~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 3 di Kurozuku.

5 Aug 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

Beberapa hari setelah memasuki hutan, Charlotte dan Altria terus menyusuri hutan itu siang dan malam. Meskipun mereka sempat berhasil ditemukan oleh pengejar, namun karena Altria juga merupakan salah seorang Royal Knight, hal itu tidak menjadi hambatan bagi mereka.

Sambil melindungi Charlotte dari para goblin yang terkadang muncul, mereka terus berjalan menyusuri hutan. Tubuhnya yang telah ia latih setiap hari itu bukanlah tandingan bagi para goblin. Namin setelah pertarungan terus-menerus tanpa henti, akhirnya ia merasakan kelelahan. Dan secara bertahap luka ditubuh Altria bertambah.

“Al…. Apa kamu baik-baik saja??”

Setelah mendengar pertanyaan dari Charlotte yang nampak khawatir, Altria pun mengelap wajah yang terkena cipratan darah dan kemudian tersenyum.

“Tidak apa-apa Charl… Aku pasti akan melindungi mu dan mengantarkanmu kepada Natalie-sama…”

Charlotte merobek roknya dan membalutkannya pada luka di tangan Altria.

“Hanya ini yang aku bisa….”

“Terima kasih, Charl… Yosh.. Mari kita lanjutkan…”

Mereka berdua pun berdiri dan kembali menyusuri hutan. Namun hutan ini adalah hutan yang penuh monster seperti goblin, jenis serigala, bahkan juga Orc. Paling banyak monster yang mereka temui secara bersamaan adalah tiga ekor, dan itu tidak dapat menghambat perjalanan mereka.

Namun dihutan yang bahkan tidak ada jalan ini, mereka tidak bisa berjalan begitu cepat. Pada hari kesepuluh mereka dihutan, mereka sudah kehilangan motivasi. Entah sudah berapakali mereka melakuka pertempurah seharian ini. Dan mereka sudah kelelahan secara mental.

Bahkan bagi Altria yang sudah terlatih saja ini merupakan situasi yang sulit, apalagi Charlotte yang selalu hidup di istana, tentu saja dia sudah tidak bisa tahan lagi. Wajar saja jika mereka mulai melemah.

Hari ini adalah hari yang berbahagia….

“Sebentar lagi…. Sebentar lagi kita akan sampai di Sarandire Kingdom!! Ayo kita berjalan lagi….”

Charlotte yang sudah agak tenang pun berdiri mengikuti perkataan Chaarlotte. Dan mereka kembali menyusuri hutan yang tampak tidak berujung ini lagi.

Setelah berjalan beberapa jam, mereka berhenti untuk tidur bergantian, berbagi sedikit makanan dan air, lalu kembali melanjutkan perjalanan.

Kemudian mereka bisa melihat sebuah tempat terbuka. Sinat matahari menyinari dan pandangan menjadi cerah. Hal itu merupakan secercah harapan bagi mereka berdua.

“Charl!! Ayo sebentar lagi!! Aku bisa melihat ruangan terbuka di ujung sana!! Mungkin kita bisa melewati hutan ini!!”

Ia pun mengangkat wajahnya yang sudah lemas dan melihat kearah yang ditunjukan Altria. Memang benar disana nampak seperti sebuah lahan terbuka.

“Sedikit lagi ya….”

Namun langkah kaki mereka menuju kesana jauh lebih ringan. Keduanya berjalan seolah-olah itu adalah kekuatan terakhir yang mereka keluarkan. Dan mereka berhasil mencapai lahan terbuka.

Dan disana———

Ada sekumpulan rumah-rumah yang sederhana. Daripada sederhana mungkin lebih pantas disebut bobrok. Dan yang tinggal disana adalah ——— Sekumpulan Orc.

Di ujung pandangan mereka, ada sekitar puluhan orc. Ada yang memakan mangsa mereka, ada yang sedang berbaring, dan ada yang masih kecil yang berlarian kesana-kemari. Bagi para orc itu, “Benda yang tadinya manusia” itu adalah makanan. Ada yangorc yang sedang memakan lengan dan kaki manusia.

Dan terlihat wanita yang mungkin adalah petualang sudah di perkosa oleh para Orc. Sepertinya mental mereka sudah hancur dan sudah tidak sadar. Bahkan tidak tahu mereka masih hidup atau tidak.

Kedua gadis ini terkejut melihat pemandangan dihadapan mereka berdua. Dan tentu saja mereka tidak bisa tetap tenang setelah melihat semua ini.

“Kaaa~~a~aa~aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!”

Charlotte berteriak setelah melihat pemandangan dihadapannya. Meskipun Altria segera menutup mulut Charlotte dengan tangannya, namun itu sudah terlambat.

Tatapan para orc itu terpusat pada mereka berdua. Sebuah tatapan mata yang seolah menemukan mangsa baru. Orc dapat berkembang biak dengan berbagai ras lain sama seperti goblin, dan tentu saja target mereka adalah manusia.

Manusia Pria akan digunakan sebagai makanan, ssedangkan yang wanita akan menjadi benih untuk perkembangan ras mereka. Itu adalah sebuah kenyataan yang ada di dunia ini.

Charlotte yang terduduk lemas berusaha mundur sambil membasahi tanah (YouKnowlah). Meskipun normalnya Altria tidak akan kalah dari Orc, namun tidak mungkin dia melawan puluhan orc secara bersamaan. Mereka benar-benar putus asa.

Altria mencoba membantu Charlotte berdiri agar bisa melarikan diri, namun Charlotte lemas dan tidak kuat untuk berdiri. Meskipun ditengah keputus asaan ini, Altria berdiri dihadapan Charlotte dan mengarahkan pedangnya pada para Orc dan berusaha melindungi Charlotte.

“Jangan kesini!! Jangan mendekat…”

Dia memegang pedangnya, namun ujung pedang itu bergetar. Bukan hanya pedangnya, namun juga seluruh rubuh Altria gemetar ketakutan. Ia membayangkan masa depan yang akan terjadi pada mereka. Bahkan jika mereka tahu akan kenyataan itu, mereka sendiri tidak akan bisa menerima jika mereka ada diposisi itu.

Seakan tidak memperdulika itu, para orc mengeluarkan suara seolah memanggil kawanannya. Dan seakan menanggapi suara itu, para orc mulai berkumpul satu persatu. Mereka pun mendekati kedua gadis yang sudah putus asa itu. Namun sebuah kejadian tak terduga terjadi.

“Kupikir disini ada desa Orc,  ternyata ada manusia nya ya…. Syukurlah… sepertinya masih baik-baik saja….”

Mereka berdua mengarahkan pandangan mereka kepada suara manusia yang benar-benar diluar dugaan. Disana ada seorang pemuda berjubah yang berdiri dengan malasnya tanpa satu pun senjata ditangannya.

 

Terima kasih telah mampir….

 

Comments

5 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 3”

  1. Ryu says:

    Mantabbb min

  2. psp06 says:

    Baru mo pembantaian orc part 2, eh mlh bersambung ?
    Lanjut dong min, tanggung nih ?

  3. Mumun says:

    You know lah?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *