Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 10
~~

 

Selamat Membaca….

Dengan perasaan bimbang ini aku pun memegang kunci yang dititipkan kepadaku dan membuka kunci pintu lalu aku pun masuk kedalam mansion. Dan memang benar mansion ini dalam keadaan yang sangat bersih dan tak ada satupun debu menempel.

“Aku tinggal sendiran disni ya….. ah iya tidak sendirian….”

Tiba-tiba dihadapanku muncul gumpalan kabut putih, dan errys pun muncul.

“Mulai hari ini aku akan merepotkanmu… Namaku Touya… Salam kenal ya… Ferrys?”

Mungkin karena kebiasaanku sebagai orang jepang, aku pun menundukan kepala. Ketika aku mengangkat kepalaku kembali kurasa aku melihat Ferrys agak tersenyum.

Dalam perjalanan kembali ke guild pedagang tadi, Natalie sempat menjelaskan kepadaku bahwa roh rumah tidak bisa berbicara, begitu pula Ferrys.

Ia juga mengatakan bahwa roh rumah itu akan menetap di sebuah rumah dan menjaga rumah itu dengan hati-hati. Serta rumah yang ditinggali oleh roh rumah akan terus bertahan tanpa pernah rusak.

Memang tidak berbahaya, namun jika penduduk nya berubah, roh rumah itu akan memilih siapa pemilik rumah itu, dan tak akan ada yang bisa tinggal disana tanpa izin.

Dan juga keberadaan roh rumah ini adalah langka, bahkan dikota ini baru diketahui ada tiga rumah lain yang memili roh rumah.

Diantara semuanya, hanya rumah ini yang sudah sepuluh tahun sejak natalie memjadi pemiliknya tidak mendapatkan izin tinggal meskipun banyak menginginkan nya.

Jika ditanya, para roh ini mengerti apa yang dibicarakan, dan akan menjawan. Namun tentunya tanpa kata-kata.

Namun entah kenapa, mungkin karena aku cuma sendirian di rumah ini, aku pun mecoba bertanya padanya dengan suara pelan.

“Kamar ku dimana ya???”

Menanggapi pertanyaan ku, Ferrys menaiki tangga perlahan seolah-olah memintaku untuk mengikutinya. Dan ia membuka pintu sebuah kamar di ujung lantai dua.

Ketika aku memasuki kamar itu mengikuti Ferrys, aku melihat ruangan berukuran sekitar 30 tatami dan tempat tidur yang besar dilengkapi dengan kanopi, dan bahkan ada sofa juga disana.

“Kupikir rumah ini saja yang besar… ternyata kamarnya juga sebesar inni ya….”

Ketika aku melihat-lihat setiap sudut ruangan, Ferrys terus berdiri di pintu masuk sambil memperhatikan ku. Bahkan setelah aku memperhatikan setiap sudut kamar, semuanya sangat bersih dan tidak ada debu.

Meskipun Natalie bilang bahwa itu adalah hal normal untuk sebuah Mansion yang memiliki roh rumah, namun karena karakterku sebagai orang jepang, aku benar-benar merasa bersyukur dengan semua ini.

“Ferrys, terima kasih sudah membersihkan rumah ini…. Aku ingin melihat kamar-kamar lainnya, bisa kamu mengantarkan aku??”

Aku merasa dia memasang ekspresi yang lembut setelah mendengar perkataanku, namun aku tidak terlalu memperhatikannya karena dia langsung keluar ruangan.

Setelah itu, kami berkeliling ke kamar tamu dan ruang belajar yang ada di lantai dua. Kemudian kami pindah ke lantai satu, dan mengitaru ruang makan, ruang tamu, dan kamar mandi. Ini adalah alasan terbesarku memilih rumah ini.

Saat aku membuka pintu ruang pemandian dari ruang ganti, aku merasakan ada uap air yang menyentuh permukaan wajahku.

Setelah kabut uap itu mereda, aku bisa melihat sebuah bak pemandian yang luas yang kira-kira bisa menampung 10 orang dewasa. Dan aku bisa melihat air panas mengalir tanpa henti dari mulut patung berwajah singa.

“Apa mungkin… aku bisa masuk kapan saja…”

Melihatku berbalik kearahnya, dia pun mengangguk tanpa ekspresi.

Mendengar itu aku pun refleks mengangkat tangan dan bersorak ‘Berhasil!!!’ dan mengungkapkan semua kegembiraan ku.

Ferrys sepertinya kebingungan melihat diriku terlalu senang dengan sebuah pemandian, namun sebagai orang jepang, pemandian itu tidak ada duanya.

Sambil menahan keinginanku untuk segera mandi, akupun mengikuti Ferrys lagi. Setelah dari ruang pemandian, aku duduk dan bersantai di sofa yang ada di ruang tamu.

“Ferrys, terima kasih ya sudah mau mengantarku… mulai hari ini, aku mohon kerjasama nya ya…”

Setelah aku mengucapkan terimakasih ku, Ferrys pun mengangguk dan kemudian menghilang. Aku yang ditinggal sendirian ini pun mulai memikirkan apa yang akan aku lakukan kedepannya.

“Untuk sementara, karena aku bisa membuat makanan sendiri, maka itu tidak akan masalah…. Namun aku harus menentukan rutinitasku…. Aku juga ingin menaikan level ku…. Aku harus mencoba benda-benda yang ada dalam Storage juga…. Pertama-tama….”

Aku pun meninggalkan ruang tamu, dan tentu saja hanya ada satu tujuan. Ruang pemandian. Aku pun melepas semua pakaian ku di ruang ganti dan memasuki ruang pemandian. Dan seketika kabut uap menyentuh seluruh wajahku.

“Bisa masuk pemandian sebagus ini setiap hari…. Benar-benar bahagia….”

Setelah aku membilas tubuhku, aku mulai masuk kedalam bak mandi besar mulai dari kaki ku terlebih dahulu.

“Fhuuu… Mantaaap….”

Aku pun berselanjar kaki di dalam bak mandi yang sangat luas ini yang bahkan tidak masalah bagiku untuk berguling-guling disini. Sambil menahan nafsu ku untuk terus berada di sini, aku keluar dari bak mandi.

Semua pakaian yang tadi aku lempar begitu saja di ruang ganti sudah terlipat rapih di dalam keranjang. Ada juga handuk yang telah disiapkan untuk mengeringkan tubuhku.

Dan….. Ada Ferrys berdiri disana.

“Tu-!!!”

Aku pun dengan panik segera mengambil handuk dan membelitkan nya di pinggang ku. Meskipun dia adalah roh rumah, aku masih merasakan malu jika tubuh telanjangku ini dilihat oleh roh yang terlihat seperti gadis itu.

Ferrys nampak tidak terlalu memperdulikan keterkejutan ku ini. Namun aku masih sedikit risih jika dilihat oleh seorang gadis, jadi aku memintanya untuk keluar dan dia pun langsung menghilang.

Setelah ditinggal sendirian, aku pun mengelap tubuhku dengan handuk, dan kemudian mengeluarkan pakaian baru dari dalam Storage dan segera memakainya.

Ketika aku mengambil pakaian yang ada di keranjang, aku melihat pakaian itu sudah menjadi bersih.

“Sudah bersih….. Apa ini juga perbuatan Ferrys?? Nanti aku akan berterimakasih padanya….”

Aku pun menyimpan pakaian itu ke dalam Storage dan kembali ke ruang tamu.

Pada hari pertama pindahan ini aku merasa tidak ingin memasak, jadi aku mengambil makanan siap saji dari dalam Storage dan memakannya.

Setelah aku merasa puas aku pun naik ke lantai dua dan masuk ke kamar ku.

“Mulai besok aku leveling ah… Aku juga harus ambil quest…”

Aku pun mulai berbaring diatas kasur yang paling nyaman yang pernah aku rasakan, dan tanpa aku sadari aku pun tertidur lelap.

Terima kasih telam mampir….

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 10 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

5 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 10”

  1. Hogaku says:

    Lanjut min

  2. Bos69 says:

    Up ini min

  3. Emang novel disini bagus bagus semua. Semangat min nge-tl nya!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *