Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 23
~~

 

Selamat Membaca….
Maaf atas delay berkepanjangan ini….

“Aku sudah lelah terkejut terus….”

Sambil meminum teh didalam ‘rumah’ Natalie mengatakan hal itu dengan pasrah. Jika aku berada dalam posisi Natalie saat ini, kurasa aku akan berpendapat sama dengannya.

“Yah.. Sepertinya Storage milikku ini tergolong istimewa….”

“Istimewa itu juga ada batasnya, kau tahu?”

Aku mengabaikan Natalie yang kesal dan aku pun menyiapkan makanan. Dapur di rumah ini menggunakan dapur gaya jepang, karena mereka bertiga tidak terbiasa menggunakan dapur in, jadi mereka hanya bersantai di ruang tamu.

Aku tidak bagaimana mekanismenya, namun rumah ini bisa menggunakan listrik gas dan air seperti rumah jepang pada umumnya. Aku hanya meyakinkan diriku bahwa mungkin saja karena ini adalah dunia lain, jadi semua sudah wajar, lalu akupun melanjutkan persiapan ku.

Setelah selesai menyiapkan makanan, kamipun duduk mengelilingi meja dan sambil menyantap makanan, aku menjelaskan langkah berikutnya yang akan kami ambil.

“Kurasa kita akan tiba di kota Dumbler besok…. Dan setelah kita berbelanja berbagai bahan kita akan segera melintasi hutan dan menuju ke Lunnet Empire….”

Mereka bertiga hanya mengangguk menyetujui perkataanku.

“Aku juga mau menaikan level ku!! Aku tidak bisa membiarkan diriku terus berada dibelakang anak-anak bau kencur ini!!!”

Setelah mengetahui efek dari cincin itu Natalie terus saja antusias untuk menaikan levelnya dan aku hanya bisa tersenyum pahit. Namun dalam pertempuran melawan Generate Kingdom nanti sudah pasti Natalie adalah salah satu kekuatan tempur, maka memang butuh untuk menaikan levelnya.

Setelah kemi berempat selesai makan dan mandi secara bergantian, kamipun bersiap untuk tidur. Aku memandu Natalie ke kamar yang belum pernah digunakan, dan dia merasa senang dengan selimut lembut dan hangat serta tempat tidur yang empuk yang ada di kamar itu. Saking senangnya dia sampai mengatakan ingin tinggal selamanya di rumah ini.

Apalagi ketika ia melihat toilet dengan pancuran, matanya benar-benar berbinar. Memang tidak bisa disangkal bahwa rumah gaya Jepang itu sangatlah didesain dengan matang dan lingkungannya dibuat cukupnyaman. Meskipun tidak terlalu mewah, namun berkat penggunaan barang-barangnya yang sangat efisien membuat orang sangat nyaman untuk tinggal. Akupun masuk kekamar ku sendiri dan kemudian mengenggam batu dikalungku dan memanggil Ferys.

“Ferrys, apa kamu bisa keluar di rumah ini??”

Ketika aku bertanya, Spirit Stone ini pun bersinar dan kemudian Ferrys muncul dihadapanku.

“Hm… rumah ini tidak masalah…. Banyak energi sihir berkumpul, sangat nyaman…. Tapi sepertinya didalam batu sihir itu rasanya lebih nyaman….”

Mungkin pemahaman bahasanya juga sudah berkembang, saat ini dia dapat berbicara dengan lancar tanpa ada kejanggalan dalam kata-katanya.

“Kaalu begitu baguslah…. Karena besok kamu harus masuk didalam batu lagi… tolong ya….”

Ferrys pun mengangguk dan kemudian ia menghilang seolah olah dia masuk kembali kedalam batu. Aku pun mematikan lampu kamar dan kesadaranku pun menghilang diatas kasur yang empuk dan nyaman ini.

Keesokan harinya.

Setelah selesai sarapan dipagi hari, aku menghubungkan kereta kuda pada Kokuyou dan bersiap-siap untuk berangkat. Setelah memastikan semua orang telah keluar, aku pun menyimpan kembali rumah itu kedalam Storage.

“Berapa kalipun aku melihatnya, aku tetap berpikir ini adalah pelanggaran dan curang….”

Kedua gadis yang lain pun mengangguk menyetujui perkataan Natalie, namun aku hanya mengabaikan mereka dan tetap melanjutkan persiapanku.

Setelah memastikan mereka bertiga telah naik ke kereta aku pun naik ke tempat kusir dan memberikan aba-aba kepada Kokuyou untu segera berangkat. Kereta ini mulai berjalan dan perlahan-lahan kecepatan kereta ini pun meningkat. Karena kami melaju dengan kecepatan yang berbeda dibandingkan kereta kuda biasa, kami bisa sampai ke kota Dumler lebih cepat daripada kemarin malam.

Ditempat yang agak jauh dari gerbang kota aku memasukan kereta kuda kedalam storage, dan kami pun mengunjungi kota dengan berjalan kaki. Karena Natalie juga merupakan petualang di kekaisaran, maka dia juga bisa masuk dengan lancar. Namun aku tidak tahu kapan para pengejar akan tiba dikota ini. Setelah memesan penginapan kami berkumpul di salah satu kamar dan aku mulai menjelaskan rencana besok.

“Besok kita akan berpisah dalam dua kelompok, Karena aku dan Natalie bisa menggunakan Storage….”

Ketika aku sedang bingung ingin memisahkan Charl dan Al, tiba-tiba Charl mengangkat tangannya dengan penuh semangat.

“A-aku yang akan menemani Touya-sama!!”

“Ah, Curang!!”

Memang jika hanya melihat level mereka, baik pencuri ataupun prajurit pasti tidak akan mau membuat masalah dengan mereka. Namun didalam kota pasti tidak akan semudah itu. Jika saja Al masih menggunakan armor ksatrianya pasti tidak akan ada masalah.

 

“Benar juga… Charl akan ikut dengan ku… Sedangkan Al dan Natali pergi untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan….”

“Ba-baiklah….”

“Oke… Ayo berangkat….”

Dengan lemas dia pasrah ditarik oleh Natalie keluar. Berbeda dengan Al, Charl meninggalkan ruangan ini dengan ceria. Aku memberitahu mereka bahwa setelah makan malam ini adalaha jam bebas untuk masing-masing, dan setelah itu aku meninggalkan penginapan. Tujuanku tentusaja untuk menuju panti asuhan.

Aku berjalan-jalan di kota Dumbler yang sudah lama tidak ku kunjungi sejak misi pengawalan ku waktu itu. Matahari sudah tenggelam, aku memasuki daerah kumuh yang terasa remang-remang. Sambil merasa bernostalgia, akupun sampai di bangunan yang menjadi tujuanku.

Pintu sudah dikunci dan akupun mengetuk pintu itu. Setelah aku mengetuk sekitar dua kali, aku mendengar ada suara dari balik pintu itu.

“……Siapa?”

“Touya, Sudah lama aku tidak kekota ini, jadi aku mampir….”

“…?! Touya-san!? Tunggu sebentar, aku akan segera membukakan pintunya…”

Terdengar suara derak kunci pintu dibuka, dan pintupun akhirnya terbuka.

Tidak berbeda dengan terakhir kali aku melihatnya, Saya tersenyum kearahku. Setelah ia mengatakan ‘silahkan masuk’ aku pun masuk kedalam, dan aku bisa melihat anak-anak itu menunggku ku dengan mata penuh harapan.

……Sepertinya aku besok harus belanja banyak… Sambil berpikir begitu aku memasuki kerumunan anak-anak itu.

“Ou!! Kalian lapar tidak???”

“Ya!!!”

“Oke, Aku akan mulai membuat makanan sekarang! Tunggu saja kalian!!”

“Touya-san!? …. Jangan….”

Saya melihatku dengan wajah menyesal, namun aku hanya tersenyum dan mengatakan ‘sudah, tidak apa-apa kok’ dan aku pun langsung menuju ke dapur.

Aku dulu pernah meninggalkan makanan disini beserta dengan pancinya, dan aku cukup terkesan melihat panci itu sepertinya digunakan dan dicuci kembali dengan bersih. Akupun mengeluarkan sup yang telah aku buat bersama dengan pancinya dan juga mengeluarkan roti yang aku beli dipasar sebanyak banyaknya.

Kemudian aku juga mengeluarkan daging Orc yang sudah dipotong-potong, aku memotongnya lagi sampai seukuran yang kira-kira bisa pas dimulut dan kemudian melumurinya dengan garam dan bumbu lain, lu memanggangnya. Ketika aku mulai memanggang, anak-anak itu mulai mengintipku, mungkin mereka terpancing oleh aroma bumbu ini.

“Sebentar lagi selesai, tunggu ya…”

“Iya!”

Anak-anak itu mulai menyiapkan sendok dan perlatan mereka masing-masing. Aku pun meletakan daging yaqng sudah aku poanggang diatas beberapa piring dan kemudian membawanya keruang makan. Lalu aku meletakan nya di tempat yang kosong.

“Sudah jadi Nih!! Ambil sup nya gantian ya…. Hei Saya, bantu aku….”

“Ah, iya….!”

Anak-anak itu pun duduk lalu berdoa sebelum makan, dan kemudian mereka mulai makan dengan teratur.

“Kalian ini…. Seenaknya saja….”

Saya mengatakan itu sambil menghela nafas, namun keluhannya itu terhenti ketika dia meneguk sup dihadapannya. Dan dia pun makan dengan semangat seperti yang lainnya. Sambil menikmati pemandangan ini akupun mengeluarkan teh dari dalam Storage dan meminumnya.

“Enak sekali!!”

Tanpa sengaja aku pun tersenyum melihat anak-anak itu merasa puas. ….. namun sepertinya aku tidak akan bisa kemari dalam waktu yang lama kan…. Aku pun menoleh kearah Saya dan pandangan kami bertemu. Wajah Saya pun memerah dan segera melihat kebawah, aku pun memberikan isyarat dengan tanganku.

“Ada apa Touya-san??”

“Sebenarnya…. Aku mengambil quest…. Dan harus pergi ke Lunnet Empire….. Karena itu, untuk sementara waktu mungkin aku tidak bisa kemari….Karena itu aku hari ini datang memberitahu…. Aku berencana meninggalkan kota ini besok tegah hari…”

“Eh?? Lunnet Empire?? Bukankah negeri itu sedang berperang sekarang??”

Aku menggangguk dalam diam. Dan Saya pun terkejut.

“Mu-mungkin kamu bisa mati loh!!? Apa kamu tetap…..”

“Benar… tapi tenang saja… aku ini kuat kok….”

……Aku cukup percaya diri bahwa status ku ini tidak akan kalah dari siapapun. Yah jika aku tidak bertemu si Hero itu. Saat aku sedang memikirkan itu tiba-tiba penglihatanku menjadi gelap dan wajahku merasakan kelembutan.

“Aku… aku tidak mau! Aku tidak mau Touya-san pergi ketempat berbahaya seperti itu!! Pokoknya aku tidak mau….”

Sambil tetap dipeluk, aku pun mulai berbicara.

“Tapi kalau ada orang yang penting buat kita sedang menderita, pasti ingin menyelamatkannya kan? Tenang saja… aku pasti akan kembali lagi….”

Aku melepaskan tangan Saya dan melihat wajahnya yang berada diatasku karena dia sedang berdiri. Mata Saya memerah dan dibanjiri air mata. Aku menyeka air matanya dengan lembut dan kemudian tersenyum.

“Jangan khawatir, aku pasti akan kembali… yah walaupun akan memakan banyak waktu….”

“Pastikan untuk kembali kemari…. Anak-anak ini….. dan aku juga menunggumu disini…. “

“Ya, aku tahu itu…. Kalau sudah selesai aku akan segera datang kesini….”

Aku pun menggangguk, dan kemudian berdiri.

“Baiklah, kalian semua, tetaplah sehat sampai aku kembali kemari…. Dan juga Saya, aku meninggalkan beberapa roti dan sup didapur….”

Aku tidak mengatakan bahwa aku juga meninggalkan sedikit uang disana, karena dia pasti akan menolaknya. Dia pasti akan sadar nanti.

“Baiklah, aku pergi ya…. Sampai jumpa…”

“Terima kasih kak!!”

Setelah melambaikan tangan kepada anak-anak itu aku pun keluar dari panti asuhan ini.

“Touya-san!”

“Ya?”

Chu~~~~

Ketika aku berbalik, aku merasakan sensasi lembut dibibir ku. Benar-benar hanya sesaat saja.

“…. Pastikan untuk kembali kemari ya….”

Dengan wajah yang sangat merah Saya bergegas kembali masuk kedalam panti asuhan. Meskipun aku agak terkejut dengan kejadian ini, aku hanya menghela nafas panjang dan kembali ke penginapan dengan senyuman diwajahku.

Terima kasih telah mampir….
Meskipun mungkin masih agak kacau, Jawal akan dikembalikan seperti semula….

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 23 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

11 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 23”

  1. Kiruru says:

    First.. mantap nih min lama dah nunggu ni nopel update

  2. Maple says:

    mantap,,,, lanjutkan mint

  3. Roxy says:

    Menabung Chapter adalah Jalan Ninjaku

  4. psp06 says:

    Mantap, akhirnya rilis jg. Semangat buat lanjutinnya min

  5. Yuu says:

    Min ditunggu kelanjutannya ya

  6. Kazuki says:

    Kapan update lagi min ?

  7. Roxy says:

    Min tolong Up Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *