~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 16 di Kurozuku.

25 Aug 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….
Maaf ya Jadwalnya Kacau…

“Selanjutnya Al ya… Pakai perlengkapan Warrior tidak apa-apa kan??”

Aku pun langsung mengeluarkan berbagai perlengkapan tanpa menunggu jawaban dari Al. Aku mengeluarlam sebuah Armor perak berkilauan, sebuah pedang satu tangan yang serasi, dan juga sebuah perisai.

“Ini  adalah Armor yang menambahkan pertahanan, serta perisai yang memberian ketahanan terhadap sihir elemen, dan juga pedang ini cukup tajam… Semuanya terbuat dari Mithril…”

Ketia Al mendengar kata Mithril matanya terbelalak.

“Aku tidak menyangka bisa melihat peralatan yang terbuat dari Mithril….”

Untuk Charl adalah peralatan yang aku dapatkan dari Event sedangkan untuk Al adalah peralatan yang selalu aku gunakan sebelum aku mencapai level 100. Keduanya sudah tidak lagi kubutuhkan.

……Jika kita akan melakukan kegiatan yang mungkin akan melukai, maka ini cukup kan. Mereka berdua mengusap-usap peralatan yang aku berikan dengan penuh antusias.

“Selanjutnya… Ini….”

Aku memberikan dua buah cincin untuk mereka berdua.

“Cincin berbatu merah ini untuk Charl sedangkan yang hijau ini untuk Al…”

Kedua cincin ini adalah item yang aku gunakan untuk mendapatkan job Sage. Setelah menjadi Sage yang merupakan tier atas, maka itu tidak lagi berpengaruh dan aku tidak membutuhkannya.

Cincin yang aku berikan kepada Charl adalah cincin 100x EXP, sedangkan yang aku berikan kepada Al adalah cincin 30x EXP.

Bahkan jika mereka memakai keduanya sekaligus efeknya tidak akan terakumulasi, maka jika aku memberikannya kepada Charl yang levelnya rendah maka mungkin dia akan lebih cepat menyusul levelnya.

“Eh?? Apa boleh??”

“Apa aku juga boleh menerimanya….”

“Ya, aku tidak keberatan… Kalian harus lebih berusaha lagi…”

Respon mereka lebih daripada ketika menerima peralatan dariku, wajah mereka memerah dan air mata menggenangi mata mereka ketika mereka menerima cincin itu dan memakainya di jari mereka.

“Kurasa ini cukup… Kita akan mulai menaikan level besok pagi… Rumah ini memiliki penghindar mmonster jadi kalian bisa tidur dengan tenang… Aku akan mengantar kalian kekamar kalian di lantai dua….”

Aku pun berdiri dan mengantarkan mereka. Kamar itu adalah sebuah kamar sederhana yang hanya memiliki sebuah tempat tidur dan lemari. Meskipun kamar ini adalah kamar yang sederhana, namun mereka masuk dengan wajah memerah seakan sangat puas dengan kamar ini.

Meskipun rumah ini adalah Item yang aku dapatkan dari sebuah Event, namun rumah ini memiliki penerangan dan air yang cukup. Aku tidak tahu bagaimana cara kerjanya, namun aku merasakan rasa kangen saat aku berada di Jepang.

Namun bagi mereka ini semua adalah hal yang langka dan mereka juga terkejut ketika melihat toilet. Dan tentunya mereka juga mengatakan ‘benar-benar tidak bisa dipercaya..’ saat melihat bak mandi.

Untuk makan malam, aku menggunakan dapur gaya Jepang yang sudah sangat akrab bagiku untuk membuat makanan. Kami menyelesaikan makan lebih awal dan segera beristirahat dikamar dan bersiap untuk besok.

“Benar-benar nostalgia ya….”

Aku bisa merasakan kembali sensasi kasur yang sudah lama tidak aku rasakan ini dan akhirnya kesadaranku pun memudar.

◇◇◇

“Aku dapat…. Cincin….”

Charl mengirimkan pandangannya kearah cincin yang menempel di jari manis tangan kirinya.

“I..iya ya… Aku juga dapat…. “

Setelah Touya tertidur, Charl dan Al saling berhadapan di kamar tidurnya dan berbincang. Pipi mereka kedua memerah sambil meilihat cincin yang diberikan oleh Touya.

“Tapi, Touya-sama memiliki kekuatan yang sama sekali tidak terbayangkan…. Rumah ini juga buktinya…Aku akan mengemban tugas ini penuh tanggung jawab….”

“Tidak boleh… dia sudah berbuat seperti ini demi menyelamatkan negeri kita… sebagai puteri kaisar… biar aku saja… Lagipula aku sudah mendapat cincin….”

“Charl ini kan puteri kaisar… Mana bisa semudah itu menentukan calon pasangan…. Aku kan punya kakak laki-laki, jadi aku tidak masalah jika bersama dengan Touya-sama yang seorang rakyat biasa….”

“… Meskipun begitu…”

“Ini tidak ada ujungnya…. Meskipun Touya-sama sering bersikap naif tapi dia baik hati… dan penampilannya juga…”

Mereka berdua mengenang hal itu dengan wajah yang semakin memerah. Touya tidak mengetahui hal ini. Dia hanya berniat memberikan cincin untuk melipat gandakan EXP yaang di dapatkan, namun didunia ini ada sebuah tradisi yang berkaitan dengan penyerahan cincin. Dan itu berlaku untuk semua kalangan, mulai dari rakyat biasa, bangsawan, bahkan keluarga kerajaan sekalipun.

Namun, Touya yang tidak terlahir dan besar di dunia ini tidak mengetahui apapun soal tradisi ini. Tidak dapat diragukan lagi pembicaraan berputar yang mereka lakukan ini tidak pernah menemukan ujungnya.

◇◇◇◇

“Baiklah… Mari kita pergi…”

Aku mengatakan itu dengan semangat, namun mereka berdua menjawab dengan mata mengantuk. Meskipun mereka memakai perlengkapan penuh yang kemarin aku berikan, namun wajah mereka masih terlihat mengantuk.

Aku sempat sedikit khawatir namun aku pun memperbaiki perasaanku ini dan menggunakan Exploration.

“Exploration”

Aku menggunakan sihir ini agar aku bisa mendeteksi posisi para monster di sekitarku. Setelah aku memastikan posisi monster yang ada dikejauhan, kami pun bergerak kesana. Setelah beberapa menit kami berjalan menyusuri hutan yang tenang ini, aku pun memberikan tanda dengan tanganku.

“Ada monster disana… Kira-kira sekitar 10 ekor…. Apa kalian siap? Aku tidak akan melakukan apa-apa… Aku hanya akan ikut campur jika keadaan semakin berbahaya…”

Mereka berdua pun mengangguk mendengar perkataan ku dan menyiapkan senjata masing-masing. Perlahan-lahan mereka berdua meninggalkan ku dan berjalan menuju ke arah monster.

Di sana ada sekawanan goblin. Dari sudut para goblin mungkin mereka heran karena tiba-tiba ada mangsa bagus datang kepada mereka… Dengan menyeringai kawanan itu berkumpul di sekitar mereka berdua.

Al berdiri dan bersiap denga pedang dan perisainya didepan dan berusaha melindungi Charl.

“Aku maju!”

Mereka berdua maju menyerang kearah para goblin dan Al menebas goblin dengan pedang satu tangannya. Charl pun merapalkan sihir rohnya, dan bilah angin muncul memotong goblin itu.

Kawanan goblin yang terdiri sekitar 10 ekor itu kini sudah terbaring ditanah dalam waktu kurang dari 10 menit.

“Sepertinya tidak ada masalah ya… Mari kita ke tahap berikutnya…”

Al mungkin berada di level yang tinggi dan harus melawan monster yang lebih tinggi, namun Charl masihlah rendah. Aku mengangguk-angguk ketika melihat pertarungan mereka dan mengambil bagian yang dibutuhkan untuk bukti penaklukan. Dan kegiatan Leveling bernama Latihan Khusus ini pun dimulai.

Terima kasih telah mampir….

 

Comments

3 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 16”

  1. psp06 says:

    Mantap, akhirnya yg di tunggu rilis jg.

  2. Kiruru says:

    Nunggu gelud mcnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *