~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 4 di Kurozuku.

6 Aug 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

Kita putar waktunya sebentar.

Aku yang tengah mengambil quest penyelidikan di Hutan Utara pun keluar dari kota lalu menunggangi Kokuyou. Meski dikatakan ini adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan waktu satu hari menggunakan kereta kuda, dengan kecepatan berlari Kokuyou aku bisa sampai dalam waktu kurang dari dua jam saja.

Di hutan yang luas dihadapan ku ini, terbentang sebuah jalan yang cukup besar untuk dua kereta kuda berpapasan dan Guild mejelaskan jalan ini yang digunakan untuk menghubungkan para pedagang dengan Lunnet Empire. Aku sempat diperingatkan oleh guild, memang petualang itu tidak memiliki negara, namun usahakan agar aku tidak melintasi batas negara.

Terutama saat ini Lunett empire tengah berperang dan tidak ada jaminan aku akan kembali dengan selamat jika aku melewati batas negara. Ferrys juga sedang menungguku, jadi aku memang tidak berniat melakukan itu.

Jika suatu saat nanti aku bisa kembali ke Generate Kingdom, apa nanti mereka mau mengembalikanku ke Jepang ya? Tidak, Jika melihat watak orang di negeri itu sepertinya itu tidak mungkin.

Sudah ada Hero di pihak mereka. Tidak mungkin mereka mau repot-repot mengembalikan ku. Malah mungkin mereka akan membinasakan ku. Kalau begitu mungkin lebih baik aku tetap berada di kota yang aman dan nyaman ini.

Aku memang punya orang tua, tapi mereka sudah meninggal, dan aku jomblo, tidak punya istri ataupun anak. Dan di perusahaan juga mungkin aku sudah dipecat karena tidak muncul-muncul. Kalau begitu———tidak, sepertinya masih terlalu cepat untuk membuat keputusan. Aku pun membuang semua pemikiran itu dan fokus menggunakan Exploration untuk memeriksa sekitarku.

…… Ada banyak ya…

Aku pun mengambil THS ku dari dalam Storgae dan berjalan perlahan menembus hutan kearah tempat yang banyak monsternya. Sepertinya ada banyak monster yang berkeliaran dalam beberapa kelompok.

“Orryaaaa!!”

Entah ini yang keberapa kalinya…. Aku terus membersihkan pedang ku yang berlumuran darah. Disekitarku terbaring paara goblin yang telah mati. Sampai saat ini aku telah bertemu berbagai macam monster mulai dari goblin, Forest Wolf, Boar, dan terkadang ada juga orc.

Karena aku dibanjiri oleh aroma darah monster yang aku kalahkan, para monster terus menerus berdatangan. Aku terus terusan mengalahkan setiap monster yang datang padaku.

……Loh kok cuma ada keroconya doang?

Untuk sebuah quest yang hampir di paksakan kepadaku, aku sedikit heran karena yang muncul hanyalah monster kelas rendah.

——Apa harus aku yang mengambil quest ini??

“Apa aku cari saja sarang mereka… Kalau begini terus tidak ada harganya…. “

Aku pun menyimpan monster yang aku kalahkan kedalam Storage ku dan kemudian kembali melanjutkan perjalanan ku. Aku terus berjalan lebih dalam namun monster yang aku temui masihlah sama. Aku menebasnya dan menelantarkannya, hanya terus begitu berulang-ulang.

Forest Wolf memang memiliki kecepatan, namun serangannya hanya satu pola. Apalagi kecepatannya masihlah tergolong lambat dari sudut pandangku. Apalagi goblin, mereka hanyalah sampah.

Satu-satunya monster yang layak adalah orc, namun gerakannya lambat. Berapapun yang keluar itu tidak akan menjadi masalah besar begiku. Ketika aku sudah masuk cukup dalam, aku melihat ada reaksi yang cukup banyak.

“Jumlahnya puluhan…. Ini pasti sarangnya…. Loh?? Jangan-jangan…. “

Aku pun langsung berlari secepatnya.  Karena pedang besarku ini sedikit mengganggu, aku pun menyimpannya kedalam Storage , dan mempercepat gerakan ku dengan sihir. Karena aku tidak bisa menggunakan sihir api didalam hutan, aku pun hanya menggunakan sihir angin untuk menebas monster yang datang kearahku. Karena aku sedang terburu-buru aku pun menelantarkan monster-monster itu.

“Kumohon… Semoga aku masih sempat….”

Aku terus berlari menghindari pepohonan dan tak lama aku pun melihat sebuah lahan terbuka. Aku pun melesat keluar kedaerah terbuka itu. Lalu aku melihat sebuah penampakan dihadapanku. Penampakan puluhan orc yanf mengelilingi dua orang gadis dengan mata seperti melihat mangsa. Diantara para orc itu aku juga melihat ada spesies yang lebih tinggi.

“Kupikir ini sarang Orc… ternyata ada manusia juga ya…. Syukurlah, sepertinya kalian masih baik-baik saja….”

Aku pun merasa lega. Masih ada orang yang masih hidup. Kurasa mereka seusia denganku, mereka berdua tampak gemetaran dengan pakaian yang compang-camping.

Untuk sementara, mari kita bereskan ini dulu dengan cepat.

Aku mengambil kembali THS ku dari dalam Storage dan memanggulnya di bahu ku.

“Tunggu sebentar ya… Jangan kemana-mana….”

“eh…..?”

Apa karena mereka kaget  dengan ucapanku atau karena perasaan takut?? Aku hanya mendapatkan satu kata sebagai jawaban.

Seakan bereaksi dengan perkataanku, para orc yang mengerumuni gadis itu pun mengambil tongkat dan semacamnya ditangan mereka dan menyebar untuk berusaha mengepung kami.

Dari sudut pandang para orc mungkin mereka hanya beranggapan mangsa mereka bertambah satu. Namun itu adalah sebuah kesalahan besar.

Aku mengalirkan eneri sihir keseluruh rubuh dab memperkuat tubuhku.

“Ayo kita mulai!!!”

Aku pun menggengam THS ku dan langsung berlari kearah mereka. Orc yang ada di barisan depan langsung terbunuh dengan sekali tebas, dan aku pun melanjutkan serangan pada orc disampingnya.

Selanjutnya adalah pembantaian. Dengan terdengarnya suara raungan orc, seluruh orc yang ada di sarang ini membawa senjata mereka dan maju. Aku pun langsung menebas orc yang dekat dan menembakan sihir angin dengan tangan kiri ku untuk mengalahkan orc yang jauh dariku. Aku pun terus merangsek masuk kedalam kawanan ini, dan aku melihat banyak bekas tubuh manusia bergelimpangan. Aku juga melihat petualang yang mati karena menjadi budak benih mereka dan mulai merasakan kemarahan ku meluap.

“…. Persiapkan diri kalian… Aku tidak akan melepaskan kalian satu ekor pun…”

Dan aku pun kembali menebas para orc itu. Aku terus-terusan mengulangi kegiatan ini, dan tiba-tiba munculah orc berukuran besar dari dalam. Disebelahnya ada juga tiga orc yang sedikit lebih besar dari orc biasanya dengan memakai beberapa peralatan.

“Spesies tinggi ya… Aku tahu yang itu orc general… yang paling besar itu…. Apa Orc King??”

Guild petualang pernah menjelaskan bahwa jika ada sarang maka dipastikan ada spesies kelas tinggi. Dan mungkin saja ada kelas King di sana. Namun jika ada kelas King, maka bisasanya mereka akan mundur, dan guild petualang akan mengirimkan party puluhan orang untuk melakukan pembasmian.

Namun sekarang ini bukan saat yang tepat untuk melakukan hal seperti itu. Orc King itu menatap para bawahannya yang tergeletak di tanah sekitarku dan ia terlihat marah dan kemudian membuat teriakan. Pada saat yang sama aku langsung menebas nya.

Meskipun ada jarak sekitar 10 meter, namun dengan tubuh yang telah diperkuat ini, itu hanyalah jarak yang cukup pendek. Aku melompat langsug ke hadapannya dan kemudiann aku menebas langsung dari kepalanya.

Ketika aku menjauh darinya, tubuh orc king itu perlahan pun terjatuh.

Zudoon~

Orc King yang setinggi lima meter itu pun menemui ajalnya dalam sekejap. Setelah menyaksikan kejadian ini, para orc yang lain pun mulai melarikan diri. Namun aku benar-benar tidak berniat melepaskan mereka. Para Orc yang berlarian itu langsung terpotong dari belakang, atau meledak karena tembakan sihir.

Setelah beberapa waktu kemudian, seluruh area itu diterpa dengan keheningan. Ditempat yang tadinya seperti sebuah desa ini menjadi nampak seperti neraka dengan tubuh orc yang bergelimpangan dimana-mana. Aku pun menyimpan pedangku dan kemudian menghela nafas panjang.

“Fyuuhh… Banyak sekali ya….. Aku tidak menyangka sampai ada kelas King…. Ah iya aku lupa… “

Aku teringat tentang kedua gadis yang berusaha aku selamatkan. Aku sempat mengkhawatirkan mereka, namun semenjak aku tahua da Orc King aku jadi melupakan keberadaan mereka.

Aku pun melirik kearah mereka berdua, nampak mereka berdua terdiam dengan mulut terbuka seolah tidak percaya apa yang mereka lihat. Aku pun menghampiri mereka dan berbicara kepada mereka.

“——Apa kalian baik-baik saja??”

Dan jawaban yang aku dapatkan adalah——

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa~~~~”

Adalah teriakan mereka berdua.

Memangnya ada apa sih?

Terima kasih telah mampir….

Comments

6 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 4”

  1. psp06 says:

    Mantap. Mdh2an lanjut sama admin, walau hari ini bukan jadwalnya

  2. Kiruru says:

    Ni MCnya yg terlalu polos apa bego apa kurang peka sihh wkwkwk
    Tp aku suka

Leave a Reply to psp06 Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *