~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 19 di Kurozuku.

29 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

Generate Kingdom, negeri yang memanggilku kedunia ini. Serta dipeta ini juga ada gambar Lunnet Empire dan Sifancy Empire yang pernah dijelaskan sewaktu aku dipanggil.

“Apa jangan-jangan…. Sihir pemulangan itu Cuma sihir transfer?? Selain itu, penempatan negara-negara ini… sama seperti di game…”

Kota Fendy di Kerajaan Sarandir tempatku berada saat ini terletak di bersebelahan dengan Lunett Empire. Dan disisi bersebelahan ada Generate Kingdom. Aku membuka satu persatu setiap peta yang ada dan memeriksa posisi setiap negara.

“Jika aku kembale ke Generate Kingdom, mungkin saja aku bisa kembali kedunia asal ku?? Tidak, tapi tunggu…. Tidak ada kepastian aku bisa kembali ke dunia asalku…. Dan meskipun aku kembali ke Jepang, aku telah menghilang selama ini, aku pasti dipecat… Kalau begitu… aku tidak punya pilihan lain selain menghabiskan hidupku disini…”

Aku membulatkan tekad sambil menutup peta itu.

Aku sudah punya rumah sebesar itu, dan juga ada roh rumah yang selalu membersihkannya. Selain itu tubuhku menjadi lebih muda seperti kembali ke usia 16 tahun. Dan aku juga punya cukup uang meskipun tidak berlebihan. Selain itu, aku punya banyak Item Cheat.

Aku pun membulatkan tekad ku setelah berpikir tak ada lagi yang lebih berharga dari ini semua. Aku pun mengembalikan semua barang yang aku bawa kemeja, dan kemudian keluar dari ruangan ini. Setelah berpamitan dengan Milia, aku pun kembali ke mansion.

Begitu aku membuka pintu, Ferrys menyambut kedatanganku. Melihatku pulang dengan cepat, wajahnya terlihat sedikit tersenyum.

“Aku pulang Ferrys…”

“Se… Lamat… Da… tang… Tou..ya…”

Meskipun ia baru mengatakan beberapa kata saja, Ferrys sudah bisa berbicara sedikit lebih lancar. Aku rasa ini ada hubungannya dengan tinggalnya aku disini. Sambil memikirkan itu aku pun mengganti pakaian ku di kamar, lalu kemudian menuju kedapur.

Akupun mengeluarkan bahan-bahan dari dalam Storage, dan kemudian memikirkan masakan.

“Dirumah ini sendirian… agak sepi ya… kurasa aku akan mempekerjakan seseorang jika aku senggang nanti…”

Aku memotong-motong sayuran yang aku keluarkan tadi, dan memasukannya kedalam panci berisi air. Aku juga menggoreng daging menggunakan panci yang lain Lalu aku masukan daging yang sudah setengah digoreng itu kedalam panci. Lalu aku menambahkan bumbu yang aku beli dipasar, dan sesekali mencicipinya.

“Sepertinya ini cukup ya…”

Aku pun menuangkan sup kedalam mangkuk dan memakannya bersama dengan roti yang aku beli dipasar.

“Sepertinya memang makanan Item itu lebih enak ya…. Tapi aku harus berusaha terbiasa dengan ini….”

Setelah selesai makan aku pindah kekamar ku dan meletakan buku sihir yang aku terima ari Natalie di atas meja. Aku menjejerkan empat buku sihir dari mulai tingkat pemula. Hanya dengan membukanya saja, secara alami informasi didalamnya masuk kedalam pikiranku. Aku pun terus membaca, satu persatu, dilanjut dengan tingkat menengah dan tingkat lanjutan.

Dan pada akhirnya, aku mulai membuka buku yang dikatakan sebagai tingkat tertinggi.

“Ini adalah……”

Apa yang diteeangkan dalam buku itu sangat berbeda dengan sihir elemen. Disana tertulis tentang sihir tanpa elemen seperti sihir ruang dan waktu. Sangat berbeda dengan buku-buku yang sebelumnya aku baca, sepertinya ini adalah bahan penelitian.

Tanpa sadar aku pun tersenyum.

“Ini benar-benar menarik… coba kita lihat…”

Di buku itu tidak tertulis sebuah sihir jadi, melainkan lebih kepada teori tentang, ‘Jika ada sihir ini maka akan seperti ini’. Terlebih aku sangat tertarik dengan sihir ruang dan waktu yang tertulis disini. Pada kenyataannya aku di terbangkan ke negara ini dari Generate Kingdom mungkin karena sihir ruang dan waktu ini. Dan ketika aku berpikir bagaimana jika aku bisa menggunakannya sendiri, aku pun jadi tidak bisa berhenti untuk membacanya.

Dan di halaman terakhir, aku melihat ada tana tangan si penulis. Dan nama yang tertulis disana adalah,  Peneliti : Natalie The Sage.

“Gadis kecil itu ternyata!!!”

Aku pun langsung mentutup buku itu.

◇◇◇

Di hari berikutnya aku mulai sering berkunjung ke ruang dokumen guild petualang dan membaca apa yang ada disana. Aku menerima sebuah kartu dari Miria, dan ia berkata…

“Kalau kamu punya ini, kamu bisa masuk ke ruang dokumen kapanpun!!!!”

Namun biaya 1 koin tembaga untuk sekali masuk yang setara dengan 100 yen, itu adalah harga yang cukup murah bagi ku saat ini. Aku pun hanya tersenyum pahit setelah mengetahuinya.

Ruang dokumen ini dipenuhi dengan berbagai dokumen yang berkaitan dengan kegiatan para petualang. Aku pun membaca berbagai dokumen yang mungkin akan aku butuhkan nanti saat mengambil misi pengawalan. Kemudian aku menyelidiki tentang hubungan antar setiap negara dan sejarah mereka.

Aku pun baru mengetahui bahwa meskipun di Kerajaan ini tidak ada perbudakan, namun di beberapa negara itu adalah hal yang wajar. Dan negara yang memiliki sistem perbudakan itu adalah, Generate Kingddom, tempat aku dipanggil.

Secara berkala Generate Kingdom selalu berperang dengan Lunett Empire. Dan pada terakhir kali, mereka berulang kali dipukul mundur oleh Lunnet Empire.

“Sewaktu di Game aku memang memihak Generate Kingdom… tetapi semakin lama aku membaca tentang Kerajaan itu, kurasa itu adalah negeri yang cukup parah…”

Itulah kesan ku.

Sambil menyelidiki dokumen-dokumen ini,  satu minggu pun berlalu dengan cepat. Lalu ada 12 bulan dalam satu tahun, jadi total satu tahun ada 360 hari. Normalnya ada satu hari libur di setiap pekannya, namun tentu saja itu tidak berlaku untuk petualang. Karena petualang itu menentukan quest sendiri dan juga menentukan libur sendiri.

Yang punya kekuatan akan cukup berpenghasilan sedangkan yang tidak cukup kuat akan bekerja tanpa istirahat atau malah mati di tengah jalan. Itulah petualang. Jika sampai pada peringkat C, maka akan diperlakukan seperti veteran, sedangkan peringkat A sebagai orang yang sangat mahir.

Bagi petualang peringkat A ini mendapatkan potongan harga jika menginap di penginapan yang berafiliasi dengan guild. Banun itu tidak berguna bagi ku yang melakukan quest disini dan memiliki rumah disini.

Mulai dari peringkat B, akan ada quest pilihan dan ada pula kasus diamana petualang dipaksa untuk mengambil quest pilihan dari guild ini.

“Yah.. meskipun itu tidak ada hubungannya dengan ku yang masih peringkat C ini…”

Kemudian, setelah tiba batas waktu yang ditentukan, aku pun datang dan duduk dihadapan Ebrand di ruang tamu. Milia duduk di samping Ebrand dengan memegang beberapa dokumen.

“Kalau begitu, aku akan menjelaskan tentang quest pengawalan ini….”

Ebrand pun memulai penjelasan tentang quest pengawalanku yang pertama ini.

Terima kasih telam mampir….

Comments

3 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 19”

  1. Ryu says:

    Ngadimin emang de best

  2. psp06 says:

    Mantap. Lanjut min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *