~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 6 di Kurozuku.

7 Aug 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

Aku mengalirkan energi sihir ke seluruh tubuh dan memperkuatnya lalu langsung melesat maju. Ketika aku mencoba menebas salah satu pria dengan tebasan menyamping, mungkin karena pengaruh tubuhku yang sudah diperkuat, pria itu langsung terbelah dua antara bagian atas dan bagian bawah.

“Sialan! Kalian serius lah!!”

Para prajurit itu menjadi semakin tegang karena salah satu diantara mereka telah terbunuh.

…..Kurasa aku akan lebih mudah jika kalian mau sedikit santai. Aku pun kembali menebaskan pedangku secara vertikal dari atas. Lalu setelahnya aku menatap kearah target selanjutnya. Dan membunuh satu orang lagi, lalu kembali mengambil ancang-ancang.

“…Masih ada  7 lagi …”

“Sial!! Kalian! Serang dia secara bersamaan!!”

“Ohhh…!!”

Tiga orang langsung maju bersamaan, aku menghindari salah satunya, menahan yang satunya dengan pedang, dan satunya lagi aku pegang pergelangan tangannya. Aku menendang pria yang aku pegang pergelangan tangannya, menebas orang yang aku tahan dengan pedang, lalu langsung menebas yang satunya lagi.

“Cukup!!!”

Ketika aku melihat kearah suara yang datang dari belakangku, aku melihat Al sudah dipukul dengan pedang dan kini pedang itu ditempelkan di lehernya.

“Apa kau tidak peduli dengan nasib para gadis ini??”

Prajurit itu menyeringai, dan Al pun berteriak.

“Tidak usah pedulikan aku!! Kau masih bisa kabur!! Larilah!!”

 ……Bagaimana ya… Aku yakin aku bisa mengalahkan mereka semua. Tapi——

Aku pun membuat sebuah keputusan. Aku menusukan pedangku ketanah dan mengangkat kedua tanganku.

“Ini cukup kan?? Lepaskan pedang itu…”

Al dan Charl nampak akan menangis setelah melihat tindakanku.

“Fufufu…. Bagus-bagus…. Kau tidak ingin wanita yang tidakn kau kenat terbunuh dihadapanmu ya….. Dasar anak rumahan…”

Prajurit itu nmenurunkan pedangnya dari leher Al.

———Aku memang menunggu saat-saat ini.

“[Air Bullet]”

Aku menembakan sihir dari tanganku dan langsung mengenai wajah prajurit yang tadi menurunkan pedangnya dan kepalanya langsung terpental.

“Apa?? Sihir??”

Aku mengabaikan para prajurit yang terkejut dan menarik kembali pedangku yang tertancap di tanah dan kembali menebas mereka.

Dan dalam beberapa menit permainan ini pun berakhir. Mayat para prajurit itu bergelimpangan di sekitar ku.

…Ini adalah pertama kalinya aku membunuh seseorang. Pikiran ku penuh dengan bayangan PvP pertamaku di game dan aku membunuh orang tanpa ada perasaan apapun. Bayangan itu menggetarkan dadaku. Dan aku pun muntah—

“Ohhh … Gehgh …”

Ketika aku sedang muntah-muntah, aku merasakan ada sentuhan di punggungku.

“…Demi kami kamu sampai seperti ini…. Terima kasih…”

Aku mengangkat kepalaku dan melihat kearah datangnya suara, dan aku melihat sosok yang berlinangan air mata dan tersenyum. Itu adalah wajah Charl. Ia terus mengelus punggungku sampai perasaan mualku hilang.

“Terima kasih… Aku sudah sedikit lebih tenang…”

Aku pun berdiri dan melihat sekelilingku. Aku menatap mayat yang bergelimpangan disana dan menarik nafas dalam-dalam.

Aku sudah tidak bisa mundur lagi. Wahai dewa, tolong beritahu aku kenapa aku harus ada di dunia ini. Jika ini adalah Light Novel harusnya ada sosok yang muncul dan mengatakan ‘Aku dewa’ lalu memberiku penjelasan.

Aku sempat berpikir begitu, namun tidak ada gunanya memikirkan hal seperi itu. Dan aku pun membuat sebuah keputusan.

“Pertama-tama, Aku harus urus mayat para prajurit ini dulu ya….”

Aku tidak bisa mengambil keputusan sendiri. Aku tidak punya pilihan lain selain melemparkan masalah ini kepada guild. Aku pun menyimpan mayat para prajurit itu ke dalam Storage.

Jubah yang baru aku ganti inimenjadi berlumuran darah lagi karena pertarungan dengan prajurit barusan. Aku pun mengambil jubah baru dan memakainya.

“Jadi… Aku hanya perlu mengantarkan kalian kekota di Sarandire Kingdom ya?? Aku sudah terlibat sampai sejauh ini.. aku akan mengantar kalian…”

Aku memberikan jawabanku sambil tersenyum, dan Charl pun membalasnya dengan senyuman penuh.

“Ya!! Terimakasih banyak…. Dengan ini kami bisa bertemu Natalie-sama… “

…… e?

…… Natalie …?

…Jangan-jangan…

“——Natalie itu… apa dia Natalie si loli kecil yang menyebut dirinya Sage of the Dusk…”

“Apa kamu kenal Natalie-sama??? Benar… Aku sudah tidak melihatnya selama 10 tahun, tapi waktu itu memang beliau kecil…”

Aku pun refleks menatap langit. Aku tidak merasakan hal lain selain merepotkan. Karena lawannya adalah Natalie kecil itu.

“Ya aku kenal… dia ada dikota tempat aku tinggal… Dia memiliki toko peralatan sihir…”

Seakan mendapatkan harapan dari jawabanku Charl pun tersenyum lebar.

“—Sungguh… Aku besyukur kepada dewi Tirthalia atas pertemuan yang benar-benar penuh keajaiban ini…”

Charl menuatukan kedua tangannya dan memejamkan mata sambil terus mengucapkan terima kasihnya. Apa Tirthalia itu dewa di dunia ini??

Ngomong-ngomong aku belum pernah kegereja karena tidak punya waktu ya. Kurasa setelah kembali kekota nanti ada baiknya aku mengunjungi tempat itu meski sekali.

Loh?? Ngomong-ngomong kok sepertinya Al diam saja??

Ketika aku menoleh kearah Al, entah kenapa aku melihat Al matanya berkaca-kaca dan pipinya memerah.

Dan tiba-tiba dia berbicara dengan nada malu-malu.

“Touya-sama…. Apa anda sudah punya pasangan???”

Aku pun terpaku setelah mendengar pernyataan yang sangat tidak terduga ini.

Terima kasih telah mampir….

Comments

5 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 6”

  1. Mantap! ditembak langsung tanpa basa basi. Ngomong ngomong first kah?

  2. psp06 says:

    Biasanya sih pernyataan kyk gini langsung d tolak ma MC nya ?

  3. Mumun says:

    Flag harem telah berkibar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *