~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 1 di Kurozuku.

5 Aug 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

Tiga bulan telah berlalu sejak adanya misi pengawalan. Aku tidak banyak mengambil quest. Nampaknya Guild ingin aku segera naik ke peringkat A dan menawarkan berbagai macam quest dengan tingkat kesulitan yang tinggi , namun aku menolaknya.

Pada quest dengan tingkat kesulitan yang tinggi itu sudah menjadi biasa apabila membutuhkan waktu beberapa hari untuk dapat menyelesaikannya. Bahkan ada yang bisa sampai berminggu-minggu.

Kebanyakan aku hanya menghabiskan waktu dengan bolak-balik antara mansion dan ruang dokumen Guild petualang. Dan terkadang aku juga makan bersama dengan Natalie. Dan hari ini, aku sedang minum di bar bersama dengan tiga orang petualang yang telah lama tidak aku jumpai.

“Tetap saja… Aku tidak menyangka kamu yang waktu itu masih seperti bocah biasa sekarang sudah menjadi peringkat B….”

Clada mengatakan itu sambil mengaduk-aduk isi cangkirnya. Mereka adalah penyelamat hidupku, sebuah party yang membawaku sampai ke kota ini.

“Yahh… Aku terus-terusan mengambil quest… entah sejak kapan aku jadi seperti ini…”

Aku pun tersenyum.

“Oh iya Touya, apa aku sudah dengar? Perang antara Generate Kinngdom dan Lunett Empire sudah dimulai lagi loh…”

“Aku baru dengar….  Selama ini Generate Kingdom selalu menyerang duluan dan akhirnya bisa di tahan oleh Lunett Empire kan?? Mereka tidak ada kapok-kapok nya ya….”

“Soal itu…. Kali ini kudengar… Ada Hero disana… Kekuatannya seperti monster… dan kudengar dia sudah menaklukan beberapa kota….”

“Hero……”

Apa dia orang yang waktu itu dipanggil setelah ku??

Kalau tidak salah aku memang mendengar mereka mengatakan “Dia punya Title Hero!!” dengan senangnya. Tapi si puteri itu… dia bilang negara mereka yang diserang, tapi kenyataannya malah mereka yang menjajah.

Untunglah aku tidak berada disana…. Mungkin aku memang tidak bisa kembali ke dunia asalku tapi sepertinya aku beruntung dipindah kemari. Sambil memikirkan hal seperti itu aku terus mendengarkan cerita Clada.

“Benar… Hero…. Lunett Empire dan negeri ini memiliki kedekatan dan membangun hubungan aliansi…. Para petinggi juga sedang bingung apakah mereka memutuskan memberikan bantuan pasukan…. Atau jangan-jangan….”

“Clada!! Cukupkan sampai situ…  Ini semua masih belum ditentukan. Kekaisaran itu punya komandan Ksatria yang dikatakan orang terkuat…. Tidak mungkin mereka kalah kan…”

“Benar juga… AKu juga pernah dengar gosipnya kalau Komandan Ksatria itu sangat kuat seperti monster… Kurasa dia tidak akan kalah… Yasudah… lebih baik kita hentikan pembicaraan kelam ini dan lanjut minum!! Mumpung aku bisa bertemu dengan Touya!!”

Nina memberhentikan pembicaraan ini, Memang benar membicarakan hal kelam seperti ini ketika perang baru saja dimulai akan sangat buruk. Setelah itu acara minum-minum dimalam hari pun berlanjut.

Dan pembicaraan di bar pun terlupakan, hari-hari pun berlalu.

“Touya-san, kumohon…. Bisakah kamu mengambil quest ini???”

Milia memohon kepadaku ketika aku sedang ingin mengambil quest penaklukan.

“Sebenarnya aku ingin mengambil misi penaklukan…”

Sebenarnya karena aku memiliki Storage, lebih mudah bagiku untuk mengambil misi penaklukan ini. Kadang kadang memang mereka memintaku untuk melakukan misi pengawalan namun aku selalu menolaknya. Karena itu akan membuat Ferrys Khawatir.

Aku tidak akan bisa melupakan ekspresi yang Ferrys tunjukan padaku ketika aku baru pulang dari misi pengawalan terakhir. Sejak saat itu aku berusaha untuk tidak mengambil quest yang memerlukan waktu lama.

“Ada semakin banyak monster di hutan utara… Jadi kami ingin kamu menyelidikinya…. Mungkin saja ini berkaitan dengan Lunett Empire yang sedang berperang, namun banyak petualang pemula yang menjadi korban…”

“…. Jadi aku hanya perlu menyelidikinya?? Kalau kalian mau menerima material monsternya mungkin aku bisa menerima quest nya….”

Jika disana memang banyak monster dan bisa dibawa pulang maka keuntungannya cukup besar. Dan aku tidak punya alasan untuk menolaknya.

“Ya! Tidak masalah…. Kami akan menerima hasil penyelidikan dan juga material monsternya….”

“Kalau begitu aku terima…”

Milia pun tersenyum setelah mendengar jawabanku.

“Syukurlah…. Akhir-akhir ini petualang peringkat tinggi sedang berada diluar kota dan kami tidak bisa menemukan orang yang luang untuk menerima quest ini…. Wakil ketua guild memintaku untuk membuat Touya menerima quest ini… Jika kamu tidak mau menerimanya…..”

Aku hanya tersenyum pahit setelah mengetahui hal itu. Dari wakil ketua guild lagi ya… Aku punya firasat buruk tentang ini. Aku pun mengambil lembaran quest dan kemudian kembali kemansion ku.

Hutan Utara terletak satu hari perjalanan menggunakan keereta kuda. Jika aku mengendarai Kokuyou mungkin akan sampai dalam waktu beberapa jam saja. Namun sepertinya sulit untuk pulang dalam waktu sehari. Aku kembali kemansion untuk memberitahu Ferrys bahwa aku akan mengambil quest itu dan mungkin aku harus menginap diluar.

Ketika aku sampai di mansin, Ferrys segera muncul.

“… Selamat datang, Touya, cepat sekali??”

“Aku pulang, Ferrys….  Aku ingin menmberitahumu, aku menerima quest dan mungkin aku akan meninggalkan rumah selama dua hari…. Aku akan pergi ke Hutan Utara untuk melakukan penyelidikan…”

“….Ya… Pulang cepat ya….”

Ferrys mengatakan itu dengan nada yang sedih, aku pun tersenyum dan menjawab ‘Aku pasti akan segera pulang’ lalu aku pun meninggalkan mansion. Aku berjalan bersama Kokuyiy sampai aku keluar dari kota. Setelah melewati gerbang kota, barulah aku menunggangi Kokuyou.

“Kokuyou! Berangkat!!!”

Mungkin ia merasa senang karena bisa berlari sekuat tenaga, Kokuyou pun meringkik dan kemudian mulai berlari. Secara bertahap kecepatannya terus meningkat, dan terasa terpaan angin seperti aku sedang mengendarai sepeda motor.

Katanya perjalanan ini memakan waktu satu hari dengan kereta kuda, namun aku hanya butuh waktu kurang dari dua jam untuk sampai di pintu masuk hutan. Aku pun turun dari Kokuyou dan membelai lehernya sambil mengucapkan terimakasihku.

Hutan dihadapanku ini sangat lah lebat dan hanya ada satu jalan lurus masuk kedalam hutan. Jalan ini akan terhubung dengan Lunett Empire dan di tengah-tengah nanti akan ada sebuah pos pemeriksaan dan disanalah letak perbatasan antar negaara.

Jika bisa melewati hutan, orang bisa memasuki wilayah antar negara sebebasnya. Namun ada banyak monster di hutan ini, jadi kereta kuda tidak dapat melewatinya. Meskipun ada kemungkinan kriminal masuk melalui hutan ini, namun biasanya pedagang akan mencari rute yang aman unguk kegiatan ekspor impor mereka.

“Untuk sementara masuk saja sampai kedalam hutan ya…”

Aku pin memerikan aba-aba pada Kokuyou dan berjalan masuk perlahan. Tentu saja aku juga menggunakan Exploration untuk mewaspadai keadaan sekitar. Begitu aku memasuki hutan, aku langsung bisa merasakan keberadaan monster di berbagai tempat.

“Sepertinya lebih banyak dari yang aku bayangkan… Yahh tapi katanya tidak akan ada monster berlevel tinggi disini jadi tidak apa-apa mungkin….”

Setelah lima belas menit aku masuk, aku pun turun dari Kokuyou dan memeriksa perlengkapanku, lalu melangkah lebih dalam.

————Tentunya tanpa mengetahui bahwa akan ada pertemuan dengan takdir didepan sana.

Terima kasih telah mampir….

 

Comments

6 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 1”

  1. psp06 says:

    Up min, kyknya bakal ketemu heroin nih MC

  2. Wah baru awal volume 2 udah mau ada heroin buru aja. Lanjutkan kerja kerasmu min! Up!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *