Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 15
~~

 

Ini sisa kemarin
Selamat Membaca….

Waktu kita putar sedikit. Rutinitas bersama kami di mansion kami dimulai, dan saat ini aku sedang duduk berhadapan dengan Charl dan Al setelah mereka selesai mendatar sebagai petualang. Karena Natalie harus membuka tokonya, sejak pagi dia sudah keluar.

“Touya-sama, Untuk menyelamatkan Lunnet Empire setelah beberapa waktu disini, aku ingin kembali ke kekaisaran bersama dengan Natalie-sama….”

“Aku mengerti itu… tapi kalian lari kesini saja sudah sampai mengorbankan hidup, bagaimana kalian akan menyelamatkan negeri kalian?? Jika hanya Al dan Natalie saja tidak akan terlalu berubah banyak kan?? Apa Charl juga bisa bertarung??”

Aku mengatakan kenyataan yang kejam ini dengan serius.

“Itu…..”

“Aku pasti akan melindunginya!!”

Al berdiri menjawab penuh semangat, namun jika hanya dia sendiri tidak akan berbuat banyak.

“Memangnya seberapa banyak yang bisa kau lakukan jika hanya sendirian??  10 orang? Jika itu perang, pihak lawan pasti punya ribuan pasukan yang sudah siap untuk bertarung mati-matian…. Jika kau berpikir rasional, mustahil bukan melawan mereka??”

Setelah mendengar perkataan ku Al terlihat kecewa dan hanya mampu berkata ‘Tapi….’

“Karena itu aku punya satu usulan…. Ngomong-ngomong berapa level kalian??”

“Aku 37… karena aku cukup terlatih sebagai ksatria…”

“Aku 5….”

Carl mengatakan itu dengan nada sedih. Bahkan dengan bantuan Natalie yang dikatakan cukup kuat sampai bisa mendapat julukan Sage, aku tidak berpikir mereka bertiga bisa menang melawan sebuah negeri.

Apalagi di Generate Kingdom ada Hero.

“Aku tidak berniat ikut terlibat dalam perang, tapi jika kalian berkenan, aku tidak masalah jika hanya melatih kalian….  Yah walaupun akan banyak hal yang tidak ak

Aku tidak berniat untuk ikut perang, tapi jika aku baik-baik saja aku bisa melatih mereka. Ada banyak hal yang tidak bisa kubicarakan …”

Perkataan ku membuat mata mereka berbinar.

“Touya-sama… Aku mohon… Aku ingin menyelamatkan negeri ku…Aku benar-benar khawatir apa yang terjadi pada orang tuaku…”

“Aku juga mohon… Semoga Adik dan Ibuku bisa selamat…”

“Yosh… Baiklah… Aku akan berusaha membantu kalian agar bisa naik level…. Mulai besok kita akan menghabiskan waktu dihutan….”

“Baik!!”

Aku meminta mereka mempersiapkan diri untuk menginap di hutan, sedangkan aku menuju kepassar untuk membeli bahan-bahan makanan selama kita dihutan. Aku sudah biasa membeli bahan-bahan dalam jumlah banyak jadi sekarang penjaga toko tidak terlalu kaget dengan ini. Aku membawa barang-barang itu dalam tas besar dan ketika sampai di sebuah gang sepi aku memasukan semuanya kedalam Storage.

Dengan meneggunakan banyak bahan ini aku membuat banyak sup ketika aku pulang dan menyimpannya kedalam Storage. Lalu setelah Natalie pulang aku memberitahunya bahwa kami akan meninggalkan rumah untuk menaikan level dan menginap dihutan.

“Begitu ya… Jadi kalian juga akan berusaha ya…. Kalau begitu selama kalian pergi aku akan tetap di tokoku…. Lagipula aku tidak bisa makan makanan Touya…”

…Oh jadi kau cuma mengincar makanan!! Meskipun sambil tersenyum pahit aku mengangguk saja.

Keesokan harinya, kami bertiga bersama dengan Kokuyou pergi meninggalkan kota sejak pagi hari dan menuju ke hutan tempat para monster muncul.

Ditengah perjalanan aku mengeluarkan kereta kuda dari dalam Storage dan membuat Kokuyou menarik kereta itu. Dan kamipun dapat tiba di pintu masuk hutan hanya dalam waktu dua jam.

Karena adanya perang dan adanya laporan dariku tentang pasukan Generate Kingdom yang memasuki Hutan utara, Guild memberikan larangan untuk memasuki wilayah itu. Hal ini membuat kami nyaman karena tidak ada petualang lain yang mengganggu.

Aku berada didepan dan diikuti oleh Charl dan Al dibelakang ku. Karena aku tidak bisa membiarkan Kokuyou tetap disini, jadi aku meminta Kokuyou mengikuti dari belakang sambil melindungi mereka berdua. Kokuyou pun meringkik dan langsung berjalan mengikuti Al. Mereka berdua tampak agak gugup mungkin karena mereka teringat tentang kawanan Orc.

“Kalian ingin menyelamatkan negara kan? Kalau cuna segini saja sudah gemetaran bagaimana kalian bisa menyelamatkannya??”

Ketika aku mengatakan itu mereka menggertakan gigi geraham mereka dan mengangguk. Di tengah perjalanan kami sedikit beristirahat dan akhirnya kami sampai di sebuah ruang terbuka didalam hutan.

“Disini…”

“Ya… Ini adlah tempat dimana pemukiman Orc dulu berada… Aku berencana menaikan level kalian disini…Pertama-tama …”

Karena aku sudah menemukan lahan terbuka, maka aku mengeluarkan [Rumah] dari dalam Storage ku.Dan tiba-tiba dihadapanklu munculah rumah Jepang biasa berlantai dua.

“Ini akan menjadi markas kita… Kalian berdua——”

Ketika aku menoleh kearah mereka berdua, mereka terlihat tercengang dengan mulut terbuka.

“….. Al… Apa kamu pernah tahu ada orang yang menaruh rumah didalam Storagea??”

“… Tidak… Aku juga baru melihatnya….”

“Benar kan…. Touya-sama itu sebenarnya….”

Mengabaikan mereka berdua yang terpana melihat sebuah rumah yang tiba-tiba muncul, aku melanjutkan perkataanku.

“Untuk sementara kalian berdua masuk saja dulu…. Kita akan bicarakan didalam….”

“Ah, Baik …”

Mereka berdua pun masuk kedalam rumah.

“Ah, tolong lepas sepatumu di pintu masuk…. Tidak boleh pakai sepatu didalam….”

“baik ……”

Mereka pun melepas sepatu mereka dan masuk dengan telanjang kaki.

Dilantai pertama ada dapur, stok air, ruang makan, dan ruang tamu. Sedangkan dilantai dua ada empat kamar bergaya Barat seluas sekitar 6 tatami. Aku menghela nafas ketika sampai di ruang tamu bergaya Jepang ini yang membuat aura dunia lain serasa hilang. Mungkin karena ini merupakan hal baru bagi mereka berdua, jadi mereka mengikuti ku dengan penuh hati-hati.

Tidak ada dekorasi khusus, walpapernya pun juga semuanya berwarna putih dan juga tidak ada hiasan karya seni apapun. Kurasa ukuran ruang tamu dan ruang makan ini sekitar 20 tatami. Aku menarik kursi dan meminta mereka untuk duduk.

Setelah aku duduk, Charl dan Al duduk berdampingan dihadapanku.

“… Pertama-tama, aku ingatkan lagi, semua hal tentang rumah ini adalah rahasia….”

“… Ya,.. tentu saja… tapi ini….”

“Aku juga tidak akan mengatakan apapun…”

Setelah memastikan jawaban mereka, aku memulai pembicaraan.

“Pertama-tama kita harus menyusun peralatan kalian…. Aku akan meminjamkan barang-barang pada kalian…. Ketika kita kembali ke Kota, pastikan untuk mengembalikannya…. Tolong pahami ini benar-benar….”

“Baik!!”

“Kalau begitu aku akan mengeluarkan peralatan untuk kalian…. Charl itu…. Kamu penyihir roh kan?  Apa tidak apa-apa jika disamakan dengan Magician??”

Aku mengetahui Job mereka ketika mereka mendaftar sebagai petualang di Guild. Penyihir roh adalah eksistensi yang langka,  dan aku ingat betapa terkejutnya Milia ketika mereka mendaftar. Didalam Game aku tidak tahu ada job seperti itu, namun aku bisa memperkirakan gambarannya secara garis besar. Dengan mengetahui adanya sosok Ferrys, aku mengetahui bahwa didunia ini ada eksistensi bernama roh.

“Kurasa tidak masalah… karena aku memohon kepada roh agar bisa mengeluarkan efek yang sama dengan sihir….”

…… Kalau begitu yang ini. Aku mengambil sebuah jubah dan sebuah tongkat dari dalam Storage dan meletakannya diatas meja.

“Ini adalah peralatan yang dapat mengurangi jumlah energi sihir yang dikonsumsi… Selain itu jubah ini juga memiliki pertahanan yang cukup…”

Baik jubah maupun tongkat itu adalah Item yang aku dapatkan dari Event. Jubah itu mengurangi jumlah pemakaian energi sihir, sedangkan tongkatnya melipat gandakan damage nya.

Jubah itu berwarna putih dengan sulaman emas dan jika dilihat sekilas benda itu seperti sebuah jubah bermutu tinggi dan mahal. Namun Item itu adalah Item yang aku dapatkan ketika aku belum mencapai level 100 dan sama sekali bukan item yang penting bagiku.

Namun begitu mendengar efek dari peralatan ini, Charl terkejut dengan mata yang membelalak. Dan tentu saja, Al yang ada disebelahnya juga menunjukan ekspresi serupa.

Terima kasih telah mampir….

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 15 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

5 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 15”

  1. Maple says:

    eue lagi dong

  2. psp06 says:

    Lanjut min.

  3. Roxy says:

    Kurang minn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *