Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 9
~~

 

Selamat Membaca….

“Kota sudah terlihat lo…”

Setelah mendengar perkataanku, segera jendela kecil yang ada di gerbong dibelakang ku terbuka dan mereka menongolkan wajah mereka.

“Jadi disana kot Fendy…. Natalie-sama tinggal disana ya…”

Tapi apa mereka berdua bisa langsung masuk kedalam kota?? Aku tidak berpikir mereka punya identitas yang bisa menunjukan diri mereka. Meskipun begitu, jika nanti mereka bilang mereka datang dari Lunett Empire, ini bisa jadi masalah.

Untungnya sebelum mereka naik kereta aku meminta mereka untuk berganti pakaian dengan pakaian sederhana. Sambil memikirkan hal ini aku pun tiba di depan gerbang masuk kota.

Prejurit penjaga gerbang sempat berwaspada melihat kereta kami yang ditarik oleh Kokuyou, namun prajurit itu adalah prajurit yang mengenali wajahku. Jadi ketika ia melihat diriku dia menurunkan kewaspadaannya.

“Oooh Touya ya… Sampai bawa-bawa kereta, ada apa??”

“Yahh… aku lagi ambil Quest sebenar. Tapi aku menemukan kereta dan orangya… sepertinya mereka habis diserang bandit dan kudanya menjadi korban… Jadi aku yang menggantikan untuk menariknya… Sepertinya mereka punya kenalan di kota ini, apa mereka boleh masuk??”

“Untuk formalitas, izinkan aku memeriksa bagian dalamnya….”

Aku pun turun dari kursi kusir dan membuka pintu kereta. Didalam, kedua orang itu sedang meringkuk saling memeluk dan menangis. Meskipun aku sempat menjelaskan tentang ini sebelumnya, aku tidak menyangka mereka akan berakting sebagus ini…

Aku tanpa sadar tersenyum pahit, namun nampaknya prajurit penjaga gerbang itu dapat menerimanya.

“Karena tidak ada bukti identitas, biaya masuknya dua koin perak…”

Aku pun menyerahkan dua koin perak dari dalam sakuku, dan memberikannya kepada prajurit itu.

“Apa ini cukup? Untuk sementara aku akan membawa mereka ke tempat kenalan mereka… Terima kasih ya….”

“Ya… Jangan lupa hibur mereka ya!!”

Aku pun kembali naik ke tempat kusir dan mengucapkan terimakasih ku kepada sang penjaga gerbang. Lalu aku mulai memasuki gerbang kota. Setelah berjalan cukup jauh, aku membuka jendela kecil dan berbicara kedalam.

“Sudah tidak apa-apa sekarang… Kita akan langsung menuju ketempat Natalie…”

“Terima kasih…. Tapi aku tidak menyangka aku akan sampai berakting seperti ini…”

Charl mengingat kembali aktingnya dan sepertinya dia tampak malu-malu. Aku mengendalikan kereta kuda ini menyusuri jalanan kota dan berhenti didepan sebuah toko.

“Kita sudah sampai…. Inilah tokonya Natalie….”

Aku pun turun dari tempat kusir dan membukakan pintu kereta. Lalu merekapun turun. Setelah memberitahu kepada Kokuyou untuk menunggu diluar, aku pun masuk kedalam toko.

Ketika aku membuka pintu, mungkin karena mendengar suaranya, Natalie pun datang menghampiri dari dalam toko.

“Selamat datang…. Loh Touya ya… Ada apa??”

“Aku bawa tamu nih…”

Setelaha aku mengatakan itu, Charl dan AL masuk kedalam toko  dari belakangku.

“―――― Natalie-sama….”

Ketika ia melihat mereka, Natalie membelalakan kedua matanya.

“Charl ya?? Dan Al juga…. Kenapa kalian ada disini??”

Mungkin ia merasa kami ini adalah kombinasi yang aneh, dia terus bolak-balik antara menatapku atau Charl. Charl pun berlinangan air mata, dan dan nampak dia akan segera melompat keatah Natalie.

Mungkin Natalie menyadari tatapan itu, dia pun mulai berbicara.

“Sepertinya ada banyak yang terjadi ya… Tidak enak kita bicara disini… Ayo kita kerumah Touya…”

Kenapa di rumahku …? Seharusnya tugasku berakhir sampai disini??

“Aku ingin memakan ITU….”

Ia mengatakan itu sambil meletakan sebuah buku diatas meja.

“Aku sudah mendapatkan buku sihir baru loh… Bagaimana? Kau mau menukarnya dengan ini??”

…. Buku sihir ya… Memang sih aku menginginkannya….

Aku sudah menguasai sihir atribut sampai ketingkat lanjutan dari buku-buku sihir yang aku baca selama ini. Meskipun ada juga buku sihir yang ditulis Natalie, namun jika ada sihir yang baru lagi maka itu lebih baik.

“…Baiklah…. Apa kau bisa langsung keluar?? Aku datang kemari dengan kereta, jadi kita akan menaikinya…”

“Aku akan segera menutupnya… tunggulah diluar…”

Kami bertiga pun meninggalkan toko dan aku memberitahukan kepada mereka berdua untuk naik ke kereta terlebih dahulu. Natalie segera keluar setelah menutup tokonya.

“Aku sudah siap…. Tapi… Ini benar-benar kereta yang bagus ya… Apa Kekaisaran sudah berkembang begitu pesat??”

Natalie menanyakan hal itu sambil naik ke kereta, namun Charl menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan itu.

“Kereta ini milik Touya-sama kami hanya…”

Natalie terkejut mendengar itu.

“Nanti aku ingin mendengar rinciannya ya….”

Sambil tersenyum menyeringai Natalie pun naik ke kereta. Lalu kereta ini berjalan menuju kembali ke mansionku. Setelah beberapa lama kemudian, kami tiba di mansion. Aku memberhentikan kereta di depan Mansion dan membukakan pintu kereta, lalu mereka bertiga pun turun.

Baik Charl maupun Al tidak menyangka aku yang hanya seorang petualang ini memiliki rumah sebesar ini, jadi tanpa sadar mulut mereka menganga dan terdiam.

“Touya-sama…. Apa anda itu putera bangsawan???”

Aku menggelengkan kepalaku sebagai jawaban atas pertanyaan itu, lalu aku melirik kearah Natalie.

“Haha Mansion ini… Aku yang memberikannya pada Touya karena aku kalah taruhan….”

Natalie mengatakan itu dengan bangganya, aku hanya bisa tersenyum pahit karena pada kenyataannya aku harus membayar pajak yang bahkan jauh lebih tinggi ketimbang biaya sewa rumah ini.

Segera setelah aku membuka pintu dan masuk kedalam Mansion, Ferrys muncul.

“Ferrys… Aku pulang….”

Ferrys mengangguk sambil tersenyup tipis. Mungkin karena ada tamu lain kali ini.

“Permisi…. Loh?? Roh Rumah??? Touya-sama!! Apa ada roh rumah disini???”

“Ya.. Persis seperti yang kau lihat….”

Dengan mata berbinar Charl perlahan mendekati Ferrys. Ferrys pun menatap Charl yang mendekatinya, lalu—— ia mengangguk.

“Ternyata memang begitu ya…”

“Ada apa Natalie?”

“Sudahlah…. Nanti aku bicarakan…. Untuk saat ini, Aku ingin ITU…”

Seakan yakin akan sesuatu, Natalie langsung menuju ke ruang makan seolah ini adalah rumahnya. Setelah aku mengantarkan Charl dan Al, aku mengatakan kepada mereka bahwa aku harus melepaskan kereta dari Kokuyou dan membawanya kekandang. Kurasa ada baiknya untuk memberikan waktu kepada mereka bertiga.

Aku keluar dari mansion dan menyimpan kereta kedalam Storage ku. Lalu aku membawa Kokuyou menuju ke kandang. Aku menempatkan pakan baru, dan kemudian mengelus-elus lembut lehernya. Setelah beberapa saat kemudian baru aku kembali ke Mansion.

“Maaf membuat kalian menunggu…”

Ketika aku masuk ke ruangan itu, aku melihat Natalie yang dipenuhi amarah, dan Charl, Al yang sedang berlinangan airmata. Sangat sulit memasuki pembicaraan mereka saat aku tidak tahu apa-apa. Jadi aku membuatkan teh untuk masing-masing orang dan meletakannya dengan lembut di hadapan mereka. Lalu aku pun duduk di kursi yang kosong.

“——Touya…. Bisakah kau…. Menyembunyikan mereka dirumah ini untuk sementara waktu???”

“…… eh?”

Hanya itu yang bisa aku katakan untuk menjawab pertanyaan yang sangat tiba-tiba ini disaat aku sama sekali tidak mengetahui situasi apa yang sedang terjadi.

 

Terima kasih telah mampir….

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 9 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

8 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 2 Chapter 9”

  1. psp06 says:

    Lanjut min

  2. Ar says:

    Dari awal baca gk pernah ada ilustrasi kenapa yah min, judul lain juga sama?

  3. Rachman says:

    Hmm ama manga ny beda y d manga ny c touya ngaku ny adik ny Natalie

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *