Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 12
~~

 

Selamat Membaca….

“Kenapa kau harus tinggal di mansion ini??”

Sambil menyeka teh yang aku semburkan aku bertanya pada Natalie.

“Mansion ini adalah tempat teraman untuk melindungi mereka berdua… Dan juga…. Ada yang harus aku bicarakan soal Kerajaan…. Ada juga alasan lainnya….”

Memang kamar dirumah ini sangatlah banyak dan selama aku masih menjadi pemilik rumah ini maka Ferrys tidak akan mengusir mereka jadi tidak ada masalah besar. Ketika aku sedang bimbang memikirkan ini, Charl berdiri dan kemudian menundukan kepalanya dihadapanku.

“Touya-sama, Aku juga mohon… Izinkan beliau tinggal disini….”

Dan bersamaan dengan itu Al juga membungkukan kepalanya. Tentu saja aku sebagai orang Jepang tidak bisa membiarkan dua orang gadis menundukan kepalanya dihadapanku sambil memohon.

“Baiklah… Masih banyak kamar yang kosong jadi tidak masalah…. Tapi bagaimana dengan tokomu??”

“Untuk sementara mungkin akan bolak-balik dari sini ke toko… Jika waktunya tiba… tidak, aku akan membicarakan ini setelah lebih pasti…. Untuk saat ini anggap saja aku berada disini sebagai pengawas dirimu agar tidak melecehkan mereka berdua…”

“Ti-Tidak akan!!”

Aku dengan cepat menjawab perkataan Natalie itu. memang benar jika mereka berdua itu cantik. Mungkin dari sudut pandangku saat ini mereka cukup serasi untukku.

Namun Charl adalah seorang puteri bangsawan. Meskipun Al mengatakan dirinya adalah seorang ksatria, kemungkinan besar dia juga adalah puteri bangsawan. Meskipun aku memiliki mansion ini, mereka tidak akan bisa berada di tempat petualang sepertiku dalam waktu yang lama. Daripada itu, sepertinya itu akan membuatku kerepotan.

“Pokoknya silahkan saja bersantai untuk sementara ini…. Aku akan mandi dulu…..”

Setelah mengatakan itu aku meninggalkan ruang makan.

“Uwaaahh~~~ Mantaaap…”

Berendam di bak mandi besar ini benar-benar melepaskan penatku. Hanya beberapa hari aku berada jauh dari rumah, namun sudah banyak hal terjadi dan benar-benar membuatku kelelahan secara mental. Sambil berendam di bak mandi, aku berusaha memikirkan langkah yang harus aku ambil kedepannya.

Aku sudah tidak bisa kembali kedunia asal ku lagi. Aku sudah membunuh seseorang dengan tanganku sendiri—— . Meskipun aku kembali ke Jepang, aku yakin perasaan itni tidak akan pernah hilang. Sepertinya aku telah terlalu sering berhubungan dengan yang namanya kematian. Sambil memikirkan itu aku menenggelamkan seluruh tubuhku kedalam bak mandi.

◇◇◇◇

Ketika Touya menuju ke kamar mandi, tiga orang gadis yang ditinggalkan pun mengelilingi meja dengan wajah yang serius.

“Jadi bagaimana kondisi di dalam negeri??”

Setelah mendengar pertanyaan Natalie mereka berdua pun menjadi pucat. Perlahan-lahan Al memberitahukan tentang situasi peperangan saat ini. Seiring berlanjutnya cerita, ekspresi Natalie menjadi tegang.

“Jadi Garett sudah pergi ya… Dia benar-benar pria yang baik… Jika ada orang yang bisa mengalahkannya maka yang lain pasti tidak bisa berbuat banyak….”

Natalie menghela nafas panjang dan menyeruput teh nya.

“Ayah segera menyuruhku mengikuti Al dan pergi mencari Natalie-sama… Jadi aku belum mendengar rincian soal itu…”

“Orang seperti apa sebenarnya sosok bernama Hero itu….  Aku ingin….. Membalaskan dendam ayah…..”

Melihat Al mengepal kan tangan di pedangnya sambil meneteskan air mata, Charl dengan lembut melingkarkan tangannya di punggung Al.

“Aku tidak bisa melakukannya dengan kekuatanku sendiri…. Meskipun begitu negara ini pasti tidak akan mengambil gerakan apapun…. Jika saja ada sosok yang lebih kuat ceritanya akan berbeda…..”

“———— Touya-sama….  Jika kita bisa meminjam kekuatan Touya-sama …”

Natalie merasa heran dengan perkataan Charl.

“Hanya Touya sendirian juga tidak akan berubah kan?? Lagipula dia itu seorang manusia….  Cuma melawan 10 orang saja dia pasti akan mencapai batasnya….”

“Tidak… Aku bahkan tidak bisa melihat batas kekuatan Touya-sama…. Dalam pertarungan itu kurasa dia masih menyembunyikan kekuatannya….”

“——Apa katamu??? Apa aku bisa mendengar rinciannya? Soal pertarungan Touya….”

Natalie tertarik dengan apa yang dikatakan Al. Natalie juga merasakan bahwa Touya memiliki sedikit kemampuan. Dia memiliki banyak pengetahuan yang tidak diketahui, terutama soal makanan.  Sambil mengenang pertempuran itu, Al mulai menceritakan rinciannya.

“Touya…..Apa benar dia sekuat itu…..”

“Ya…. Terlebih dengan kekuatan seperti itu dia masih level 17… Aku juga sulit mempercayainya…”

Dengan statusnya sebagai ksatria, setelah mengingat kembali pertempuran itu akhirnya dia yakin bahwa pertempuran itu tidak cocok untuk levelnya. Tentunya level yang tertulis di kartu guild itu masihlah rendah. Lebih rendah dari Al. Pasti ksatria di negerinya tidak akan ada yang bisa mengalahkannya. Terlebih di dunia ini adalah sebuah pengetahuan dasar bahwa orang tidak akan bisa memalsukan kartu itu.

Meskipun begitu, setelah melihat pertarungannya dengan Orc, dan juga pertarungan dengan para prajurit itu Al masih merasa kekuatannya tidak cocok dengan levelnya.

“Memang benar kekuatan Touya-sama itu…. benar-benar kuat sampai Al tanpa sadar mengajukan lamaran pernikahan dengannya…”

“…?! Ha-habisnya…. setelah aku melihat pertarungan itu….”

Menanggapi Charl yang mengatakan itu sambil tersenyum, Al pun memerah dan tersipu malu.

“Cukup kuat sampai ras Beastmen ingin menikah dengannya ya…. Hmm.. Mungkin itu bagus juga…. Lagipula dia itu adalah orang yang cukup baik…. Bisa saja aku yang menjadi calonnya, tapi sepertinya manusia itu ridak mengerti daya tarikku ini…. Padahal kan aku cukup menarik…. Kenapa ya??”

Mendengar komentar Natalie, ekspresi Charp dan Al menunjukan kebingungan. Mereka pernah mendengar bahwa dia memperlakukan orang tua mereka selayaknya bocah kecil. Namun setelah sepuluh tahun berpisah kesan mereka berdua pertama kali adalah ‘Ternyata tidak berubah sama sekali’.

“Tapi… Touya-sama itu memang cukup menarik ya…. Dia nampak lebih dewasa tidak seperti usianya…. Jika saja aku tidak punya status sebagai keluarga kerajaan….”

“Ehhh…!? Charl!?? Padahal kamu terlihat tidak tertarik dengannya!”

Al pun terkejut dan mengeraskan suaranya setelah mendengar pernyataan mengejutkan dari Charl. Pipi Charl pun memerah.

“Kalian berdua ini tidak ada apa-apanua… Jika Touya harus memilih maka dia akan memilih diriku yang memiliki daya tarik sebagai wanita dewasa ini….!”

“Tidak mungkin!!!!”

“Kenapaaa memangnya!!”

Ketika Touya sedang berada di kamar mandi, pembicaraan para gadis ini menjadi semakin meriah.

Terima kasih telah mampir….

 

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 12 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

10 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 12”

  1. psp06 says:

    Lanjut min

  2. Kiruru says:

    Mantap dpt para loli wkwkwk

  3. Namikaze says:

    Lanjutt

  4. Maple says:

    push uppp

  5. Roxy says:

    Mantap lah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *