~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 10 di Kurozuku.

11 Aug 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

Melihat aku tidak memahami apa yang terjadi, Natalie pun memberikan penjelasan.

“Di rumah ini ada banyak kamar kan?? Di tokoku tidak mungkin muat untuk ditinggali oleh tiga orang…. Dan juga…”

Natalie sekilas melirik kearah Charl lalu ia pun mengangguk dalam keheningan.

“Charl ini… Adalah puteri seorang bangsawan… sedangkan Al adalah ksatria yang melindunginya… Kurasa kau dapat memahami apa maksudku… Lagipula Ferrys juga tampak tidak keberatan dengan ini….”

Memang tadi Ferrys mengangguk setelah ia melihat wajah Charl. Itu berarti dia tidak masalah jika Charl ada dirumah ini. Tapi…

“Touya-sama, bisakah Anda mengizinkan kami tinggal disini untuk sementara waktu…. Kamu akan melakukan pekerjaan rumah tangga atau apapun jika diperlukan….”

Sulit bagiku untuk menolak permintaan Charl yang memohon dengan mata yang memelas. Entah kenapa Jiwa orang jepangku keluar, apalagi yang memohon adalah wanita cantik.

“Baiklah… Tapi jika kalian berencana untuk tinggal dikota ini sementara, ada baiknya jika kalian mendaftar sebagai petualang…. Itu juga akan memudahkan berbagai urusanmu untuk keluar-masuk kota ini….”

“Baik!!”

“Aku mengerti…”

Mereka berdua pun mengangguk.

“Masih ada banyak hal yang harus aku kerjakan…. Karena itu… Aku ingin ITU….”

……Kupikir pembicaraan serius ini akhirnya selesai, namun ternyata malah jadi seperti ini. Aku pun menghela nafas dan mengeluarkan Pudding dari dalam Storage. Tentu saja aku tidak bisa mengeluarkan hanya satu saja, jadi aku mengeluarkan tiga puding dan memberikannya kepada dua gadis lainnya.

“Ini sedikit berbeda dari yang sebelumnya…. Tapi aku hanya bisa memberi mu satu hari ini loh!!”

Aku berusaha memberikan peringatan terlebih dahulu kepada Natalie. Jika tidak seperti itu, dia pasti akan berusaha meminta tambahan lagi.

“Ini……?”

Charl dan Al nampak agak bingung melihat benda yang tiba-tiba muncul itu. Sedangkan Natalie matanya sudah berbinar dan ingin cepat menyentuh pudding itu sesegera mungkin.

“Ini manisan… Cobalah….  Karena tidak mungkin kan aku mengeluarkannya untuk Natalie saja…”

Meskipun ragu, secara bersamaan mereka memegang sendok, lalu menyendok sedikit krim dengan perlahan dan memasukannya kemulut mereka. Seketika mereka berdua menunjukan ekspresi terkejut, dan perlahan mereka mulai tersenyum.

“Manis…. Ini sangat enak…. Aku belum pernah memakan ini…. Bahkan di istana….”

“Benar-benar enak…. Mungkin ini  adalah benda terenak yang pernah aku coba sejak aku lahir….”

Melihat mereka terkejut, Natalie yang mulutnya penuh dengan krim itu mengangguk.

“Benar kan… Bahkan aku saja sampai kalah dengan manisan ini sampai-sampai harus menyerahkan rumah ini….”

“Tunggu!!! Jangan katakan seolah aku yang salah!!”

Memang benar aku memenangkan taruhannya, dan aku membayar pajak atas rumah ini sebagai pemilik pengganti, namun biaya pajak itu lebih tinggi daripada biaya sewa ku, ini bukan lah keuntungan. Perdebatan berlanjut sambil minum teh.

Tak lama kemudian manisan yang aku siapkan telah hilang tanpa sisa. Mereka bertiga menatap piring yang telah kosong dan kemudian menatapku dengan penuh harap.

“Tidak! Jika kalian makan terlalu banyak, Nanti kalian jadi gendut loh….”

Sepertinya kata-kata itu efektif kepada Charl dan Al. Mereka meletakan sendok mereka dengan wajah kecewa. Natalie pun juga sepertinya menyerah, dan dia berdiri untuk meninggalkan tempatnya.

“Touya, aku serahkan mereka berdua padamu…. Aku punya urusan yang harus kulakukan… Aku harus pulang….”

Dia meletakan sebuah buku sihir yang ingin ia berikan padaku diatas meja, dan meninggalkan mansion setelah ia berbisik kepada Charl. Setelah kami ditinggal bertiga, aku memanggil Ferrys. Dan Ferrys segera muncul mematuhi panggilanku.

“Ferrys, mereka berdua akan tinggal bersamaku… Tolong jaga mereka ya….”

“……Baik……”

Setelah mengkonfirmasi jawaban Ferrys, aku pun menoleh kearah mereka berdua. Dan aku melihat mereka terdiam tercengang.

“Roh Rumah berbicara….”

“Aku baru pertama kali mengetahuinya….”

Kalau tidak salah aku juga mendengar hal itu dari Natalie sebelumnya. Namun ini juga adalah pengalaman pertamaku, jadi aku tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya. Mereka bertanya kepadaku, namun sebenarnya malah sebaliknya, aku yang ingin bertanya. Melihat aku tidak bisa menjawab, mereka berdua pun menghela nafas.

“Aku mengerti bahwa dalam berbagai arti Touya-sama ini benar-benar diluar akal sehat…. Tapi sepertinya lebih baik hal ini dirahasiakan…. Kalau sampai tersebar bahwa roh rumah bisa berbicara….”

“Pasti rumah ini akan direbut oleh bangsawan….”

“Ya, Pasti akan begitu…”

Aku menelan ludah setelah mendengar perkataan mereka berdua. Aku juga tidak ingin kehilangan rumah yang sudah aku dapatkan ini.

Setelah sedikit tenang, aku memandu mereka berdua ke kamar mereka. Kami menaiki tangga, dan menjelaskan bahwa kamar di sebelah kanan paling ujung adalah kamarku. Lalu aku mengatakan kepada mereka untuk memilih kamar manapun yang kosong. Berkat adanya Ferrys setiap kamar di rumah ini bersih.

Akhirnya diputuskan bahwa Charl akan menggunakan kamar paling luas dan Al kamar disebelahnya. Aku menhela nafas karena bahkan kamar yang dipakai oleh Al itu jauh lebih besar ketimbang kamar ku di Jepang dulu.

Setelah itu aku memandu mereka berkeliling mansion. Tentu saja juga ke kamar mandi. Mereka berdua tampak terkesan melihat bak mandi yang bisa digunakan kapanpun.

Lalu aku memberitahu mereka bahwa aku harus pergi kr Guild petualang. Soal pendaftaran mereka berdua kami memutuskan untuk melakukannya besok.  Hal ini mempertimbangkan mereka sedang kelelahan saat tiba di kota ini, ini keputusan yang tepat. Setelah aku mengatakan mereka bisa menggunakan kamar mandi kapanpun, aku pun meninggalkan mansion.

Setibanya di guild petualang, aku langsung berbicara pada Milia di meja resepsionis.

“Oh! Touya-san selamat datang kembali…Apa kamu sudah menyelesaikan penyelidikannya?? Bisakah aku mendengarkan laporannya??”

“Soal itu…. Ada yang ingin aku bicarakan dengan wakil ketua guild…”

Sepertinya dia bisa menebak ekspresi seriusku, lalu setelah mengatakan ‘Tolong tunggu sebentar’ dia segera meninggalkan mejanya dan masuk ke bagian dalam. Beberapa menit kemudian, dia kembali bersama dengan Ebrand.

“Aku akan mengantarmu ke ruangan khusus….”

Bersama dengan Milia, aku dipandu kesebuah ruangan berkapasitas 6 orang dan kami duduk.

“Bagaimana dengan Hutan Utara??”

“Pertama-tama…. Disana ada sebuah sarang Orc…. Dan aku menemukan ada  Orc King disana….”

Setelah mendengar itu Ebrand langsung berdiri.

“Apa katamu?! Ada kelas King disana??? Kita harus segera mengumpulkan para petualang….”

“Tidak, aku sudah mengalahkan King itu jadi tidak masalah…. Daripada itu….”

Pertama aku mengeluarkan dua kartu petualang dan meletakannya diatas meja.

“Itu adalah kartu para petualang yang ditangkap… Sayangnya aku sedikit terlambat…. Aku membawa tubuh mereka kembali…”

“Begitu ya… Terima kasih banyak… Maaf merepotkanmu ya…”

Ebrand kembali duduk dan menghela nafas panjang. Lalu Ebrand mengambil kartu petualang itu dan setelah memastikan nama mereka ia pun memberikannya kepada Milia.

“Dan juga ada satu hal lagi….. Lihat lah ini….”

Aku meletakan satu armor di atas meja.

“―――― Telah terjadi pertempuran antara diriku dengan prajurit Generate Kingdom….”

“Apa!?”

“Apa katamu!?”

Setelah mendengar hal ini, Ebrand berdiri dan memukul meja lebih cepat daripada yang tadi.

Terima kasih telah mampir….

 

Comments

8 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 10”

  1. psp06 says:

    Lanjut min

  2. Kiruru says:

    Anjir makin seru min… Lanjut min jgn kasih kendor

  3. Maple says:

    semangat min up nya

  4. Roxy says:

    Anjir seru bet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *