Shoukan Sareta Kenja web novel indonesia

Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 24

Judul Chapter:
Awal Pertempuran

Selamat Membaca….

Setelah selesai sarapan kami keluar dari penginapan dan berangkat untuk berbelanja. Natalie dan Al pergi membeli kebutuhan sehari-hari sedangkan aku dan Charl pergi mencari bahan makanan.

Entah kenapa Charl yang berjalan di sampingku tampak sedang dalam kondisi hati yang baik. Namun apa gunanya juga mengkhawatirkan soal pengejar yang entah kapan datangnya.

Kami berdua berjalan-jalan di sekitar pasar dan membeli banyak sekali bahan-bahan makanan. Sering kali petugas toko menanyai ‘apa kau serius?’ namun setelah aku menjelaskan bahwa aku memiliki storage, mereka pun memahaminya. Meskipun ini adalah skill yang langka, bukan berarti skill ini tidak ada sama sekali. Aku sangat bersyukur mereka bisa memahaminya.

Agar tidak terlihat mencolok, aku langsung memasukkan barang-barang yang sudah aku beli kedalam Storage.

“Kapasitasnya cukup besar ya….”

“Ya lumayan…. tapi ini sudah hampir penuh….”

Sambil terus berbohong seperti itu aku pergi mengunjungi beberapa toko dan membeli semua bahan yang kubutuhkan.

“Ini pertama kalinya aku berjalan-jalan di kota seperti ini…”

“Be-begitu ya….”

Aku cukup mengerti, dengan statusnya sebagai puteri kaisar dia tidak akan bisa berjalan-jalan di kota sesantai ini.

“…Tapi para warga kekaisaran pasti sudah…..”

Tiba-tiba ekspresi Charl menjadi suram.

“Mari kita selamatkan…..”

Dia pun mengangguk menjawab perkataanku sambil tersenyum.

“Aku juga akan berusaha bersama Al…. tapi kalau cuma itu tidak akan cukup…. kumohon… pinjamkan kekuatan Touya-sama…. Aku mohon…..”

Charl membungkuk di hadapanku, dan aku pun memintanya berdiri lalu mengelus lembut kepalanya.

“Aku yakin semua akan baik-baik saja…. Mari kita segera selesaikan belanjanya dan cepat meninggalkan kota ini…. Para penduduk tercintamu sedang menunggu kan??”

“Ah iya!”

“Ayo pergi”

Ketika aku menjulurkan tangan kananku, Charl terlihat sangat senang dan segera menggenggam tanganku dengan tangannya itu.

Apa boleh buat, iya kan?

Setelah itu kami melanjutkan berbelanja dan ketika kami telah membeli cukup banyak bahan, kami pun menuju ke tempat pertemuan.

◇◇◇

“Kalian terlambat !!”

Itu adalah kalimat yang kami dengar ketika sampai di tempat pertemuan.

“Benar sekali… Storage milik Natalie-sama sudah penuh dan aku harus membawa barang-barang seberat ini….”

Al ikut memberikan kritik setelah Natalie.

Aku melihat ada tumpukan barang seperti gunung kecil disana. Tentu saja bahkan aku dan Charl pun terkejut melihat barang sebanyak itu.

Sepertinya dia membawa banyak barang yang tidak akan bisa dibawa oleh orang biasa. Mungkin karena statusnya telah meningkat akibat levelnya yang telah meningkat drastis.

Meskipun aku meminta bertemu ditempat yang tidak terlalu mencolok, namun setelah melihat orang membawa barang sebanyak ini, tidak mungkin tidak mencolok kan? Sambil memikirkan itu pun aku memasukkan barang-barang itu kedalam storage satu persatu.

Tidak sampai lima menit, gunungan barang-barang itu pun telah menghilang.

“Kurasa ini cukup… Setelah selesai makan siang kita akan meninggalkan kota ini….”

“Baik….”

“Oke….”

Kami berempat pun makan siang di kafe terdekat dan kemudian berjalan menuju keluar dari kota ini.

Dalam jarak sekitar dua jam di sebelah utara kota, ada sebuah hutan yang dijadikan tempat berburu oleh para petualang. Namun jika kita terus berjalan lebih jauh lagi, kita bisa sampai di Lunnet Empire.

Namun jauh di dalam hutan itu terdapat monster-monster berperingkat tinggi yang sering menyerang jika ada yang memasuki wilayah kekuasaan mereka.

Di kota Dumbler tidak ada petualang dengan peringkat setinggi itu, jadi jika kita menembus kedalam hutan maka kita bisa menghindari perhatian orang-orang.

Ketika kami sedang berjalan menuju ke hutan, ada kereta kuda yang berisikan para petualang menyusul kami. Dengan kecepatan berlari.

Terdapat banyak gerobak dan para petualang naik di belakangnya. Mungkin itu adalah tempat untuk membawa hasil buruan. Karena disini masih banyak orang, jadi aku memutuskan untuk menunda mengeluarkan Kokuyou dan kereta kuda.

“Jika kita terus berjalan selama dua jam, kita akan bisa masuk ke dalam hutan…. Sampai matahari terbenam kita akan terus masuk jauh ke dalam hutan, dan kemudian membuat kemah disana…”

“Benar juga…. Kita tidak bisa mengeluarkan ‘runah’ itu di tempat yang banyak orangnya seperti ini ya….”

Sepertinya Natalie setuju dengan ku.

Kami pun terus berjalan. Lalu kemudian aku mendengar suara bumi berguncang dari belakang. Ketika aku berbalik, aku melihat ada pasukan yang menunggangi kuda berlari ke arah kami.

Aku juga bisa melihat pasukan yang berlari di belakang mereka.

“Gawat…. Sepertinya kita sudah ketahuan…. Siapkan saja senjata kalian….”

Mereka bertiga membuat ekspresi serius dan mengangguk setelah mendengar perkataanku. Kuharap aku hanya salah menduga saja, dengan penuh waspada aku bersiaga di pinggir jalan.

Berharap bahwa mereka hanya numpang lewat saja.

Namun, sepertinya memang kamilah tujuan mereka.

Ketika mereka sudah mendekati kami, kuda mereka melambat dan berhenti pada jarak puluhan meter dari kami. Dan kemudian para pasukan itu mulai mengambil posisi.

“…Akhirnya bisa menyusul kalian!!”

Saat aku mencari sumber teriakan itu, rupanya dia adalah guild master yang mengunjungi mansionku beberapa waktu lalu. Dan ada juga wakil walikota bersamanya.

Dan ada juga seorang pria berjubah mewah, serta pasukan tentara dengan armor yang cukup asing, atau mungkin aku pernah melihatnya.

Mirip dengan milik para tentara Generate Kingdom yang aku kalahkan. Mungkin jumlah mereka sekitar 20 orang.

Dengan sekilas melihat, jumlah mereka keseluruhan mungkin lebih dari 100 orang. Bukan hanya tentara, namun aku juga bisa melihat ada juga petualang di antara mereka. Aku hanya bisa tersenyum pahit melihat ternyata mereka bisa mengumpulkan orang begitu banyak.

Para tentara segera menyebar dan mengepung kami. Lalu pria berjubah bagus itu maju dengan dilindungi oleh para prajurit.

“Wajah itu persis seperti puteri Lunnet Empire ya….  mirip dengan gambar yang ada di istana…. Hei petualang yang disana… kalau kau menyerahkan tuan puteri itu, aku akan jamin hidupmu…”

Pria itu memberikan peringatan dengan senyuman menyeringai.

“Seharusnya aku sudah menolak usulan itu kemarin kan??”

Aku menatap si ketua guild dengan sedikit aura membunuh, namun dia sama sekali tidak mundur. Mungkin dia merasa kuat dengan orang sebanyak ini….

“Aku sudah mengumpulkan banyak orang seperti ini…. Tentu saja kau sendirian tidak akan bisa menghadapi lawan sebanyak ini kan??”

Aku pun maju dihadapan tiga gadis dibelakangku dan mengeluarkan pedang THS-ku yang sebesar tubuhku ini dari dalam Storage lalu memanggulnya.

“Kalian berpikir bisa menangkapku dengan jumlah seperti ini?? Bukankah kalian terlalu meremehkanku??”

“Dia tidak sendiri…”

“Aku juga….”

“Aku juga disini…”

Carl, Al, dan Natalie berbaris disampingku. Dan ketika aku melihat mereka bertiga aku pun tersenyum.

……Raut wajah yang indah dan penuh semangat. Ketika melihat kami memegang senjata, membuat dahi ketua guild itu membiru.

“APA KAU PIKIR BISA BERBUAT SESUATU HANYA DENGAN KALIAN BEREMPAT!! Lihat jumlah kami!! Para prajurit ibukota dan Para petualang tingkat tinggi di kota!! Apa kau pikir bisa menghadapi kami!!?”

“Ah cukup mudah….. jika kami berempat….”

Dengan ini pertarungan 4 vs 100 pun dimulai.

 

Terima kasih telah mampir….

Sebarkan karya kami

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

2 thoughts on “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 24”

Leave a Comment