Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 21
~~

 

Selamat Membaca….

Setelah keluar dari kota, rombongan ini menuju ke kota Dumbler yang ada di sebelah barat sabil beristirahat sebentar ditengah perjalanan.

Disampingku yang sedang menunggangi Kokuyou ada Lumina yang juga sedang menunggangi seekor kuda dan ingin memimpin rombongan ini.

Jika aku menoleh kesamping, aku pasti akan bisa melihat…. Melon yang bergetar. Dan aku pun refleks memalingkan wajahku. Kurasa ini adalah hal yang tak dapat di hindarkan sebagai seorang lelaki.

Mungkin karena menyadari tatapan ku ini, ia pun berbicara padaku.

“Battle Horse ini hebat ya… Jika kamu yang seorang Priest ini menaikinya, pasti benar-benar mencolok ya… Suatu saat nanti aku juga ingin mendapatkannya….”

“Aku hanya kebetulan saja bisa mendapatkannya kok…”

Tentunya aku tidak bisa mengatakan bahwa aku mendapatkannya di dalam Storage, jadi aku hanya berusaha mengikuti pembicaraan Lumina. Sambil berbicara aku menggunakan Exploration dan mendeteksi area sekitar. Namun aku tidak menemukan respon apapun, dan kami bisa sampai di lokasi kemah dan perjalaan hari pertama dapat berlalu dengan lancar.

Pedangang dan para pelayan mereka mulai mengeluarkan tenda dari gerbong dan menyiapkannya. Dan kami para pengawal juga mendirikan dua tenda kecil.  Sebenarnya aku bisa mengeluarkan tenda milikku dari dalam Storage, namun karena para pedagang sudah menyiapkannya, jadi aku menerimanya.

Karena kami dekat dengan hutan dan ada kemungkinan serangan monster, maka Lumina saat ini sedang menjelaskan urutan untuk tugas jaga malam.

“Dimalam hari akan ada dua orang berjaga dan kita bergantian dalam tiga giliran…. Pertama adalah Dai dan Miruka, lalu selanjutnya Aku dan Touya, dan terakhir Kaito dan Akina…”

Tampaknya tidak ada masalah dalam pembagian kelompok jaga ini. Sepertinya Lumina sudah memikirkan hal ini terlebih dahulu sebelum berbicara. Terlebih ketika dia menjelaskan bahwa meskipun aku peringkat C aku adalah seorang Priest. Sepertinya Lumina menganggapku tidak dapat bertarung sendirian. Namun aku masih bisa melakukan serangan, dan dapat dengan lancar menggunakan pedang 2-Handed ku ini. Semua orang mengangguk dan tidak membantah.

TL Note: 2-Handed= pedang dua tangan.

Memang penjagaan di malam pertama itu agak berat, namun kaarena kami yang merupakan peringkat tinggi mendapat giliran kedua, maka mereka tidak bisa protes.

Pada dasarnya dalam misi pengawalan, makanan adalah tanggung jawab pribadi. Namun dalam kasus tertentu, kita bisa membeli bahan makanan dari para pedagang.

Karena semua peralatan yang aku butuhkam sudah ada dalam Storage, maka tidak ada masalah. Aku pun mengambil roti yang aku beli dikota dan sebuah mangkuk dan panci berisi sup yang aku buat.

Pemilik toko sempat bingung ketika aku membeli berbagai jenis panci, namun aku tidak ingin terus-terusan makan makanan yang sama terus-terusan. Karena waktu di dalam Storage itu terhenti, maka sup yang aku keluarkan masih mengepul karena panasnya.

Aku menyendok sup kedalam mangkok, lalu aku mencicipinya sedikit. Aku bisa merasakan paduan daging dan sayuran yang pas serta kaldu yang meresap.

“Lezatnya……”

Ketika aku mengatakan itu sambil mengangguk, aku mendengar ada yang berbicara dibelakangku.

“Sepertinya kamu makan enak banget ya….”

Ketika aku berbalik, aku melihat Lumina yang sedang memegang roti dan daging kering ditangannya. Selain itu, tatapan keempat orang petualang yang ikut dalam pengawalan ini juga terpusat padaku.

Meskipun mereka memiliki daging kering mereka masing-masing, mata mereka masih tertuju ke arah panci milikku.

“――――Apa kamu mau??”

Lumina pun mengangguk sambil tersenyum lebar mendengar perkataanku, dan langsung duduk disebelahku. Dan keempat orang itu mendekatiku dengan tatapan berharap.

Aku pun menghela nagas dan mengeluarkan mangkuk untuk semua orang dari dalam Storage. Melihat hal ini Lumina pun mengerutkan wajahnya.

“Kamu punya Storage ya…. Aku bisa mengerti kenapa kau bisa menjadi peringkat C sebagai Priest…. Di usia itu sudah menjadi peringkat C… pasti dimasa depan kamu bisa bergabung parti yang sangat tinggi…”

“Yah meskipun kapasitasnya tidak terlalu banyak, tapi memang lebih praktis ya….”

Aku pun membagikan mangkok yang telah diisi sup dari panci. Selain Dai, semua orang menerima mangkuk dariku dengan senyuman. Sepertinya Dai masih memiliki permusuhan kepadaku, dia agak ragu ketika menerima sup dariku. Ketika aku memaksanya menerimanya, dia pun mengatakan ‘iya-iya aku teruma!!’ dan mengambil mangkok yang aku berikan.

“Lezat!!”

“Kaldu nya enak!”

Setiap orang memberikan kesan mereka setelah mencicipi sup yang aku berikan. Aku pun menggigit rotiku dan menghabiskan sisa supku.

Setelah selesai makan, aku mencuci peralatan makan dengan sihir air dan memasukannya kedalam Storage.

“Kalau begitu, kita akan mulai berjaga sesuai urutan tadi aku sampaikan…. Berhati-hatilah dan jangan sampai apinya padam….”

Semua orang mengangguk pada perkataan Lumina, dan selain giliran jaga pertama, semua orang masuk ke tenda untuk beristirahat. Aku juga langsung masuk ke tenda dan berbaring. Tak lama kesadaranku pun menghilang.

“… Hei, bangun…Waktunya gantian…”

Sepertinya ini sudah waktunya pergantian giliran, dan aku terbangun karena dibangunkan oleh Dai. Sambil mengusap-usap mata aku pun keluat dari tenda. Lumina sudah bangun dan sedang duduk di dekat api.

“Biasanya akan sulit untuk tiddur di misi pengawalan pertama…”

Mendengar komentar dari Lumina aku hanya menjawab ‘harusnya sih begitu’. Yah, alasanku dapat tertidur tenang adalah karena diam-diam aku mengeluarkan tikar matras dari dalam Storage ku meletakkannya di bawahku.

Kami menghabiskan waktu dengan saling berbincang untuk mengurangi rasa kantuk kami. Tentunya aku sambil menggunakan Exploration. Aku tidak menemukan ada keberadaan monster di dekat sini, dan kami hany menghabiskan waktu denga membakar kayu bakar.

“Sepertinya sudah waktunya ya….”

Mendengar kata-kata Lumina, aku pun melirik kearah jam pasir, dan memang sudah waktunya gantian. Karena aku tidak bisa masuk ke tenda perempuan, aku pun kembali ke tendaku setelah membangunkan Kaito.

Dan pagi pun tiba tanpa ada masalah apapun.

Kami melanjutkan perjalanan dengan cara yang relatif sama, dan sekali lagi berkemah ditengah perjalanan. Setelah itu kami dapat melihat kota Dumbler di sore hari. Kota ini dikelilingi oleh dinding batu setinggi tiga meter dan Lumina menjelaskan bahwa ini dilakukan untuk berlindung dari monster yang kerap kali keluar dari hutan.

“Sebentar lagi sampai!! Jangan sampai lengah hanya karena kota sudah terlihat!!”

Semua orang mengangguk pada perkataan Lumna. Namun, tidak ada tanda-tanda keberadaan monster terdeteksi.

Sekitar satu jam kemudian, kami pun tiba dikota. Setelah menunjukan kartu guild di pintu masuk kota, kami pun diperbolehkan masuk. Setelah mengantar para pedangang ini sampai ke toko mereka, para pengawal pun bubar dan menuju ke penginapan yang telah di sediakan.

Setelah menitipkan Kokuyou di kandang kuda, aku dan Lumina pun melakukan proses Check-in di penginapan. Biaya penginapan sudah termasuk dalam biaya pengawalan, dan setiap party mendapatkan satu kamar. Tentunya aku mendapatkan kamar untuk ku sendiri.

Setelah berganti pakaian, aku beristirahat sambil memeriksa isi Storage ku.

“Untung saja aku punya tenda…. Tentu saja aku tidak bisa mengeluarkan ini kan…”

Di dalam daftar barang Storage yang muncul dalam pikiranku ada tertulis “Rumah”. Jika aku sampai menggunakan item ini mereka pasti akan mencurigai kapasitas Storage ku.

Setelah memutuskan bahwa aku akan mengeluarkan Item ini hanya ketika aku sendirian, aku pun keluar kamar dan menuju keruang makan.

Terima kasih telah mampir….

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 21 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

4 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 21”

  1. psp06 says:

    Ni MC punya rumah d storage, ngapain beli rumah lg. Kebanyakan duit ni MC. Lanjut min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *