Vol.01 - Ch.08 ~ Home Schooling

Anda sedang membaca Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 1 Chapter 8 di Kurozuku.

25 Dec 2019

Penerjemah : KuroMage

Selamat Membaca

Hari ini adalah saatnya guru privatnya datang. Sebulan berlalu usetelah acara pengumuman, dan akhirnya Garm menemukan guru untuknya. Pada siang hari, ketika Cain sedang menunggu  dengan semangatnya, Silvia datang memanggil.

“Cain-sama, petualang yang akan menjadi guru anda sudah datang. aku akan membawa anda ke ruang tamu.”

“Terima kasih, Sylvia, aku datang “

Sylvia membuka pintu setelah mengetuk pintu ruang tamu.

Saat memasuki ruangan, terlihat seorang pendekar pedang wanita yang terlihat berusia 20an, mengenakan armor kulit berlapis besi ringan, dengan rambut merah diikat ponytail, dan seorang penyihir wanita dalam jubah mengenakan tudung kepala sedang duduk.

Aku duduk di hadapan mereka dan mulai menyapa.

“Senang bertemu denganmu, aku Cain von Sillford. Beberapa waktu lalu aku baru berusia lima tahun”

Pendekar pedang wanita itu menjawab lebih dulu.

“Senang bertemu denganmu. Aku Milly yang adalah seorang petualang di wilayah Gracia. Aku menggunakan 1-H sword dan Shield. Peringkat D. Di sebelahku adalah Nina.”

Milly terbata-bata karena tidak biasa menggunakan bahasa formal.

“N…Nina, salam kenal..”

“Korra!! Nina! Akukan sudah bilang jika kamu harus menggunakan bahasa sopan ketika berbicara dengan bangsawan!”

Meski di marahi oleh Milly tetapi Nina tampaknya tidak ingin menggunakan bahasa formal, ia tetap memperkenalkan dirinya sambil tetap menggunakan tudung kepalanya.

“Milly-sensei dan Nina-sensei ya. Kalian akan menjadi guruku, jadi tidak perlu benggunakan bahasa formal padaku. Mohon bimbingannya”

Mendengar kata-kata Cain, ekspresi tegang Milly berubah menjadi senyuman.

“Fuu.. Aku bersyuku jika kamu bilang begitu. Nina adalah orang yang pemalu, dia selalu seperti ini. Nina juga peringkat D. Nina! Setidaknya buka tudung mu ini!”

Milly menurunkan tudung Nina kebelakang.

Seorang gadis cantik beramburt hijau. Ditambah telinga nya yang panjang. Oh! Ras Elf! Baru pertama aku melihatnya. Namun, Nina segera mengenakan tudung nya kembali.

“Ya ampun Nina  gimana sih! Meski begitu, kami diberitahu untuk mengajari anak tuan tanah, tapi masih 5 tahun kan? Apa perlu?”

Menanggapi pertanyaan Milly, Cain menatap Milly dengan wajah serius dan menjawabnya.

“Aku ini anak ketiga, jadi aku tidak akan mewarisi rumah ini. Dan aku sudah bilang pada ayahku aku ingin menjadi petualang di masa depan.”

“Hmm. Jadi itu sebabnya aku mendapat permintaan dari guild petualang. Yah, aku mengerti. dikontrak tertulis dua kali pertemuan setiap minggu, masing masing sekali untuk ilmu pedang atau sihir ya. Kami akan kasih pekerjaan rumah, jadi kerjakan dengan baik ya”

“Aku mengerti”

Cain menyetujui pernytaan Milly.

“Kalau begitu ayo kita langsung ke ke tempat latihan. Ayo Nina”

“Ya. Baik”

Sylvia mengantar kami ke tempat latihan di halaman belakang. Karena ini adalah tempat gubernur perbatsan(Margrave), tersedia tempat pelatihan bagi tentara. Tersedia pula pedang untuk latihan, namun itu untuk orang dewasa, Cain membawa pedang kayunya sendiri.

“Pertama-tama, kita mulai dari ilmu pedang. Aku akan melihatmu, cobalah mengayunkan pedang mu”

Aku memasang kuda-kuda dan memegang pedangku di depan selayaknya latihan kendo, karena aku punya skill bela diri,  pedang itu bergerak secara alami.

TL Note : Skill bela-diri disini adalah (bujutsu) yang merupakan beladiri dengan senjata, seperti pedang dsb. Di chapter sebelumnya ane tulis military Arts. Berbeda dengan (Taijutsu) yang merupakan beladiri tangan kosong yang sebelumnya ane tulis Martial arts.

Mengayunnaik-turun, tebas, dan dengan berbagai macam geakan aku mengayunkan peadang.

Setelah menyelesaikan gerakanku, aku melirik kearah Milly-sensei. Milly tertegun dengan mulut terbuka.

“Apa-apaan itu Cain-kun! Terlalu hebat sampai tak ada celah salahnya!”

“Itu mungkin lebih kuat dari Milly …”

Nina yang mengatakan itu dengan suara lembut.

“Aku masih gak akan kalah sama anak lima tahun! Cain-kun! Kalau kamu bisa sampai seperti itu, kita akan jadikan latihan tanding sebagai menu utama kita!”

“Baiklah, Milly-sensei”

Kamipun membuat jarak sekitar 5 meter, lalu bersiap menghunuskan pedang kayu dihadapan kami.

Tentu saja dengan adanya [God of war protection] Lv 10 akan buruk jika mengeluarkan kekuatan penuh ku. Jadi aku memutuskan untuk menyerang dengan sekitar 30% kekuatanku. Saya akan menaikkannya sedikit demi sedikit jika tampaknya itu baik-baik saja.

“Pertama-tama aku akan melihat dulu, kau boleh maju”

Milly dengan santai bersiap.

“Aku mulai!”

Aku memusatkan kekuatan di kakiku dan melompat kedepan. Dangan cepat menutup jarak sejauh 5 meter. Aku mulai mengayunkan pedang kayu ku namun pada saat terakhir Milly menahan nya dengan pedang kayu nya.

“Cain-kun, apa kamu benar-benar berumur lima tahun? Gak mungkin banget”

“Itu benar. Aku baru saja dibaptis kemarin.”

“Kamu sudah cukup kuat untuk jadi seorang petualang loh.. “

Cain terus menyerang. Milly pun menghindarinya atau menangkisnya dengan pedang. Sungguh selalu nyaris saja.

“Tunggu sebentar kita istirahat. Kalau begini terus akunya yang gak tahan…”

“Baik!”

Mereka pun meengambil jarak satu sama lain. Di pihak Cain tidak muncul masalah berarti, namun tampaknya nafas Milly sudah mulai terengah.

“Cain-kun pasti punya [God of War Protection] ya? Kalau gak mana mungkin anak lima tahun bisa bergerak selincah dan setajam itu”

“Sebenarnya, ayah bilang padaku untuk tidak sering menunjukan [Status] ku pada orang lain, tapi kurasa tidak apa-apa jika guru yang melihatnya, Memang benar aku memiliki [God of War Protection]”

“Tuh kan bener… kalau begini aku gak akan kuat melawan mu seharian. Kita rubah aturannya”

Milly menjawab sambil menghela nafasnya.

“Setiap kali, Nina dan aku akan bergantian mengajarimu, Pertama adalah aku, dan setelah itu Nina mengajarimu sihir. Kalau begitu aku ingin istirahat dulu, jadi aku serahkan padamu Nina”

“Serahkan padaku”

Saya tidak terlalu tahu ekspresinya selalu mengenakan tudung, dia mungkin sangat ahli sihir karena dia Elf.

“Aku punya [God of Magic Protection] Lv.3 jadi serahkan saja padaku. Pertama, kita mulai dari dasar-dasar sihir.”

Cain duduk di tempat sambil istirahat.

“Pertama, kita mulai dari Merasakan kekuatan sihir..”

Nina tampaknya mengajar dari awal yang ada di buku sihir.

“Oh, Aku sudah menguasai dasar-dasarnya”

“… kamu sudah bisa? Apa jangan-jangan kamu juga udah bisa pakai sihir??”

“Karena aku belajar dari buku, jadi aku kira aku bisa menggunakan sihir untuk bagian pemula”

“Apa atribut mu? Aku bisa pakai empat atribut angin, tanah, air, dan cahaya. Atribut api tidak cocok dengan Elf”

“Semua atribut…”

“” … “”

Milly dan Nina sama-sama terdiam.

“Sensei?”

“Tidak muungkin, Semua atribut? Itu sekelas Sage loh. Bahkan Penyihir kerajaan saja tidak ada satupun orang yang bisa menggunakan semua elemen. Coba tunjukkan padaku sedikit. Bisakah kamu menggunakan teknik dasar elemen air [waterball]?”

“Aku bisa. Aku akan mencobanya.”

Cain menghadap sasaran di tempat latihan dan mengangkat tangan kanannya.

“[Waterball]”

Saat ia melafalkan sihirnya, muncul gumpalan air berdiameter 1 meter di tangan kanannya. Iapun langsung menembakannya kearah sasaran. Gumpalan air itu melesat dengan capat dan menghancurkan sasaran.

“Apakah begini baik-baik saja?”

Saat ia berbali, ia melihat dua orang yang sedati tadi sudah terdiam.

“Nina-sensei?”

Nina yang sedari tadi tampak mematung, mulai merespon.

“… Tanpa mantra. Level atribut tinggi. Apalagi dalam seekala itu, kamu pasti punya protection,  Jangan-jangan kamu ini Jenius? Gak mungkin kamu berusia 5 tahun…”

“Tidak ada lagi yang bisa kita ajarkan. Ilmu pedang dan sihir mu sudah kelas atas. Tempat latihan ini pun sudah mencapai batasnya.”

Ia menjawab sambil menyeka keringat di dahinya dengan tangannya.

“Oh, sensei, aku punya handuk”

Tanpa sadar akupun mengambil dua buah handuk dari [Item Box] ku dan memberikannya pada Milly-sensei dan Nina-sensei.

“Eh”

“Hmm?”

Cain pun terheran tanpa mengerti mengapa mereka terkejut.

“… [Item Box]..”

“Oh !!”

Aku melakukannya tanpa sadar, dan lupa bahwa skill [Item Box] juga merupakan hal yang langka.

 “Ah sudahlah aku tidak akan terkejut lagi apapun yang terjadi, kalau begini terus tidak akan ada habisnya”

“Hm.. Ya, Cain-kun jenius.”

Keduanya tampak kagum.

“Kalau begitu aku ada permintaan kepada kalian sensei, ayah bilang [Status] ku ini tidak boleh tersebar, jdai tolong rahasiakan [Status] ku ini”

“Dan satu lagi, Aku selalu berada di dalam rumah ini selama lima tahun, dan baru keluar ruma kemarin saat pembaptisan, Aku ingin kalian membawaku keluar dengan alasan untuk berlatih sihir..”

“Jadi Cain-kun belum pernah keluar ya…Benar juga sih kalau di tempat latihan ini bakal repot kalau kamu pakai sihir menengah keatas. Aku akan coba menjelaskannya kepada tuan dan jika di izinkan aku akan membawamu keluar. “

“Benarkah !! senangnya !! Aku ingin melihat-lihat kota dan pergi berkunjung ke guild petualang!”

Cain mengungkapkan rasa senangnya dengan mata yang berbinar.

“Sepertinya aku harus membujuk tuan tanah ya…”

Milly yang menghela nafas dengan lembut.

◇◇◇

Saat ini terduduk di ruang tamu, Ayahku Garm dan ibuku Sarah, serta Milly dan Nina berada di hadapan mereka.

“Tuan, keterampilan pedang Cain-sama sekelas petualang veteran ditambah ia dapat menggunakan semua dasar sihir. Hampir tidak seperti anak lima tahun pada umumnya. Tak ada kata yang cocok baginya selain dia itu Jenius. Dan untuk memengajari nya sihir level menegah keatas, Tempat latihan yang ada sudah tidak memadai. Kami berharap jika di izinkan kami akan melatihnya di dareah padang rumput di luar wilayah ini. Apakah boleh?”

Milly menjelaskan keadaannya. Nina masih terdiam dengan tudungnya.

Garm memegang kepalanya. Dia sudah mengira akan begini jadinya sejak ia melihat [Status] itu. Namun ia tidak menyangka ini akan terjadi pada hari pertama latihannya. Disampingnya Sarah dengan bangga membelai rambut anaknya yang disebut Jenius itu.

“Baiklah. Aku izinkan kalian pergi ke luar wilayah. Namun, aku tidak mengizinkan kalian menghabiskan malam diluar. Kau harus kembali ke rumah sebelum matahari terbenam. Dan juga jangan pergi ke dalam hutan.”

Kain senang dengan pernyataan Garm.

“Jika Cain akan pergi ke luar, aku harus menyiapkan senjata dan armor ya! Seperti yang diharapkan dari anak ku..”

Sarah menimpali dengan penuh semangat. Dan inilahh kisah Cain yang akhirnya mendapatkan izin untuk dapat keluar rumah.

 

Terima kasih telah berkunjung, Jangan lupa tinggalkan komentar anda....

Comments

One response to “Tensei Kizoku no Isekai Boukenroku Volume 1 Chapter 8”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *