~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 25 di Kurozuku.

2 Aug 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

“Ada perlu??”

Mereka bertiga menyebar dan mengelilingi ku yang kebingungan.

“Kita tidak bisa diam saja kan diremehkan oleh penyihir rendahan…. Lagipula ini adalah wilayah kumuh kan… Jika satu orang petualang menghilang disini tidak akan ada yang peduli….”

“Kukukuku …”

“Perlengkapannya bagus juga… Bisa kita jual mahal nih…. Lagipula kalau jadi mayat tidak perlu peralatan kan?? Jadi biar kami yang memakainya biar lebih bermanfaat…”

Aku hanya menghela nafas setelah mendengar perkataan mereka.

“Jadi?? Apa kalian akan melakukan sesuatu padaku??”

PvP ya….. Aku belum pernah melakukannya di kehidupan nyata ini. Tapi didalam game aku hampir setiap hari melakukannya. Dan memang aku memainkan game itu utnuk melakukan PvP. Semangatku menggelora ketika mengingat masa-masa itu.

“Oh.. jadi pengen ya…. Tapi aku lihat kau tidak bawa senjata, apa mau melawan kami dengan tangan kosong??? Santai sekali ya….”

Mereka mengambil pedang dan mengarahkannya padaku. Menanggapi itu, aku pun mengambil THS milikku yang besarnya urang lebih seperti tinggi badanku ini dari dalam Storage.

“Apa????”

Melihat mereka terkejut, aku mengayunkan pedang besarku ini dengan mudahnya dan kemudian memanggulnya dipundakku sambil tersenyum.

“Jadi, kenapa memangnya kalau tangan kosong??”

“Cih… penyihir rendahan pakai bawa-bawa begituan….”

Seketika aku mulai berlari mendekati salah satu pria itu dan menempelkan ujung pedangku ke lehernya.

“―――― Jangan terlalu meremehkan penyihir loh??”

Aku pun mengayunkan bagian belakang pedangku kearah pria itu. Pria itu langsung terpental beberapa meter dan jatuh setelah menuubruk sebuah bagunan seperti gubuk, dan langsung pingsan. Kedua orang lainnya terpana, dan aku langsung mendekati mereka dan mengayunkan pedangku pada mereka. Dan pertandingan ini selesai dalam sekejap.

“Ternyata memang pedang ya….. Kurasa aku memang lebih cocok jadi Berseker….”

Aku yang tinggal sendirian ini mengangguk dan memasukan pedang ku kedalam Storage lalu memikirkan apa yang aku lakukan selanjutnya. Jika aku biarkan mereka begini saja, mungkin mereka akan melakukan hal serupa lagi. Yosh… Mari kita bawa mereka.

Aku pun mengikat tiga orang yang sudah tida sadarkan diri ini dan menyeretnya dengan satu tangan menyusuri pemukiman kumuh ini. Setiaap orang yang menyaksikan ini terkejut namun mereka segera memalingkan pandangan mereka.

Aku meninggalkan perkampungan kumuh itu dan menyusuri jalan penuh dengan pejalan kaki, menuju ke guild. Aku membuka pintu guild petualang dan langsung masuk kedalam.

Tentu saja, padangan mata semua orang tertuju padaku yang berjalan sambil menyeret tiga orang terikat. Mereka semua menelan ludah setelah melihat ini. Resepsionis guild segera keluar dan menghampiriku setelah melihat hal ini.

“Apa yang terjadi?!”

Aku pun memberipenjelasan kepada Resepsionis guild itu.

“Aku tadi diserang oleh mereka di daerah kumuh… padahal mereka tadi siang juga sudah mendapat peringatan dari guild, jadi aku membawanya kemari…. Jadi, harus aku apakan mereka ini??”

Bukan hanya dalam keadaan pingsan dan penuh darah, bahkan peralatan mereka sampai terkikis karena terus diseret sampai kemari. Mungkin kondisi mereka saat ini lebih buruk daripada ketika pertandingan tadi berakhir.

“Segera panggil orang yang bisa menggunakan sihir pemulihan!! Dan juga siapkan ruang tahanan!!”

Sang resepsionis itu memberikan instruksi satu demi satu. Lalu seorang staff pria keluar dan membawa orang-orang yang terikat itu kedalam.

“Jadi, bisakah anda menjelaskannya di ruang khusus??”

“Baik……”

Aku pun mengikuti resepsionis itu menuju kesebuah ruangan khusus. Adaa meja dengan enam kursi didalam. Dan sepertinya ini memanglah ruangan pertemuan. Setelah memintaku duduk, resepsionis itu pun duduk di hadapanku.

“Terima kasih. Apakah tidak apa-apa sejak awal?”

Aku pun menceriiitakan semuanya, mulai dari mereka yang mengerumuni ku di guild ini siang hari, dan aku diserang ketika dalam perjalanan pulang ke penginapan sehabis makan di daerah kumuh. Lalu mereka bertiga mengarahkan pedang pada ku, dan mengatakan akan membunuh dan melucutiku jadi aku pun menghadapi mereka. Karena aku tidak bisa membiarkan mereka disana begitu saja, jadi aku membawanya ke guild.

Resepsionis itu terus mengangguk dan mencatat semua penjelasanku.

“Baiklah…. Aku sudah mengerti situasinya… Meskipun tingkah mereka itu buruk, tapi mereka bertiga adalah petualang peringkat D, Kamu sepertinya seorang penyihir, bisa aku lihat kartu guildmu??”

Aku pun mengambil kartu guildku dan menyerahkannya pada resepsionis itu, namun dia terkejut ketika melihat isinya. Itu wajar jika dia melihat levelnya.

“——Ini… apa ini sungguhan??? Level 57…??? “

“Yah… seperti apa yang tertulis disana….”

“Tapi dilevel seperti ini… masih peringkat C…”

“Yah.. itu karena aku baru mendaftar….”

Aku mengatakannya sambil tersenyum pahit, gadis itu terkejut dan menutupi mulutnya. Setelah sedikit berpikir, ia pun berbicara.

“Baiklah…. Mereka akan dicabut identitas guildnya dan akan dijadikan budak kriminal atas tuduhan perampokan dan percobaan pembunuhan…. Sampai saat ini mereka selalu melarikan diri karena tidak ada bukti, namunn kali ini kami punya saksinya….”

Gadis Guild itu tersenyum menyeringai, dan aku merasakan ada keringat dingin keluar di punggungku. Memangnya apa yang telah mereka lakukan selama ini….

Tentu saja aku tidak bisa bertanya soal itu.

Setelah selesai memberikan penjelasan aku pun meninggalkan guild dan menuju ke penginapan. Tatapan semua orang di aula guilg sangat menusuk setelah adanya kejadian barusan.

Di luar guild sudah mulai gelap, dan aku berjalan menyusuri jalan yang remang-remang ini menuju penginapan. Ruang makan di penginapan sangatlah ramai dengan kelompok orang yang sedang menyantap hidangan dihadapan mereka.

Sepertinya Lumina menyadari kedatangan ku dan segera memberikan isyarat padaku.

“Hei…. Kemana saja kamu sampai jam segini??? Semua orang sudah selesai makan loh….”

Aku pun duduk disebelah Lumina yang sedang memegang gelasnya, lalu aku pun memesan makanan. Dai dan kelompoknya sudah selesai makan, dan mereka segera kembali kekamar masing-masing dan melakukan persiapan untuk besok. Hanya ada Lumina yang sedang minum sendirian di konter.

“Ada banyak hal terjadi…. Aku juga tadi mampir ke guild petualang….”

“Hmm… Jangan buat masalah loh… Kita sedang dalam misi pengawalan…. Dan juga… tolong dinginkan ini….”

Ia menyerahkan gelas yang baru saja dia minum dihadapanku. Meskipun sambil menghela nafas, aku tetap mendinginkan gelas itu menggunakan sihir. Dan ketika aku mengembalikannya, dua tersenyum seolah sangat puas dengan bir dingin itu.

Makanan pesanan ku datang, dan aku pun mulai menyantapnya. Menu kali ini adalah daging yang direbus seperti Stew, dan dua potong roti. Aku pun mendinginkan bir ku dan meneguknya.

Besok pagi aku akan segera berangkat meninggalkan kota ini dan menuju ke kota Fendy. Aku pun menyelesaikan makan dengan cepat dan segera kembali kekamar dan langsung tertidur.

Terima kasih telah mampir….

 

Comments

4 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 25”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *