Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 8
~~

 

Selamat Membaca….

“eh……”

Mendengar keputusan yang mendadak ini aku pun tak mampu berkata-kata. Aku masih baru saja tiba dikota ini dan masih banyak hal yang tidak aku mengerti, dan sekarang aku harus kehilangan tempat tinggal, rasanya cukup berat.

“Apakah… Keputusan itu sudah bulat??”

Aku membaranikan diri untuk bertanya dan dengan wajah menyesal Lamy pun mengangguk perlahan.

“Mohon maaf Touya-san… Sebenarnya aku juga ingin kamu berada disini lebih lama… tapi sepertinya tamu lain terganggu… dan beberapa juga ada yang langsung pindah tempat menginapnya….”

“Kalau sudah begitu… mau bagaimana lagi….”

Setelah mendengar perkataan itu tentu saja aku tidak bisa protes, lalu aku pun kembali kekamarku dan memikirkan apa yang akan kulakukan besok.

Bahkan pada saat aku makan malam di ruang makan semua tatapan tamu lain menusuk tajam kearahku. Benar-benar berbeda rasanya dengan hari kemarin.

Sebesar itulah perbedaan Kokuyou yang merupakan monster peringkat tinggi dengan kuda biasa meskipun mereka sama-sama kuda.

Walaupun aku menganggapnya sedikit imut ketika ia suka menggigit kepala orang.

“Apa yang harus kulakukan besok ya… Aku harus cari tempat bernaung lebih dulu… Apa coba aku tanya guild ya…”

Aku rasa aku bisa bertanya pada guild soal petualang yang mempunyai monster sepertiku, jadi aku pun merasa lebih tenang dan mulai tertidur.

Keesokan harinya———

“Maafkan aku, Touya-san …”

“Tidak apa-apa kok…. Terimakasih telah melayaniku selama dua hari ini… Aku akan datang lagi untuk makan kapan-kapan…”

Setelah sarapan akupun melakukan Check Out. Setelah berpamitan kepada Lamy aku pun bergegas menuju ke Guild petualang bersama dengan Kokuyou.

Setelah mengikat Kokuyou di tempat kuda dekat guild aku pun membuka pintu dan masuk kedalam. Sekilas pandangan mata semua orang terpusat kepada ku, namun dalam sekejap kembali buyar seolah tak ada apa-apa.

Aku melihat ada Milia di meja resepsionis jadi aku pun berbaris di depan meja nya. Setelah beberapa menit giliranku pun tiba.

“Selamat datang… Ah, Touya-san, selamat pagi…. Apa ingin mengambil quest? Padahal kemarin bilangnya tidak mau ambil quest…. Ngomong-ngomong penilaiannya belum kelar loh…”

Milia sedikit mengeluh karena aku yang berlebihan.

“Bukan kok… ini soal penginapan… Aku di usir karena Kokuyou menakuti hewan lainnya… Jadi aku ingin menanyakan merekomendasikan penginapan lain…”

Dengan wajah kasihan Milia menatapku dan kemudian menghela nafas.

“Begitu ya…  tapi bukan kah hasilnya akan sama saja jika aku merekomendasikan yang lainnya?? Bagaimana jika kamu pergi ke guild pedagang dan menyewa salah satu vila atau semacammya….??”

“Guild pedagang??  Apa ada yang seperti itu?? Aku akan coba bertanya kesana…. “

“Aku rasa penilaian nya akan selesai nanti siang, jadi datang lagi nanti ya…”

“Ya, baiklah… aku akan mampir lagi nanti…”

Setelah mengucapkan terimakasih ku pada Milia aku pun segera meninggalkan guild. Lalu aku dan Kokuyou menyusuri kota untuk menuju ke Guild pedagang sesuai informasi yang aku dapatkan.

Setelah berjalan selama 15 menit aku pun tiba di Guild pedagang. Bangunan nya terbuat dari susunan batu yang memiliki tiga lantai dan terkesan mewah dan penuh warna.

Ada prajurit yang berdiri di depan pintu masuk dan ketika aku bertanya tempat untuk menitipkan Kokuyou, mereka menunjukan kandang kuda yang ada di belakang, aku pun segera kesana.

Dan ketika aku memasuki pintu masuk itu, aku melihat beberapa meja untuk melakukan pertemuan, dan dibagian dalam ada meja resepsionis. Aku pun segera menuju ke meja resepsionis yang kosong.

“Selamat datang… Selamat datang di Guild pedagang cabang kota Fendy…. Namaku adalah Samy, ada perlu apa hari ini??”

Gadis yang ada di meja resepsionis itu adalah gadis yang nampak cerdas dengan kacamata dan rambut merah yang terikat kebelakang.

“Aku ingin menyewa rumah… Aku dengar dari Guild petualang aku bisa menyewanya disini…. “

Iapun merasa bingung, mungkin karena melihat diriku yang masih muda ini yang mengatakan ingin menyewa rumah. Namun ia tetao mengeluarkan dokumen-dokumen tentang daftar perumahan dan meletakan nya diatas meja.

“Sangat jarang ada anak muda yang ingin menyewa rumah…. Kurasa biasanya petualang muda itu menginap di penginapan…. Yasudah lah… Apa kamu punya kriteria yang di inginkan?? Kami bisa menyiapkan segala jenis rumah, mulai dari mansion hingga rumah kelinci….”

Akupun mengatakan rumah yang aku inginkan kepada Samy yang terlihat membolak-balik halaman file dimejanya.

“Rumah yang ada kandang kudanya ya…. Kalau begitu sepertinya akan besar ya…. Biayanya akan menjadi 500.000G perbulan, apa tidak apa-apa??”

Sepertinya itu terlalu mahal. Memang aku memiliki cukup uang saat ini, dan mampu untuk membayarnya, namun itu cukup mahal untuk ku yang cuma tinggal sendirian.

“Sepertinya itu sangat….”

Melihatku menunjukan ekspresi keberatan Samy pun membalik lagi halaman File nya.

“Yang ini adalah sebuah rumah besar dan memiliki kandang kuda, dan harganya cuma 150.000 perbulan… Tapi rumah ini agak berbeda…. Pemiliknya juga ada di kota ini… dan syaratnya kamu harus mendapat persetujuan dari pemiliknya dulu baru bisa menyewa rumah ini….. Kalau kamu mau aku bisa memperkenalkan mu dengannya…. Dalam harga normal mungkin rumah sekelas ini akan disewakan  1.000.000G perbulan….”

Aku pun terkejut ketika melihat gambar denah tersebut.

“Tolong perkenalkan aku dengan pemilik rumah ini!!! Kalau bisa aku ingin tinggal disini!!”

Setelah melihat ku yang mengatakan itu dengan penuh semangat, samy pun mengangguk.

“Kalau begitu mari kita pergi sekarang… tunggu sebentar ya…”

Samy pun pergi kedalam dan terlihat dia sedang berbicara pada seseorang yang mungkin adalah atasannya. Tak lama kemudian ia pun kembali dan keluar dari meja resepsionis.

Kami pun keluar dari Guild. Lalu ketika aku mengambil Kokuyou yang aku titipkan, Samy pun nampak terkejut melihatnya.

 

“…?! Ini Servant nya ya…. Levelnya tinggi sekali…. Ah aku tahu… inilah yang bernama Battle Horse, Iya kan??? Ini benar-benar langka… Aku saja baru pertama kali melihatnya….”

Aku pun mengangguk sambil membelai lembut leher Kokuyou. Ketika kami berjalan menyusuri jalan kota bersama Kokuyou, orang-orang nampak membuka jalan untuk kami. Kebanyakan dari mereka terlihat seperti terpana menyaksikan benda langka.

Setelah berjalan sekitar 155 menit menyusuri kota, Samy berhenti di depan sebuah toko.

“Ini tempatnya… Pemilik toko disini adalah yang mempunyai rumah itu…”

Aku pun memandangi toko itu dan kemudian menghela nafas. Itu adalah toko sihir yang aku pernah datangi beberapa hari lalu.

Samy pun langsung masuk kedalam toko tanpa memperdulikan perasaanku.

“Natalie-san apa kamu ada disini??? Aku membawa orang yang ingin menyewa rumah itu….”

Seakan merespon suara Samy, munculah sosok gadis sage kecil yang sama yang pernah aku lihat beberapa hari lalu.

“Apa? Samy rupanya ya…. Kamu membawa orang lain lagi ya… sepertinya kamu memang tidak ada kapoknya ya…. Loh? Kamu ya….”

Natalie pun tersenyum ketika dia melihat wajahku.

“Begitu ya.. begitu ya…. Jadi kamu ya…. Kalau tidak salah amamu… Touya ya… Kalau begitu ayo kita kesana sekarang…”

Bersamaan dengan itu Natalie pun bersiap menutup tokonya. Setelah kami keluar dan Natalie mengunci pintu toko, kami pun mengikuti Natalie menyusuri kota.

Setelah berjalan kaki sekitar 15 menit, kami masuk kearea kompleks mansion yang sangat berkelas. Masing-masing mansion disana terlihat sangat luas.

Apa aku kan tinggal di tempat seperti ini…..

Sambil membayangkan itu aku terus mengikuti Natalie. Dan tak lama Natalie pun berhenti di depan gerbang sebuah mansion.

“Ini mansionnya…”

Di beelakang Natali yang mengtakan itu sambil tersenyum menyeringi ada sebuah mansion berlantai dua yang sangat megah dan memiliki halaman yang sangat luas.

Terima kasih telah mampir….

 

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 8 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

5 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 1 Chapter 8”

  1. Ryu says:

    Mantap dobel apdet

  2. psp06 says:

    Begh… nanggung euy, penasaran ma persyaratannya.

  3. Hogaku says:

    Lanjut min

  4. Komentator says:

    Ini ln gk dilanjutin kah??

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *