Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 3 Chapter 1
~~

Selamat Membaca….

“Kurasa kita akan bisa melihat kota sebentar lagi…”

Setelah mendengar kata-kata Al akupun mengangguk dan mempercepat langkah Kokuyou.

Dan ketika sampai di puncak bukit.

Apa yang aku lihat adalah kerumunan pasukan yang sedang menuju ke kota seperti kawanan semut.

“…?! Semuanya!! Kotanya mau diserang!!”

Ketiga gadis itu pun terkejut mendengar perkataanku, dan mereka pun mengeluarkan wajah mereka dari jendela kecil.

Jumlah pasukan itu mungkin ribuan, tidak, mungkin saja sekitar 10 ribu. Meskipun masih ada jarak sebelum mereka bisa sampai ke gerbang kota, namun kondisinya entah apakah kota itu mampu bertahan atau tidak sampai pasukan itu tiba.Di benteng kota Lian juga terlihat beberapa orang pasukan yang siap untuk bertahan.

Namun terlihat jelas sekali perbedaan jumlah diantara mereka. Jika pasukan itu menyerang langsung, mungkin mereka akan dapat menembus gerbang itu dalam waktu kurang dari setengah hari.

“Touya-sama !! Kota Lian nya….!?”

“Ya, aku tahu…”

Charl berteriak kepadakum namun aku bingung harus bagaimana. Apa kami bisa menghadapi pasukan sebanyak ini hanya dengan empat orang? Memang jika kami berusaha sekuat mungkin, bisa saja kami menghadapinya, tapi itu bisa jadi akan memakan korban di pihak kami juga. Energi sihirku juga tidak terlalu cukup untuk menghadapi mereka semua.

Ketika aku sedang kebingunang, aku melihat kebawah, kearah para pasukan yang terlihat akan membanjiri kota Lian. Di dekat bagian belakang pasukan itu ada sosok yang mengawasi jalannya peperangan serta mengatur strategi dan dikelilingi oleh sekitar seratus orang prajurit.

…… Disana… Kalau cuma disana….

“Kita serang…. kesama….”

Aku menunjuk pasukan yang ada dibelakang.

“Kalau begitu kotanya akan….”

“Kita tidak bisa menghadapi pasukan sebanyak itu hanya dengan empat orang…. Jadi… kita akan serang komandannya yang ada disana….”

“Semacam memenggal kepalanya dulu ya….”

“Ya benar….”

Al sedikit ragu, namun Natalie segera mengerti apa maksudku. Kami pun segera mempersiapkan segala peralatan. Aku mengeluarkan semua peralatan terbaik yang bisa kami gunakan saat ini dari dalam storage dan menyuruh ketiga gadis itu segera memakainya. Tidak pakai pilih pilih. Lalu mata Natalie pun terbelalak seolah dia sudah mengerti nilai dari semua peralatan yang aku keluarkan.

“Peralatan-peralatan ini…. Touya… kau ini…. siapa sebenarnya dirimu ini…”

“Sekarang bukan waktunya memikirkan hal itu…. Setelah kalian siap, kita akan langsung serang loh….”

Aku menurunkan posisi Kokuyou di posisi yang tidak terlihat pasukan itu dan melakukan persiapan selama kurang lebih lima menit.

“Natalie hadapi yang di sebelah kiri kereta, Charl yang di kanan…. Al tolong pegang kendali Kokuyou…. ah Kokuyou tidak perlu di kendalikan ya…. Kalau begitu aku minta kalian berdua tangani jika ada anak panah yang menuju kemari…”

“Touya-san, Bagaimana denganmu??”

“Aku… Akan menembakkan sihir dari sini…”

Tempat yang aku tunjuk adalah bagian atap kereta. Karena orang biasa tidak akan bisa menahan guncangan kecepatan Kokuyou. Aku pun membelai leher Kokuyou sambil berkata, ‘Tolong ya…. semua tergantung padamu…’

Kokuyou tampak bersemangat dan matanya bersinar seolah ia sudah tidak sabar lagi ingin menyerbu pasukan tentara yang terlihat didepan matanya.

“Kalau kalian terluka segera katakan padaku!! Serahkan pemulihan kepadaku!!”

“Iya”

“Yosh… Sudah lama aku tidak ikut berperang….. aku jadi tidak sabar…. Akan aku tunjukan pada kalian alasan aku disebut sebagai Sage of the dawn….”

Semua orang sudah siap untuk menyerang.

“Kokuyou, Aku mengandalkanmu!!”

Setelah mendengar aba-aba itu, Kokuyou mulai berlari. Secara bertahap kecepatannya pun meningkat, dan langsung melesat menuju target.

Kami melesat menuruni bukit. Karena kami berada di belakang tentara yang menuju ke Kota Lian, belum ada siapapun yang menyadari keberadaan kami.

…… Sedikit lagi….

Aku mengumpulkan energi sihir di kedua tanganku. Aku bermaksud mengeluarkan sihir yang besar, dan kemudian membuat Kokuyou melesat ditengah kebingungan para pasukan.

Sepertinya komandan pasukan belakang telah menyadari keberadaan kereta kami yang menuruni padang rerumputan, dan beberapa pasukan mulai bergerak. Terlihat mereka sedang mempersiapkan senjata mereka untuk menghadapi kami.

Perlahan lahan kami pun mulai mendekati prajurit itu.

“Biarkan aku yang menembakkan sihir pertama kali….. Aku serahkan semuanya pada kalian setelah mereka panik!”

“Baik!”

“Serahkan saja padaku!”

Para prajurit itu memang menyadari ada satu kereta yang datang dibelakang mereka. Namun mereka hanya bersiap-siap saja karena tidak tahu kereta itu adalah musuh atau bukan. Tidak ada tanda-tanda mereka akan menghampiri kami.

Dan ketika jarak antara kami sudah kurang dari 100 meter, aku menembakkan sihirku.

“Fire Storm!!”

Sebuah semburan api setinggi sekitar 20 meter menyerang para prajurit. Para prajurit pun mulai panik melihat sihir yang tiba-tiba muncul dan mereka langsung dilahap oleh api itu.

“Touya, Kau sudah bisa memakai sihir tingkat Lanjut?? Pantas kau menjadi Sage…. Aku tidak boleh kalah!”

“Wahai Api yang berkobar, atas namaku, berkumpullah!! Atas perintahku, bakar semua musuh yang ada dihadapanku!! Fire Storm!!!”

“Aku akan menyerang!!”

“Wahai para Roh api… tolong pinjamkan kekuatan padaku, dan basmi semua musuh dihadapanku!!”

Kedua gadis itu melepaskan sihir api mereka. Ditengah kepanikan ini, para tentara pasukan itu harus menerima dua serangan sihir tingkat lanjut sekaligus. Tak ada lagi jalan untuk mereka melarikan diri.

Dalam sekejap mereka langsung terbungkus oleh api dan tumbang satu persatu.

“Kokuyo! Tembus!!!”

Seakan mengerti perintahku, Kokuyou langsung menerjang dan menginjak-injak para prajurit yang tergeletak ditanah.

Dan akhirnya kami dapat melihatnya.

Sosok pemimpin pasukan ini yang mengenakan armor mewah dan memberi perintah. Hanya tinggal beberapa orang saja yang ada di sekitarnya.

Aku pun melayangkan dua puluh bola api, dan melesatkannya ke arah  tentara yang ada di sekitarnya.

“Serahkan sisanya padaku! Aku akan menangkap pemimpinnya!!”

Aku melompat dari kereta dan mengeluarkan Buster Sword milikku. Lalu aku pun berlari melewati para prajurit yang telah tergeletak akibat serangan sihir.

Tampak tiga orang prajurit yang menggunakan perisai berusaha menghalauku, namun aku menebas perisai itu hanya dengan sekali tebas.

Lalu kini hanya tinggal sang pemimpin itu sendirian yang tersisa.

“Apa-apaan kalian ini!!! Aku ini adalah—”

Aku tidak menunggu si pemimpin itu menyelesaikan kata-katanya dan langsung menendangnya. Dia pun terpental, dan ketika dia ingin bangun, aku menginjaknya dan menempelkan ujung pedangku di lehernya.

“Kau pemimpinnya kan…. Kalau kau tetap tenang, aku akan jamin hidupmu saat ini…. jika kau melawan…..”

Aku sedikit menekan ujung pedangku dan membuat goresan ringan di pipinya. Entah karena rasa sakitnya atau apa, sang pemimpin pasukan itu pun ketakutan dan langsung mengangguk berkali-kali.

“Kalau begitu, pertama-tama aku minta kau memerintahkan pasukanmu untuk mundur….”

Ketika aku memasang senyuman menyeringai diwajahku, si pemimpin pasukan itu pun menjadi berwajah gelap.

 

Terima kasih telah mampir….

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 3 Chapter 1 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

2 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 3 Chapter 1”

  1. psp06 says:

    Dg stat sama peralatan MC yg skrng, kok takut ma pasukan 10000. Bnyk perhitungan nih MC nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *