~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 24 di Kurozuku.

1 Aug 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

Sang gadis yang tidak bisa memahami situasi ini nampak terkejut melihat anak-anak sedang makan dengan riang gembira.

“Kakak bangun!!!”

Anak-anak yang tadinya sedang makan langsung mengerubungi gadis itu.

“Ada apa sebenarnya…. Bahkan sampai ada makanan disini…”

Leor pun mulai menjelaskan jawaban untuk pertanyaan itu.

“Aku pergi ke guild petualang untuk membuat quest untuk menyembuhkan kakak…. Lalu abang ini datang…”

“Kok.. begitu.. Guild petualang…. Kita tidak punya….”

“Tapi kakak langsung sembuh… abang itu tadi memberikan sihir High Heal dan Cure…. Abang itu juga membuatkan kita makanan…”

“High Heal?? Malah kita semakin tidak bisa bayar….. dan makanan  juga…. “

Melihat gadis itu terus terkejut aku pun berdiri dan menjelaskan.

“Aku sudah mendapat bayarannya dari Leor… dan juga karena aku sedang lapar, jadi aku mengajak mereka makan bersama…. Karena aku punya cukup banyak bahan….”

“Iya benar… aku tadi sudah membayar tiga koin tembaga dengan uang yang aku tabung!!”

Mendengar jumlah itu si gadis malah semakin terkejut. Normalnya tidak akan ada petualang yang akan menerima tiga koin tembaga sebagai bayaran quest ini. Gadis itu pun berjalan mendekatiku dan tiba-tiba ia membungkuk sedalam-dalamnya.

“Terima kasih telah mau mendengarkan keegoisan Leor… Dan maafkan aku karena telah merepotkanmu dengan sihir penyembuhan itu….. Pasti anda sudah mengetahui dengan melihat situasi kami, kami tidak bisa membayar…….”

Aku pun tersenyum melihat gadis itu mengucapkan terima kasihnya dengan tulus dan berlinangan air mata. Aku  pun memintanya untuk berdiri.

“Pertama-tama, izinkan aku memperkenalkan diri…  Aku Touya… Seorang petualang dari kota Fendy…. Aku datang ke kota ini dalam misi pengawalan…. Dan aku kebetulan beremu dengan Leor di Guild, karena aku juga sedang nganggur jadi aku mendengarkan permintaanya…”

Gadis itu tersadar bahwa dia juga belum memperkenalkan diri. Lalu ia pun memperkenalkan dirinya sambil tersipu malu.

“Maafkan aku…. Namaku adalah SAYA…. Aku yang merawat anak-anak yang ada di panti asuhan ini…. Aku benar-benar mengucapkan terimakasih…”

“Untuk saat ini, mari kita makan dulu? Dipanci masih ada makanan, dan juga rotinya masih ada….”

Setelah mencium aromanya, terdengar suara perut SAYA berbunyi. Ia segera memalingkan wajahnya yang semakin memerah karena malu.

“… kalau begitu izinkan aku bergabung…”

SAYA pun duduk, dan aku menyendokan sup dari panci untuknya serta meletakan roti dihadapannya. Melihat banyaknya campuran dalam sup itu SAYA pun terkejut.

“Ada banyak sekali bahannya…”

Kerika ia mencoba memasukan satu sendok kedalam mulutnya, perlahan dia pun tersenyum.

“Lezatnya……”

Aku pun tersenyum dan melanjutkan makan ku. Dalam sekejap makanan anak-anak itu habis, dan mereka pun menambah porsi mereka. Ketika kami selesai makan, seluruh isi panci sudah lenyap dan kosong.

“Puasnya…..”

Nampaknya anak-anak itu sangat puas karena telah makan dengan cukup banyak. SAYA juga terlihat puas. Setelah makan, aku mencuci peralatan bersama dengan anak-anak. Ketika aku mengeluarkan sihir air untuk mencucim anak-anak itu dengan senang hatu mulai mencuci.

Kemudian anak-anak mulai bermain dihalaman. Dan aku hanya memandangi mereka. Lalu SAYA duduk disamping ku.

“Terima kasih untuk semua yang terjadi hari ini… Sampai-sampai membuatkan masakan seenak ini…. Maaf aku tidak bisa membalas apapun…”

“Tidak apa-apa kok…. Anak anak itu juga senang…. Senyuman anak-anak itu memang indah ya….”

“Benar sekali…. Aku senang bisa melihat senyuman mereka…. Karena itu aku bisa berjuang meskipun sendirian….”

“Ngomong-ngomong, aku dengar kamu menjalankan panti asuhan ini sendirian??”

“Ya…. Pada awalnya aku menjalankan panti asuhan ini berdua dengan ibuku, namun dia meninggal karena penyakitnya…”

“Begitu ya…”

“Ah! Kakak sama Abang lagi mesra-mesra-an!!!”

“Ooo !!”

Setelah mendengar sorakan dari anak-anak itu aku pun hanya bisa menggaruk kepalaku. Dan ketika aku melihat kesamping, aku melihat SAYA wajahnya menjadi merah.

“Kalian ini!!! Jangan bilang begitu!!”

SAYA pun berdiri dan mengejar anak-anak itu.

“Muka kakak merah!!!  Lagi jatuh cinta!!!”

Aku pun hanya bisa memandangi SAYA yang sedang mengejar anak-anak itu. Dan matahari mulai terbenam. Anak-anak itu pun tertidur karena kelelahan. Aku pun memutuskan untuk kembali kepenginapan. Namun Leor yang masih terbangun dan SAYA nampak sedih mendengar ini.

“Abang nanti datang lagi??”

“Ya… Kali ini aku datang kesini sebagai pengawal dan harus kembali ke kota Fendy besok…. Tapi nanti aku akan datang lagi kesini kalau aku ada di kota ini…. Jadi nanti kita bisa bermain lagi….”

“Ya! Aku akan menunggu… Kakakku juga sepertinya ingin abang datang lagi…!”

“Leor…!!!”

Ketika SAYA ingin menangkap Leor, ia menghindar dan kemudian melarikan diri.

“Kapan-kapan aku datang lago….  Dan nanti tolong kasih ini untuk anak-anak makan…”

Aku mengeeluarkan sebuah panci dari dalam Storage, dan ia nampak terkejut. Isinya adalah sup yang aku buat di kota Fendy.

“Terima kasih, Touya-san.”

“Tidak apa-apa… aku masih ada banyak….. Kalau begitu sampai jumpa…”

Ketika aku meninggalkan panti asuhan itu, mereka melambaikan tangan kearahku sampai aku tidak terlihat lagi. Aku pun berjalan di daerah kumuh ini menuju kembali ke penginapan. Sepetinya memang banyak tatapan tidak bersahabat yang mengarah padaku. Aku tidak terlalu memperdulikannya dan terus berjalan. Namun tiba-tiba ada yang berbicara padaku.

“Akhirnya aku menemukanmu…”

Ketika aku berbalik, aku melihat petualang yang tadi mengerumuni ku di guild sedang tersenyum meyeringai. Aku pun hanya menghela nafas menyaksikan kejadian ini.

Terima kasih telah mampir….

Comments

4 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 24”

  1. Ryu says:

    Lanjoott min

  2. psp06 says:

    mantap, lanjut min

  3. Knapa kgk dibawa balik cewenya? Lumayan buat langkah awal membentuk harem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *