Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 6
~~

 

Selamat Membaca….

Kesadaran ku perlahan kembali ketika merasakan sinar mentari pagi.

“Sejak kapan aku tertidur….”

Aku pun bangkit dari tempat tidur dan membuka jendela. Aku dapat merasakan hembusan angin sepoi-sepoi mengenai tubuhku.

Setelah sejenak meregangkan tulang punggung ku untuk sekedar mengusir ras kantuk aku pun keluar kamar dan menuju ke ruang makan uyang ada dibawah sambil tetap mengenakan kupluk jubahku ini.

Di ruang makan itu para tamu penginapan ini sudah mulai menyantap makanan mereka. Lamy yang menyadari kehadiran ku pun menoleh kearahku sambil tersenyum.

“Ah, selamat pagi, Touya-san!! Aku sangat khawatir karena kamu kemarin tidak turun untuk makan malam tahu!!”

Aku pun menjawab pertanyaan Lamy dengan ‘sepertinya aku kelelahan’ dan aku pun duduk didekat meja konter.

Segera sup dan roti untuk sarapan dihidangkan di hadapan ku.

“Karena kamu tidak makan kemarin, jadi makan yang banyak ya….”

Ada semangkuk sup dan tiga potong roti diatas nampan yang jauh lebih banyak dari orang lain. Mungkin bisa dikatakan setara dengan dua kali lipat porsi orang lain.

“…Selamat makan…”

Meskipun sambil tersenyum pahit aku pun menyendok sup itu dan mulai mencicipinya. Cita rasa kuah yang lemut dan campuran sayuran segar terpadu dengan sempurna di dalam mulutku.

Mungkin karena lapar setelah lama tidak makan, makanan yang ada dihadapanku lenyap dalam sekejap.

Ketika aku selesai makan dan mengatakan, ‘Terimakasih makanan nya’ sambil menyatukan kedua tangan ku, Lamy terlihat bingung dan bertanya kepada ku.

“Sapan yang aneh… Apa begitu sapaan di tempat asal Touya?? “

“Ah.. i-iya…”

“Touya, aneh”

Lamy mengatakan itu sambil tersenyum lalu kembali kedapur. Aku pun melambaikan tangan ku dengan ringan lalu kembali kekamarku.

Aku berbaring di tempat tidur, lalu mengabil kartu guild dan memeriksanya. Dan disana tertulis negeri tempat aku terdaftar.

“Kalau tidak salah aku di panggil di Generate Kingdom kan ya…. Itu adalah negeri yang ada di dalam game yang aku mainkan… tapi ini adalah Sarandir Kigdom… dan ini kota Fendy… Aku sama sekali belum pernah mendengarnya… apa ini dunia yang sama dengan game yang aku mainkan?? Atau ini adalah dunia lain lagi?? Tapi kok aku bisa menggunakan storage ku…. Ahh gak tau lah….!!!”

Aku berusaha berpikir keras sampai memegangi kepalaku, namun aku tak kunjung mendapatkan jawaban apapun. Aku pun mengembalikan kartu guild kedalam storage dan mulai merencanakan apa yang akan aku lakukan.

“Apa aku bisa kembali ke dunia asalku?? Sebelum itu, apa aku bisa kembali?? Atau munkinn aku akan disini selamanya?? Hmm… itu sepertinya tidak buruk…”

Tubuh yang menjadi muda, wajah karakter yang sudah susah payah aku buat, sungguh tak dapat dibandingkan dengan hidupku sebelumnya.

“Pertama-tama… aku harus mendapatkan tempat tinggal… ngomong-ngomong apa saja yang ada di storage ku ya…”

Di dalam Game, akku selalu memasukan senjata dan berbagai perlengkapan langka yang dulu aku gunakan sampai Level 300. Aku mencoba mencarinya sambil mengingat-ingat nama-nama item itu.

“Ini…. Hmm.. sepertinya ini bisa dipakai…”

Aku terus emngambil berbagai peralatan dari Storage miliku satu persatu dan menjejerkannya di tempat tidur. Ada kalung,cincin atau gelang yang dapat meningkatkan ATK atau MATK, dan aku punn memeriksanya dengan penuh perhatian.

“Ini…”

Cincin yang aku keluarkan adalah sebuah cincin berwarna perak yang memiliki permata berwarna merah yang digunakan untuk para pemula. Efeknya adalah meningkaatkan EXP yang didapatkan akan dilipat gandakan 100 kali lipat jika Levelnya dibawah 100.

Ini adalah sebuah item yang dibagikan oleh GM ketika pemain LV tinggi semakin banyak dan membuat keseimbangan LV dengan para pemula menjadi berantakan.  Hal ini dilakukan agar para pemula dapat menikmati game.

“Apa aku bisa menggunakan efek ini?? Kalau ini bisa digunakan sesuai dengan efeknya….”

Aku pun menelan ludah dan dengan penuh perasaan takut aku memakai cincin itu. Selain itu aku juga memakai beberapa gelang cincin serta kalung. Dan setelah semua siap aku pun meniggalkan kamar.

Ketika aku meminta Lamy untuk mengeluarkan Kokuyou, mungkin karena rasa bosan terus berada di kandang dia mulai menggigit kepalaku.

“Hentikan… Apa kamu bosan disini… Kita mau keluar sebentar.. jadi aku akan mengandalkan mu ya…”

Aku membelai leher Kokuyou dan dia terlihat memejamkan mata seolah merasa nyaman. Aku pun menutupi kepalaku yang basah berlumuran ari liur dengan kupluk  jubahku dan mulai berjalan menuju keluar dari kota.

Setelah aku menyapa prajurit penjaga gerbang aku pun keluar dari gerbang kotaa. Kemudian aku menunggangi Kokuyou dan menuju ke arah hutan tempat monster banyak muncul sesuai informasi yang aku dapat kemarin.

Kokuyou berlari di jalan besar dengan kecepatan yang sangat berbeda dengan kuda biasa.

Katanya tempat itu berjarak satu jam menggunakan kuda, namun aku sudah berada di depan hutan dalam waktu 30 menit saja.

“Kita sampai dalam waktu singkat ya… Pantas saja untuk Kokuyou ya…”

Dia mendengus dan menggoyang-goyangkan ekornya seakan Kokuyou mengatakan ‘Bagaimana kmampuan ku??’ dan aku pun hanya mengelus lehernya sambil mengatakan terimakasih.

“Aku akan masuk kedalam hutan dan mencari monster, jadi kamu main saja di sekitar sini… aku juga akan meninggalkan air disini….”

Aku mengeluarkan sebuah bak dari dalam Storage dan menggunakan sihir untuk mengeluarkan air.

Sihir ini merupakan sihir yang tertulis dalam buku sihir dasar yang kemarin aku baca. Informasi ini langsung masuk begitu saja dikepalaku dan aku bisa menggunakannya tanpa kesulitan.

Kokuyou pun meminum sedikit air itu lalu mulai berlarian di padang rumput seolah dia menikmatinya. Lalu aku pun mulai bersiap untuk melakukan pertempuran.

“Akan lebih mudah jika aku bisa menggunakan sihir setidaknya yang sederhana ya…. Tapi aku tidak bisa menggunakan sihir serangaan…. Kalau begitu senjata….”

Aku memegang Buster Sword yang aku ambil dari Storage dan mengayunkannya dengan ringan sambil merasakan sensasi nya.

“Sepetinya ini cukup… aku masih level 1… jaadi aku jangan berlebihan… yah walaupun aku bisa menggunakan sihir pemulihan….”

Hutan dihadapan ku ini memiliki pohon-pohon yang cukup tinggi melebihi 10 meter dan di dalam cahaya terasa redup.

Aku pun mulai melangkah kedalam hutan.

Aku pun melangkah sagat hati-hati, dan aku langsung menemukan seekor monster.

Itu adalah goblin yang mirip dengan yang dikalahkan Kokuyou dulu. Tiga goblin yang nampak sedang mencari mangsa, mereka membawa tongkat di pundak mereka.

Aku pun bersembunyi di balik pohon dan berusaha mengamati situasinya. Mereka lewat tanpa mengetahui keberadaanku.

Lalu… aku pun menggenggam kuat pedangku dan mulai menebas mereka dari belakang.

Gussha—

Aku menebas punggung goblin itu dan goblin itu pun melemas dan jatuh tak bernafas. Para goblin lain nya pun mengeluarkan suara aneh dan tiab-tiba mengangkat senjata mereka kearah ku.

Mereka langsung menyrang kearahku dan aku pun langsung menebas keduanya sekaligus. Aku pun menatap ketiga mayat goblin ini dan menghela nafas lega. Dan aku pun tersenyum.

“Kurasa ini cukup… tapi… rasanya sangat berbeda dengan di Game… Benar-benar nyata…”

Seketika aku merasakan ada kekuatan yang mengalir di tubuhku.

“Jangan-jangan…”

Aku pun segera memeriksa statusku.

◇ ―――――――――――――――――――― ◇

[Name] Toya Kisaragi
[Race] Human
[Age] 16 years Old
[Job] Priest
[Title] Summoned
[Level] 6
[Special Skill] God’s Eye, Can use All Magic Attributes, Can get All Skill
[Skill] Sword Skill
◇ ―――――――――――――――――――― ◇

Levelnya naik.

“Aku mengalahkan tiga ekor goblin, dan naik lima level… Jadi cincin ini memiliki efek yang sama ya…”

Aku memandangi cincin yang dapat menggandakan EXP yang terpasang di jari tengah tangan kiriku, dan semakin tersenyum.

“Yosh… Kita mulai perburuan orang buangan…. Jangan remehkan orang buangan!!”

Sambil mengatakan itu aku memotong telinga kanan goblin sebagai bukti penaklukan. Lalu aku meletakan telinga itu kedalam sebuah kantung dan menyimpannya di dalam Storage. Aku pun memutuskan untuk melangkah lebih jauh kedalam hutan.

Terimakasih telah mampir….

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 6 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

5 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 6”

  1. Komentator says:

    Masa belum sadar skill special nya ,pdahal udah ditunggu tunggu

  2. Ryu says:

    Mantap up

  3. Hogaku says:

    Lanjut min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *