Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 11
~~

 

Selamat Membaca….

Ebrand yang kembali duduk menatap armor itu dan kemudian menatapku.

“Kenapa kamu bisa terlibat pertempuran? Bisakah kau jelaskan alasannya??”

Dia menataptu dengan tatapan serius.

“Sebenarnya saat aku sedamg melawan kawanan orc itu—-“

Aku menjelaskan bahwa aku menyerang kawanan Orc itu untuk menyelamatkan dua orang gadis yang sedang dikerumuni oleh mereka. Lalu setelah itu para prajurit itu muncul. Dan mereka ingin membunuh kami untuk menghilangkan saksi bahwa mereka telah melewati perbatasan.

Aku juga memberi tahu mereka bahwa aku telah mengalahkan para tentara itu dan menaruh mayat mereka didalam Storage. Tentu saja aku tidak memberitahu bahwa sebenarnya mereka datang mengejar Charl dan Al.

Ebrand pun menghela nafas dan kemudian bersandar di sofa.

“… Begitu ya… Kalau begitu ceritanya apa boleh buat…”

“Tapi, wakil ketua…. Apa mungkin…..”

“Ya… Aku harus membicarakan ini dengan Guild Master dan Walikota disini… Tentu saja kita tidak bisa mendiamkan masalah ini begitu saja….”

Keheningan berlanjut untuk beberapa saat, namun akhirnya Ebrand pun pasrah dan mulai berbicara.

“Maaf, bisa tolong kau simpan dulu mayat para prajurit itu untuk sementara waktu? Aku akan mencoba berbicara dengan para petinggi di kota ini…. Dan juga soal mayat petualang, kami akan sesegera mungkin mengambilnya… “

“Baiklah… Antarkan saja aku, dan aku akan mengeluarkannya disana….”

Setelah pembicaraan ini selesai Ebrand meninggalka posisinya, dan aku dipandu oleh Milia menuju ke ruang bawah tanah.

“Tolong keluarkan mayatnya disini….”

Aku pun mengangguk dan mengeluarkan mayat kedua petualang sesuai arahan Milia. Aku telah membalut mereka dengan kain putih, namun ternyata telah berubah menjadi merah karena darah yang keluar dari mayat itu.

“Terima kasih, Touya-sama… Karena ada kartu guild mereka, jadi jika ada keluarga yang datang kami akan menyerahkan mayat ini kepada mereka…. Jika tidak ada yang datang maka akan langsung kami kuburkan dengan layak….”

“Baiklah… Lalu…. Material monsternya bagaimana??? Jumlahnya cukup banyak nih…”

“Kalau itu silahkan ke gudang… Mungkin kamu akan dimarahi lagi….”

Aku pun tersenyum pahit ketika mendengar perkataan Milia itu. Karena aku sebelumnya juga datang ke gudang membawa material yang cukup banyak. Ketika aku mengikutinya menuju ke gudang, aku melihat tumpukan Material disana tidak terlalu banyak. Namun ketika Darlock melihat ku wajahnya menjadi tegang.

“Oi Milia… Jangan-jangan….”

Milia hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan itu.

“Oi! Kalian! Hentikan pekerjaan kalian dan berkumpul disini!!”

Tiga orang staff pun menghampiri sesuai dengan isnnstruksi Darlock.

“Yosh!! Touya, keluarkan! Staff Guild itu ahli dalam menjaga rahasia, jadi jangan sungkan!!”

Aku pun mengangguk dan mengeluarkan material monster satu persatu dari dalam Storage. …. Pertama-tama, mari kita keluarkan material yang kita dapatkan kali ini. Dan ditambah dengan material yang telah menumpuk sejak lama.

Sambil memikirkan itu aku terus menerus menjejerkan monster-monster. Dan ketika terbentuk sebuah gunungan kecil, para staff bersorak, ‘Hebaaat…’ Namun ketika terbentuk gunungan ketiga, Darlock segera dengan panik berteriak.

“Tunggu!! Cukup segitu saja!! Lebih dari itu mustahil buat kami!!!  Memangnya ada seberapa banyak sih!!”

Para Staff juga terkejut dengan jumlah yang melebihi bayangan mereka.

“Milia, hari ini hanya segini yang bisa kami ambil… Seseorang! Ambilkan Magic Bag dari guild!! Kita lembur hari ini!!!”

Terdengar suara keluhan dari para staff, namun aku berpura-pura tidak mendengarnya. Satu orang diantara mereka berlari mengambil Magic Bag.

“Ah iya, izinkan aku mengeluarkan yang ini juga….”

Setelah mengatakan itu aku mengeluarkan Orc General dan  Orc King yang telah terbelah dua.

“Untuk sementara ini saja cukup….”

Aku pun merasa puas, dan ketika aku menoleh kearah Darlock, aku bisa melihat matanya bergetar.

“…. Bukankah ini General dan King….. Touya…. I-ini apa ini kamu sendirian yang mengalahkannya…..”

Ketika melihat ku mengangguk, Darlock pun menghela nafas panjang.

“Milia, dokumen penyerahannya akan jadi besok…. Aku harus segera menangani ini…. Hey Kalian! Ayo mulai bekerja!!!”

“Ouu!!!”

Setelah memastikan para staff memulai pekerjaan mereka, Milia memanduku kembali ke ruangan khusus lagi.

“Touya-sama, Sepertinya jumlah itu terlalu….. Tolong beri kami cukup waktu untuk bisa memproses semuanya…. “

“Tidak masalah…. Saat ini aku tidak terlalu kesulitan dalam keuangan ku kok…”

“Dan juga, terkait masalah sebelumnya…. Jika guild telah memutuskan sikap yang akan diambil kami akan segera memberitahukanmu, jadi sesekali mampir kemari….”

“Ya, aku berniat untuk menahan diri dan tidak mengambil quest sementara waktu ini….. Aku akan berusaha untuk mampir kemari….”

“Ya terima kasih.”

Setelah berpamitan dengan Milia aku pun meninggalkan Guild. Karena jumlah orang yang tinggal bertambah, aku berniat untuk membeli beberapa bahan makanan. Aku pun berjalan pulang sambil mampir ke pasar.

“Aku pulang….”

Ferrys langsung menyambutku ketika aku kembali ke Mansion.

“… Selamat datang…. Touya….”

“Aku pulang Ferrys… Apa mereka berdua ada di ruang makan? Atau sudah berada dikamar masing-masing??”

Dalam keheningan Ferrys menunjuk ke ruang makan.

“Diruang makan ya… terima kasih….”

Aku pun mengangguk dan kemudian langsung menuju keruang makan.

“Aku pulang….”

“Selamat datang, Touya-sama”

“Selamat datang, Touya-sama!”

“… Kau lama sekali Touya!!”

Di ruang makan masih ada Natalie yang seharusnya sudah pulang.

“Loh? Natalie juga ada ya…. Aku baru saja memberikan laporan pada Guild….. Karena setidaknya aku sedang dalam misi penyelidikan….”

Karena semua orang sedang minum teh, aku pun membuat teh ku sendiri dan kemudian duduk bersama mereka.

“Begitu ya, apa yang terjadi di guild??”

“Aku sudah melaporkannya… Yang aku laporkan tidak lebih adalah aku bertemu dengan prajurit Generate kingdom dan mereka menyerangku untuk menghilangkan saksi bahwa mereka telah melewati perbatasan wilayah….”

“… Kalau begitu tidak masalah…. Jadi Touya…. Aku memutuskan bahwa aku juga akan tinggal di mansion ini….”

Ketika mendengar penyataan Natalie yang tidak terduga ini aku pun refleks menyemprotkan teh yang ada di dalam mulutku.

Terima kasih telah mampir….

 

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 11 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

6 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 11”

  1. psp06 says:

    Lanjut min

  2. Maple says:

    mantappp djiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *