~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 17 di Kurozuku.

28 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

Sambil bermandikan sinar mentari yang nyaman, perlahan-lahan kesadaranku kembali, dan aku pun bangun. Ketika aku membuka mataku, aku melihat ada wajah Ferrys. Sepertinya dia sedang menatapi wajahku. Dia tampak terkejut ketika aku tiba-tiba bangun, namun Ferrys segera berpindah ke sudut ruangan seolah melarikan diri.

“Ferrys, selamat pagi….”

“Se….mat..pa…gi…”

Diantara para rumah yang tidak mungkin menampakan ekspresinya, aku sepertinya melihat Ferrys sedikit tersenyum. Tidak, mungkin aku saja yang merasa seperti itu.

Aku pun bangkit dari tidurku namun Ferrys segera menghilang sehingga aku tidak dapat melihat wajah Ferrys yang malu-malu atau tidak karena sedari tadi memandangiku.

“Setidaknya dia bisa menyapa saja sudah lumayan ya…”

Aku segera mengganti pakaian dan kemudian meningglkan kamar dan menuju kedaput. Tentunya untuk mencoba membuat sarapan dari bahan-bahan yang aku beli kemarin. Aku tentu saja tidak bisa terus-menerus bergantung pada item game.

Aku mengeluarkan telur serta daging yang terkihat seperti daging asap dan memanggangnya diatas wajan. Di dunia ini mayoritas menggunakan kompor sihir, dan tentu saja di rumah ini juga ada. Kompor ini dapat digunakan dengan  memasukan bijih yang menyimpan banyak energi sihir kedalamnya. Karena bisa di isi ulang dan digunakan berulang-ulang, mungkin isa dibilang ini adalaha teknologi ramah lingkungan.

Sambil memikirkan hal itu aku menyiapkan makanan dan membawanya ke ruang makan. Di meja makn yang hanya ada aku seorang diri ini aku menyatukan kedua tanganku dan berdoa lalu memakannya.

Guild petualang juga belum membayarku. Untuk sementara aku memutuskan untuk menyelidiki tentang kota ini dan tentang negeri-negeri disini.

“Ferrys, apa kamu ada disini??”

Ketika aku memanggilnya di ruang kosong ini, Ferrys pun langsung muncul.

“Hari ini aku akan keluar…  aku hanya akan mencari berbagai informasi, jadi aku tidak akan pergi berhari-hari kok…”

Ferrys pun terlihat sedikit tersenyum mendengar perkataanku lalu dia mengangguk. Setelah selesai sarapan, untuk menghabiskan waktu, aku memeriksa isi Storage ku.

Ada banyak benda yang hanya aku tahu namanya, namun aku tidak tahu efeknya sebelum aku mencobanya sendiri.  Memang bukan berarti aku akan mengetahui semua barang yang ada di akun gudang ku ini.

………… Aku bersyukur aku juga punya peralatan lain selain peralatan Berseker……Sebelum itu, apa aku bisa jadi seorang pendekar pedang disini…

Sambil memikirkan itu aku mulai menyelidiki isinya.

Sebelum tengah hari, aku berangkat menuju ke guild pedangang. Aku pun memberitahu pada Ferrys kalau aku akan pulang malam, jadi aku memintanya mengurus Kokuyou.

Ketika aku memasuki guild pedagang, aku lihat Natalie sang gadis Sage itu sudah ada disana bersama dengan Samy.

Ketika mereka menyadari keberadaan ku, mereka pun tersenyum.

“Touya! Sini!”

“Selamat pagi, Touya-san!”

“Natalie, Samy… selamat pagi”

Setelah aku duduk di kursi yang kosong, Samy pun mulai menjelaskan.

“Jadi, rumah itu akan diserahkan kepada Touya-san ya… Baiklah, aku akan segera membawa dokumen penggantian kepemilikan, jadi tolong tungu sebentar…”

Samy pun meninggalkan posisinya, lalu Natalie meletakan empat buah buku diatas meja.

“Sesuai janji…. Satu buku ini… kurasa kau masih belum bisa menggunakanny…”

“Terima kasih. Dengan ini———”

“Maaf aku membuat kalian menunggu!”

Ketika aku sedang mengucapkan terimakasihku, Samy datang kembali sambil membawa beberapa dokumen.

“Baiklah… silahkan kalian berdua tanda tangan disini… Dan juga, sebagai biaya pergantian nama, Guild Pedagang akan mengenakan biaya sebesar 50.000G…”

Kurasa ini seperti broker yang ada di Jepang, jadi aku pun meletakan 5 koin perak diatas meja. Lalu aku dan Natalie menandatangani tiga lembaran kontrak.

“Dengan ini rumah besar itu akan jadi milikmu…. Sesekali jamu aku lagi….”

“…Yah nanti-nanti ya…. Tapi aku tidak akan megeluarkan ‘itu’ loh!”

“Muguu… Kok gitu…”

Sepertinya Natalie masih belum bisa melupakan rasa yang kemarin ia makan, dan dia nampak kecewa. Meskipun sempat merasa heran dengan percakapan kami berdua, Samy pun melanjutkan penjelasannya.

“Kala begitu, aku terima pembayarannya…. Kami akan menyimpan satu lembar dokumen ini di Guild pedagang…. Karena akan dibutuhkan untuk manajemen…”

Satru dari tiga lembar konrak itu diambil oleh guild pedagang, dan kami diberi masing-masing satu lembar. Samy pun segera kembali ke mejanya dengan membawa dokumen itu.

Lalu tak lama kemudian dia pun kembali kemari.

“Dengan ini semua prosedur pergantian nama sudah selesai…”

“Kalau begitu aku pamit ya….”

Aku ingin pergi, namun Samy menghentikanku.

“Touya-san, Touya-san masih ada urusan yang belum diselesaikan….”

Pergantian nama sudah selesai, seharusnya aku tidak ada urusan lain… Akupun kembali duduk.

“Karena kamu sudah membeli sebuah rumah, jadi kamu harus membayar pajak, ini adalah pajak properti…”

…Pajak……. Sewaktu aku tinggal di Jepang aku tinggal di rumah sewaan, jadi aku tidak pernah membayar pajak. Namun sepertinya aku pernah mendengar rekan ku mengeluhkan tentang itu ketika ia baru saja membeli rumah.

Apa boleh buat, aku pun mengangguk.

“Kalau beggitu,  untuk tahun ini….. Jumlahnya menjadi 2 juta G…”

“…?! … 2 juta G…!? Apa semahal itu….”

Jumlah itu benar-benar membuatku terkejut. Meskipun akan bohong jika aku bilang aku tidak bisa membayarnya. Namun aku masih merasa itu terlalu mahal. Tidak… aku memagn tidak mengetahui harga pasaran…. Apa itu harga normal untuk rumah besar itu…

“Wajar jika terkejut… namun sepertinya harga itu tidak akan jadi masalah jika bisa memiliki rumah itu… Natalie-san selalu membayarnya sampai saat ini…”

“Itu benar….. karena tidak ada yang bisa tinggal disana, aku jadi tidak dapat uang sewa… aku hampir saja bangkrut….  Dan tiba-tiba ada kamu yang diakui oleh Ferrys… Pas sekali…”

Natalie tersenyum.

Jika aku menyewanya, maka akan dikenakan 150.000 G perbulan, dan dalam setahun akan menghabiskan 1,8 juta G. Dan saat aku membelinya, aku harus membayar 2 juta G pertahun??

Aku pun sampai pada satu kesimpulan.

“———Kena tipu….”

Meski melihatku duduk terlemas, Sany pun melanjutkan penjelasannya.

“Jika kamu ingin menjualnya, karena rumah itu ditinggali oleh roh rumah, maka hanya orang yang diakui oleh roh rumah saja yang bisa melakukan kontrak jual-beli… Dalam kasus Natalie-san…. Ano… sepertinya itu terjadi cukup lama, jadi…. Sepertinya saat itu belum ada aturan semacam itu….”

Setelah puluhan tahun pemilik rumah itu tidak diakui oleh roh rumah, akhirnya kini menemukan pemiliknya. Aku tidak berpikir akan mudah menemukan pemilik berikutnya.

Apalagi aku cukup menyukai adanya Ferrys.

Aku pun menyerah dan menaruh dua koin emas diatas meja.

Terima kasih telah mampir….

Comments

2 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 17”

  1. psp06 says:

    Cuma ganti nama pemilik rumah hbs 1 chapter, pendek bner dah. Up min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *