Vol.03 - Ch.08 ~ Pedagang, Alice

Anda sedang membaca Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 3 Chapter 8 di Kurozuku.

12 Aug 2021

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca...

Guild berlokasi di tempat yang cukup mudah untuk ditemukan. Aku berjalan sambil memperhatikan suasana di sekitar, sepertinya memang suara-suara para pedagang lebih pelan dari kondisi normal.

Ketika aku sibuk memikirkan hal ini, aku pun sampai di guild dan membuka pintunya. Dan ternyata di dalam sangat sunyi.

“Aku penasaran apa ini masih disebut guild ya…”

Memang benar bahwa jam sibuk guild itu biasanya adalah saat petualang mengambil quest di pagi hari dan saat petualang melapor hasil quest di sore hari. Tapi biasanya masih ada sedikit keramaian di siang hari seperti ini.

Aku pun menghampiri resepsionis yang kelihatannya sedang menganggur dan terlihat seperti sedang mengkhayal. Ketika aku menyapanya ia pun terkejut.

“Mau-mohon maaf… Selamat datang di guild petualang cabang kota Torres… Ada perlu apa hari ini?”

“Ah, aku berencana pergi ke Ibukota, tapi ternyata kondisinya seperti ini… jadi aku ingin tanya apa ada informasi tentang ibukota…”

Aku mengatakan itu sambil meletakan kartu guild-ku di atas meja, dan resepsionis itu pun terkejut setelah melihatnya.

“Peringkat B?? Mau-mohon maaf atas ketidaksopanan ssaya… terkait informasi Ibukota… kami tidak memiliki banyak informasi tentang itu…”

Resepsionis itu menunjukkan ekspresi wajah yang agak sedih. Sesuai dugaan, informasinya tidak akan banyak berguna.

“Begitu ya… Baiklah…. Lagipula aku akan berkunjung ke sana besok—”

“Saat ini pemeriksaan untuk bisa masuk ke Ibukota sangatlah ketat…. Ah!! Ngomong-ngomong ada satu quest pengawalan ke Ibukota…. Apa Anda mau menerimanya? Tidak ada siapapun yang ingin menerima quest ini….”

Sebenarnya aku tidak terlalu ingin terlibat dengan orang lain karena aku bermaksud untuk menyelinap masuk ke Ibukota. Namun jika pemeriksaan di sana ketat, maka akan mencurigakan jika seorang petualang datang sendirian.

Maka dari itu, kurasa ada baiknya juga jika aku ikut masuk bersama orang lain sebagai pengawal. Lagi pula aku juga tidak mungkin mengeluarkan Kokuyou. Jadi mungkin pilihan ini adalah pilihan yang tepat….

“Kalau bisa berangkat besok, aku bisa menerima quest itu… Tapi kalau keberangkatannya masih lama maka—”

“Tidak, kliennya meminta untuk sesegera mungkin berangkat…. Jika Anda berkenan menerimanya, bisakah Anda datang ke guild besok pagi??”

“Baiklah…. Aku terima…”

“Terima kasih… Sejujurnya kami pihak guild sangat berterima kasih… Karena sampai saat ini tidak ada yang ingin menerimanya…”

Aku mengambil lembaran questnya lalu kemudian keluar dari guild dan menuju ke pasar. Meskipun agak sepi, masih ada toko-toko dan lapak yang menjajakan produknya, jadi aku pun membeli beberapa barang yang aku butuhkan. Lagi pula aku tidak akan kerepotan seberapa banyak makanan yang aku beli.

“Sebaiknya sekarang aku bersantai hari ini ya…”

Saat senja, aku pun  kembali ke penginapan. Setelah selesai makan malam, aku pun segera tidur.

◇◇◇

Pagi-pagi sekali aku melakukan check-out, dan segera menuju ke guild. Disana sudah ada satu kereta kuda yang terparkir di halaman. Apakah itu keretanya ya…

Aku pun mengeluarkan lembaran quest ku dan mendekati kereta kuda itu.

“…Aku menerima quest pengawalan dari guild, apa benar ini keretanya?”

Orang bertudung yang duduk di tempat kusir pun berbalik dan melepaskan tudungnya.

“Ah, jadi kau yang menerima questnya ya!! Namaku Alice… Sebenarnya aku dalam perjalanan dari Kerajaan Sarandir ke Ibukota Kekaisaran, tapi para pengawalku mengundurkan diri di tengah jalan…”

“Aku Touya… Aku petualang dari kota Fendy di Kerajaan Sarandir… Saat ini aku sedang beraktivitas di sini…..”

Alice tersenyum dengan senyum lebar ketika dia mengetahui bahwa kami berasal dari kerajaan yang sama.

“Kita dari satu Kerajaan ya… Aku juga sering kali melintasi kota Fendy… Baiklah, mohon kerja samanya sampai ke Ibukota…”

Alice pun turun dari tempat kusir dan mengulurkan tangannya dan kam pun berjabat tangan.

“Kalau begitu, naiklah ke tempat kusir… Aku yang akan mengendalikan kudanya jadi duduklah di sampingku dan awasi—tidak mengobrollah denganku….”

“Baik.. tapi aku tetap akan melakukan pengawasan kok…”

Aku pun naik ke tempat kusir dan kereta pun mulai berjalan.

Mungkin karena banyak prajurit yang berpatroli sepanjang jalan menuju Ibukota, kami tidak bertemu dengan monster sama-sekali. Katanya butuh waktu dua hari untuk sampai ke sana, namun aku sudah bertemu dengan beberapa peleton prajurit kerajaan Generate yang berkemah.

Mungkin mereka tahu bahwa kami ini pedagang, jadi mereka hanya terus menatapi kami tanpa menghentikan kami, sehingga kami dapat sampai di Ibukota dengan lancar.

“Acha… Ternyata benar akan memakan waktu lama ya…”

“Mau bagaimana lagi… Mari kita ikut berbaris…”

Di gerbang Ibukota terlihat banyak kereta yang berbaris untuk menunggu giliran pemeriksaan. Sepertinya pemeriksaan ini akan butuh waktu lama. Apa boleh buat, jika penjagaan kota yang baru saja di duduki itu longgar, maka pemberontak akan mudah masuk. Jadi kami memutuskan untuk berbaris di paling belakang barisan itu.

Dalam perjalanan ke Ibukota, aku berhasil mendapatkan sedikit informasi terkait Ibukota hasil percakapanku dengan Alice. Katanya ada penginapan yang sangat ia rekomendasikan, jadi aku berencana untuk menginap di sana.

Gauros mengatakan jika aku bisa masuk ke dalam ibukota, katanya akan ada orang yang mendatangiku nantinya, jadi tidak ada masalah.

“Cepat! Selanjutnya!!”

Akhirnya giliran kami pun tiba. Setelah menunggu hampir sekitar tiga jam, akhirnya kami bisa sampai di depan gerbang kota. Aku pun diperintahkan untuk turun dan seseorang memeriksa isi kargo yang ada di belakang.

“Apa kalian berdua dari Kerajaan Sarandir?”

Aku menunjukkan lembaran quest dan juga kartu guild milikku. Setelah memeriksa peringkatku, penjaga itu agak terkejut. Mungkin karena aku merupakan peringkat B di usia semuda ini.

Setelah mereka mengembalikan lembaran quest dan kartu guild-ku aku pun segera menyimpannya kembali.

“Oke, kalian boleh masuk…”

Pemeriksaan selesai, dan Alice pun menjalankan kereta.

“Wahh… tadi itu ketat sekali ya…. Aku tidak menyangka akan butuh waktu selama itu untuk masuk saja…”

Alice terlihat sedikit kelelahan namun ia tetap tersenyum. Aku pun mengangguk.

“Mari kita menuju ke penginapan terlebih dahulu… Lokasinya dekat dengan guild dan makanannya cukup enak… Jadi nikmatilah…”

“Ya… Lagi pula aku tidak punya tujuan khusus sih… Jadi aku putuskan untuk menginap di sana….”

Masih ada cukup banyak uang di dalam Storage ku, jadi tidak masalah jika penginapan itu harganya sedikit mahal. Jika memungkinkan, aku ingin penginapan yang memiliki kamar mandi pribadi. Tapi sepertinya aku tidak bisa terlalu berharap

Setelah beberapa lama kereta berjalan, Alice pun memarkirkan kereta kuda di depan sebuah penginapan.

“Ini penginapannya…. Setelah check-in aku akan menandatangani lembar questnya di kamar ya…”

“Ya… tidak masalah…”

Kami pun masuk ke dalam penginapan. Alice pun melambaikan tangan dan menyapa seorang wanita berusia 30 tahunan yang ada di meja resepsionis.

“Aku datang~~ Ada kamar kosong?? Dua kamar ya…”

“Oh, Alice-chan. Lama sekali tidak kelihatan!! Kamu bisa sampai ke Ibukota dengan selamat ya… Syukurlah…”

“Yeah… begitulah… Touya-san ini mengawalku sampai ke sini…. Dan dia bilang juga ingin menginap di tempat ini…”

Resepsionis menatapku dengan agak curiga, namun ia segera melonggarkan pengawasannya setelah mendengar penjelasan Alice.

“Ternyata kenalannya Alice ya… Maaf karena kondisinya seperti ini, harganya agak naik, tidak masalah? Sehari satu koin perak…”

“Waduh…. Naiknya sebanyak itu ya…”

“Iya… Pajaknya berlipat ganda di sini… Apa lagi prajurit itu juga menarik pajak pasca perang atau apalah itu namanya berkali-kali…”

Ekspresi mereka berdua terlihat agak suram, namun beberapa saat kemudian Alice kembali tersenyum ceria.

“Mau bagaimana lagi! Sebagai gantinya aku akan menantikan makanan yang sangat lezat nanti ya!!”

“Tentu saja!! Aku akan membuat hidangan yang tidak akan membuatmu menyesal!”

Aku pun ikut tersenyum mendengar percakapan mereka berdua.

Meskipun harganya lebih mahal dari penginapan lain, tapi apa boleh buat karena ini adalah ibukota yang baru saja ‘terjajah’.

“Kamarnya ada di lantai dua… Kamarnya bersebelahan, Jadi Alice-chan bisa mengantarkannya kan?”

“Tentu saja… Ikuti aku Touya…”

Aku pun memberikan dua koin perak untuk menginap selama dua malam, dan segera mengikuti Alice menaiki tangga. Kamarnya berada di paling ujung dan di sebelahnya.

Alice pun memberiku kuncinya.

“Yah, ini kamarnya, silakan dilihat…”

Alic mengatakan itu sambil tersenyum. Aku pun membuka pintu dan terlihatlah sebuah ruangan dengan luas sekitar 10 tatami dengan tempat tidur dan sofa yang agak lebih besar serta bersih daripada penginapan lainnya.

“Kamar ini lebih bagus dari yang aku bayangkan… Kukira akan lebih kecil lagi…”

“Fufufu….  Apa kubilang… Aku selalu menginap disini kalau ada urusan di Ibukota Kekaisaran ini…”

Alice langsung masuk begitu saja ke dalam kamarku. Lalu menutup pintu dan menguncinya.

“Jadi Touya…… Aku sudah mendapatkan perintah dari Gauros-sama… Kita akan mulai bergerak malam ini…”

Aku pun terkejut setelah mendengar perkataan Alice yang sama sekali tak terduga itu.

Terimakasih telah berkunjung

Comments

One response to “Shoukan sareta Kenja wa Isekai wo Iku Volume 3 Chapter 8”

  1. SiOtong says:

    Mantap Update terus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *