~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 2 di Kurozuku.

13 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

Ada sekitar 30 ekor monster yang mengerumuni kereta itu. Serta ada tiga orang yang memegang pedang dan tongkat mereja seolah melindungi kereta itu.

“Tiba-tiba ada pertarungan??? Eh tapi apa aku bisa bertarung?? Kalau gak salah aku masih level satu deh…. Oy.. apa menurutmu aku bisa menyelamatkan mereka??”

Aku merasa aneh karena berbicara kepada si kuda, namun entah mungkin dia mengerti perkataanku, dia pun meringkik dan langsung menambah kecepatannya menuju kearah gerombolan monster itu.

―― Dan kecepatannya semakin bertambah.

“Tunggu!!”

Sepertinya perkaataan ku sudah terlambat, kuda ini terus melaju sambil menendang dan menginjak-injak monster. Monster-monster itu nampak lebih kecil dari manusia, berjalan dengan dua kaki dan mengenakan sebuah rompi yang jelek. Mereka juga membawa sebuah tongkat yang jelek yah mungkin lebih tepat disebut Goblin.

Para goblin itu terpental sekitar puluhan meter jauhnya seolah-olah mereka ditabrak oleh truk besar. Kuda ku berlari di sekitar dan menendag goblin-goblin itu dengan aku yang masih berada di punggungnya. Aku hampir merasakan leherku akan putus.

Dan dalam beberapa menit kemudian, gerakannya menjadi melambat.

Dan akhirnya aku bisa mengangkat kepalaku dengan benar——

——Disekitarku tergeletak mayat menyedihkan para Goblin yang ditabrak oleh kudaku. Ada yang ditabarak, ada yang terinjak, dan goblin-goblin itu tewas brsimbah darah berwarna hijau.

Sambil menahan rasa mual ku aku menoleh kearah orang-orang yang melindungi kereta itu, dan mereka tampak terkejut memandangi ku.

Lalu kudanya bagaimana? Dia hanya mengatakan ‘Brrrr’.

Akupun turun dari kuda itu dan membelai lehernya sekali, lalu aku mencoba berbicara kepada ketiga orang yang memandangi ku itu.

Terimakasih selalu setia mengunjungi web kami….

Ada Swordsman berambut merah dan menggunakan armor kulit. Ada juga yang berambut coklat yang menggunakan armor kulit serta membawa pedang dan perisai. Dan satu orang wanita berambut hijau yang mengenakan jubah dan memegang tongkat. Ketiganya terlihat berusia sekitar 20 tahunan.

“Maaf ya, dia ini tidak mau mendengarkan perkataanku… “

Mungkin mereka terlalu bingung dengan apa yang terjadi, mereka bertiga pun mengarahkan pedang mereka padaku. Aku pun mengangkat tangan dan memberi tahu mereka kalau aku tidak membawa senjata, mereka pun melonggarkan kewaspadaan mereka dan menurunkan pedang mereka dengan perasaan kega.

Lalu swordsman berambut merah itu maju.

“Maaf telah mengaarahkan pedang kami padamu…. Terimakasih… tapi.. aku tidak menyangka akan melihat orang yang dapat menaiki Battle Horse…”

Swordsman itu mengatakan itu sambil menatap kuda yang barusan aku naiki.

“Tidak kok,  cuma dianya saja yang tiba-tiba menuju kemari dan menendang mereka….. Hei! Hentikan!”

Ketika aku sedang menjawab pertanyaan nya, si kuda itu menggigit kepala ku dari belakang.

“Sepertinya kau sangat disukai olehnya ya…. Jadi kamu…. Ah maaf harus nya kami yang memperkenalkan diri, namaku Clada… kalau ini Milaga, lalu yang menggunakan tongkat itu Nina…”

Mereka memperkenalkan diri sambil membungkuk ringan. Aku pun juga memperkenalkan diriku.

“Namaku…. Touya… Aku sedang tersesat dan mencari kota terdekat… dan lalu aku menemukan kalian sedang diserang… begitulah…”

“Tersesat!? Di tempat seperti ini…? Dan aku juga tidak menyangka bahwa Battle Horse akan bisa akrab dengan orang….”

Karena aku bingung bagaimana harus menjelaskannya. Jadi aku membuat alasan saja ketika aku tersadar aku ada di sebuah padang rumput, dan tiba-tiba disampingku ada Battle Horse ini. Dan aku juga menambahkan bahwa ketika sadar ingatanku menjadi buyar.

“Begitu ya…. Kota terdekat bernama Fendy berjarak satu hari berjalan kaki dari sini… mungkin akan sampai dalam setengah hari jika menaiki kereta….. Kami juga sedang menuju kesana dalam misi pengawalan ini…. Apa kamu mau ikut?? Yah tapi aku harus bertanya dulu pada klien nya….”

Dari pada aku pergi sendirian lebih baik aku menunggu setengah hari agar bisa masuk ke kota bersama mereka. Aku pun mengangguk menyetujui tawaran itu.

“Hunt-san, monsternya sudah tidak ada… semuanya sudah beres…”

Mirga yang berambut coklat itu memanggil orang yang ada di dalam kereta, pintu pun terbuka dan orang yang tampak kurus muncul.

“Yahh.. syukurlah… meskipun itu cuma goblin, tapi kalau sebanyak itu… kereta ini sampai bergetar lloh!! Jadi… dia ini?”

Sepertinya dia penasaran dengan diriku yang membawa Battle Horse yang ukurannya jauh berbeda ketimbang dua kuda yang mereka bawa.

Clada pun menjelaskan apa yang terjadi, lalu ketika ia mengatakan ingin membawaku ikut bersama mereka, dia pun mengizinkannya. Selain itu ia menjanjikan hadiah kepadaku karena aku bisa memusnahkan semua monster ini.

Kami pun saling memperkenalkan diri, lalu ketika aku ingin langsung berangkat, Clada pun bertanya kepadaku.

“Touya, apa tidak apa-apa kamu tidak mengambil bukti penaklukan??”

“Bukti penaklukan itu apa??? Aku bukan petualang jadi aku tidak mengerti itu….”

Clada pun mulai menjelaskan kepada ku yang sama sekali tidak tahu soal ini.

“Jika itu goblin, maka bagian telinga kanan nya… Yah karena monster sekelas ini tidak akan menghasilkan Magic Stone juga…”

Aku bahkan tidak mempunyai pisau, dan Clada pun menghela nafas dan menggantikan ku memotong bukti penaklukan itu.

“Yah mungkin tanpamu kami bisa selamat, tapi kalau sebanyak ini tentunya akan ada yang terluka, jadi setidaknya izinkan aku melakukan ini…”

Nina berjaga-jaga, sdangkan Clada dan Mirga mulai memotong telinga kanan para goblin itu dengan pisau dan memasukannya kedalam sebuah kantung lalu menyerahkannya padaku.

“Ini bagian yang kamu kalahkan…. Jika kamu membawanya ke guild nanti kamu akan dapat uang…. Jika kita tidak masuk ke kota sebelum malam hari, nanti kita harus terus diluar semalaman, jadi ayo berangkat…”

“Terima kasih.”

Clada dan Nina kembali ke duduk di tempat kusir, sedangkan Milga duduk di tempat penyimpanan barang dan mengawasi bagian belakang.

Kalau aku…. Aku pun meminta kepada Battle Horse yang sedari tadi menatap ku untuk mengijinkan ku menaikinya. Lalu seakan mengerti perkataan ku dia pun menekuk kakinya dan membuatnya seolah agar mudah aku menaikinya.

Kuda itu pun mulai berjalan perlahan dengan kecepatan yang sama dengan kereta itu, aku pun berbicara kepadanya.

“Kurasa aku akan memberikan mu nama agar lebih mudah… karena warnanya hitam pekat, bagaimana jika Kokuyou??”

Seakan mengerti perkataan ku, kuda ini meringkik seakan dia merasa senang.

Dan kami pun melanjutkan perjalanan menuju ke ktoa.

Kami dapat tiba di kota sebelum matahari terbenam. Kota itu dikelilingi oleh tembok batu setinggi sekitar 4 meter. Sepertinya orang bisa masuk setelah melakukan registrasi di gerbang masuk kota.

Ini ada bonus manga nya biar bisa lebih memahami cerita…. Klik disini

“Terdaftar sebagai petualang…. Sepertinya tidak ya, kamu juga tidak mempunyai kartu penduduk ya?? Biaya masuknya 10.000G apa kamu punya uang?? “

Aku pun mengambil koin dari dalam Storage, dan membuatnya terlihat aku mengambilnya dari dalam saku. Aku mengambil koin emas, koin perak dan koin tembaga masing-masing satu keping lalu meletakannya di telapak tangan dan menunjukannya kepada Clada sambil bertanya apa ini bisa digunakan.

“Oi! Jangan semudah itu menunjukan koin emas mu!!  Satu koin tembaga saja sudah cukup untuk masuk ke kota! Jika kamu berjalan dikota sambil memamerkan koin emas, kamu bisa jadi diserang orang….”

Mendengar Clada mengatakan itu dengan nada seikit mengancam, membuat ku sedikit takut. Proses pendaftaran berjalan satu persatu, dan kini tiba giliran kami.

“Selanjutnya!”

Mereka bertiga dan Hunt menunjukan tanda pengenal mereka, dan aku pun mengatakan kepada mereka bahwa aku tidak memiliki nya. Prajurit penjaga gerbang itu menjelaskan kepadaku sambil terkejut melihat Battle Horse yang aku bawa.

“Kamu tidak bawa apa apa ya?? Kali ini aku akan mengambil satu koin perak…. Jika kamu mendaftar di guild petualang kamu akan bisa bebas memasuki kota,,, yah meskipun guild pedagang juga bisa… tapi dar penampilan mu ini…  pasti petualang kan?? dan juga kalau kamu membawa Battle Horse, pastikan kamu mendaftarkan nya sebagai monster bawahanmu juga ya….”

“Aku memang berencana mendaftar di guild petualang… tapi apa itu monster bawahan?? “

“Kamu bahkan tidak tahu itu?? Tanyakan saja pada guild ketika kamu mendaaftar nanti… mereka pasti akan menjelaskan rinciannya…”

“Baiklah… terima kasih…”

Aku pun menyerahkan satu keping perak kepada prajurit itu dan kemudian memasuki gerbang kota.

Ckada dan kkelompoknya akan menuju ke tempat Hunt jadi aku bertanya terlebih dulu dimana lokasi guild petualang.

“Nanti kami akan ke guild juga, jadi kita ketemu disana ya…”

Mereka bertiga dan Hunt berpamitan kepada ku dan melanjutkan perjalanan mereka di dalam kota. Ketika kereta sudah tak terlihat, aku pun mulai berjalan menyusuri kota bersama Kokuyou.

Terima kasih telah mampir, selamat menikmati bonus nya…. pw: kurozuku

 

Comments

10 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 2”

  1. psp06 says:

    Mulai menarik nih, up dong min

  2. Komentator says:

    Up

  3. Hogaku says:

    Lanjut min

  4. Zirco says:

    Itu password manganya apa min? Gk bisa di bukaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *