Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 1
~~

 

Selamat Membaca….

Bidang pandangan ku perlahan kembali normal.

Saat aku dapat melihat, kupikir aku sedang ada di rumahku, namun ternyata dihadapanku hanya ada padang rumput sepanjang mata memandang. Dan diriku berdiri di tangah paang rumput itu dan terdiam termenung.

“Woi.. Serius nih…. Pemulangan itu bukan berarti ke dunia asalnya ya…”

――― Darimanapun aku melihatnya, ini bukanlah duniaku yang sebelumnya.

Aku menatap kelangit, ada sebuah matahari kecil di samping matahari yang lebih besar. Karena aku bisa melihat dua matahari, maka sudah dipastikan ini bukanlah dibumi.

Aku berusaha memastikan rambutku, dan masih berwarnya perak. Aku juga masih mengenakan jubah. Masih sama seperi karakterku dalam game.

Ditengah padang rumput yang luas ini, aku menemukan sebuah batu besar, dan aku pun duduk diatasnya sambil memikirkan apa yang harus aku lakukan kedepannya. Meskipun aku sudah menjadi lebih muda, namun jika aku hanya mengikuti arus tanpa tahu apa-apa aku bisa berakhir alam kekacauan.

“Bagaimana aku bisa bertahan hidup ya…. Sebelum itu… pekerjaanku…. Sepertinya aku akan dianggap orang hilang ya…”

Orang tua ku sudah meninggal dan bagiku yang selalu tinggal sendiran ini, aku sudah tak memiliki keluarga lagi.

“Kalau ini sama dengan di Game… Maka pasti ada Storage kaan??”

Untuk mencobanya aku mengatakan ‘Storage’, dan didalam benak ku muncul sebuah panel.

“Wow! Bikin kaget aja…”

Meskipun aku terkejut, aku berusaha memfokuskan perhatian ku ke panel itu. Karena karakter ini adalah akun yang aku gunakan sebagai penyimpanan barang, aku dapat melihat berbagai item seperti senjata, peralatan, serta uang yang biasa aku lihat di game.

“Ini……”

Ketika aku memusatkan pikiran ku pada Item bernama roti yang muncul di panel tersebut, seketika muncul sepotong roti di tanganku dan jumlah yang tertulis dilayar itu berubah dari ‘99’ menjadi ‘98’.

Aku merasakan bahwa roti itu seperti baru dipanggang Dan aku pun mulai mencicipi nya.

“—Lezat… “

Karena aku belum makan makanan yag layak sejak kemarin, nafsu makan ku belum terpenuhi, dan aku mengambil beberapa roti lagi dari dalam Storage.

Setelah makan sekitar lima potong, aku dapat memuaskan rasa laparku dan bisa sedikit lebih tenang.

“Untuk sementara aku memang sudah kenyang… tapi aku harus bagaimana kedepannya…. Apa aku bisa menggunakan mata uang dari game disini??”

Ketika aku perlahan mengeluarkan uang dari game, aku mendapat beberapa koin emas, perak dan perunggu. Meskipun ini adalah karakter cadanganku, aku seringkali mentransfer sejumlah uang ke karakter ini. Aku tidak tahu jumlah 20 juta G itu adalah jumlah yang besar atau kecil. Atau malah aku tidak tahu apakah mata uang ini berlaku di dunia ini atau tidak.

“Ah dipikirkan terus juga tidak akan dapat apa-apa… Aku harus mengunjungi kota…. Tapi sebelum itu aku harus memeriksa semua isi Storage ku… Setelah itu baru tentukan apa yang bisa aku lakukan…”

Akupun duduk diatas batu dan memeriksa isi Storage miliku. Aku melihat ada beberapa senjata Knight yang dulu pernah aku gunakan ketika lavelku masih rendah. Ada juga tongkat dan jubah penyihir serta berbagai peralatan lainnya.

“Yoshh… Aku sudah memeriksa semuanya… Selanjutnya… Apa aku bisa mencapai kota…. Aku juga tidak tahu apa aku bisa menggunakan sihir, tapi setidaknya aku punya senjata…”

Aku  mengeluarkan [Buster Sword] dari dalam Storage, senjata yang pernah aku gunakan ketika aku masih level rendah. Pedang ini terbuat dari logam hitam, dan memiliki ATK leih tinggi daripaa senjata besi biasa.

“Ahh bikin nostalgia aja…. Aku sering pakai ini dulu ya…”

Aku mencoba mengayunkan pedang menggunakan satu tanganku. Dan aku dapat merasakan perasaan realistis yang sangat berbdeda dari sekedar animasi grafis. [Buster Sword] ini tidaklah cocok untuk seorang Priest, namun ini cocok untuk Berseker. Mungkin karena ini adalah dunia lain, aku bisa mengayunkannya dengan lancar tanpa mebuat punggungku berbunyi atau semacamnya.

“Lalu… Pakaian…”

Aku mencoba berbagai jenis jubah, namun tetap saja darimanapun aku melihatnya ini masih terlihat seperti seorang chunibyou. Diantara semua itu aku mengeluarkan jubag putih yang relatif terlihat polos yang terbuat dari bahan monster. Aku pun mengganti pakaian ku dan memastikan kembali penampilan ku.

“Setidaknya kalau ini aku masih bisa tahan…. Simpel lagi…. Yosh.. mari kita cari kota atau desa terdekat…”

Ketika aku sedang menelusuri kendaraan yang ada di dalam Storage ku, aku menemukan ikon bergambar kuda.

Aku menggunakan kuda sampai level 100 dan setelah itu aku menggunakan Mogura(tikus mondok) yang merupakan makhluk yang memiliki jenis kelamin yang aku dapatkan dari item berbayar. Dan aku memindahkan kuda itu ke dalam penyimpanan karakter cadangan ku.

“Kuda… Apa sampai segini nya sama seperti di game?? Coba keluarkan deh…”

Aku menunku kearah ikon kuda itu, dan seekor kuda hitam yang tampak perkasa muncul di hadapanku. Selain perkasa, mungkin kuda ini juga terlalu besar dari segi ukurannya.

“Ngiihikkk…brrrr” (suara kuda ya, bukan yang macem-macem)

Dan kemudian enah kenapa kuda itu menggigit kepalaku.

——Tiba-tia langsung begini… gak bangetlah…. Tapi ini makhluk… besarnya tidak seperti kuda biasa kan???

Aku pernah melihat Thoroughbred di arena pacuan kuda, tetapi ini lebih tinggi dan otot kakina lebih berisi. Sambil mengusap kepalaku menggunakan jubahku, aku membelaileher kuda itu. Dia nampak merasakan kenikmatan dan tubuhnya meregang.

“Oh, Yosh.. Yosh… Boleh aku menaikimu?? Aku ingin pergi ke kota atau tempat yang ada manusia tinggal….”

Sepertinya dia mengerti apa yang aku ucapkan, Kuda itu segera membungkukan kakinya agar aku bisa dengan mudah naik. Setelah aku naik di punggung kuda itu, aku memegang tali kendalinya dan kemudian berbicara kepada kuda itu.

“Kalau begitu, Ayo pergi!”

Kuda itu pun mulai berlari sesuai aba-abaku. Kecepatannya sungguh tidak seperti kuda lainnya.

“Tu-tunggu!!! Terlalu cepat!!! Pelan-pelan sedikit!!!”

Seakan mengerti perkataanku, kuda itu mulai melambat.

Setelah kami berjalan sekitar 30 menit, aku mulai bisa melihat sebuah jalan besar. Meskipun tidak ada orang yang melintas, namun jika kita menuju salah satu ujungnya pasti akan menemukan kota.

“Sampai di jalan besar ya…. Kalau kita ikutin jalan, nanti sampai di kota kan? Aku harus segera menyelidiki dimana aku berada saat ini…”

Aku menyusuri jalan sambil menunggangi kuda dengan kecepatan yng cukup nyaman.

“Segini pas bener dah suasana nya…”

Aku terus menyusuri jalan raja dan kemudian sedikit mendaki bukit disekitar gunung kecil. Lalu disana——

Ada sebuah kereta dan beberapa orang yang sedang diserang oleh kawanan monster.

Terimakasih telah berkunjung….

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 1 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

9 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 1”

  1. MoltoUltra says:

    Kasih bintang ⭐3 dlu ntar kalo bagus gw naikin bintang ⭐5

  2. Hogaku says:

    Lanjut min

  3. Zirco says:

    Lanjut min, seruuu nih kayanyaa wkwk

  4. Maple says:

    gasss min

  5. Yusuf says:

    Pengennya sii novel yg lbh sering nunjukin menu bar status… lbh menarik gitu… yahh mau gmn lagi

  6. Komentator says:

    Up min soalnya dulu ane baca manganya sekarang udah lupa karna gapernah update sekarang diingetin sama mimin. Ane penasaran lagi sama kelanjutannya

    Semoga dengan adanya ln baru reader makin banyak dan semoga web ini bisa jadi penghasilan utama amin..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *