Shoukan Sareta Kenja web novel indonesia

Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 27

Judul Chapter:
Menuju Kota Lian

Selamat Membaca….

Sudah satu minggu kami berjalan menyusuri hutan. Atas permintaan dari Natalie, kami menyusuri hutan sambil menaklukkan para monster untuk menaikkan level mereka.

Meskipun mereka sedang terburu-buru untuk segera bisa sampai ke Lunnet empire, namun mereka juga ingin memiliki kekuatan yang mampu membalikkan keadaan medan perang. Dan atas permintaan dua gadis lainnya, aku pun menjadi lawan latihan tanding mereka.

Sejak kejadian beberapa waktu lalu, sudah tidak ada lagi pengejar yang datang dari kota. Aku sempat bertemu dengan petualang yang melihat pertempuran kami dari jauh di pintu masuk hutan, mereka terlihat pucat dan berusaha memalingkan wajah. Karena mereka sepertinya tidak ingin terlibat, jadi aku hanya mengatakan ‘kembalilah ke kota dan urus mayat-mayat itu’ dan memberikan mereka beberapa keping perak.

Para petualang itu langsung berteriak ‘baik, aku laksanakan!’ dan langsung melarikan diri. Dengan ini, aku tidak perlu repot memikirkan masalah membereskan mayat-mayat itu.

◇◇◇

“Biar bagaimanapun, rumah ini memang sangat nyaman ya….”

Natalie sedang bersantai di sofa ruang tamu sambil meminum tehnya selepas mandi. Padahal beberapa saat lalu dia masih asyik menembakkan sihirnya kepada para monster seperti sedang mengamuk.

Saat pertempuran menaikkan level bersama monster itu, Natalie sempat berteriak ‘aku tidak akan kalah dari mereka berdua!!’ dan membuat kedua gadis lainnya merasa tidak enak. Dia pasti merasa sangat malu karena levelnya telah dikalahkan.

Aku membuka lebar sebuah peta di ruang makan, dan memeriksa tujuan kami bersama dengan ketiga gadis itu.

“Touya-sama, Sepertinya kita sudah separuh jalan…. Setelah keluar dari hutan, dan berjalan sekitar tiga hari, kita akan sampai di kota Lian…. sebuah kota benteng di Daerah Otonomi Beastmen… Jika yang dikatakan pria itu benar, maka tidak masalah jika kita menuju ke kota Lian ini…..”

“Disana juga ada rumahku… jadi kita bisa menggunakannya sebagai markas kita….”

Menurut penjelasan mereka berdua, di Lunnet Empire memang setiap ras hidup berdampingan, namun mereka memiliki daerah otonomi masing-masing. Dan dibagi menjadi daerah yang banyak dihuni Beastmen, dan daerah yang banyak dihuni Elf. Tentu saja ada juga daerah yang banyak di huni ras manusia, namun daerah itu dekat dengan Generate Kingdom, dan disaat Ibukota sudah ditaklukkan seperti saat ini, maka bisa dianggap daerah mereka sudah dikuasai.

“Baiklah…. Untuk sementara mari kita pergi ke Kota Lian terlebih dahulu…. Kita akan mengumpulkan informasi tentang Ibukota Kekaisaran disana….”

Mereka berdua mengangguk menyetujui kata-kataku. Dihari berikutnya kami melanjutkan menyusuri hutan sambil menaikkan Level dan menuju ke Lunnet Empire.

Dan satu minggu lagi berlalu.

“Touya-san, coba lihat kesana… Kurasa sebentar lagi kita akan keluar dari hutan ini…”

Al yang berada di depan mengatakan itu. Ketika aku melihat ke ujung jalan, sepertinya kita memang bisa keluar dari hutan ini setelah beberapa ratus meter lagi. Namun ada juga kemungkinan kita akan menemukan desa para monster seperti dahulu.

Aku mengaktifkan skiil Exploration ku untuk memeriksa kondisi disana.

….. tidak ada tanda-tanda adanya monster… apa akhirnya kita keluar…..

Perlahan-lahan langkah Al yang berada di paling depan semakin cepat. Dan beberapa menit kemudian…..

Kami berhasil keluar dari hutan.

Padang rumput setinggi lutut terbentang di hadapan kami. Karena selama dua minggu kami terus menyaksikan hutan, pemandangan ini cukup menyegarkan.

Aku pun megeluarkan Kokuyou setelah sekian lama aku menyimpannya. Karena di dalam hutan banyak akar gantung dan pepohonan sangat rapat, jadi aku terus menyimpan Kokuyou didalam Storage karena ukurannya yang besar.

“Maaf ya…. kamu harus di dalam terus…..”

Dia meringkik sejenak seolah sedang dalam suasana hati yang buruk, dan kemudian menggigit kepalaku. Setelah itu dia pun berjalan jalan di sekitar.

“Cuma perlakuan ini yang tidak pernah berubah ya…”

Aku hanya bisa tersenyum pahit sambil menyeka air liur di kepalaku dengan lengan bajuku.

“Touya-sama, hubunganmu dengan Kokuyou memang akrab ya….”

Charl pun tersenyum dan mulai berjalan. Kalau seperti ini kita bisa melanjutkan perjalanan dengan kereta ya… sambil memikirkan itu aku mengusulkan untuk makan siang terlebih dahulu.

Aku pun mengeluarkan balok daging monster yang telah kami kalahkan dan kemudian mengirisnya, menaburi bumbu, dan memanggangnya dengan api yang aku buat.

Kemudian aku mengeluarkan meja dan kursi sederhana, lalu menaruh daging panggang di atas piring, dan juga menyiapkan sup dan roti.

“Sudah siap….”

Mereka semua pun berkumpul dan kemudian mulai makan.

“Jika kita berjalan menggunakan kereta kuda selama dua hari ke arah barat laut, kita akan sampai di kota Lian….”

“Kalau begitu.. Jika keretanya ditarik oleh Kokuyou, sepertinya kita bisa sampai disana esok hari ya….”

“Akhirnya…. akhirnya aku bisa pulang….”

Sepertinya Charl memang sangat mengkhawatirkan mereka. Ketika kita semakin dekat dengan Lunnet Empire dia jadi jarang sekali berbicara dan seperti sedang memikirkan sesuatu. Meskipun pria itu mengatakan mereka hanya menangkap para anggota keluarga kaisar, tidak mungkin mereka tidak melakukan apa-apa pada mereka.

Jika aku melewati batasanku, mungkin aku bisa menyelamatkan mereka sendirian, namun ada batasan energi sihirku. Aku punya keyakinan bisa menghadapi seratus orang sendirian, namun jika jumlah mereka seribu,  atau sepuluh ribu, entah energi sihirku akan cukup atau tidak.

Dan tentu saja aku tidak bisa berpetualang.

“Ada apa, Touya… wajahmu seperti menghayal begitu….”

Aku hanya menanggapi pertanyaan Natalie dengan ‘tidak ada, tidak apa-apa’ dan melanjutkan makanku.

Setelah itu aku mengeluarkan kereta kuda, dan menghubungkannya pada Kokuyou untuk mempersiapkan keberangkatan.

Dan kereta kuda yang ditarik oleh Kokuyou ini berlari menembus padang rumput yang tidak memiliki jalan setapak ini. Sepertinya meskipun ini adalah kereta yang cukup nyaman, aku agak gugup jika berjalan di tempat yang bukan jalan raya. Dan kami juga tidak bisa terlalu cepat, dan setelah sampai di tempat yang kuanggap aman, aku menghentikan kereta untuk beristirahat sebelum matahari terbenam.

Dan tentu saja aku tidak bisa mengeluarkan rumah disini karena bisa ditemukan orang. Jadi aku hanya mengeluarkan tenda dari dalam Storage, untuk menginap semalam.

Keesokan harinya.

Setelah sarapan, kami kembali naik ke kereta dan melanjutkan perjalanan.

“Setelah melewati bukit itu, seharusnya kita bisa melihat kotanya….”

Al memberitahuku dari jendela kecil di kereta. Dengan penuh harapan pada kota yang baru pertama kalinya bagiku, aku menarik tali kendali dan mempercepat laju kereta menuju ke puncak bukit.

Terima kasih telah mampir….

Sebarkan karya kami

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

7 thoughts on “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 27”

Leave a Comment