Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 19
~~

 

Selamat Membaca….

Setibanya kami di Guild, Milia segera menyambut kedatangan kami.

“Touya-san, aku sudah menunggumu… mari aku antar…”

Aku berjalan mengikuti Milia dan berhenti didepan sebuah ruangan khusus. Ia pun mengetuk pintu dan setelah mendapatkan jawaban dari dalam ia membuka pintunya.

Ebrand sedang duduk sendiran diruangan itu. Kami pun duduk dihadapannya.

“Maaf ya harus memanggil kalian…”

“Tidak apa-apa… Kalau cuma ini…”

“Kalau begitu kita langsung bicarakan intinya… Kemarin aku membicarakan soal armor itu kan… Dan kami mendapatkan tekanan untuk menyerahkan orang yang datang dari Kekaisaran Lunnet meskipun bukan keluarga kekaisaran…. Kalau kami tidak menyerahkannya…. Maka mereka akan mengambil cara paksa….Jadi mereka berdua ini ya….”

Mendengar perkataan dari Ebrand ini membuat Al dan Charl menjadi tegang.

“Harusnya aku sudah menegaskannya kemarin… Aku tidak akan menyerahkan mereka…”

Ebrand pun tersenyum setelah mendengar jawabanku.

“Kurasa Touya memang akan mengatakan itu ya… Pembicaran ini masih rahasia, namun ketua guild disini dan walikota berniat membawa pasukan dan memaksamu untuk menyerahkan mereka berdua… Aku ingin memberitahukanmu soal ini…”

“Apakah ini tidak apa-apa?? Kau membocorkan informasi ini?”

“Entah itu ketua guild ataupun walikota disini, mereka itu adalah orang yang biasa-biasa sajam baik atau buruknya…. Memang kota ini bagus, namun jika mendapatkan tekanan dari negara lain… Mereka mungkin akan dengan mudah menyerahkan kalian demi menjaga perdamaian disini….  Lagipula kau ini sudah banyak menghiburku dalam berbagai artian… Dan aku bisa membayangkan gambaran besarnya jika sampai melawanmu….  Aku hanya ingin mengurangi korban di pihak anggota guildku saja….”

“Apakah itu niatmu sebenarnya?”

“Yah anggaplah seperti itu jika kau mau…. Utusan dari Generate Kingdom seharusnya masih ada di kota ini, berusahalah agar tidak ketahuan oleh mereka… Itu saja yang ingin aku bicarakan…”

Akupun mengangguk dan meraih tangan Ebrand dengan tangan kanan ku.

“Terima kasih atas semua nya…. Aku benar-benar bersyukur…”

Ebrand tersenyum mendengar perkataanku dan menjabat tangan kananku dengan erat. Kamipun meninggalkan guild dan menuju ke Mansion.

“Ebrand-sama itu orang yang baik ya…”

“Ya…  Aku benar-benar banyak merepotkannya…. Aku tidak menyangka dia akan memberikan ku informasi sampai sejauh itu…”

“Daripada itu, kita harus bersiap-siap untuk meninggalkan kota ini ya….”

Sambil mengobrol kami berjalan kembali kemansion dan kemudian memikirkan langkah yang harus diambil selanjutnya. Aku tidak keberatan untuk meninggalkan kota ini. Namun….

Aku melirik kearah Ferrys yang sedang berdiri disudut ruangan. Ferrys adalah roh rumah, dan dia tidak bisa bergerak kemanapun karena dia mendiami rumah ini.

Apa aku harus meninggalkannya disini…..

Aku tidak ingin mengambil kesimpulan ini. Itulah isi hatiku sebenarnya. Aku tidak menemukan jawaban, tidak, aku hanya tidak mau memilih jawaban itu. Dan tak terasa matahari telah mulai tenggelam.

“Aku Pulang!!!”

Natalie yang telah menutup tokonya pun sudah pulang. Setelah pulang ia langsung duduk di sofa dan bersantai. Sebagai orang yang numpang tinggal dia cukup santai juga ya…. Aku memikirkan itu sambil menatap Natalie.

“Hei, Natalie….. Apa roh rmah itu tidak bisa dipindahkan?? Saat kita pindah rumah apa kita tidak bisa membawa mereka….”

Meskipun aku tahu jawabannya adalah mustahil, aku tetap bertanya kepada Natalie. Namun Natalie menatapku dengan wajah heran.

“Kamu ini bicara apa? Tentu saja mereka bisa dipindahkan… tapi harus ada beberapa kondisi yang harus dipenuhi… Kamu tidak tahu hal dasar begitu??”

“Benarkah!? Bagaimana caranya??”

Aku langsung berdiri dan mengenggam bahu Natalie.

“Touya, sakit! Seharusnya Charl lebih tahu daripada Aku!! Charl jelaskan padanya!”

Charl pun mengangguk.

“Touya-sama, kita dapat menggunakan batu kristal roh untuk memindahkan roh rumah…. Itu adalah benda yang langka bahkan di Lunnet Empire hanya ada dua saja…. Dan menjadi harta nasional…. Saat ingin memindahkan roh rumah, negara akan meminjamkannya kepada bangsawan dan diawasi dengan ketat…”

“Harta Nasional ya…. Apakah kalian bertiga membawanya??”

Mereka semua menggelengkan kepala dengan penuh penyesalan.

“Begitu ya….”

Melihat aku kecewa Natalie pun bertanya kepada ku seolah baru mengingat sesuatu.

“Touya, bukannya kamu selalu membawa benda-benda yang mengejutkan? Disaat seperti ini bukankah kamu seharusnya tiba-tiba mengeluarkan sesuatu?”

…….Hm? Benda berhubungan dengan roh? Jangan-jangan!?

Aku pun segera memeriksa isi dalam Storage ku.

“………Ada”

Aku mengambil sebuah kalung dari dalam Storage. Nama kalung itu adalah Spirit Stone Necklace. Item ini adalah item yang diperlukan untuk memasuki dugeon di hutan roh dalam Game. Tanpa ini kita tidak akan bisa masuk kedalam Dungeon. Namun ini tidak lebih dari tiket yang diperlukan untuk masuk.

Kalung ini memiliki batu biru mengkilap dan memiliki rantai terbuat dari Mithril.

“Ferrys, apa kamu bisa masuk kedalam kalung ini??”

Setelah mendengar perkataanku Ferrys menatap kalung itu.

“…. Jika Touya memakainya…. mungkin tidak apa-apa….?”

Aku segera menggantungkan kalung itu dileherku. Ferrys mendekatiku dan menyentuh batu kalung itu dan dia pun tersedot masuk. Dan segera ia muncul kembali.

“Ya, tidak apa-apa… didalam batu itu aku merasakan energi sihir Touya…. Sangat nyaman….”

Setelah mendengar jawaban Ferrys aku sangat senang dan tanpa sadar aku mendekap Natalie dan mengangkatnya.

“Natalie!! Kerja bagus!!!”

“A-apa yang kau lakukan!!!”

Suara teriakan Natalie yang wajahnya memerah bergema diruangan ini.

Terima kasih telah mampir….
Sekali lagi terima kasih untuk yang sudah berdonasi…

 

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 19 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

One response to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 19”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *