~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 27 di Kurozuku.

2 Aug 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

Sinar mentari pagi yang masuk dari jendela membangunkan tidurku. Sejak aku datang kedunia ini, hal seperti ini sudah menjadi rutinitas. Aku bangun ketika matahari terbit, dan tidur ketika matahari terbenam. Karena peralatan sihir penghasil cahaya itu harganya mahal. Jadi aku terbiasa dengan keseharian ini.

“Aku bangun jam segini ya….”

Aku pun memakai peralatan yang aku ambil dari Storage dan kemudian keluar kamar. Ketika aku sampai di ruang makan, aku sudah melihat Lumina sedang makan.

“Selamat pagi, Lumina-san… Pagi sekali ya….”

“Oh, Touya ys… Hari ini aku harus ke toko setelah selesai sarapan….  Peralatanku butuh persiapan, jadi aku harus sarapan lebih awal dan kemudian berganti pakaian…”

Memang sepertinya Lumina selalu memakai pakaian biasa sejak ia ada dikota ini. Sepertinya dia memang tidak memakai Armor bikini itu dalam keadaan normal. Meskipun aku sedikit kecewa, namun nanti pasti akan tiba waktunya lagi.

Aku pun duduk disebelahnya untuk sarapan. Saat aku sedang makan, keempat anggota lainnya pun datang. Setelah kami saling menyapa mereka pun ikut makan. Setelah makan kami berkumpul di depan penginapan dan bersiap untuk menuju ke toko untuk memulai perjalanan pulang ke kota Fendy.

Didepan toko sudah ada empat gerbong kereta kuda dan terlihat satu persatu barang sedang dimuat kedalam kereta. Sebagai perwakilan, Lumina masuk kedalam toko sedangkan yang lainnya membantu mengangkut barang-barang kedalam kereta.

“Terima kasih…. Kereta ini benar-benar memuat banyak barang sampai ada empat kereta… namun kamu ini penyihir kan??? Kamu cukup kuat juga ya…”

Seorang pria paruh baya yang sedang mengangkut barang ke dalam kereta berbicara padaku. Meskipun aku adalah penyihir levelku jauh berbeda dari petualang biasa. Karena aku tidak bisa menjelaskannya, aku hanya merespon dengan senyuman dan terus mengangkat barang-barang sattu per satu. Karena jumlah yang mengangkut barang bertambah, maka pekerjaan ini menjadi lebih singkat.

Lalu salah seorang penanggung jawab rombongan pedagang ini muncul.

“Aku akan mengandalkan kalian lagi dalam perjalanan pulang ini, mohon kerjasamanya…Kalau begitu, mari kita berangkat…”

Lumina pun memimpin rombongan ini dan segera bergerak meninggalkan kota Dumbler. Perjalanan ini juga berlalu dengan lancar dan kami bisa dengan selamat tiba di kawasan perkemahan untuk malam pertama.

Ketika kami sudah mendirikan tenda dan melakukan persiapan makan malam, entah kenapa semua pandangan orang-orang tertuju padaku. Lalu Lumina duduk disampingku.

“Touya, pasti ada kan???”

Tatapan matanya penuh dengan harapan. Ketika aku memperhatikan sekelilingku, Dai dan kelompoknya juga melihatku dengan tatapan yang sama. Aku pun menghela nafas panjang dan mengeluarkan sebuah panci berisi sup.

“Apa boleh buat…. Mangkuknya siapkan masing-masing ya…”

“Touya memang perhatian ya….!!!”

Lumina menarik kepalaku dan memendamnya didadanya. Sensasi Armor Bikini ini…. Benar-benar menyakitkan!!! Benar-benar sakit sekali!! Padahal kalau dilepas satu lapis saja bisa jadi lebih lembut, tapi memang pantas sebagai peralatan pelindung, benda ini sangat keras.

Setelah kami membagikan sup untuk setiap orang, kami para pengawal mulai menyantap makanan sambil mengelilingi perapian. Aku sangat bersyukur sikap Dai kepada ku dalam perjalanan pulang ini sudah sedikit melunak.

Kemudian setelah makan. kami menentukan giliran dalam tugas jaga. Seperti pada waktu berangkat, aku dan Lumina mendapat giliran kedua. Ketika tiba giliranku, aku duduk di perapian dan berbincang dengan Lumina. Lalu kemudian Kokuyou datang menghampiri.

Brrrrrr

Dia meringkik…. Dan menggigit kepalaku.

“Tunggu… Kokuyou!! Ada apa tiba-tiba begini….??”

“Hahahaha…. Bisa benar-benar disukai Battle Horse ya….”

Lumina tertawa, dan aku pun menyeka air liur di kepalaku dengan lengan bajuku, lalu Kokuyou terlihat seperti menunjukan kearah hutan dengan kepalanya.

“Kokuyou… Apa ada sesuatu yang datang??”

Aku menggunakan Exploration, namun aku tidak menemukan respon apapun. Tidak ada yang terlihat dalam radius 200 meter jangkauan Exploration ku.

“Tapi seharusnya dia memang menyadaru sesuatu kan….”

Lumina pun berdiri dan memegang pedang yang ada di sisinya. Aku pun juga berdiri dan kemudian memfokuskan Exploration ke satu arah didalam hutan.

“Apa!!??”

Dengan mengarahkannya hanya pada satu arah, aku dapat memperpanjang jangkauannya. Dan…. Aku melihat ada puluhan respon. Terlebih, mereka menuju lurus kemari.

“Ada reaksi monster!! Jumlahnya puluhan dan sedang menuju kemari!!”

“Apa katamu??? Semuanya bagun!! Ada serangan monster!!!”

Menanggapi perkataann Lumina, Dai dan kelompoknya pun segera bangun dan bersiap dengan peralatan mereka masing-masing dan keluar dari tenda. Para pedangang yang ketakutan pun keluar dan mengikuti instruksi dari Lumina. Mungkin mereka sudah terbiasa, meskipun mereka gugup, gerakan mereka sangat efektif. Lalu mereka berkumpu di satu tempat dan bersembunyi.

“Aku akan memimpin… Kalian party kan? bekerja sama lah untuk melindungi para pedagang…. Touya, kau adalah Priest kan? Fokuslah pada pemlulihan, dan bantu aku dari belakang!”

Aku pun menggelengkan kepala untuk menanggapi perkataan Lumina. Kemudian aku berdiri disampingnya. Dan dari dalam Storage….. Aku mengambil THS ku. Lumina pun terkejut melihat pedang yang besarnya hampir sama dengan tinggi badan ku ini.

“Touya! Apa kamu bisa menggunakan benda seperti itu???”

“Ya… Benda ini yang paling sering aku pakai…”

“Baiklah… tapi hanya kamu yang bisa menggunakan pemulihan, jadi jangan berlebihan ya…”

Aku pun mengangguk dan memmeriksa kembali jarak para monster itu. Mereka berjarak sekitar 100 meter, dan akan segera terlihat. Dan barisan pertama pun muncul.

Mereka memiliki tubuh yang gemuk dan wajah seperti babi serta membawa tongkat ditangannya. Tubuh mereka setinggi sekitar 2 meter, ukurannya tidak jauh berbeda dengan ku.

Mereka termasuk omnivora dan mereka sering memakan binatang dan monster. Tentu saja tidak terkecuali manusia. Selain itu, Orc sering menculik gadis manusia dan kemudian menjadikannya objek pembibitan. Mereka adalah musuh bagi manusia.

“Itu adalah kawanan Orc!!!”

Mendengar perkataan Lumina aku pun langsung bersiaga dengan pedangku. Dai dan kelompoknya juga segera membentuk formasi dan bersiap menghadapi serangan.

Lalu ketika para Orc menemukan kami, mereka mengeluarkan jeritan aneh seolah memanggil kawanan mereka. Seakan menanggapi itu, para kawanan Orc mulai bermunculan dari dalam hutan.

“Sebanyak ini…. Mustahil….”

“Aku belum pernah menghadapi mereka sebanyak ini….”

Dihadapan Dai dan kelompoknya yang gemetar ketakutan, ada lebih dari 30 Orc yang menyeringai seolah mereka telah menemukan mangsa. Kemudian salah satu Orc itu menjerit dan kemudian mereka semua pun langsung maju bersamaan.

“Kuatkan tekad kalian!!! Jangan sampai mati!!!”

Suara Lumina menggema ke seluruh arah, lalu pertempuran 6 vs 30 ini pun dimulai.

Terima kasih telah mampir….

Comments

5 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 27”

  1. psp06 says:

    Mantap. Jd penasaran kpn si MC bakal kluarin magic dr buku yg d beli dr si sage loli

  2. Yah baru mau mulai begelut, malah digantung? yg penting semagat min!uppp!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *