~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 20 di Kurozuku.

29 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

“Dalam jarak tiga hari ke sebelah barat menggunakan kereta kuda, ada sebuah kota bernama Dumbler…. Aku memintamu untuk mengawal pedagang sampai kesana… tentu saja aku tidak berniat kau melakukannya sendiran, aku akan menambahkan petualang lain juga… Apa kau paham??”

Aku sudah melihat peta dalam kerajaan ini dan aku setidaknya tahu lokasi-lokasi itu. Dan karena aku tahu kota yang menjadi tujuan kali ini, aku pun hanya mengangguk saja.

Setelah memastikan aku paham, Ebrand kembali melanjutkan penjelasannya.

“Selain Touya, akan ada dua kelompok petualang lainnya… di tengah perjalanan nanti kamu akan melewati hutan, dan disana mungkin akan ada monster atau pun perampok yang keluar… Kamu akan mengawal rombongan kereta pedagang ke kota itu, dan bersiaga di kota itu selama dua hari, lalu mengawal mereka kembali kemari… Kalian akan berangkat tiga hari lagi, dan hadiah dari misi pengawalan ini adalah 400.000 G. Persiapkan dengan baik ya…”

400.000 G untuk delapan hari bekerja. Sejujurnya aku tidak merasakan daya tarik quest ini. Karena aku bisa mendapatkan berkali-kali lipat dengan berburu di hutan.Ebrand pun  segera menyadari ketidak puasan ku.

“Sejujurnya aku sadar bahwa dengan pendapatan Touya saat ini kamu tidak perlu untuk melakukan pengawalan seperti ini, tapi petualang itu perlu untuk melakukan berbagai pengalaman… Karena itu aku meminta mu meluangkan waktu untuk ini…”

“Baiklah…. Aku akan bersiap-siap…”

“Baguslah… tapi Touya, kau benar-benar tenang tidak seperti 16 tahun ya…”

Yah… sebenarnya aku sudah 35 tahun. Tentu saja aku tidak bisa mengatakan itu, dan ketika aku sudah menerima lembaran quest dari Milia aku pun segera meniggalkan guild. Aku pun segera meninggalkan kota ini dan masuk kedalam hutan.

Alasan nya… Aku ingin mencoba melatih sihir elemen dan sihir yang dipikirkan si gadis kecil Natalie.

“[Exploration]”

Aku merasakan energi sihir di dalam diriku dan perlahan menyebarkannya ke area sekitar dengan setipis mungkin. Meskipun aku sudah berganti job dan level ku turun, aku pernah mencapai level 100 sebagai seorang Priest. Energi sihir yang ada di tubuhku ini jumlahnya jauh dari rata-rata kebanyakan orang.

“Sekitar 200 meter ya…”

Sambil mengukur jangkauan yang aku bisa rasakan, aku berjalan memasuki hutan. Ketika aku merasakan beberapa respon dan mengikuti arahnya, aku menemukan monster berbentuk babi hutan.

Monster ini disebut Forest Boar, dan dagingnya cukup enak dan kau bisa mengambil semua bagian dagingnya. Sepertinya dia memakan umpan, dan sebelum dia menyadariku, aku menembakan sihir kearah Forest Boar itu.

“Air Cutter”

Dari tangan kanan ku muncul sebuah bilah berbentuk setengah lingkaran dan melesat menuju Forest Boar itu. dan ketika ia menyadarinya itu sudah terlambat dan dia langsung terbelah menjadi dua.

“Sihir pemula bisa sekuat ini ya… Aku harus berhati-hati… kalau sampai kena orang…..”

Sambil membayangkan hal mengerikan ini, aku mengambil Forest Boar yang sudah terbelah itu dan memasukannya kedalam Storage. Meskipun aku menggunakan Exploration  terus menerus, jumlah enerigi yang berkurang cukup sedikit, jadi ini bisa bertahan satu jam setelah diaktifkan.

Dengan cara yang sama, aku menemukan beberapa respon sekaligus dan aku pun menuju ke arah respon itu. Ketia aku sampai di ruangan terbuka yang dikelilingi pepohonan, aku pun berhenti. Ada empat petualang yang sedang bertarung dengan beberapa goblin disana.

Aku menonton pertarungan ini dan berakhir setelah sekitar lima menit. Lalu para petualang itu membagu-bagi material dengan petualang yang sedang bersiaga. Setelah melihat itu aku pun berbalik.

“Party ya…. Enak juga….”

Sambil tersenyum aku mengatakan itu. Setelah itu aku pergi ke beberapa tempat yang terlihat ada respon monster.

◇◇◇

Hari quest pengawalan akan segera tiba. Setelah puas menggunakan sihir elemen, akupun mulai mempesaiapkan barabg-barang yang akan aku gunakan selama pengawalan nanti dan menyimpan semuanya kedalam Storage.

Namun, hal yang paling sulit dalam misi pengawalan ini adalah bagaimana aku harus menjelaskan hal ini pada Ferrys. Sebenarnya pada hari pertama kemarin aku sudah memberitahu Ferrys, namun dia langsung nampak tidak senang dan menghilang begitu saja. Bahkan dia tidak muncul ketika aku panggil. Dan pada hari keberangkatan, akhirnya dia mau muncul.

“Ferrys, aku berangkat ya… Aku akan pulang dalam waktu delapan hari lagi…. Atau paling lama 10 hari, aku titip rumah ini ya…”

“——Touya… Pulang ya…”

“Tentu saja, aku akan pulang secepat mungkin aku bisa… Kalau begitu, aku berangkat ya…”

Meskipun dengan wajah kesepian, Ferrys mengantar kepergianku.

Aku bersama Kokuyou pun menuju ke guild yang merupakan tempat berkumpul. Ada beberapa kereta dan beberapa orang yang terlihat seperti pedagang dan petualang sedang melakukan persiapan. Ketika aku mendekati mereka, para pedagang itu ketakutan melihat Kokuyou.

Dan perhatian para petualang itu juga terpusat pada Kokuyou, bukan padaku.

“Aku adalah Touya, petualang peringkat C yang akan mengikuti quest ini… Senang bertemu dengan kalian…. Dan ini adalah Servant ku, Kokuyou….”

Sebelumnya Ebrand pernah memberitahuku bahwa sebaiknya aku juga menyebutkan peringkatku ketika memperkenalkan diri. Peringkat di guild juga bisa diartikan sebagai tingkat kepercayaan. Untuk peringkat C maka akan dianggap seperti seorang veteran dan dipercaya oleh pedagang.

“Hoo.. diusia semuda ini sudah menjadi peringka C ya… sangat menjanjikan…. Sepertinya tidak aan ada masalah dalam perjalanan kali ini ya…”

Berbeda dengan pedagang yang tersenyum senang melihat ku, kelompok petualang beranggotakan empat orang nampak waspada melihat ku dan salah seorang diantara mereka maju kedepan. Dan ketika aku memperhtikannya, mereka adalah party yang aku temui di dalam hutan dan tengah melawan goblin beberapa hari lalu.

Salah seorang diantaara mereka maju. Ia mengenakan armor kulit dan memiliki pedang One Handed tergantung, sepertinya dia adalah Warrior. Dia nampak sedikit lebi tua dariku.

Aku bisa merasakan sedikit aura permusuhan darinya.

“Aku adalah Dai, kami akan ikut mengawal rombongan ini, yang dibelakang ku ini adalah anggota party ku [Steppe Fangs]… yang membawa busur itu adalah Kaito, dan Thief itu adalah Miruka, lalu yang membawa tongkat itu bernama Akina… Kita semua peringkat D….”

Warrior, Archer, Thief, dan Magician ya…. Benar benar kombinasi yang bagus. Pada dasarnya karena Priest itu langka dan kebanyakan bekerja di Gereja, maka adanya Priest yang menjadi petualang cukup langka dihargai. Biasanya karena Priest tidak memiliki daya serang, maka normalnya mereka akan bergabung dengan suatu party. Namun karena aku pada dasarnya dapat menggunakan Buster Sword ku, maka itu tidak menjadi masalah untuk bermain solo.

“Aku Touya… Peringkat C… Priest, salam kenal…”

Aku bisa saja menyebut diriku Magician, namun banyak petualang dalam misi ini. Pasti tidak banyak yang dapat aku lakukan. Jadi setidaknya lebih baiki kalau mereka tahu aku bisa menggunakan sihir pemulihan, jadi aku menjawab begitu.

Namun, ketika mengetahui aku adalah Priest, Dai langsung memalingkan wajahnya. Mungkin karena tidak sedikit yang berpikiran seorang Priest hanyalah benalu.

“Chih… Peringkat C dari hasil parasit ya…”

Dai mengatakan ejekan itu dan kembali kepada party nya. Padahal aku ini solo, aku hanya memikirkannya saja, dan tidak mengunkapkannya dengan kata-kata.

“Yosh… Sepertinya persiapannya sudah selesai ya… Aku adalah Lumina, Peringkat B, aku pemimpin misi pengawalan kali ini, salam kenal ya…”

Satu kelompok petualang lagi datang. Daripada kelompok, mungkin lebih baik dikatakan ia sama sepertiku, bermain solo. Kurasa dia  Warrior. Tidak, pasti itu benar. Dia menggunakan peralatan aneh yang aku sampai bingung bagaimana itu bisa melindunginya. Dia seorang wanita yang memakai armor seperti Bikini.

Siapapun yang melihatnya pasti terpesona, kulit kecoklatan yang cerah, rambut merah yang terurai sampai ke pinggang dan  melambai-lambai tertiup angin. Dan tentunya…. dua melon, yang tidak pernah bisa terlepas dari pandangan.

Dan sepertinya kelompok Dai juga memiliki kesan yang sama, dan kedua pria disana sedang dipukul oleh Akina dengan menggunakan tongkatnya.

Setelah masing-masing orang selesai memperkenalkan diri, kami melakukan diskusi tentang berbagai pengaturan, lalu setelah itu aba-aba berangkat pun diberikan.

“Yoosh!! Ayoo berangkat!!!”

Suara Lumina membuat rombongan kereta ini berangkat.

Terima kasih telah mampir….

Comments

8 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 20”

  1. psp06 says:

    Lanjut min. Lbh menarik ini dr pd project satu lg. Pa yg satu lg msh permulaan ya? MC nya cuma punya skill aprisial

  2. Roxy says:

    Min TL Hisshou Dungeon Unoi Houhou
    Kalo berminat

  3. Roxy says:

    Min saya ada usulan
    Hari minggu coba TL Novel yang Masuk dalam Polling.
    Sekian terima kasih
    Salam Hangat
    Roxy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *