Shoukan Sareta Kenja web novel indonesia

Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 26

Judul Chapter:
Cepat, kita Kehutan!

Selamat Membaca….

Setelah mendengar perkataanku, yang pertama kali melarikan diri adalah para petualang.

“Untuk menghadapi monster seperti itu, berapapun nyawamu tidak akan cukup!!”

Jika salah satu saja petualang sudah melarikan diri, maka yang lainnya juga akan ikut melarikan diri. Petualang adalah sebuah pekerjaan yang mempertaruhkan hidup. Meskipun ini adalah sebuah quest, tidak mungkin mereka mau membuang hidup mereka semudah itu. Pasti Lumina maju kedepan lebih dulu untuk menjadi perwakilan mereka.

Dan yang tersisa hanyalah tinggal sepuluh prajurit yang bergeletakan ditanah, ketua guild, serta seorang pria dari Generate Kingdom saja.

“Sialan!!! Awas kau!!”

Pria itu mencoba membalikan kudanya dan berusaha melarikan diri, namun aku segera berlari dan menangkap pria dari Generate Kingdom itu.

“Lepaskan!!!!”

Ketika aku memberikan sebuah pukulan ke tengkuk lehernya agar membuatnya pingsan, beberapa orang dengan Armor dari Generate Kingdom yang tersisa mengarahkan pedang kepadaku dan mencoba menyelamatkan pria itu.

“Maaf ya…. tapi aku tidak punya belas kasihan untuk kalian….”

Aku menebas para tentara yang mendekat menggunakan satu tebasan. Dan dalam waktu beberapa menit, semua prajurit itu sudah terbaring ditanah. Ketua guild dan para tentara dari kota Fendy yang menyaksikan keadaan ini menjadi pucat dan melarikan diri.

Aku meraih leher pria yang pingsan itu dan menyeretnya ke tempat Natalie dan yang lainnya.

“Touya-sama, memang kuat ya….”

“Aku bahkan tidak dapat giliran…..”

Charl merasa terkesan sedangkan Al sedikit menyesal. Lalu Natalie berbicara kepadaku.

“Kalau serius kamu bahaya juga ya…. Itu lebih dari pada aku waktu itu…. Jadi apa yang akan kau lakukan pada dia??”

“Orang ini…. sepertinya memiliki informasi soal Kekaisaran,,,, jadi aku membawanya…. Oi.. bangun!!”

Ketika aku menepuk pipi pria yang telah aku seret itu, dia akhirnya sadarkan diri. Mungkin ia ketakutan karena melihat aku ada di hadapannya, dia mulai menjadi ribut dan melihat sekeliling.

“A-apa!? Mana prajuritku!?”

 

“Semuanya sudah mati…. Yang lainnya kabur…. Hanya kau yang ada disini…..”

Aku memberitahu pria yang kebingungan itu bahwa dia tinggal sendirian. Namun sepertinya dia masih belum menyerah.

“Jika sesuatu terjadi padaku, kaisar itu tidak akan hidup!!”

Bersamaan dengan kata-kata darinya itu, aku menusukkan pedangku ke paha pria itu.

“Gyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!”

Setelah itu aku mencabut pedang itu dan menggunakan sihir pemulihan padanya, lalu aku kembali bertanya.

“Kalau begitu, aku akan minta kau memberitahu kami semua yang kau tahu….”

“Aku tidak tahu apa-apa! Lepaskan aku!!”

Bersamaan dengan kata-kata itu, aku menusukkan kembali pedangku dan dia pun berteriak. Kemudian aku mencabut kembali pedangku dan memulihkan lukannya.

“Kita lihat berapa kali kau akan tahan….. Aku punya banyak sekali waktu untuk melakukan ini….”

Setelah melihat aku tersenyum menyeringai, pria itu diliputi rasa takut dan kemudian mulai membocorkan rahasia.

Semua keluarga Kaisar dari Lunnet Empire ditangkap dan dipenjarakan di penjara bawah tanah Istana. Dari gambar yang ada di istana, mereka menyadari bahwa Charl tidak ada, dan dia datang ke Negeri ini sebagai utusan khusus.

Ayah Al bertarung satu lawan satu dengan Hero, dan akhirnya mengakhiri hidupnya. Lalu setelah mereka berhasil menundukkan Istana, mereka berencana untuk menyerang daerah otonomi para Beastmen, serta daerah Otonomi para manusia hutan di masa depan.

“A-aku sudah memberitahu semua yang aku tahu!! Tolong lepaskan aku!!”

Ketika aku melirik kearah ketiga gadis itu, mereka pun mengangguk seolah telah memahami situasinya.

“Kalau begitu….. Aku…”

Aku menarik leheri pria itu ketika dia ingin melarikan diri.

“Pertanyaan terakhir…. Orang seperti apa Hero itu….”

“…Hero itu adalah sosok mulia yang dipanggil menggunakan harta negeri kami…. Dia muncul dengan Penampilannya yang menawan dan bermartabat… dan di peperangan dia mengayunkan pedang di garis depan dan sangat kuat… Jauh dari pada dirimu…..”

Apa kau ada di sana??

“Kau…. apa kau ada di tempat itu?”

“Ah, tentu saja! Dia muncul dengan diliputi cahaya…. tunggu…. tempat itu kau bilang??? Kau ini…”

Mata pria itu benar-benar terbelalak seolah akan keluar.

“Ja-jangan-jangan… kau ini…. waktu itu…. yang satu lagi….”

“Ya benar… aku adalah orang yang satu lagi….”

“Ti-tidak mungkin!!! Seharusnya kau sudah dikirim kembali!!”

“Ya memang aku memang sudah dikirim kembali….. ke sebuah padang rumput yang aku tidak tahu dimana!”

Bersamaan dengan berakhirnya ucapanku, aku berdiri dan berbalik sambil mengayunkan pedangku. Kepala pria itu langsung terpisah dari lehernya dan berguling-guling dilantai.

“Apa tidak apa-apa? Kau mungkin saja bisa mendapatkan informasi lebih banyak…. termasuk tentang dirimu juga…..”

Aku menggelengkan kepalaku untuk menjawab Natalie.

“Tidak apa-apa….. aku…. tidak ingin kembali ke duniaku sebelumnya….”

“…Ya kalau kamu bilang begitu, maka aku tidak berniat berkata apa-apa lagi…. memang kenyataannya kami dalam masalah jika tidak ada kamu….Ya kan, suamiku?”

Natalie tersenyum sambil mengatakan itu. Dan Aku hanya tersenyum pahit.

“Kalau begitu, ayo kita berangkat…”

“Tidak, tunggu sebentar….”

Aku mulai berjalan sendirian menghampiri tempat Lumina tergeletak. Para petualang dan Ketua Guild lari meninggalkan Lumina yang pingsan.

Aku berjongkok disamping Lumina dan menggunakan sihir pemulihanku padanya.

“…Hmm? …Loh? Touya?? Oh iya… aku kalah ya….”

Lumina segera kembali sadar. Setelah bangun ia melihat sekeliling dan kemudian menghela nafas panjang.

“Jadi tinggal aku yang tersisa….”

“Ya… Ketua Guild dan para petualang lain sudah melarikan diri….”

“Ya… Touya… maafkan aku….”

“Sudah tidak apa-apa…. daripada itu… Lumina… apa yang akan kau lakukan mulai sekarang?”

Setelah sejenak berpikir dia mulai membuka mulutnya.

 

“Untuk saat ini… Aku berniat untuk meninggalkan kota Fendy… Kurasa untuk sementara waktu ini aku akan menghabiskan waktuku untuk bersantai dan melakukan hal bodoh….”

“…Begitu ya…. Kalau begitu…”

Setelah mendengar perkataanku, Lumina mengangguk dan kemudian bangkit sambil mengatakan ‘Serahkan saja padaku!’.

“Kalau begitu aku akan kembali ke Kota dulu…. Lagipula banyak kuda yang tersisa…..”

Beberapa kuda yang kehilangan penunggangnya sedang bersantai sambil memakan rerumputan.

“Ah baiklah….. Dan juga… Ini…”

Aku mengeluarkan sebuah pedang satu tangan dari Storage ku dan menyerahkannya kepada Lumina.

“….?! …Bukankah pedang ini cukup mahal??”

“Ambillah… Aku kan sudah membelah pedang Lumina… Dan juga…”

“Aku mengerti…. Akan aku terima dengan senang hati… Sebagai hadiah Questnya…..”

Dia tersenyum dan menjulurkan tangan kanannya, lalu kami pun berjabat tangan. Lalu kemudian…. Aku dipeluk oleh Lumina.

“… Touya, kuharap kita bisa bertemu lagi….”

Ia membisikkan itu di telingaku. Setelah melepaskanku, ia segera berlari ke atas kudanya. Ketika aku menghela nafas dan kembali ke tempat yang lainnya, ketiga gadis itu menatapku dengan tatapan serius.

“Touya-sama…. Sepertinya memang suka yang ‘lebih besar’ ya…”

“Memang sepertinya Touya menganggap lebih besar lebih baik kan ya…..”

“Aku juga pasti akan menjadi seperti itu dalam beberapa tahun lagi!!”

Komentar mereka bertiga membuatku tersenyum pahit.

“Daripada itu…Ayo kita berangkat… Sepertinya daerah otonomi masih selamat…”

Seolah tidak terima dengan kata-kataku, atau entah karena mereka pasrah, mereka dengan enggan mulai mengikutiku masuk ke dalam hutan.

Terima kasih telah mampir….

Sebarkan karya kami

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

3 thoughts on “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 26”

Leave a Comment