Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 3 Chapter 2
~~

Selamat Membaca….

Aku menyuruh pria itu bangun dengan pedangku yang masih menempel di lehernya. Pria itu pun bangkit dengan tubuh gemetaran.

“Memangnya menurumu aku ini siapa!!! Aku adalah Marquis Vanette von Gargina dari Generate Kingdom!!!”

Aku hanya tersenyum melihat orang bernama Vanette ini berlagak sok kuat.

‥…Sepertinya aku mendapatkan sandera yang cukup bagus. Jujur dalam benakku hanya itu yang terlintas. Dari apa yang aku pelajari dari Charl dan yang lainnya aku bisa memahami sedikit hal tentang peringkat bangsawan. Dan aku tahu bahwa Marquis ini termasuk kedalam bangsawan kelas atas.

“….. Kalau begitu kalau tuan yang hebat ini memerintahkan pasukannya pasti mereka akan langsung mundur kan?? Yahh kalau tidak bisa juga kalian cuma akan menjadi lebih akrab dengan teman kalian yang tergeletak di tanah itu…”

Vanette pun menjadi tegang setelah mendengar perkataanku.

“Ba-baik….. Aku akan menyuruh mereka mundur!! Jadi tolong… ampuni nyawaku…..”

Aku mengeluarkan tali dan menyerahkannya kepada Al. Lalu aku memintanya untuk mengikat Vanette dengan tangan dibelakang.

“Touya-san…. Sudah selesai…!”

Aku pun mengangguk dan menatap para prajurit lainnnya yang menuju ke kota. Sekitar 100 orang datang kearah kami, mungkin itu adalah pasukan paling belakang yang menyadari penyerangan kami.

Aku berjalan kearah mereka dan mengeluarkan sihirku untuk menahan mereka.

“Berhenti di situ!! Lihat pimpinan kalian ini!! Kalau kalian berani macam-macam, aku pastikan kepalanya akan terbang!!”

Aku berteriak dengan pedang tetap berada di leher pria itu. Para prajurit itu tetap mengangkat senjata mereka, namun mereka berhenti melangkah dan hanya menunggu dan melihat situasinya.

“Hei! Kalian! Suruh seluruh prajurit mundur!! Nyaawaku jadi taruhannya!!”

Setelah mendengar perkataan Vanette salah seorang prajurit mengeluarkan sebuah peluit dan meniupnya. Mungkin itu adalah tanda untuk mundur bagi mereka. Para prajurit yang menuju ke kota pun menghentikan langkah mereka dan berbalik ke belakang.

Kami pun naik ke kereta. Aku menyerahkan kendali kereta pada Al, dan aku naik ke tempat kusir sambil tetap menempelkan pedangku ke leher Vanette. Untuk berjaga-jaga aku menyuruh Charl dan Natalie masuk ke gerbong kereta.

Dan perlahan-lahan kereta kami pun bergerak melintasi para prajurit. Sesuai dengan apa yang kami harapkan, para prajurit itu tidak bisa bergerak jika pemimpin pasukan mereka di sandera.

“Hei, beri instruksi pada pasukanmu untuk mundur!”

Aku pun menekan pedangku yang mengenai lehernya, dia pun mengangguk dan segera berteriak untuk membuat pasukannya mundur.

“Kalian semua!! Mundur untuk sementara!! Nyawaku jadi taruhannya!!!”

“Benar apa yang dikatakan pria ini… Kalau kalian berani berbuat macam-macam….”

Aku membuat pose memotong leher dengan menggunakan tanganku, dan itu membuat wajah Vanette menjadi pucat. Ketika kereta ini mulai berjalan perlahan, prajurit itu segera sedikit menjauh sehingga jalan terbuka.

Kami pun berjalan perlahan menuju ke benteng kota melalui jalan yang telah terbuka itu. Kemudian setelah kami melewati pasukan terdepan, aku memberikan perintah kepada Vanette.

“Untuk sementara, bisakah aku minta kau memulangkan pasukanmu ini? Tidak mungkin kan kalian masih ingin berperang setelah jadi seperti ini? Apa tidak ada orang yang bisa jadi pembawa pesan??”

“Pe-pembantuku… semua sudah kau kalahkan kan….”

“Benar juga ya…..  tapi diantara para prajurit itu juga ada komandannya kan? Panggil saja dia…”

“Mugugu…Baik…. Hei!! Panggil Komandan Besar Pasukan kemari!”

Para prajurit mulai bergerak dengan tergesa-gesa setelah mendengar instruksi dari Vanette. Sesaat kemudian seorang prajurit dengan badan yang terlihat lebih besar dari yang lainnya, dan pakaiannya pun cukup mewah muncul kedepan.

“—Tuan, apa Anda memanggil saya….. Saya adalah Garda, Komandan Besar Pasukan ini…”

Dengan penuh rasa takut, Vanette memberikan instruksi kepada Garda yang berlutut di lokasi yang agak jauh di hadapannya.

“Suruh Pasukan ini kembali ke base camp!! Dan mintalah instruksi dari Yang Mulia!”

“Siap Laksanakan!”

Suara Garda membuat para pasukan mundur. Ketika aku memandangi para prajurit yang secara bertahap semakin menjauh itu, aku bisa mendengar suara sorak-sorai dari arah benteng kota.

Saat para tentara sudah tak terlihat lagi, Vanette pun menghela nafas lega.

“Ini sudah cukup kan….. Kau akan melepaskanku kan….. tentunya….”

“Mana mungkin kan?? Coba pikir dengan rasional??”

“Apa!? Perjanjiannya tidak begini kan!!”

“Tidak, dari awal tidak ada yang bilang akan melepaskanmu loh… Kalau pakai akal sehat, kalau aku melepaskanmu pasti kalian akan kembali datang menyerang kan?? Untuk sementara ini kau adalah sandera kami….”

Aku mengabaikan Vanette yang kehilangan semangatnya karena kecewa atas perkataanku, aku meminta Al untuk membawa kami menuju ke gerbang.

Ketika kami mendekati gerbang, salah seorang pria berteriak dari atas benteng dengan pasukan yang siap melepaskan panahnya.

“Kalian ini siapa!!?”

Aku pun melirik ke arah Al. Dia pun berdiri dan segera menjawab pertanyaan pria di atas benteng itu.

“Ini aku!! Altria von Milda!! Puteri dari Garette von Milda!!! Kami membawa Tuan Puteri Charlotte!!”

Setelah mendengar perkataan Al, suara sorak-sorai bergema. Pria diatas benteng itu beserta pasukannya pun terkejut. Begitupun juga Vanette, dia ikut terkejut.

“Tuan Puteri katamu!? Segera bukakan gerbangnya!!! Mohon tunggu sebentar…”

Setelah menunggu beberapa menit, perlahan-lahan gerbang kota mulai terbuka. Dan ketika gerbangnya telah terbuka sempurna, aku memberi aba-aba kepada Kokuyou untuk maju. Kami pun perlahan-lahan melewati gerbang.

Saat kami memasuki gerbang, terlihat banyak pasukan yang sudah siap untuk bertempur di sana. Lalu kemudian, pintu kereta pun terbuka, dan Charl yang mengenakan jubah putih berhiaskan warna emas pun turun.

Para prajurit yang menyaksikan kemunculan Charl itu segera melepaskan senjata mereka dan berlutut dengan satu kaki dan menundukkan kepala mereka.

 

Terima kasih telah mampir….

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 3 Chapter 2 Chapter . Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

3 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 3 Chapter 2”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *