Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 29
~~

 

Selamat Membaca….

Selain adanya penyerangan Orc kemarin, kami bia tiba di kota Fendy dengan selamat. Setelah menunjukan kartu identitas, kami pun masuk kedalam kota. Setelah mengantar para pedagang sampai ke toko, maka misi pengawalan ini selesai.

Di depan toko, Lumina meminta tanda tangan penyelesain quest, dan kemudian kami semua pergi keguild untuk memberikan laporan.

“Kalau begitu, aku telah mengkonfirmasi misi ini telah selesai, Terima kasih banyak, semuanya…. Dan… Touya-san, aku serahkan pengiriman barang-barang padamu…. Dan Lumina-san, bisa kita bicara sebentar…..”

Aku pun pergi ke gudang penyimpanan guild, sedangkan Lumina mengadakan pertemuan. Dan Dai serta kelompoknya pergi ke bar untuk membuat persiapan pesta perpisahan misi ini.

Ketika aku tiba di gudang dan mengeluarkan satu persatu tubuh orc yang kami kalahkan, seorang staf guid tetap menuliskan bukti penerimaan meskipun dengan wajah yang tegang.

Karena aku sudah menjelaskan bahwa kapasitas storage ku tidak terlalu banyak dan hanya sedikit lebih banyak dari orang biasa, dan juga karena ini bukan yang pertama kalinya, mereka tetap berusaha menerima barang yang aku berikan meskipun sambil tersenyum pahit. Tentu saja karena ini termasuk informasi pribadi, jadi hanya staff guild yang mengetahui semua hal ini, dan tidak akan bocor keluar.

Aku pun menerima bukti penyerahan dan menuju aula guild, dan disana aku melihat Milia melambaikan tangan padaku.

“Touya-san, aku akan menerima bukti penyerahan ini… dan juga, tolong keluarkan kartu guildmu juga….”

Meski aku penasaran kenapa butuh kartu guild, namun aku tetap memberikannya pada Milia. Setelah mengatakan ‘Tolong tunggu sebentar’ dia pun meninggalkan mejanya dan masuk kedalam.

Beberapa menit keemudian Milia kembali dan meletakan kartu guild milik ku diatas meja.

“Touya-san, kamu sudah di promosikan ke peringkat B… Seharusnya kamu bisa naik ke peringkat B lebih awal, namun untuk menjadi peringkat B kamu setidaknya harus punya pengalaman dalam misi pengawalan….”

Ketika aku melihat kartu guild yang diberikan itu, disana benar tertulis perignkat B. Kemudian ia memberikan tiga kantung yang tertutup rapat.

“Ini aadalah bayaran atas Orc nya….  Karena daging nya tidak rusak, mereka sangat bernilai tinggi loh…. Karena adad tiga party, jadi aku sudah membaginya menjadi tiga…”

Milia mengatakan itu dengan senyuman diwajahnya, aku pun mengangguk dan mengucapkan terimakasih ku lalu kemudian menuju ke bar. Di bar, Dai yang sudah memesan tempat melambaikan tangannya. Lumina juga sepertinya sudah menyelesaikan pertemuannya dan dia sudah duduk disana.

“Maaf ya membuat kalian menunggu…. Aku sudah mendapatkan bayaran atas Orc nya….”

Aku pun meletakan tiga kantung penuh dengan koin perak di tengah meja. Lumina juga meletakan tiga kantong biaya pengawalan ini dan membagikannya.

“Apa ini tidak masalah jika tidak dibagi berdasarkan jumlah orangnya saja???”

Mendengar perkataanku, Dai pun memberikan sangkalan.

“Pada dasarnya hadiah ini dibagi berdasarkan jumlah party…. Karena itu ini sudah benar…. Terlebih, bagian bayaran Orc, hampir semuanya dikalahkan oleh Touya kan??? Dari sudut pandang kami ini malah terlalu banyak…. Terimalah tanpa sungkan…”

Aku pun tersenyum karena sikap mereka kembali menjadi lebih lembut ketimbang ketika saat berangkat.

“Kalau begitu, aku terima ya…”

Aku pun mengambil dua kantung penuh perak itu.

“Dan juga… Aku minta maaf…. Sewaktu berangkat aku mengatakan Touya menjadi Peringkat C karena menjadi parasit ke party lain…. Aku sudah melihat sendiri kemampuan Touya  dan bisa mamahami kemampuan itu…”

Dai membungkuk padaku dan meminta maaf, sedangkan anggota party nya tersenyum dan menundukan kepalanya.

“Jangan pedulikan itu…. Karena memang aku ini seorang Priest….”

“Meskipun begitu…. Kamu mengayunkan pedang super besar itu seenaknya….”

Dai refkeks menggumamkan itu. dan karena bir telah sampai, lalu bir itu dibagikan ke masing-masing orang. Lumina berdiri dan memberikan aba-aba untuk bersulang.

“Meskipun sempat ada serangan tidak terduga dari kawanan Orc, mari bersyukur kita bisa menyelesaikan misi pengawalan ini dengan selamat…”

Lumina menghentikan kata-katanya dan menatapku. Kemudian dia mengatakan hal yang tidak terduga.

“Tolong dinginkan Bir nya….”

Aku merasa tubuhku merosot dari kursi ku. Sambil tersenyum pahit aku pun mengangguk dan mendinginkan bir untuk semua orang.

“Kalau begitu aku ulang lagi, karena kita bisa sampai disini dengan selamat, mari bersulang!!”

Semuanya menyentuhkan bagian gelas mereka lalu kemudian mulai meminumnya.

“Memang pokoknya bir dingin adalah yang terbaik!!!”

Acara makan-makan ini berlangsung penuh dengan senyuman sampai larut.

◇◇◇◇

Waktunya kita putar sedikit.

Lumina dipandu menuju ruangan khusus di Guild petualang. Dia duduk sendirian dan menunggu. Kemudian pintu terbuka dan Ebrand, sang wakil ketua guild masuk.

Lumina berdiri untuk memberikan hormat, namun pria itu memintanya untuk tetap duduk. Dan Ebrand pun duduk di hadapan Lumina.

“Sebenarnya…. Ada perlu apa ya…. Wakil ketua guild sampai memanggil ku???”

Melihat Lumina bertanya dengan nada khawatir, Ebrand pun tersenyum dan memberi penjelasan.

“Tidak tidak… tidak perlu segugup itu… Aku hanya ingin bertanya sebentar….  tentang Touya… Bagaimana menurut pendapat mu yang melakukan misi pengawalan dengannya??”

Ekspresi Lumina pun menjadi kaku.

“Touya ya….  Dia itu sebenarnya siapa…. Aku sudah melihat pertarungan yang dia lakukan….. Kukira dia itu monster….. Battle Horse miliknya juga sangat kuat seperti iblis….”

“Bahkan Lumina juga melihatnya seperti itu ya…”

“Kenapa dia masih peringkat C??? Bahkan dari sudut pandang ku dia itu terlalu kuat…. Seharusnya dia itu peringkat A… tidak, mungkin Peringkat S juga tidak aneh!!”

Lumina memberikan jawaban sambil mengingat pertarungan dengan kawanan orc. Ebrand hanya menghela nafas mendengar perkataan itu.

“Baiklah… Terimakasih… aku hanya ingin tahu tentang itu saja…. Kau bisa pergi sekarang…. Kamu pasti lelah karena misi pengawalan ini kan? Beristirahatlah….”

Setelah memberikan hormat, Lumina pun meninggalkan ruangan. Ebrand yang ditinggal sendirian pun larut dalam pemikirannya.

“Kurasa kita sudah kedatangan orang baru yang luar biasa ya…”

Ebrand menghela nafas sambil menatap langit-langit.

Terima kasih telah mampir….
Sampai jumpa di volume dua….

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 29 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

5 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 29”

  1. Shiput says:

    Pokoknya first

  2. Kiruru says:

    Makin mantul jd gak bosen min .. arigatou

  3. psp06 says:

    Mantap, mdh2an bukan chapter terakhir untuk hari ini.

  4. Ryu says:

    Absen sore min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *