan terpancar dari lingkaran itu dan seluruh penglihatanku menjadi memutih.

 

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Prolog 2 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

3 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Prolog 2”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *