Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 3 Chapter 4
~Perkataan yang Tidak Perlu~

Selamat Membaca….

Kita putar waktunya sedikit.

Dengan panduan dari para pelayan, kami tiba di ruang tamu besar.

Kami pun duduk berdampingan, dan pelayan pun menyuguhkan teh dihadapan kami semua. Mereka pun meninggalkan ruangan setelah membungkuk hormat.

Aku mengambil cangkir tehku dan kemudian menghela nafas lega setelah mencicipi tehku.

…..Aku tidak menyangka ternyata Al adalah puteri bangsawan  sehebat ini ya. Namun, Charl juga adalah tuan puteri, sedangkan Natalie penyihir istana yang cukup ternama disini, ditambah Al yang merupakan cucu walikota dan seorang Royal Knight.

Kenapa aku bisa berada di tempat seperti ini ya? Bagaimana pun aku memikirkannya, ini aneh kan?

Ketika aku sedang sibuk memikirkan hal seperti itu, pintu ruangan ini terbuka, dan kemudian si kakek dan sang kakak pun masuk.

Ketika aku ingin berdiri dan memberikan hormat, pria tua itu menghentikanku dengan lambaian tangannya dan kemudian mereka berdua duduk di hadapan kami.

“Pertama-tama, aku sudah mendapatkan informasi tentang mundurnya pasukan musuh, aku benar-benar mengucapkan terima kasih dari lubuk hatiku…. Namaku adalah Gauros von Milda yang memerintah kota ini…. dan di sebelahku ini adalah Raul, dia cucuku yang juga merupakan kakaknya Altria…”

“Nama saya Raul von Milda….”

“Aku Touya…. Seorang petualang…”

Aku pun membungkukkan kepalaku di hadapan mereka. Disebelahku duduk si Natalie yang dengan enaknya memakan camilan dan tidak memedulikan diriku yang sedang gugup.

“Gauros, lama tidak jumpa ya…. Masih hidup kau ternyata ya…”

“Aku kembalikan perkataan itu pada Anda, Sage-dono….. Anda masih sama seperti biasanya….”

Benar dugaanku bahwa Natalie sepertinya memang lebih tua daripada Gauros yang ada di hadapan kami ini. Meskipun dia hanya terlihat seperti Loli dari sudut manapun aku melihatnya.

“Tuan Puteri, saya senang Anda baik-baik saja…. Ibukota saat ini sudah dikuasai dan aku tidak mendapatkan informasi rincinya…. Bisakah Anda menceritakan kronologis yang terjadi di sana??”

Charl mengangguk, dan kemudian mulai menjelaskan kisahnya melarikan diri dari Ibukota Kekaisaran. Ketika mendengar bahwa Garette sang Ketua Royal Knight telah dikalahkan Gauros terlihat menjadi berwajah suram.

Lalu ia menceritakan bahwa dia melarikan diri dari Ibukota bersama para pengawal, berkelana dihutan, sampai dengan pertemuan denganku di desa para Orc dan mengungsi sementara di Kota Fendy di Sarandire Kingdom.

Disana mereka bertemu dengan Natalie dan tinggal bersama di mansionku. Kemudian ia juga menceritakan tentang pasukan pengejar dari Generate Kingdom di kota Fendy. Dan setelah mengusir mereka semua, kami menyusuri hutan dan menuju kembali ke Lunnet Empire.

Dan saat kami melintasi bukit, kami melihat pasukan tentara dari Generate Kingdom tengah menyerang kota ini, dan kemi pun mengalahkan pemimpin pasukannya.

“……Begitu ya…. Hanya ada rasa terima kasih yang bisa aku ungkapkan untuk Touya-dono…. Bukan hanya Tuan Puteri, cucuku juga telah merepotkan Anda…. aku berhutang padamu….”

Mengikuti Gauros yang menundukkan kepalanya, Raul juga menundukkan kepalanya.

“Tidak, aku hanya tidak bisa menelantarkan mereka saja….”

“Tetap saja, Anda sudah membuang kehidupan damai Anda dan membantu tuan puteri dan kelompoknya datang kemari… Jika Anda berkenan, aku akan memberikan rumah kosong yang ada di wilayahku…. Dengan itu aku harap Anda bisa sedikit bersantai…”

“Terima kasih, tapi kalau bisa…..”

Sejujurnya aku lebih nyaman tinggal di mansionku yang ada dikota Fendy daripada harus menerima rumah biasa.

“Bisakah Anda meminjamkanku lahan kosong saja? Aku sangat bersyukur jika Anda bisa memberikanku ruang untuk sekedar membangun kandang….”

“Apa Anda cukup dengan lahan kosong saja? Kalau cuma itu ada banyak sekali tempat… Nanti akan aku antarkan kesana…. Tapi, sepertinya Anda adalah petualang tingkat tinggi ya karena bisa sampai menjinakkan Battle Horse….”

“Tidak kok, aku adalah petualang peringkat B biasa….”

“Kakek! Touya-san ini adalah orang yang sangat kuat loh!!  Meskipun penampilannya seperti seorang penyihir begini dia bisa menggunakan pedang dan menghadapi sepuluh orang tentara Generate Kingdom dengan sangat mudahnya…. Kurasa bahkan jika kita berdua berpasangan melawannya tidak akan bisa sebanding dengannya….”

Gauros pun terbelalak setelah mendengar perkataan Al.

“Sampai sejauh itu ya….. Meskipun masih muda, Altria cukup hebat….. kalau tidak dia tidak akan menjadi Royal Kngiht….”

“Ditambah lagi… Kekuatan sihirnya mungkin lebih tinggi dariku…. Dia bahkan bisa menggunakan sihir tingkat tinggi dan seganas itu tanpa rapalan…. Sampai-sampai aku benar-benar tidak percaya…..”

“Apa!? Bahkan lebih dari Sage-dono!?”

Gauros terlihat jauh lebih terkejut dibandingkan sebelumnya. Sosok Natalie yang telah berada di puncak sebagai penyihir Istana di Lunnet Empire selama beberapa dekade ini tiba-tiba mengatakan ada yang lebih kuat dari dirinya. Wajar saja jika pria itu menjadi sangat terkejut. Tapi aku jadi sulit kalau terlalu di ekspos begini.

“Tidak kok, selalu ada batasan yang bisa dilakukan jika aku sendirian….”

Aku berusaha mengatakan itu dengan rendah hati, namun tidak ada seorangpun yang mendengarkannya.

Gauros terlihat terkejut, sedangkan Raul yang berada di sampingnya terlihat berbinar.

“――― Dan rencananya beliau akan menjadi suamiku di masa depan….”

Perkataan Charl membuat ekspresi semua orang menjadi tengang. Dan tatapan lembut Gauros yang sejak tadi ia pancarkan kini menghilang, dan menatap kearahku.

“… Touya-dono…. Apa Anda mengerti apa maksudnya? Jika Anda bersama dengan tuan Puteri….”

“Tidak, tidak… itu masih belum diputuskan kok, hanya mereka saja yang seenaknya berkata begitu…..”

“…Hm?? Mereka???”

“Oh, Kakek, aku juga akan menikah dengan Touya-san….”

“A-a…apa katamu tadi??? Altria…. juga…”

Secara bertahap tatapan mata pria tua itu menjadi kasar dan dipenuhi aura membunuh.

Tidak, tolong biarkan aku beristirahat.

Kakek-kakek ini…. dia sepertinya bisa membunuh orang hanya dengan tatapannya saja….

Dan bom terakhir pun meledak.

“Aku juga memutuskan untuk menikah dengan Touya….. Lagipula kami ini cukup akrab sampai sudah tidur bersama….”

Natalie memberikan serangan terakhir.

“….. Ti-tidur bersama….. bertiga….. sekaligus….. Touya!!! Keluar ke lapangan!!!!”

Gauros yang berwajah merah itu berteriak sambil berdiri dan menggebrak meja.

 

Terima kasih telah mampir….

Anda telah membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Chapter Vol.03 - Ch.04. Jadikan Kurozuku sebagai website favorit anda.

Comments

5 responses to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 3 Chapter 4”

  1. Siotong says:

    Bad luck touya

  2. psp06 says:

    Apes bgt ni touya 🤣

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *