~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 4 di Kurozuku.

14 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

Aku sudah menjelaskan semua kronologis kejadian, dan berkat Milia-san sang resepsionis yang menjelaskan tentang diriku aku bisa bebas lebih cepat.

Aku mendapatkan dua tusuk sate dari pak pedagang sate. Ketika aku mencoba memakan satu, aku merasakan sensasi saus yang mencair di mulutku dan rasa dagingnya sangat empuk, membuatku tanpa sadar tersenyum.

“Pak ini enak!!”

“Benar kan!! Aku selalu berjualan disini… jadi mampir lh… tentunya lain kali masnya harus bayar….”

Aku benar-benar terfokus pada tusuk sate ini, dan pedagang sate itu pun tertawa. Dan tiba-tiba, Kokuyo melahap satu tusuk sate lagi yang ada di tanganku.

“Tu-tunggu!! Apa sih tiba tiiba begini!!”

Setengah dari daging yang ditusuk itu sudah ada didalam mulut Kokuyou. Apa boleh buat, aku pun mendekatkan sisanya ke mulut Kokuyou, dia pun segera melahapnya dengan rasa puas.

“Bukan nya kuda itu herbivora ya….”

Aku pun makan bersama Kokuyou.

Kemudian seorang staf guild menjelaskan bahwa kejadian ini terjadi karena monter nya tidak memiliki tanda pemilik. Jadi aku pun memutuskan untuk segera memasangkan kalung yang menjadi tanda kepemilikan monster itu kepada Kokuyou.

“Kokuyou, Maukah kamu memakai ini dan membuat kontrak dengan ku??”

Seolah mengerti dengan apa yang aku katakan Kokuyou menurunkan lehernya dan membuatku lebih mudah memakaikan kalung itu padanya. Ketika aku mendekatkan kalung itu kelehernya, tiba-tiba panjang nya menyesuaikan diri secara otomatis. Dan ketika aku mendekatkan gelangku dengan liontin di kalung itu, seketika kalung itu mulai bercahaya, dan pendaftaran pun selesai.

“Yosh… dengan ini akan baik-baik saja…. Sekarang sudah hampir malam, jadi ayo kita kepenginapan yang di rekomendasikan ini…”

Aku membelai leher Kokuyou dengan lembut, dan ketika aku mulai berjalan dia mengikuti di belakangku. Penginapan yang direkomendasikan oleh Milia berada di dekat gerbang. Penginapan itu bernama Fox Tail, sebuah penginapan dengan ekor rubah sebagai tanda nya.

Aku pun membuka pintu dan masuk kedalam, terlihat ada ruang makan dan meja resepsionis dan tentunya ras Beastmen berbentuk rubah ada disana.

(Jadi disini ada ras beastmen juga ya…. Kurasa ini memang bukan dunia buangan ya…)

“Selamat datan…. Apa anda ingin makan malam? Atau ingin menginap??”

“Aku ingin kamar untuk satu malam… dan juga aku punya monster bawahan….”

“Monster bawahan? Jarang-jarang ya…. Di belakang ada sih kandang hewan… Ah Lamy tolong antar tamu ini ke kandang hewan…”

Resepsionis itu memanggil seorang wanita muda yang perawakannya tampak seperti ras beastmen dengan mengenakan pakaian pelayan.

“Baik Bu. Mari aku akan mengantar anda ke belakang…”

Aku pun keluar bersama Lamy yang terlihat masih berusia belasan tahun, dan dia pun terkejut melihat Kokuyou.

“Woow! Aku tidak menyangka akan ada yang membawa Battle Horse… Apa anda petualang peringkat tinggi??”

“Bukan kok… Aku baru mendaftar sebagai petualang…”

Aku menjawab sambil tersenyum pahit. Mendengar jawaban ku ini Lamy tersenyum sambil membelai Kokuyou. Sepertinya dia tetap nyaman tanpa merasa terganggu.

“Kita punya tempat tidur yang nyaman… dan kami juga akan menyediakan makanan yang lezat untukmu nanti…”

Lamy mencoba membimbing Kokuyou, dan sepertinya dia memang mengerti bahasa manusia, dia pun mengikuti gadis itu. Aku juga ikut ke belakang, dan aku melihat ada sebuah kandang hewan yang muat untuk empat hewan, namun aku tidak melihat ada hewan lain di dalam.

“Hari ini tidak ada hewan lain, jadi kamu bisa sedikit tenang…  Biasanya ada beberapa heawan yang tidak bisa tenang jika bersama hewan lain untuk pertama kalinya…”

Aku pun mengangguk mendengarkan Lamy menjelaskan sambil tersenyum. Sebenarnya aku tidak terlalu mengerti….

Ketika kami berdua kembali ke penginapan, Ibu Lamy pun berbicara kepada ku.

“Kalau begitu aku akan menghitung biayanya ya… Jika ditambah Hewan bawahan, maka biayanya adalah 50 join tembaga per satu malam…”

“…Baiklah… untuk sementara aku pesan 10 malam…”

Aku pun mengambil 15 koin perak dari dalam Storage dan memanipulasinya agar mereka tidak tahu, lalu mereka memberikan kunci dan sebuah buku.

“Kalau begitu boleh aku catat di buku tamu ya? Kamarnya terletak di lantai dua ujung…. Sebentar lagi adalah jam makan malam… jadi segeralah turn setelah membereskan bawaan mu…”

Aku pun menulis nama Touya di buku itu dan aku pun mengambil kuncinya dan mengucapkan terimakasih. Aku pun segera naik dan mencari kamar yang disediakan untukku.

Terimakasih atas kesetiaan kalian menantikan kami….

Kamar ini tidak terlalu luas, namun memiliki tempat tidur dengan seprai yang bersih dan sebuah toilet. Aku memang bergegas ke kamar ini, namun karena seluruh barang ku ada di dalam Storage, aku pun langsung turun ke ruang makan.

Terlihat beberapa orang sudah makan dan minum dengan ceria di ruang makan. Ketika aku duduk Lamy pun mendatangiku sebagai seorang pelayan yang datang membawa nampan.

“Touya-san, menu hari ini adalah Stew daging Orc… anda akan mendapatkan makanan untuk sarapan dan makan malam… tapi minuman nya dijual terpisah ya…. Apa mau memesan Sake??”

Aku menerima daftar menu dari Lamy, namun karena aku tidak terlalu mengerti aku memesan Ale yang paling atas dan meminta cemilan yang pas untuk itu.

Segelas Ale dan piring kecil segera diantarkan kepadaku, dan sementara aku meminum Ale terlebih dahulu.

“Angeet banget… Apa semua Ale disini rasanya begini?? Terus sebaiknya aku harus apa ya…”

Aku merasa sedikit khawatir hidup di dunia baru tnpa tujuan dan tidak memiliki kenalan disini.

Untuk sementara mulai besok aku tidak memiliki masalah keuangan karena masih bisa menggunakan uang yang ada di dalam storage apa adanya. Meskipun ada quest dari Guild petualang, jika aku tidak mencari uang setidak nya untuk makan, nanti uangku saat ini bisa habis.

Ketika aku sedang sibuk memikirkan hal ini sendirian tiba-tiba sepiring makanan di letakan dihadapanku.

“Stew disini adlah yang terbaik loh!! Ayah ku  yang membuatnya!!”

Lamy mengatakan itu kepada ku sambil tersenyum. Aku pun mengangguk dan mencoba menyendok stew itu kemulut ku. Aku dapat merasakan cita rasa daging yang kental, benar-benar nikmat dan tidak bau.

“Ya, ini enak! Benar-benar enak….”

“Iya kan?? Ini adalah menu andalan kami…. Aku juga sudah memberikan makanan pada hewan mu….”

Lamy yang merasa senang karena makanan nya di puji kembali kedapur dengan langkah yang terlihat seperti melompat-lompat. Aku pun melanjutkan menyantap makanan ku dan dalam sekejap makanan di piring itu pun habis tanpa aku sadari.

Aku pun menghabiskan sisa minuman ku, lalu aku kembali kekamar setelah memberikan bayaran. Setibanya aku dikamar, aku langsung membuka sepatu dan segera melompat ke tempat tidur lalu memikirkan langkah yang akan aku ambil.

“Katanya mandi itu cuma untuk bangsawan ya…. Aku juga harus menyelidiki nilai mata uang disini…. Lagipula aku sama sekali tidak tahu seberapa berharganya uang yang aku bawa saat ini… dan juga aku harus memikirkan apa yang akan aku lakukan dengan barang-barang di dalam storagge ku ini… Yah dalam kasus terburuknya aku akan menjualnya dan mendapatkan uang… tapi aku tidak ingin terlalu mencolok… tapi apa boleh buat jika itu adalah untuk tetap bertahan hidup…”

Aku pun melihat-lihat isi ruang penyimpanan ku. Ketika aku sedang mengenang bersama barang-barang yang dulu aku dapatkan dalam Game, perlahan-lahan kesadaran ku pun menghilang.

Keesokan harinya, setelah selesai sarapan aku segera menuju ke guild. Aku menitipkan Kokuyou di penginapan dan pergi sendirian. Karena akan menjadi sangat mencolok jika aku berkeliling toko-toko memeriksa harga barang-barang sambil membawa Battle Horse yang berkali-kali lebih besar dari kuda biasa.

Sesampainya di Guild Petualang, aku melihat-lihat papan quest untuk peringkat E dan F. tiba-tiba ada orang yang bericara kepada ku dari belakang.

Ketika aku menoleh, aku melihat Clada dan kelompoknya, party yang bersama dengan ku sewaktu masuk ke kota ini.

“Oh! Touya!!! Sepertinya kamu sudah mendaftar jadi petualang ya…. Langsung ambil quest?? Telinga Goblin kemarin gimana apa sudah di kasih??”

Mendengar perkataan Clada aku pun teringat bahwa aku belum menyerahkan benda itu, aku pun menggelengkan kepala.

“Apa? Belum dikasih?? Goblin itu harusnya menadi Regular Quest, jadi bisa langsung diserahkan ke resepsionis…. Tuh lihat ada yang kosong… sana kasih…”

Aku pun mengikuti perkataan Clada dan berjalan menuju resepsionis. Yang ada resepsionis itu bukanlah Milia yang kutemui kemarin.

“Tolong reward quest untuk goblin yang dia kalahkan…”

Clada berbicara kepada resepsionis itu dan segera kembali melihat papan quest. Aku yang ditinggal sendirian ini pun mengambil kantung berisi telinga goblin dan meletakannya diatas meja.

“Tolong tunjukkan kartu guildmu juga…”

Sesuai instruksi, akupun mengeluarkan kartu guild miliku dan setelah ia membaca sekilas, ia mulai mengecek jumlah bahan yang kuserahkan.

“Toya-sama ya, aku sudah memeriksanya, ada 30 telinga goblin disini… Dengan menyelesaikan quest ini, Touya-sama akan naik peringkat menjadi peringkat E… Karena untuk Regular Quest di berikan hadiah 50 koin tembaga untuk setiap lima goblin yang dikalahkan, maka totalnya menjadi 3 koin perak ya… “

…… eh? Apa benar Cuma beginni saja?

Resepsionis itu pun meberikan jawaban seelah mlihat aku kebingungan.

“Barusan Touya-sama adalah peringkat F, dan berhasil melakukan quest peringkat E, maka mendapatkan dua kali poin biasanya… Ini benar-benar keberhasilan yang brilian untuk quest pertama anda…. Dengan ini anda bisa mengambil quest peringkat D…”

Melihat resepsionis itu tersenyum, aku jadi merasa tidak enak. Aku tidak megalahkannya, hanya saja Kokuyou yang menendang mereka terbang.

Aku pun menerima 3 koin perak serta kartu ku. Dan ketika aku memunculkan huruf-huruf dikartu itu, terlihat peringkatku sudah benar-benar berubah menjadi peringkat E. Namun, level ku masih level 1, karena semua ini adalah kerja keras Kokuyou yang mengalahhkan monster-monster itu.

Aku pun kembali ke papan quest untuk melihat-lihat quest baru……

Terimakasih telah berkunjung….

 

Comments

5 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 4”

  1. Ryu says:

    Mantap dobel apdet

  2. psp06 says:

    Selain bocah pengumpul harem, komennya sepi. Mdh2an novelnya ttp d lanjutin ama mimin

    • Komentator says:

      Iya sih dulu waktu mimin upload novel alchemist menurutku bagus juga cuma tensei kizoku lagi seru serunya baca jadi ane setuju lanjutin tensei kizoku. Karna sekarang bacaan lain dah pada tamat tensei kizoku juga mulai biasa aja sekarang setuju lanjutin ini novel

  3. Eive says:

    Lanjutkan min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *