~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 5 di Kurozuku.

15 Jul 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

Ketika aku melihat papan quesr yang sudah dikelompokan berdasarkan peringkatnya, aku melihat banyak misi di dalam kota dan pengumpulan bahan-bahan untuk quest peringkat F. Sedangkan misi penaklukan hanya diperuntukan bagi petualang peringkat E keatas. Selain itu bagi petualang peringkat rendah hanya ada regular quest yang hanya perlu menyetorkan bahan saja tanpa perlu membawa lembar quest.

Aku menyapa Clada dan setelah kami membuat janji untuk minum bersama nanti, lalu aku pun segera meninggalkan guild.

Sambil berjalan santau aku melihat-lihat toko-toko yang menjual daging atau sayuran. Dan aku pun menghabiskan waktu makan siang ku di salah satu toko disekitar sana, lalu kemudian langkah ku terhenti di depan sebuah toko senjata.

Kenapa? Karena aku suka senjata. Itu juga yang membuatku memilih Berseker.

Akupun memasuki toko dengan penuh semangat dan aku melihat berbagai senjata seperti pedang, tombak, armor dan berbagai perlengkapan lain terpajang di setiap sudut toko.

Namun tampaknya benda-benda ini tidak cukup memuaskan mataku.

“Selamat datang… Oh.. aku baru pertama kali melihatmu….”

Ketika aku sedang memikirkan apakah tidak ada senjata yang menarik, tiba-tiba datang pria yang ada di meja Counter yang nampaknya berusia 20 tahunan berbicara padaku.

“Aku baru saja mendaftar jadi petualang kemarin….”

“Dari penampilan mu itu… sepertinya kamu penyihir ya…. Aku tidak punya senjata penyihir disini… Bukankah kamu sebaiknya pergi ke toko peralatan sihir??? Yah walaupun ada yang bisa kau gunakan disini, paling cuma benda seperti belati…”

Aku ingat bahwa Clada menggunakan belati untuk memotong material monster. Aku pun menanyakan belati yang cocok untuk menyayat monster, dan dia mengambil beberapa jenis belati.

“Jika kamu mau menggunakan nya dalam waktu lama mungkin yang paling kanan ini yang paling bagus… harganya dua koin perak… meskipun kokoh kurasa ini cukup ringan….”

Aku merasa lega karena tidak terlalu mahal, jadi aku pun membeli belati yang di rekomendasikan itu. Setelah itu aku pun menanyakan lokasi toko peralatan sihir dan ternyata itu berada sangat dekat dari sini. Aku pun segera mengucapkan terimakasih dan kemudian segera pergi.

…. Aku belum pernah menjadi penyihir, apa aku bisa mlakukannya ya… bahkan aku belum pernah menggunakan sihir pemulihan sekalipun….

Sambil memikirkan hal ini akupun memasuki toko yang memiliki lambang tongkat sihir yang diangkat. Dan seperti apa yang di ceritakan memang banyak tongkat, jubah, serta buku-buku yang terpajang.

Silahkan tingalkan komentar anda….

“Selamat datang… Apa kau mencari sesuatu??”

Suara itu berasal dari gadis penjaga toko, dia memilliki rambut berwarna hjau muda dan rambut sebahu serta telinga yang panjang dan mengenakan jubah berwarna hitam. Nampaknya dia adalah seorang Elf.

——Namun, darimana pun aku melihatnya, dia masihlah seperti anak kecil.

“…Aku akan memberitahumu lebih dulu, aku ini bahkan lebih tua daripada dirimu yang hanya seorang manusia loh…. Hanya pertumbuhanku saja yang sedikit lebih lambat!!! Aku ini sudah benar benar dewaasa!!!”

Gadis kecil penjaga toko itu mengatakan itu pada ku saat melihat ku terus menatapnya. Mungkin dia dapat menebak dari wajahku??

“Tidak kok, itu …”

Keringat dinginku bercucuran dan aku berusaha mencari alasan.

“Ah sudahlah… Jadi apa yang kau cari?? Apa kau butuh sesuatu?”

“Aku ingin buku sihir… aku adalah priest… tapi aku tidak tahu tidak tau sihir macam apa yang bisa aku pakai…”

Gadis penjaga toko itu tampak sedikit berpikir setelah mendengar perkataanku, lalu ia meletakan tiga buah buku sihir diatas meja.

“Ini adalah buku sihir untuk Priest… ada yang tingkat dasar, menengah, dan tingkat lanjut… ada juga yang lain selain ini taopi harganya juga lebih mahal loh? Tingkat dasar 10 koin perak, menengah 50 koin perak dan yang tingkat lanjut ini 2 koin emas…”

Berkat penyelidikan ku sedari tadi di pasar aku dapat memahami nilai uang secara garis besarnya. Kira-kira satu koin tembaga bernilai sekitar 100 yen, dan 1 koin perak bernilai 10.000 yen sedangkan koin emas bernilai 1 juta Yen. Dan nilai tukar diantara mereka berlaku setiap perbandingan 1:100. Meskipun ada juga koin plainum, namun nampaknya sangat jarang di gunakan.

Namun harga 100.000 yen untuk kelas pemula dan 2 juta Yen untuk kelas lanjutan??? Memang mahal sih tapi aku masih punya uang sekitar 20 juta lagi. Dan jika aku memikirkan masa depan, aku memang harus membelinya.

“Beri aku ketiga buku itu…”

Kali ini malah gadis penjaga toko itu yang terkejut mendengar perkataan ku.

“Kau ini… masih muda tapi cukup sejahtera ya…. Siapa namamu?? Ini aku yang bertanya loh…”

Gadis itu beranya dengan nada yang sama sekali tidak seperti anak-anak dan cenderung terdengar sombong. Aku pun memberi tahukan namaku adalah Touya.

“Touya ya… Namaku Natalie… Natalie sang Sage, Hormatlah padaku!!”

Ia mengatakan itu dengan sombongnya dan aku pun mengambil uang dan meletakan nya di meja, seketika mata Natalie menyipit.

“Kamu juga punya Storage ya???”

Padahal aku sudah berusaha memanipulasinya namun tetap ketahuan, seketika aku pun mulai meningkatkan kewaspadaan ku. Namun sepertinya Natalie tidak terlalu mempedulikanku.

“Tidak usah setegang itu… memang itu adalah skill langka, tapi bukan berarti tak ada  satu pun yang memilikinya kan? Lihat.. aku juga punya…”

Sambil mengatakan itu dia mengambil sebuah botol ramuan berwarna biru dari ruang hampa.

“Aku disebut Sage bukan sembarangan loh…. Karena Storage ku ini bisa menampung sampai 5000 Kg!!”

Aku terpana melihat Natalie yang mrngatakan itu dengan sombongnya. Bagaimanapun aku melihatnya Storage miliku ini bukan diukur dengan cara itu. Jika itu adalah Item yang sama baik senjata, armot ataupun makanan sekalipun, Storage ku bisa menampung sampai 99 item setiap jenisnya. Spertinya lebih baik aku diam-diam saja soal ini….

Karena sudah ketahuan, apa boleh buat, aku pun langsung memasukan ketiga buku sihir itu langsung kedalam Storage ku.

Aku juga sempat melihat-lihat tongkat dan jubah, namun aku tidak menemukan yang menarik perhatianku. Aku pun memberitahu Natalie kalau aku akan pulang…

“Sepertinya kamu akan berkembang menjadi sosok yang hebat ya… Jika kau butuh bantuan soal sihir, tanyakan saja padaku… Aku akan mengajarimu berbagai hal… yah tapi tentunya itu tidak gratis loh…”

Gadis itu menyeringai dan mengatakan itu, aku pun hanya bisa tersenyum pahit mendengarnya.

“Aku akan datang lagi jika aku ada perlu lagi nanti… “

Aku pun segera meninggalkan toko setelah mengatakan itu. AKu ingin membaca buku sihir itu secepatnya, jadi aku langsung kembali ke penginapan.

Dalam perjalanan kembali kepenginapan aku mampir sebentar disebuah lapak di dekat guild petualang.

“Pak.. makasih atas bantuan mu kemarin… kali ini aku datang sebagai pelanggan, beri aku tiga tusuk…”

“Oh Mas yang kemarin ya… 3 tusuk jadi 6 koin tembaga, tapi aku kasih diskon 1 keping jadi cukup bayar 5 koin tembaga saja… AKu akan segera memanggang nya…”

Aku pun menyerahkan 5 koin tembagga kepada pedagang sate itu, lalu dia dengan senang hati mulai merendam daging yang telah ditusuk-tusuk itu dan kemudian membakarnya. Aroma saus yang terpanggang mulai menyebar/

Tanpa sadar aku menelan ludah ku sambil menunggu sate itu matang.

“Nih ambillah…”

“Terima kasih, pak!”

Aku menerima 3 tusuk sate dan langsung berjalan menuju penginapan. Ketika aku datang ke bagian belakang penginapan, seakan menyadari kedatangan ku Kokuyou mendongak dengan wajah yang murung.

“Kokuyou, sepertinya kamu sedang murung…. Aku beli sate loh…”

Aku pun memberkan satu tusuk sate dan dia langsung menggigitnya. Dan aku pun duduk di dekat kandang, dan ketika aku menagmbil satu tusuk lagi dan ingin memakannya, Kokuyou yang sepertinya sudah selesai makan meringkik seakan ia meminta tambah. Akupun menghela nafas dan memberikan satu tusuk yang tersisa dan makan bersamanya.

“Kamu ini benar-benar doyan makan ya…”

Aku membelai leher Kokuyou yang sedang makan dan bertanya kepadaya

“Besok kita berpetualang ya…”

Dia pun menatap wajahku dan mengatakan ‘Brrrr’.

Lalu aku kembali ke ppenginapan dan menyapa Lamy yang sedang bersih-bersih dan mengatakan aku sudah pulang, lalu aku pun masuk kekamarku. Aku meletakan tiga buku sihir yang baru aku beli diatas meja dan bersiap untuk mulai membacanya. Mulai dari buku kelas dasar.

Dibuku itu tertulis berbagai hal mulai dari cara merasakan aliran energi sihir sampai nama dan efek mantera serta gambar-gambar demonsterasi, Tidak hanya sihir pemulihan namun juga tertulis tentang empat elemen sihir penyerangan dasar, dan aku benar-benar fokus dalam membacanya.

“Jika aku tidak bisa menggunakan setidaknya sihir pemulihan, aku tidak akan bisa menyelesaikan quest besok….”

Ketika aku membolak-balik halaman dibuku itu satu persatu, entah kenapa aku merasa secara bertahap informasi masuk kedalam kepalaku. Dan aku merasakan seperti sudah sejak lama aku bisa menggunakannya.

“Ap-Apa ini…”

Setelah selesai membaca jilid dasar, aku pun melanjutkan membaca buku untu tingkat menengah dan kemudian tingkat lanjutan.

“Gawat…. Jangan-angan aku bisa menggunakan sihir tingkat lanjut sekalipun??”

Kemudian ketika aku membayangkan energi sihir berkumpul ditangan ku, aku mulai melihat ada pendaran cahaya putih.

“Extra Heal!!”

Aku mencoba melapalkan sihir pemulihan tingkat lanjut, dan tangan kanan ku langsung bersinar terang——— Lalu aku kehilangan kesadaranku.

Terimakasih telah mampir….

Comments

7 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 5”

  1. psp06 says:

    Wkwkwkwk…
    Msh lv 1, nyoba pake sihir tingkat lanjut, alamat MP hbs lh ?

  2. Hogaku says:

    Lanjut min

  3. Komentator says:

    Ntaps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *