Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 7
~~

 

Selamat Membaca….

“Fu ~uhhh… Saatnya kembali ya… sepetinya Kokuyou sedang menunggu…”

Aku beristirahat sebentar sambil menyimpan tubuh Orc, monster berke[a;a babi setinggi 3 meter yang baru saja aku kalahkan kedalam Storage milikku.

Selama dua jam aku berkeliaran di dalam hutan dan mengalahkan semua monster yang datang menghampiri ku. Aku pun kembali mengikuti tanda yang aku berikan di pepohonan saat aku datang, dan aku bisa mencapai bagian luar hutan dalam waktu beebrapa menit.

Setelah keluar dari hutan yang gelap itu aku pun merengangkan tubuhku dan menikmati sinar mentari, lalu aku memandangi Kokuyou. Kokuyou terlihat senang saat ia melihat diriku.

Namun ketika aku melihat di bawah kaki Kokuyou…. Banyak bangkai monster berserakan disana.

“… Kokuyou… apa ada monster sebanyak ini yang datang…”

Kokuyou tampak seperti bertanya padaku ‘Bagaimana???’ dan ia pun menendang bak yang sudah menjadi kosong kearahku.

Sambil tersenyum pahit aku pun membawa bak itu kembali kedekat Kokuyou dan menggunakan sihir untuk mengisi air di bak itu. Kokuyou pun mulai meminumnya.

“Yosh Yosh… Tapi aku tidak menyangka kalau para monster sampai berdatangan kemari…”

Sambil membelai leher Kokuyou aku melihat sekelilingku. Namun aku tidak menemukan adanya tanda-tanda monster dii sekitarku.

“Kalau begitu kita bereskan mereka juga lah…”

Aku pun memotong bagian tubuh monster yang nampak hancur seolah-olah nampak seperti ditabrak truk itu sebagai bukti. Aku sudah memotong goblin lebih dari 30 ekor.

Setelah aku selesai memotong bukti penaklukan, aku pun mengumpulkan mayat-mayat ini disatu tempat dan kemudian membakarnya.

Sambil memandangi monster yang terbakar itu, aku mengambil sepotong roti dari dalam Storage ku dan menggigitnya. Karena aku sudah merasa menaklukan banyak monster aku pun berniat untuk pulang, namun sebelum itu aku ingin memeriksa statusku.

“Status!”

◇ ―――――――――――――――――――― ◇

[Name] Toya Kisaragi
[Race] Human
[Age] 16 years Old
[Job] Priest
[Title] Summoned
[Level] 35
[Special Skill] God’s Eye, Can use All Magic Attributes, Can get All Skill
[Skill] Sword Skill
◇ ―――――――――――――――――――― ◇

“Oh..!!!”

Aku benar-benar terkejut melihat LV ku yang telah naik melebihi perkiiraanku. Jika aku mencapai level 30, maka itu setara dengan peringkat B, di guild petualang. Dan hal ini membuatku tersenyum, ini seperti memainkan Game dengan bug menguntungkan.

“Kalau begini terus… aku mungkin bisa cepat mencapai level 100…”

Aku membayangkan masa depanku sambil memandangi cincin pengganda EXP dijariku ini.

“Untuk sementara aku masih punya uang… dan aku masih bisa tinggal di penginapan dengan Kokuyou… mungkin aku akan sedikit meningkatkan level untuk sementara waktu ini ya… dan juga mencari info tentang negara-negara disekitar sini… Kalau bisa aku ingin dapat peta…”

Aku mulai merangkai rencana-rencana yang akan kulakukan nanti. Karena Kokuyou sudah merasa puas dan menggigit kepalaku, jadi aku memutuskan untuk kembali ke kota. Tidak ada perlana di punggung Kokuyou. Aku mati-matian berpegangan ke tubuhnya karena Kokuyou berlari jauh lebih cepat dibandingkan kuda biasa. Sambil memantapkan bahwa akau perlu membuat pelana, kami pun terus melaju menuju kota.

Ketika sampai di dekat pintu masuk kota, aku pun turun dari punggung Kokuyou dan menuntun nya berjalan. Setelah menunjukan kartu guild ku, kami pun bisa masuk. Pada dasarnya memang untuk masuk kekota ini adalah gratis jika kita memiliki kartu identitas atau pun kartu guild. Sambil mengenang waktu pertama kali aku datang aku tidak mempunyai satu pun identitas, aku pun berjalan menuju guild petualang.

Ketika aku membuka pintu dan memasuki guild, aku merasakan orang-orang melihat kearah ku, namun seketika tatapan mereka pun buyar. Ada beberapa gadis di meja resepsionis, namun karena ada Milia disana, aku pun berbaris di tempatnya.

Setelah menunggu beberapa menit, giliran ku pun tiba, dan ketika aku ada di hadapan Milia. ia mengangkat wajahnya dan tersenyum melihatku.

“Selamat datang Touya-san, apakah ingin mengambil quest? Atau menyerahkan bahan??”

“Aku ingin melakukan penyerahan bahan… tolong ya… sepertinya ada banyak lagi nih… “

Sambil tersenyum pahit aku mengatakan itu, aku pun dibawa menuju ke ruangan khusus.

Aku pun duduk dihadapan Millia dan ia pun mulai berbicara.

“Karena ada juga yang sebelumnya, aku takut terlalu mencolok, jadi, kali ini berapa banyak?”

“Kira-kira… sekirtar 200… dan juga ada 10 tubuh Orc… dan juga serigala——”

“Tunggu sebentar!!”

Milia dengan panik menghentikan ku yang sedang menjelaskan.

“Berapa banyak yang kamu kalah kan?? Baru satu hari setelah kemarin??? Ini benar-benar tidak masuk akal… Dan juga… Touya-san, sendirian kan??? “

Berkali-kali aku hanya mengangguk setelah mendengar pertanyaan beruntun dari Milia.

“Jadi tolong lah yang logis sedikit… tapi apa benar kamu ini Priest?? Hampir saja aku menganggapmu seperti Berseker… Benar-benar…”

“Milia-san… Apa ada jenis job Berseker disini???”

Setelah mendengar perkataan Milia, aku jadi teringat karakter utamaku dalam game.

“Ada di dalam legenda sih… katanya itu diraih oleh pejuang yang telah melampaui batasnya setelah terus berlatih… Padahal Level 100 itu sudah maksaimal… apa masih ada lagi ya??”

Milia terheran dengan apa yang ia ceritakan itu, dan aku pun tanpa sengaja tersenyum.

(Mungkin aku masih bisa mendapatkannya… dengan cincin ini… Pertama-tama aku akan coba berganti job saat sudah mencapai level 100…)

“Baiklah… terimakasih, itu sanngat menjadi referensiku… jadi dimana aku harus meletakan bahan monsternya???”

“Ah iya juga, aku akan membawamu ketempat pembongkaran… Tapi, Touya-san, sepertinya saat ini kamu sedang dalam keadaan tangan kosong? Apa barang-barang itu ditinggaal diluar???”

Karena dia adalah orang yang akan mengurusku di guild nanti, dan sepertinya dia sangat mempedulikanku, jadi aku pun tanpa pikir panjang langsung mengeluarkan kantung berisi telinga goblin dari dalam Storage.

“….?! …… Toya-san, apa kamu punya Storage??? Pantas saja… tapi sebaiknya kamu jangan terlalu sering mengeluarkannya di depan orang… yah karena ini adalah Skill langka, ada banyak petualang yang menginginkan nya…. Banyak party juga yang menginginkan itu… jika sampai ada yang tahu…”

“Ini bisa jadi masalah!! Untuk sementara ini aku masih ingin sendirian… lagipula masih banyak yang ingin aku ketahui… Aku juga tidak bisa pergi berburu setiap hari kan…”

Tentu saja aku tidak mungkin bisa menunjukan permainan Cheat ku ini kepada orang lain. Lagipula aku tidak berpikir aku akan bisa melakukan hal-hal layaknya seorang Priest. Sambil membayangkan hal itu aku mengikuti Milia menuju ketempat pembongkaran.

Lokasi itu seperti senuah ruang olah raga, yang berisikan beberapa orang yang melakukan pembedahan monster.

Milia pun berbicaara kepada orang yang nampaknya adalah penanggung jawab tempat ini.

“Darlock-san, kami membawa beberapa bahan, dimana kami harus meletakannya??”

Darlock sepertinya ras manusia yang berusia 30an dan memiliki tubuh yang padat berisi, dan dia memakai sebuah celeek.

“Oh, Milia… Kalau mau meletakan bahan, di meja itu aja gak apa-apa…. Apa bocah itu yang membawanya??”

Ditempat uyang telah ditunjukan itu aku mengeluarkan bahan dari dalam Storage, dan meletakannya satu persatu. Ada sekitar 10 orc dan 30 serigala.  Dan saat itu aku diberhentikan.

“Tunggu!!! Aku tidak bisa memprosesnya semuanya dengan sekaligus! Tolong lakukan nanti lagi… Jika kamu memiliki Storage harusnya itu tidak akan membusuk dan tidak sulit…”

Ketika aku berhenti, sudah terbentuk sebuha gundukan monster dan para petugas lain yang sedang bekerja semuanya menghentikan pekerjaan mereka dan melihat kearahku.

“Kalau begitu itu saja… aku akan membawanya kemari lagi nanti…. Yah dalam sementara waktu ini aku tidak berniat untuk berburu lagi sih…”

“Kalau kamu terus-terusan membawa sebanyak ini, nanti kami jadi tidak bisa mengerjakan punya yang lain… Tapi bocah… ternyata kamu peringkat tinggi ya, sangat berbeda dari penampilanmu…”

Milia yang ada disampingnya segera memberitahu Darlock yang nampak kagum itu ‘Sebernarnya dia masih peringkat E’ dan matanya pun terbelalak.

“Sepertinya kita punya pendatang baru yang menjanjikan ya….”

Sambil tertawa Darlock mengatakan itu sambil menepuk-nepuk punggungku.

Karena penilaian akan selesai besok, aku dan Milia pun kembali keruang tamu.

“Touya-san, silahkan kembali lagi besok siang… kuarasa penilaiannya sudah selesai besok…. Dan juga… mungkin peringkatmu akan naik… Jika Touya-san tetap di peringkat E, itu akan membuat keseimbangannya rusak…”

“Baiklah, aku mengerti…. Aku serahkan semuanya padamu… aku akan mampir lagi besok… “

Setelah keluar dari ruangan khusus itu aku pun menghampiri Kokuyou, dan menuju kembali kepenginapan bersama-sama. Kami sempat membeli Sate dan kami berjalan sambil memakannya.

“Aku pulang….”

“Ah, Touya-san, selamat datang…”

Namun berbeda dengan kata-katanya, ekspresi yang ditunjukannya cukup suram. Ketika aku menanyakan apa yang terjadi, aku mendapatkan jawaban yang sangat tidak terduga.

“Um…begini… sebenarnya… kami mendapatkan Klaim bahwa kuda mereka merasa ketakutan dengan adanya Kokuyou… Jadi, aku benar-benar minta maaf, apa bisa kamu megninap Cuma sampai besok saja??”

Ternyata hal yang menunggu ku pulang setelah lelah berburu seharian adalah kenyataan bahwa besok aku akan menjadi tunawisma.

Terimakasih telah mampir….

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 7 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

5 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 7”

  1. psp06 says:

    Uang ad bnyk, tinggal beli rumah yg ad kandangnya beres. Tak cocok jd sultan ni MC ?

  2. Hogaku says:

    Lanjut min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *