Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 3
~~

 

Selamat Membaca….

Aku berjalan menyusuri keramaian kota. Aku berjalam menyusuri jalan utama kota sambil melihat-lihat gedung. Dan aku pun menemukan papan bergambar pedang bersilang seperti apa yang telah dijelaskan kepadaku.

Aku sudah berjalan cukup jauh, dan sepertinya Kokuyo yang berjalan disampingku ini menarik perhatian orang-orang disekitarku.

Sambil menahan tatapan mereka aku tetap berjalan dan bisa tiba di Guild petualang. Aku pun memberitahu Kokuyou untuk menunggu diluar dan dia pun meringkik seolah negerti. Aku pun segera membuka pintu dan masuk kedalam guild.

Di dalam guild petualang ada beberapa papan buletin di sebelah kanan, dan di bagian depan ada meja resepsionis. Di sebelah kiri ada ruang tunggu, dan dibagian lebih dalam dari ruang tunggu itu ada bar. Dari bar itu terdengar suara-suara yang cukup berisik.

Aku pun mendatangi menja resepsionis yang kosong dan mencoba berbicara padanya.

“Selamat datang… Selamat datang di Guild petualang cabang kota Fendy…. Ada perlu apa hari ini??”

“Aku ingin mendaftar menjadi petualang…. Dan juga…. Aku ingin mendaftarkan kudaku sebagai monster bawahan ku…”

“Mendaftar sebagai petualang ya.. Baiklah… tapi, aku rasa tidak perlu untuk mendaftarkan kuda sebagai monster bawahan loh??”

“Itu… adalah Battle Horse… kata teman ku itu lebih baik aku mendaftarkannya…”

“…?! Battle Horse??? Monster peringkat B itu??? Kalau begitu memang perlu didaftarkan…. Jadi dimana Battle Horse itu??”

“Aku memintanya menunggu di luar…”

“Baiklah… Kalau begitu pertama-tama silahkan isi formulir ini untuk mendaftar sebagai petualang….”

Aku melihat formulir yang di berikan, dan darimana pun aku melihatnya itu bukanlah bahasa jepang. Namun aku bisa membacanya.

Aku hanya mengisi empat ruas, nama, ras, usia, dan Job. Dan aku mengisinya sesuai dengan yang ada di layar Status ku, nama Touya, ras Manusia, Usia 16 tahun dan Job ku sebagai Priest, lalu mengembalikan formulir itu kepada resepsionis. Sebenarnya ketika menulis, aku bermaksud menuliskannya dalam bahasa jepang, namun huruf-huruf yang tertulis di lembaran itu berubah sendiri.

“Apa ini cukup???”

Resepsionis itu mengangguk setelah memeriksa formulir yang aku berikan. Dan kemudian ia metetakan sebuah kristal dan jarum di atas meja.

“Toya-sama ya, Kurasa ini cukup, selanjutnya, bisakah saya meminta setetes darah anda untuk proses pendaftaran kartu guild…”

Sesuai apa yang instruksikan oleh resepsionis itu aku pun menusuk ujung jariku menggunakan jarum dan meneteskan darah ke bola kristal.

Tiba-tiba kristal itu terlihat mulai bercahaya, dan setelah resepsionis itu memeriksanya, ia mengambil selembar kartu.

“Ini adalah kartu guild nya…. Kartu ini juga akan berungsi sebagai tanda pengenal… jadi tolong jangan sampai menghilangkannya… Pembuatan ulang kartu ini akan dikenakan biaya 10 koin oerak, jadi berhati-hatilah… saat bersentuhan dengan aliran energi sihir pemiliknya maka akan muncul informasi pendaftaran anda….”

Aku sempat penasaran mendengar kata ‘energi sihir’, aku pun menerima kartu yang warnanya seperti besi itu. dan ketika aku menyentuh kartu itu, terasa sesuatu mengalir di tangan ku, dan tiba-tiba muncul huruf-huruf mengambang.

◇ ―――――――――――――――――――― ◇

[Name] Toya Kisaragi
[Race] Human
[Age] 16 years Old
[Job] Priest

[Level] 1
[Rank] F
[Affiliation] Sarandir Kingdom, Fendy Branch.

◇ ―――――――――――――――――――― ◇

Buat yang gak suka Bocil OP punya harem, nih ada yang udah mas-mas…. tau ada haremnya apa nggak…

“Nah ini muncul…  kalau begitu aku akan menjelaskan isinya ya… Dari nama samai job ini adalah yang anda tuliskan di formuir pendaftaran tadi…. Lalu Level adalah kekuatan Touya saat ini, dan peringkat adalah tingkat kontribusi Touya di Guild… karena masih baru mendaftar maka akan dimulai dari peringkat F seiring meningkatnya jumlah quest yang diselesaikan maka peringkat mu akan naik juga… Anda diizinkan untuk mengambil quest yang satu peringkat lebih tinggi dari peringkat mu saat ini, jadi saat ini anda bisa mengambil paling tinggi quest rank E… dan juga akan ada ujian untuk kenaikan peringkat ke peringkat B… yah meskipun mungkin ini masih lama nanti… Selanjutnya soal Affiliasi adalah tempat anda mendaftar, apa ada pertanyaan??”

Aku menggelengkan kepala sambil tetap menatap kartu ditanganku. Resepsionis itu mengangguk puas dan mulai menjelaskan langkah selanjutnya.

“Selanjutnya tentang pendaftaran monster bawahan….”

Ia mengeluarkan sebuah gelang dan kalung, dan juga selembar kertas lalu meletakannya diatas meja.

“Silahkan isi formuli ini terlebih dahulu, gelang ini digunakan oleh Touya-sama sebagai tuannya, sedangkan kalung nya untuk monster bawahannya…. Kalung ini adalah sebuah peralatan sihir yang akan menyesuaikan ukurannya secara otomatis…. Jadi tidak akan ada masalah untuk monster ukuran besar sekalipun… Harap pasangkan ini di tempat yang dapat terlihat oleh orang lain, agar orang yang melihatnya tahu bahwa monster ini sudah di jinakan…. Karena ada juga kasus perebutan monster jika tidak memakai kalung ini…”

Aku pun menerima ketiga benda itu dan mulai mengisi formulirnya. Formulir itu hanya berisi nama pemilik dan juga ras dari monster bawahannya. Aku pun menulis Touya di kolom nama dan Battle Horse di kolom ras monster dan kemudian mengembalikannya kepada resepsionis.

“Dengan ini pendaftarannya selesai…. Selanjuntya aku akan menjelaskan mekanismenya. Apa diperlukan??”

Aku pun mengangguk dan meminta resepsionis itu memeberikan penjelasan.

“Kalau begitu aku akan menjelaskannya, seperti yang sudah aku jelaskan sebelumnya, quest yang dapat diambil maksimal satu peringkat diatas peringkat saat ini… ada beberapa peringat F sampai ke peringkat S… dan setiap beberapa peringkat maka warna kartu guild akan berubah…. Dari peringkat F ke peringkat E mendapatkan kartu Iron Card, dari peringkat D keperingkat C mendapatkan kartu Bronze Card, sedangkangkan peringak B adalah Silver Card dan peringkat A mendapatkan Golden Card. Nah kalau peringkat S akan berbeda lagi warnanya, namun karena jumlahnya sangat sedikit jadi aku lewat saja ya….  Meskipun pada dasarnya guild tidak bertanggung jawab dengan pertikaian antara sesama petualang, namun jika sudah berkaitan dengan hukum, maka bisa dikenakan sanksi penurunan peringkat, penyitaan kartu, dan lain-lain…. Dan juga…”

Aku mendengarkan penjelasan resepsionis itu selama beberapa menit, dan aku mulai merasa khawatir dengan Kokuyou yang menunggu diluar.

“Baiklah… itu  semua penjelasannya, apa ada hal yang ingin di tanyakan??”

Aku menggelengkan kepalad dan menjawab,

“Terima kasih… aku akan datang lagi dan bertanya apabila aku tidak tahu….”

“Ah… iya, bisakah kamu memberiahu dimana penginapan yang bisa membawa monster bawahan??? Karena ukurannya ini sedikit lebih besar dari kuda biasa…”

“Kalau itu……”

Resepsionis itu tampak mengambil selembar kertas dari dalam laci dan menyerahkannya kepadaku.

“Kurasa disana monster bawahan bisa tinggal….. Tentang harganya silahkan tanya saja disana….”

“Terimakasih banyak ya… etto…”

Ketika aku mengatakan itu tiba-tiba rresepsionis itu memerah seakan dia merasa malu karena baru teringat sesuatu.

“Ah maafkan aku… Namaku Milia, pegawai di guild ini…. Salam kenal, Touya-sama….”

“Milia-san ya.. terimakasih… nanti kalau ada sesuatu lagi——”

Seketika terlihat pintu terbuka dengan keras dan orang-oran terpental masuk.

Sepeti ditendang kuda———

“Jangan-jangan…..”

Aku pun segera mengucapkan terimakasihku pada Millia-san dan bergegas untuk keluar, dan disana———

Terlihat dua orang pria yang sepertinya adalah petualang tergeletak jatuh. Dan disebelahnya ada Kokuyou yang terlihat marah. Aku pun membelai lehernya, dan dia pun bersuara ‘Brrr’ lalu mulai tenang.

“Kokuyou, apa yang terjadi?”

Aku mengerti bahwa tidak mungkin dia dapat menjawab pertanyaanku, namun aku tetap bertanya kepada Kokuyou. Dan seorang pedagang sate dibelakang ku tiba-tiba berbicara kepadaku.

“Kuda besar itu langka kan?? Petualang-petualang itu mencoba mengambil tali kendalinnya… lalu kuda itu mulai mengamuk dan mereka bertiga jadi seperti itu…. yah mereka bertiga memang petualang yang kelakuan nya buruk…. Mas ini yang punya nya ya?? Aku akan memberikan mu gratisan karena sudah memberikan ku tontonan yang menarik….”

Dia pun mulai memanggang bebrapa tusuk sate di lapaknya itu, dan aroma saus yang dipanggang ini benar-benar menggoda hidungku.

Lalu karena ada seorang petualang yang tiba-tiba ditendang dan terpental keadalm guild, maka staf guild pun keluar untuk memeriksa situasinya.

“Apa yang terjadi…”

Setelah melihat petualang yang tergeletak dan Kokuyou yang ada disampingku, semua pandangan terpusat kepada diriku. Dan seorang pria berbicara kepada ku.

“Bisakah kamu menceritakan situasi kejadian ini??”

Aku pun mulai menjelaskan kronologis yang aku dengar dari pemilik lapak sate ini, sambil merasakan aroma sate yang lezat ini.

Dan tentunya aku harus menahan nafsu makan ku ini——

Terimakasih sudah mampir….

 

 

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 3 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

6 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 3”

  1. Roxy says:

    Kita ramaikn komentarnya biar gk sepi

  2. Hogaku says:

    Lanjut min

  3. psp06 says:

    2 chapter novel = 1 chapter manga nih kyknya.

  4. Komentator says:

    Up gan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *