~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 16 di Kurozuku.

27 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

Aku baru meninggalkan ruang makan sebentar, namun sang Sage kecil Natalie itu sudah bersiap dengan garpu ditangannya.

Sambil menghela nafas aku pun meletakan piring berisi makanan dihadapannya.

“Apa ini? Cuma tumpukan daging saja…. Jangan pikir akan membuatku puas hanya dengan jenis daging berbeda…”

“Sudahlah coba saja makan dulu…. Baru berkomentar…!!”

“Mu … Kalau aku tidak puas dengan ini, aku tidak akan berikan buku itu!!”

Aku pun duduk dihadapan Natalie, dan dia mulai menusukan garpu ke daging itu dan memotongnya menggunakan pisau.

“Apa-apaan ini, mudah sekali di iris..!? Dan ada cairan keluar darii dalam?? Makanan apa ini??”

Iapun memasukan daging itu kemulutnya, dan ia tampak terkejut dan matanya melebar. Tanpa sadar dari balik meja aku berpose seolah berhasil menang.

“Apa daging bisa selezat ini…!? Seharusnya daging itu lebih kenyal… Namun ini….. Tapi ini benar-benar daging…. Lalu bagaimana dengan yang lain??”

Hidangan yang aku sajikan adalah Mix Grilll. Ada Hamburger, Ayam teriyaki, dan sosis. Disajikan bersama dengan kentang dan jagung.  Didalam game dulu juga ada parameter rasa lapar, dan item ini digunakan untuk memulihkan parameter itu.

Aku pun meletakan dua roti dihadapan Natalie yang terokus pada daging. Ini juga merupakan item pemulian. Meskipun jumlah pemulihannya tidak terlalu besar, namun masih lebih baik daripada roti yang di jual di kota. Jumlah yang tersedia sangat terbatas, namun seperttinya tidak apa-apa sekalian aku keluarkan hari ini.

“Makan roti ini juga… Enak loh…”

“Kebetulan,  baru saja aku kepikiran apa cuma ada daging disini….”

Natalie pun mengambil sepotong roti dan merobeknya, lalu memasukan kedalam mulutnya.

“Ada apa dengan roti ini!!! Lembut dan kenyal sekali…. Aku belum pernah makan yang seperti ini!!”

Melihat Natalie yang terus makan dan terkejut, aku pun menjadi lapar. Aku pun memutuskan untuk mengeluarkan makanan yang sama dan memakannya.

“Ternyata memang enak ya….”

Aku sangat menyukai makanan jepang modern yang kaya akan bumbu-bumbu ini. Keheningan berlanjut sampai selesai acara santapan makan. Sempat terdengar Natalie seperti berbicara sendiri namun ia tak berhenti makan.

Meski ia mengaku sebagai Sage, ketika aku melihat mulut kecilnya itu terus mengunyah makanan, aku semakin yakin dia adalah gadis kecil.

Setelah aku selesai makan, aku menunggu Natalie selesai makan sambil menikmati minuman.

“Aku kalah… Aku belum pernah makan makanan seperti ini… aku benar-benar puas….!!”

Natalie mengakui kekalahanny dengan jujur dan mengeluarkan tiga buku sihir dari dalam Storage dan meletakkannya di atas meja.

“Ini adalah perjanjian kita… terimalah….  Aku benar-benar puas hari ini….”

AKu oun menerima buku-buku sihir itu dan langsung menyimpannya di dalam Storage. Lalu aku meletakan satu lagi piring di hadapan Natalie.

“Ini bonus… anggap saja ucapan terimakasihku telah memberikan buku sihir itu padaku….”

“Benda putih ini apa?? Dn juga benda apa yang merah diatasnya itu??”

“Coba makanlah…. Ini enak loh…”

Aku pun tersenyum menyeringai sambil memberikan garpu baru kepada Natalie. Natalie pun menerima garpu dari ku, meskipun merasa bingung, Natali mulai memasukan Shortcake yang aku berikan kedalam mulutnya.

Ketika ia merasakan krim lembut di dalam mulut nya, ia benar-benar terlihat terkejut. Secara bertahap dia mulai tersenyum bahagia. Aku pun yakin bahwa aku sudah menang.

Aku memandanginya, tangannya terus bergerak tanpa henti sampai kue nya habis. Ketika melihat piring dihadpannya menjadi kosong, ia nampak sangat sedih.

Sedikit-sedikit ia melirik kearah ku seolah ingin memakan lebih. Namun di dunia yang mungkin aku tak bisa membuatnya ini, tentunya yang bisa aku keluarkan terbatas, tidak mungkin aku mengeluarkan semuanya.

“Sudah tidak ada lagi loh….”

Setelah mendengar perkataan ku ia terduduk lemas seolah putus asa. Namun sepertinya dia tidak mudah menyerah.

“Hei… Aku mau makan benda putih itu lagi…. Aku belum pernah makan manisan seenak ini….”

Namun aku tetap menggelengkan kepalaku.

“Apa tidak bisa diatur???  Apa kamu mau mengeluarkan yang seperti tadi jika kita melakukan barter???”

“Meskipun kamu bilang begitu…. Sisanya tinggal sedikit… dan aku mungkin tidak bisa membuatnya lagi….”

“Pokoknya aku mau!! Bagaimana dengan satu buku sihir kelas atas lainnya?? Tolong izinkan aku mencicipinya lagi…”

“Aku jadi bingung jika kamu bilang begitu….”

Ketika lagi-lagi mendengar penolakanku, Natalie menyatukan kedua tangannya seolah sedang berpikir keras. Dan akhirnya dia mengajukan sesuatu yang bahkan tak pernah aku bayangkan.

“Baiklah… aku akan menawarkan buku sihir dan rumah ini, bagaimana??”

Sebenarnya sudah lebih dari cukup aku menerima buku sihir saja, namun dia sampai menawarkan mansion ini??  Kalau begitu bagus sekali. Lagipula aku masih punya 98 lagi…

“Baklah… aku terima, Cuma satu lagi ya??”

“Oh! Boleh ya!? Terimakasih!!!”

Padahal seharusnya aku yang berterimakasih…

Aku mengambil satu piring ShortCake lagi dan meletakannya di hadapan Natalie.

“Ini dia! Perpaduan rasa manis benda putih ini dan rasa asam dari yang mereah serta terkstur yang lembut saling melengkapi….”

Natalie mulai memakan ShortCake itu dengan perlahan. Dan aku hanya menyaksikan ini sambil menyangga pipiku. Disini ada Ferrys, jadi aku berpikir terkadang enak juga jika aku bisa bersantai dirumah besar ini…. Mungkin suatu haru nanti aku bisa membawa seorang istri ke mansion ini…. Khayalan ku mulai melambung tinggi.

Selagi aku sedang berada di alam khayalku, Natalie sudah selesai menyantap semua kuenya.

“Aku benar-benar puas…. Kalau begitu sesuai perjanjian, aku akan memberikan rumah ini…. Dan aku akan membawakan buku sihirnya besok…. Untuk penggantian nama pemilik akan kita lakukan di guild pedagang, jadi datanglah besok siang kesana…”

“Baiklah…. Terimakasih telah mengizinkan ku untuk tinggal di mansion ini…”

Natalie yang telah menyelesaikan acara santap menyantap itu pun pulang dengan hati yang bahagia.

Aku pun segera mandi dan kemudian menuju ke tempat tidurku. Sambil menatap langit-langit, aku pun bergumam.

“Ferrys, besok aku akan menjadi pemilik rumah ini… tolong kerjasamanya ya…”

Setelah mengatakan itu aku pun menutup kedua kelopak mataku dan langsung pergi ke alam mimpi.

Terima kasih telah mampir….

Comments

6 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 16”

  1. Manchaa says:

    Cuman gegara desert warna putih bisa dapet mansion.. Wow.. Hoki banget MC kita yg 1 ini.. Walaupun belom mempunyai hareem resmi wkwk

  2. psp06 says:

    Wkwkwkwk…
    Untung besar ni MC, buku sihir tingkat tinggi + mansion mewah ditukar sepotong short cake

  3. Ryu says:

    Bisa gitu anjir wkwk

  4. Ini status luck si mc sekelas kazuma apa yak??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *