~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 22 di Kurozuku.

4 Sep 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

Setelah mendengar perkataanku Ketua Guild itu bergetar dan kemudian berteriak.

“Tangkap dia!! Tidak, Aku tidak peduli hidup atau mati! Serang!!”

Setelah mendengar perintah itu para prajurit berusaha mengambil posisi dan mengacungkan pedang mereka. Lawanku ini setidaknya adalah prajurit kota ini, aku tidak bisa begitu saja membunuh mereka. Aku hanya bisa bersiap dan menunggu bagaimana mereka akan bergerak.

Tiga orang prajurit maju bersamaan, namun aku dapat dengan mudah menghindari mereka. Aku meninju perut salah satunya, dan kemudian menendang yang satunya lagi. Sedangkan prajurit yang satunya lagi tertubruk prajurit yang aku tendang barusan dan mereka tersungkur ketanah.

“Serang bersamaan!!”

Meskipun  si ketua guild itu berteriak namun tak ada satupun dari mereka yang bergerak maju. Mungkin mereka sudah menyadari kemampuanku. Terlebih Kokuyou sudah menendang dua orang diantara mereka. Aku pun kembali menunjukan bola apiku.

“Aku tidak akan menahan diri lagi… Kalau kalian masih ingin melakukannya, jangan salahkan aku jika ada yang mati…”

Setelah mendengar perkataaanku para prajurit itu mundur.

“Sialan! Tunggu saja kau!! Kalian, kita mundur dulu!!”

Aku merasa lega setelah mendengar perkataan Garan itu, namun aku berusaha tidak menunjukannya diwajahku.

“Bawa juga mereka yang tergeletak disana…. Jika sampai mereka menghalangi, mungkin akan di injak rata oleh Kokuyou….”

Para prajurit yang masih berdiri pun menarik para prajurit yang sudah terkapar untuk melarikan diri.

“…. Kalau sudah begini akan gawat kalau kita tidak segera melarikan diri….”

Aku mengelus leher Kokuyou dan mengatakan terima kashi. Dia pun menjawabku dengan ringkikan dan kibasan ekornya dan dia kembali ke kadndangnya. Aku pun membuka pintu dan kembali masuk kedalam Mansion.

 Dan ketiga gadis itu sudah berbaris diaula dengan memegang senjata mereka.

“Kenapa kalian memasang wajah seperti itu?? “

“Mereka datang untuk menangkap kami kan? Kami juga akan bertarung….”

Aku pun menggelengkan kepalaku sebagai jawaban untuk pertanyaan Natalie.

“Aku sudah menyuruh mereka pulang…. Yah dengan sedikit paksaan…. Daripada itu, ayo kita segera bersiap untuk melarikan diri….”

Aku menyampaikan kepada mereka untuk memasukan barang mereka kedalam storage ku jika mereka punya barang bawaan, dan meminta mereka mengeluarkan barang-barang itu dari kamar mereka masing-masing.

Aku menyimpan barang bawaan milik mereka berdua, karena Natalie sudah punya Storage sendiri. Dan sisanya tinggal barang-barang di tokonya.

“Ferrys, aku akan segera meninggalkan mansion ini, bisakah kamu masuk kedalam batu?”

“Ya……”

Ferrys pun mendekatiku dan menyentuh batu dikalungku dan segera menghilang seolah seperti terhisap kedalam.

“Baiklah… Semuanya sudah beres… Mari kita segera pergi….”

Mereka pun mengangguk dan kami pun meninggalkan mansion. Kokuyou seperti sudah menduga ini, dia pun sudah keluar dari kandangnya.

…. Tapi ya…. Rumah ini jadi mubazir. Ada bak mandinya dan rumahnya selalu bersih karena ada Ferrys. Aku menyentuh pintu depan mansion yang sudah kosong ini sambil berpikir andai saja aku bisa membawanya. …………Sepertinya ini tidak mungkin ya. Aku mengatakan itu sambil memikirkan tentang ruang penyimpanan.

Dan seketika mansion itu menghilang.

“Eh????”

Ketiga gadis yang melihat ini pun tercengang. Bangunan yang tadinya berada dihadapan mereka telah menghilang bersamaan dengan pondasi bangunan nya, dan hanya menyisakan tanah dan sisa pondasi tanah.

….Loh?? Masuk kedalam Storage??? Aku pun segera menjelajahi isi storage ku didalam pikiranku. Dan aku menemukan Item berlabel ‘Mansion’.

“Touya,Kau ini….. Berapa banyak kapasitas yang kau miliki!!! Kau harus memberitahuku rinciannya nanti!”

Aku sendiri tidak bisa mempercayai ini, namun sepertinya jika aku menganggapnya “Benda” maka itu akan mungkin untuk dimasukan dalam Storage. Karena memang itu adalah sebuah rumah. Aku pun mengeluarkan kereta kuda dari dalam Storage dan menghubungkan nya pada Kokuyou.

Saat aku mengeluarkan kereta itu, Natalie menggumamkan sesuatu.

“…. Jangan-jangan kereta ini juga….”

Dengan mengabaikan perkataan Natalie, aku terus mempersiapkan persiapan keberangkatan kami.

“Yosh… Mari kita pergi… Kita akan ke toko Natalie terlebih dahulu….”

Mereka bertiga langsung naik ke tempat penumpang sedangkan aku naik di tempat kusir, dan Kokuyou pun mulai bergerak. AKu menggunakan sihir Explorationku meskipun ini masih di dalam kota, sambil memeriksa area sekitar kamipun tiba di toko Natalie.

“Touya, kau masih punya banyak ruang di Storage mu kan? Aku ingin membawa sebanyak mungkin barang yang ada didalam…”

Aku meminta Charl dan Al tetap berada dikereta dan mewaspadai sekitar. Sedangkan aku dan Natalie memasukan semua barang-barang kedalam Storage.

“Dengan ini semuanya selesai…. Aku sudah tinggal disini lebih dari 10 tahun, tapi kalau tidak ada barang-barang ternyata terasa luas ya….”

“Kita tidak punya waktu untuk membahas hal seperti itu… Kalau kita tidak segera keluar nanti gerbang kota akan tertutup…”

“Benar juga… Kalau begitu mari kita berangkat…”

Aku dan Natalie pun kembali menaiki kereta kuda dan kemudian aku memberikan aba-aba kepada Kokuyou. Matahari sudah berada diujung dan hari sudah hampir malam. Gerbang kota akan ditutup pada malam hari dan tidak akan dibuka sampai keesokan harinya.

“Kalian akan keluar kota jam segini??”

“Ya… Kami dapat urusan dan sedang terburu-buru…”

“Begitu ya… Akan banyak monster dimalam hari, jadi berhati-hatilah….”

“Terima kasih, Kami akan berhati-hati”

Aku pun melambai kepada penjaga di gerbang dan menjalankan kereta kuda ini untuk meninggalkan kota. Tujuan pertama kami adalah kota Dumbler yang ada di sebelah barat. Pada awalnya aku ingin membeli beberapa bahan dulu dikota, namun karena wakil walikota itu datang lebih cepat, kami jadi tidak sempat berbelanja. Dan aku tidak berpikir untuk langsung menuju ke Lunnet Empire melalui hutan sekarang juga. Sebenarnya kami bisa saja langsung mengikuti jalan menuju ke utara terus dan sampai di Lunnet Empire, namun pasti akan ada pasukan yang bersiaga disana, dan akan merepotkan jika harus menghadapi mereka. Jadi aku berencana untuk mampir di kota Dumbler dan membeli beberapa bahan makanan dan barang-barang yang dibutuhkan lalu kita akan melewati hutan setelah itu.

Aku menggunakan sihir sebagai penerangan, dan membuat kereta ini terus berjalan sejauh mungkin dan ketika sampai sedikit jauh dari kota kami pun berkemah. Kami sedikit memasuki hutan dan ketika menemukan tempat terbuka dari pepohonan aku pun memberitahu mereka bahwa kita akan menginap ditempat ini.

Kemudian aku mengeluarkan Rumah, yang biasa aku gunakan ketika latihan bersama Charl dan Al.

“Untuk sementara kita akan menginap semalam disini…”

Mereka mengangguk, kecuali Natalie.

“Kenapa kau bisa punya benda seperti ini!!?”

Suara Natalie bergema dihutan yang gelap ini.

 

Terima kasih telah mampir….

 

Comments

7 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 22”

  1. Denny permana says:

    Aaaaa…..ga dapat first lg

  2. Kiruru says:

    Ni bahamut siapa sii ya.. dpt first trs wkwkwk
    Lanjut min.. kangen ni nopel..

  3. psp06 says:

    Yah kelar, bakal nunggu beberapa hari lg nih

  4. Ardian-kun says:

    skill storage nya terlalu op anjir wkwk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *