Vol.03 - Ch.10 ~

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 3 Chapter 10 di Kurozuku.

15 Aug 2021

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca...

“To-touya-sama!? Apa Anda benar Touya-sama dari Kerajaan Sarandir!!???”

Resepsionis itu melompat keluar dengan semangat, aku pun mengangguk pelan setelah agak menjauh darinya.

“Siapa saja!? Tolong panggilkan ketua Guild segera!!! Dan cepat ambilkan quest khusus!! Aku akan membawa Touya-sama ke bawah tanah…”

Para resepsionis yang tadinya terlihat menganggur itu pun segera berlarian. Ada apa ini sebenarnya??

Resepsionis yang tadi melompat ke atas meja resepsionis itu menggenggam tanganku dan langsung menarikku ke dalam. Kami menuruni tangga dengan sangat cepat,  hingga tiba di ujung dan ia membuka pintu dengan penuh semangat.

Ruangan itu sangat luas, mungkin ini adalah tempat latihan. Namun ada banyak sekali orang terluka yang berbaring di sana. Selain itu, selain manusia, ada juga banyak ras demi-human.

“ini……”

Seharusnya perang sudah berakhir beberapa waktu lalu. Sangat aneh ada banyak sekali orang terluka di saat seperti ini.

“Saya mendengar nama Touya-sama dari Pengganti Ketua Guild… Kami diperintahkan untuk segera mengajukan quest khusus untuk menyembuhkan mereka jika melihat Anda datang kemari….  Meskipun Anda dari negara lain, Anda sudah mengetahui gambaran situasi negeri ini secara garis besar kan??”

Aku pun mengangguk. Aku memang mengetahui banyak informasi ketika aku berada di Kota Lian. Saat perjalanan pun aku mendapatkan banyak informasi. Namun saat ini para demi-human sudah mengungsi ke Lian atau ke luar negeri. Aku tidak menyangka masih banyak demi-human di Ibukota ini.

“Seharusnya perang sudah selesai kan?? Kenapa masih ada banyak orang terluka di saat seperti ini?? Selain itu, bukannya para demi-human harusnya sudah melarikan diri dari kota ini??”

Resepsionis itu pun terlihat sedih, dan lama kelamaan ekspresinya semakin muram.

“Sebelum mendengar penjelasan itu, sebaiknya aku melakukan sesuatu pada orang-orang ini ya…”

Aku pun berjalan menghampiri mereka yang terluka dan terbaring di lantai. Meskipun agak sedikit terkejut, resepsionis itu berjalan mengikutiku.

“Kami juga memiliki Priest yang dapat menggunakan sihir pemulihan… Namun karena cuma sendirian, ia langsung kehabisan mana setelah mengobati beberapa orang…”

Sambil mendengarkan resepsionis itu menjelaskan, aku terus berjalan ke tengah ruangan ini. Tatapan semua orang yang masih sadar terpusat kepadaku yang merupakan orang asing ini.

“Kurasa di sini saja ya…”

Aku pun mengumpulkan mana di kedua tanganku, dan melapalkan sihir pemulihan.

“Area High Heal”

Berkas cahaya perak mengelilingiku hingga radius 20 meter. Semua orang yang tersadar sangat terkejut dengan kejadian ini. Cahaya itu terus bertahan sampai sekitar satu menit. Dan setelah cahaya itu menghilang, terdengar gema suara orang-orang itu terkejut.

“Ooooh… lukaku sudah sembuh!!”

“Hah? itu benar …”

“Sangat sulit dipercaya…”

Aku mengabaikan orang-orang itu, dan segera berpindah ke tempat selanjutnya, lalu mengulangi sihir pemulihan itu. Setelah 6 kali menggunakan sihir pemulihan area, aku berhasil menyembuhkan semua orang. Setelah memastikan bahwa semua orang sudah mendapatkan perawatan, aku pun menoleh ke arah resepsionis yang mulutnya sedang menganga.

“Eh, eh, itu… mustahil…. sihir tingkat tinggi dengan jangkauan luas??? Dan dilakukan berkali-kali….”

Sebenarnya aku berpikir bahwa menyembunyikan identitasku dengan menyembuhkan mereka berkali-kali lalu berpura-pura kehabisan mana adalah langkah yang tepat. Namun aku tidak bisa melakukan itu.

Kenyataan bahwa ras demi-human dan ras manusia itu mendapatkan luka yang sama beratnya adalah bukti bahwa mereka ini tidak terhubung dengan Kerajaan Generate. Pasti mereka mendapatkan luka itu setelah melakukan sesuatu. Terlebih melihat kenyataan bahwa guild petualang menyembunyikan mereka, maka itu berarti guild petualang kota ini masih mengharapkan bantuan dari Kekaisaran Lunette.

“Dengan ini semuanya sudah selesai di obati… Apa questnya sudah selesai? Tolong berikan penjelasannya…”

Meskipun sedang sangat terkejut, resepsionis itu mengangguk dengan cepat menanggapi pertanyaanku.

“Ini cukup…. Saya akan menjelaskan semuanya termasuk tentang hadiahnya, jadi bisakah Anda ikut saya? Pengganti Ketua Guild akan berbicara dengan Anda…”

Aku mendengar banyak ucapan terima kasih dari para petualang yang sembuh itu, namun aku hanya melambaikan tangan ke arah mereka dan meninggalkan tempat latihan itu.

Aku di bawa menuju ke sebuah ruangan khusus yang terlihat sedikit mewah.

“Mohon tunggu sebentar… Saya akan memanggilkan Pengganti Ketua Guild…”

Resepsionis itu segera pergi setelah menunangkan teh dan meletakkannya di hadapanku.

“Padahal aku tidak ingin menarik perhatian…. Apa yang harus aku katakan pada Alice nanti ya…”

Dari sudut pandang manapun, sudah jelas bahwa aku telah melanggar peringatan keras untuk tidak terlihat menonjol, Namun setelah melihat pemandangan tragis itu, aku tidak punya pilihan lain.

Beberapa menit kemudian, terdengar suara pintu diketuk dan resepsionis itu kembali bersama dengan seorang pria berusia sekitar 40 tahunan dengan janggut yang rapi.

Mungkin pria itu adalah petualang, tatapan matanya cukup tajam, dan tubuhnya sangat terlatih. Setelah pria itu duduk di hadapanku, mata kami saling menatap.

Beberapa detik kemudian, sambil tetap saling menatap, pria itu tersenyum.

“Aku sudah dengar dari resepsionis ini… Aku mengucapkan terima kasih telah menyelamatkan guild ini dari krisis…”

“Tidak masalah.. lagi pula itu adalah quest untukku sebagai seorang priest..”

Aku menjawab ringan, dan pria itu pun tersenyum.

“Aku belum memperkenalkan diri ya… Aku adalah Wakil ketua Guild petualang di Ibukota ini…. Namaku Grucia. Karena ketua guild kami adalah seorang bangsawan, saat ini ia ditangkap oleh Kerajaan Generate dan telah di eksekusi…. Karena itu aku bertugas sebagai  penggantinya…”

“Aku adalah Touya, petualang peringkat B dari cabang kota Fendy di Kerajaan Sarandir… Jobku adalah seorang Priest….”

Untuk berjaga-jaga, aku meletakkan kartu guild milikku di atas meja sebagai bukti identitas. Ketua guild mengambil kartu itu dan sesaat kemudian ia berbisik kepada si Resepsionis dan menyerahkan kartu itu padanya.

“Izinkan aku memperlakukan semua ini sebagai quest langsung dari guild… Mohon tunggu sebentar… Sambil menunggu, bagaimana jika kita mengobrol sebentar?”

Akan merepotkan kalau aku harus menceritakan rincian tentang diriku, namun aku sedikit penasaran dengan luka para petualang yang ada di tempat latihan tadi.

“Kau pasti sudah melihat pemandangan tragis di sana kan… Pertama-tama aku akan mulai dari menjelaskan penyebabnya dulu…”

Meskipun guild mendapatkan beberapa dana dari pemerintah setempat, namun mereka berada dalam posisi yang netral. Seharusnya keikutsertaan petualang dalam medan perang merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak akan ada paksaan. Namun Kekaisaran Lunette ini menjunjung tinggi kerja sama antar ras manusia dan ras demi-human. Sedangkan Kerajaan Generate adalah negara yang memuliakan ras manusia, dan menganggap ras demi-human tak lebih dari sekedar budak.

Karena guild di Ibukota Kekaisaran Lunette ini memiliki banyak petualang demi-human, meskipun tidak secara frontal di deklarasikan, namun banyak orang yang memberikan supportnya agar Kekaisaran menang dalam perang. Namun, keberadaan sosok Hero itu sungguh tidak terduga, dan pada akhirnya Ibukota Kekaisaran Lunette pun jatuh ke tangan Kerajaan Generate.

Ibukota Kekaisaran ini memiliki warga demi human yang banyak, dan tidak semua dari mereka dapat melarikan diri dari Ibukota. Sebagian dari mereka bersembunyi di beberapa fasilitas, ruang bawah tanah, atau bahkan di tempat kumuh agar tidak ditemukan. Namun entah dari mana informasinya bocor, para penduduk ras demi-human yang bersembunyi di wilayah kumuh ketahuan, dan mendapatkan serangan dari para prajurit Kerajaan Generate.

Meskipun para warga berhasil melarikan diri karena para petualang yang mengawal mereka menahan pasukan itu, namun hasilnya guild kehilangan banyak petualang dan banyak orang yang terluka. Semua ini terjadi beberapa hari yang lalu.

Ketika Grucia ingin melanjutkan penjelasannya, aku menghentikannya dengan tanganku.

“Apa tidak masalah memberitahuku semua informasi ini?? Bisa saja aku ini adalah kaki tangan Kerajaan Generate kan?? Selain itu, kenapa resepsionis tadi bisa tahu namaku??”

Tiba-tiba Grucia tertawa terbahak-bahak setelah mendengar perkataanku.

“Touya,.. Adalah kaki tangan Kerajaan Generatte??? Mana mungkin…. Kalau kau adalah kaki tangan mereka, untuk apa kau membunuh utusan dari Kerajaan Generate yang datang ke Kerajaan Sarandir??”

Sesuai dugaanku, informasi itu sudah tersebar ya…..

Aku dapat merasakan tubuhku menjadi tegang, namun Grucia masih saja tertawa.

“Tenang saja… Meskipun mungkin informasi itu sudah tersebar di Kerajaan Sarandir, namun semua informasi dari luar negeri yang masuk ke Kekaisaran Lunette harus melalui kota ini dulu… dan karena situasi ini, aliran informasi itu terhenti sampai disini dan belum menyebar luas… Jadi kau tidak perlu khawatir….”

“… Sepertinya memang informasi itu sudah sampai sini ya…”

“Tentu…. Aku dapat informasi dari guild pusat Kerajaan Sarandir bahwa katanya ada penjahat yang membunuh bangsawan kerajaan Generate…. Kalau dari sudut pandangku justru ini adalah berita yang menyegarkan…Aku bersyukur setelah mendengar berita bangsawan Kerajaan Generate dibunuh oleh seorang petualang”

Apa itu artinya aku akan aman berada di Kekaisaran Lunette ini? Untung saja aku mengetahui informasi ini.

Sesaat kemudian pintu diketuk, dan si resepsionis pun kembali masuk ke dalam ruangan.

“Maaf membuat Anda menunggu…”

Ia membawa sebuah nampan yang berisi sebuah kantong, kartu guild, dan sebuah amplop.

“Touya…. Hadiah misi kali ini adalah dua koin emas…. Sebenarnya aku ingin memberikan lebih, namun situasinya seperti ini…. Saat ini kami tidak mendapatkan uang dari Kerajaan Generate, jadi mohon terimalah…Sebagai gantinya… ya kurasa kau akan mengerti jika melihatnya….”

Aku pun mengambil kartu guild, dan melihatnya. Warnanya telah berubah menjadi warna emas, dan tertulis di sana [Peringkat A].

“…Apa tidak masalah mengubah peringkatku semudah itu hanya dengan misi seperti ini??”

“Ya.. pada kenyataannya saat ini akulah pemimpin guild ini…. meskipun ini tidak resmi, setidaknya aku akan berbuat semauku sampai ada Ketua Guild baru…”

“Lalu amplop ini apa?”

Aku pun menatap amplop yang tak tertulis alamat di atasnya.

“Ini adalah surat dari wakil ketua guild Fendy, Ebrand… Aku dan dia adalah teman lama… dan dia menyampaikan salam jika Touya datang ke tempat ini… Kau telah melakukan kekacauan itu, kemungkinan besar kau akan datang ke negeri ini…”

Ebrand ya… Orang yang selalu melindungiku selama di kota Fendy. Sambil mengenang tentang orang itu, aku pun membuka amplop itu. Di sana tertulis tentang kekhawatirannya tentang diriku, Charl dan Al. Aku sangat berterima kasih atas kebaikan orang itu. Aku pun memasukkan kembali  surat ke dalam amplop dan memasukkannya ke dalam saku.

Tanpa sadar aku sudah cukup lama berada di guild ini, dan aku pun memutuskan untuk berpamitan. Alice pasti akan khawatir jika aku terlambat kembali ke penginapan.

“Untuk sementara aku akan berada di kota ini… Aku tidak tahu apakah bisa mampir kemari tiap hari, namun aku akan usahakan untuk bisa mampir…”

“Aku sangat bersyukur jika kau mau melakukan itu…. Beritahu aku di mana kau menginap…. agar aku bisa menghubungimu dalam keadaan darurat…”

Aku pun memberitahu nama penginapan tempatku menginap. Setelah itu aku meninggalkan guild dan berjalan santai kembali ke penginapan. Sesampainya aku di sana, Alice sudah kembali.

“Touya, lama sekali kau pergi… Apa terjadi sesuatu??”

Karena tidak perlu dirahasiakan, jadi aku menjelaskan semua kejadian yang terjadi di guild petualang secara rinci. Alice sedikit sedih mendengarnya, namun pada akhirnya ia kembali ceria.

“Hm.. Kurasa tidak masalah…. Jika itu Grucia maka tidak akan masalah..”

Aku pun lega ketika mendengar ia mengatakan itu. Namun perkataan Alice masih ada kelanjutannya.

“Aku tahu kali ini tidak ada pilihan lain… tapi usahakan untuk tidak menarik perhatian ya…. Sihir Touya itu benar-benar di luar nalar loh…”

Sebenarnya aku juga menyadari itu. Aku sama sekali tidak merasakan apa-apa setelah menggunakan sihir tingkat tinggi sebanyak itu. Apa lagi katanya priest yang ada di guild itu langsung kehabisan mana setelah mengobati beberapa orang saja. Aku mengerti mungkin ini adalah karakteristik dari seorang Sage yang merupakan job tingkat tinggi.

“Aku ingin kamu tetap tenang sampai operasi penyelamatan dimulai…”

“Benar apa katamu…. Aku juga akan berusaha sebisa mungkin untuk tetap tenang…”

Aku pun mengeluarkan dua buah gelas dan satu buah botol dari dalam Storage dan menuangkan isinya ke dalam gelas.

“Mari kita bersulang untuk berdoa kesuksesan operasi ini…”

“Boleh juga…. Aku minta segelas….”

Setelah bersulang aku pun menuangkan isi gelas ke dalam tenggorokanku.

Hari-hari pun berlanjut hingga tiba saatnya untuk melakukan operasi penyelinapan ke Istana.

Terimakasih telah berkunjung

Comments

2 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 3 Chapter 10”

  1. Ranvel says:

    d tunggu lanjutan ny min

  2. T. says:

    Maseki kapan min,penasaran cerita nya aku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *