~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 8 di Kurozuku.

8 Aug 2020

Penerjemah : KuroMage

 

Selamat Membaca….

“——Ini kereta…”

Aku berbalik kebelakang dan memberikan jawaban yang sewajarnya. Yah.. Aku juga tahu dengan hanya melihatnya saja itu bukanlah kereta biasa. Ada Absorber, ban, dan setelah aku melihat bagian dalamnya, disana memiliki dekorasi ala jepang modern. Namun aku tidak bisa menunjukan kegoyahan dalam diriku.

“Kamu punya kereta semewah ini…. Apa kamu keluarga kerajaan??”

Aku menggelengkan kepala untuk menjawab keraguan Charl.

“…Aku cuma seorang petualang… karena itu aku meminta kalian untuk merahasiakannya….”

“Ah, iya… Begitu ya… Aku tidak akan bertanya lebih dalam lagi…”

“Bagus… Aku akan siapkan sarapan… Maaf ya harus sup dan roti lagi…”

“Kami sudah sangat bersyukur bisa memakan makanan hangat…”

Aku mengakhiri pembicaraan dan mulai menyajikan piring keatas meja. Namun, sepertinya tidak seperti Charl, Al nampak resah dan ingin bertanya sesuatu.

“Apa ada yang salah???”

Ketika aku bertanya, Al pun mulai berbicara dengan mata berbinar.

“Maaf…. Apa kuda itu adalah Battle Horse???”

“Memang itu benar… dia adalah rekanku…”

“Ternyata benar ya!! Menaiki Battle Horse adalah impian bagi semua ksatria!!! Ah.. impian normal ksatria di negara kami…”

Meskipun dia sepertinya berusaha menyembunyikannya, namun itu sudah jelas-jelas ketahuan. Meskipun sekarang dia melepaskan armornya, namun dia mengatakan dirinya adalah ksatira, bahkan kemarin dia mengatakan dirinya Royal Knight.

Aku pun berusaha untuk tidak memperdulikannya dan hanya bisa tersenyum pahit. Kami pun duduk dan mulai menyantap sarapan, namun pertanyaan keduanya tidak kunjung berhenti.

“Tapi, meskipun Touya-sama sepertinya seusia dengan kita, namun terlihat cukup tenang ya…”

“Aku juga sempat memikirkan itu… Tapi setelah melihat pertarungan dengan para orc itu….”

Ketika Al mengingat pertarungan yang terjadi kemarin, lagi-lagi pipinya memerah. Aku tidak bisa menjelaskan tentang diriku sendiri. Mereka juga tidak akan percaya jika aku mengatakan aku sudah berusia 30 tahun lebih.

“Mungkin karena aku selalu hidup sendirian sebagai seorang petualang…  Ada banyak hal yang terjadi…”

Mungkin dia mengetahui maksudku, Al pun mengubah topik pembicaraan.

“Meski begitu, Touya-sama itu petualang yang level nya cukup tinggi ya? Bisa menghadapi orc sebanyak itu dan juga para prajurit itu…. Aku yakin anda pasti pendekar ternama ya…”

“Al, Touya-sama itu penyihir kan?? Dia ini menggunaakn sihir angin untuk menyelamatkanmu kemarin kan??”

Al dan Charl memulai perdebatan diantara mereka.

“Bukan kok, aku Cuma Priest…”

“…eh !?”

Mereka terkejut luar biasa setelah mendengar perkataanku. Akupun mengeluarkan kartu ku dari saku dan meletakannya diatas meja. Mereka berdua semakin terkejut dan saling memandang.

“Benar-benar Priest… dan Levelnya masih 17???”

Ah sepertinya levelku sudah naik lagi karena pertempuran kemarin.

“Sulit dipercaya…. Bahkan lebih rendah dariku… tapi sudah bisa melakukan pertarungan seperti kemarin…”

“Di level seperti ini berani menghadapi para Orc untuk menyelamatkan kami…. Touya-sama… entah bagaimana kami harus berterimakasih….”

Sepertinya mereka berpikir levelku lebih rendah dari apa yang mereka bayangkan. Al nampak kagum, sedangkan Charl sepertinya cukup terguncang. Aku pun mengambil kembali kartu ku dan memasukannya ke saku, lalu aku menggelengkan kepala.

“Tidak masalah… Aku selalu bertarung sendirian dan kemarin itu pertama kalinya bertarung untuk saling membunuh…”

Kupikir aku akan lebih shock dengan adanya pembunuhan kemarin, namun rupanya aku menjadi lebih dapat menerima semua itu setelah tidur semalaman. Sebagai seorang petualang pasti akan ada beberapa hal seperti ini akan terjadi kedepannya. Aku harus bersyukur itu pelajaran itu aku dapatkan saat ini.

Setelah selesai makan, aku menyimpan kembali barang-barang dan bersiap untuk berangkat. Aku meminta Al untuk berpakaian seperti itu. Karena akan ribet kalau dia menggunakan armor ksatria yang memiliki lambang kekaisaran mereka. Ia pun menerima itu dan aku menyimpan armor Al didalam Storage ku dan menyuruhnya naik ke kereta.

“Kurasa kita akan sampai di kota dalam wakti setengah hari, jadi tolong bersabarlah didalam….”

Mereka nampaknya terkesan dengan kenyamanan kereta kuda ini.

“Kereta ini sangat nyaman dinaiki… Mungkin lebih baik dari kereta bagsawan, tidak mungkin dari kereta Kerajaan….”

“Itu benar….”

Aku cukup lega mereka berpendapat begitu, aku pun menghubungkan kereta itu pada Kokuyou.

“Kokuyou tolong bawa kami kekota ya…”

Aku mengatakan itu sambil membelai leher Kokuyou, dan dia pun membalasnya dengan suara ringkikan seakan menyetujui ku. Aku pun naik di tempat kusir dan memberikan aba-aba kepada Kokuyou, dan kereta ini perlahan mulai bergerak.

Gerakannya lebih cepat daripada kereta biasa. Namun cukup lambat daripada biasanya mungkin karena sedang menarik kereta, atau karena sedang membawa orang lain.

Aku yang duduk di tempat kusir pun membuka status ku.

◇ —————–◇
[Name] Touya Kisaragi
[Race] Human [Gender] Male
[Age] 16 Years Old
[Job] Sage (Priest, Magician)
[Title] Summoned
[Level] 17
[Special Ability] God’s Eye, Can use any Magic Attribute, Can get Any Skill, Storage.
[Skill] Attribute Magic, Special Magic, Swords Technique, Martial Arts Technique, No Casting
◇ —————–◇

Aku pun menghela nafas setelah melihat status ku. Aku sudah menaikan level magician ku sampai ke level 100 dan setelah mencapainya aku bisa mengganti job seperti sebelumnya.

Aku berniat mengambil job tipe prajurit kali ini, namun disana hanya ada pilihan job penyihir 3rd tier yang setara dengan job Berseker. Aku pun tidak ada pilihan lain selain memilih Sage.

Namun, sejak aku menjadi Sage, aku tidak bisa lagi menggunakan item EXP x100 yang ada di Storage ku. Dan benda itu hanya menjadi pajangan di dalam Storage. Kartu guild ini hanya mendeteksi level berdasarkan energi sihir pemiliknya, dan tidak dapat mendeteksi job, sehingga job yang tertulis disana masih sama dengan ketika aku mendaftar. Kurasa tidak ada siapapun yang tahu adanya perubahan job. Terlebih apa didunia ini ada yang bisa mencapai level 100?

Aku tidak berpikir status ku ini bisa ditunjukan kepada orang lain. Aku penasaran apa aku bisa memilih tipe prajurit. Sambil memikirkan hal ini, kereta ini terus bergerak maju.

Kemudian, sekitar 3jam perjalanan, aku sudah dapat melihat kota Fendy.

 

Terima kasih telah mampir….

 

Comments

3 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 8”

  1. psp06 says:

    Lanjut min

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *