~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 28 di Kurozuku.

3 Aug 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

Yang merasa ketakutan dengan kondisi ini bukan hanya Dai dan kelompoknya saja. Meskipun tidak menampakannya diwajahnya, sepertinya Lumina juga merasa tidak dapat menang melawan musuh sebanyak ini.

Jika hanya beberapa ekor saja mungkin dia masih bisa menghadapi mereka, namun kali ini ada sekitar 30 ekor. Munkin paling banyak yang bisa ia lakukan adalah membuat celah dan membiarkan para pedagang ini lari.

Namun hanya ada satu diantara mereka yang terliaht optimis. Ya, mereka bukanlah musuh yang layak bagi Touya ini.

Loh kok??? Apa kita cuma menunggu saja??? ―― Padahal lawannya cuma Orc???

Aku pun langsung bergegas maju ke arah kawanan Orc. Aku sempat mendengar suara di belakang mengatakan ‘Tunggu!!!’ namun aku tidak mau harus menunggu hanya untuk melawan cecunguk seperti mereka.

Aku melesat menuju kawanan Orc itu dan dengan menggunakan Boost aku mempercepat langkah ku. Aku pun langsung mengayunkan pedang ku kearah kawanan ini. Dan melanjutkan menebas Orc yang ada disampingnya lagi. Setelah aku lewat, dua Orc pun jatuh.

Terdengar suara sorakan dari belakangku, namun ini bukan waktunya memperdulikan suara ini. Aku pun segera menghadapi Orc berikutnya.

Jumlah ini bukanlah masalah dibandingkan sarang Orc yang pernah aku basmi dulu. Saat itu muncul beberapa spesies berperingkat tinggi. Jika dibandingkan dengan itu…..

Dulu, ketika aku sedang melakukan perburuan di hutan, aku menemukan sebuah desa Orc dan kemudian memusnahkannya. Mungkin jumlahnya sekitar tiga digit. Bagiku mereka tidaklah lebih dari poin EXP. Hanya itu lah yang ada dalam pikiranku.

Namun, karena aku selalu beraktivitas secara Solo, aku tidak pernah mengetahui bahwa ini tidak lah normal.

“Yosh! Selanjutnya!”

Aku terus mengayunkan pedang yang besarnya hampir sama dengan tinggi badanku ini dan menebas leher para Orc. Lalu aku menembakan Fire Bullet kearah Orc yang berada jauh dariku. Ketika mengenai wajah Orc itu, wajahnya langsung meledak dan Orc pun terjatuh tanpa sempat berteriak.

Terlebih aku bisa dengan mudah menghindari ayunan tongkat para orc ini, dan kemudian langsung menebas mereka dengan pedangku.

Hanya dalam beberapa menit, jumlah Orc sudah berkurang setengahnya. Aku bisa melihat Kokuyou yang ada disampingku juga sedang menginjak-injak Orc. Aku pun tersenyum dan kembali mengayunkan pedangku.

Lalu aku menyadari sesuatu.

Jangan-jangan….. tidak ada satu pun yang ikut bertarung???

Aku pun refleks melompat mundur dan menjauh dari para orc kemudian melihat kebelakang. —— Disana aku melihat sosok Lumina dan yang lainnya terbengong dengan mulut menganga.

“Lumina-san!!!”

Setelah mendengar suaraku Lumina pun tersadar. Dan ia kembali memegang pedangnya dengan benar dan berteriak.

“Hanya tinggal beberapa Orc yang tersisa!!!  Ayo serang!!”

Seakan merespon suara itu, Dai dan kelompoknya juga ikut maju menyerang para Orc. Karena semua orang masih bisa bergerak maju, aku pun merasa tenang dan kembali menebas para Orc.

Beberapa menit kemudian, kawanan Orc yang berdiri sudah tak ada lagi.

“Sepertinya ini cukup ya…”

Aku menggumamkan itu sambil memandangi Orc yang bergeletakan. Kemudian aku membersihkan badanku yang berlumuran darah Orc dengan lap, lalu membersihkan pedangku, dan kemudian menyimpannya di dalam Storage.

Lalu aku pun menoleh kebelakang untuk memastikan semua orang aman. Namun tatapan mereka semua terpusat kepadaku dan mereka terdiam.

“Semuanya baik-baik saja ya… Aku tidak menyangka akan ada Orc yang muncul disini…”

Aku mengatakan itu dengan mudahnya tanpa rasa tegang sedikitpun, namun Lumina dan yang lainnya hanya tersenyum pahit.

“… Touya… Kamu itu Priest kan??? Apa-apaan kekuatan itu….”

Seloah tak sengaja Lumina menyuarakan keheranan nya itu. Aku pun menjawab ringan sambil menggaruk kepalaku.

“Aku ini selalu bermain Solo… jadi aku harus bisa melakukan semuanya sendiri…”

“Begitu ya… Tapi kurasa ini masih terlalu kuat jika alasannya cuma itu….”

Lumina hanya mengatakan itu, namun Dai dan kelompoknya tidak demikian. Ketika aku mendekat, mereka segera menjauh. Aku pun hanya bisa tersenyum pahit melihat ini.

“Sepertinya semua orang baik-baik saja ya…. Jadi, mau kita apakan bahan-bahan ini??”

Orc memang memiliki banyak lemak dan termasuk omnivora, namun daging mereka cukup lezat. Karena bukti penaklukan mereka adalah hidung mereka yang mirip babi ini, kalau bisa aku ingin membawa pulang daging mereka. Karena aku tidak bisa membuat keputusan ini seenaknya jadi aku bertanya pada Lumina, dan dia pun menjawab.

“Benar juga ya…. Touya, bisakah kamu membawakannya?? Semuatnya saja di dalam Storage mu?? Jika kita bisa membawa beberapa, hadiah kita bisa meningkat…”

Aku pun mengangguk dan mulai mengambil tubuh Orc itu satu persatu. Dalam beberapa menit semua tubuh orc sudah menghilang dan hanya menyisakan darah yang berceceran.

“Untuk sementara aku bisa memasukan semuanya, jadi aku akan membawanya pulang ya…”

Aku mengatakan itu dengan entengnya, dan tak diragukan lagi mereka pun kembali terkejut setelah mendengar ucapanku barusan.

Setelah itu, karena baru darah ini sangat menyangat, para pedagang pun menginginkan untuk segera pindah dari sini. Kami pun segera membereskan tenda dan kemudian bergerak maju lebih jauh. Setelah sampai di tempat yang tidak di capai oleh aroma darah itu kami kembali menggelar tempat beristirahat.

Namun semua orang nampaknya tidak bisa tidur setelah ada pertempuran barusan. Sedangkan aku tidak terlalu memperdulikannya dan langsung tertidur.

Keesokan harinya, seolah pertarungan kemarin hanyalah bohongan, Lumina memimpin rombongan ini berjalan dengan tenang dan damai. Setelah pertarungan kemarin, Dai dan kelompoknya mulai menjaga jarak dengan diriku. Sepertinya aku sudah berlebihan kemarin.

“Akhirnya aku bisa melihat kota~~”

Kota Fendy pun mulai terlihat di ujung pandangan.

Terima kasih telah mampir….

Comments

6 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 28”

  1. psp06 says:

    Kagak bs nyombong lg si Dai ???

  2. Yuu says:

    Halo min setelah 2 bulan aku gk ke web ini lagi karena Tensei Kisoku ….. Dah kadang up jadi pas aku baca baca manga lalu aku dapat manga ini jadi aku baca lalu pas aku tau ad LN nya ternyata web ini juga menyediakan LN nya…. Pokoknya semangat Min ngeTL nya dan sehat selalu

  3. Mumun says:

    Mantap min lanjut terus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *